Sabtu, 27 Juni 2020

MENJADI GURU IDOLA !

 Cerita Ini masih  karena efek Corona,

Tak terasa sudah 3 minggu lebih kita tak berjumpa dengan peserta didik secara langsung.  Rindu sekali ingin bertemu mereka...chieee......

terbukti saya lihat di postingan   suara  seorang guru  ,kebetulan sy kenal baik,  memposting  tulisan besar di ‘fb’ ......“ aku rindu anak-anak!”. Kupikir anaknya hilang  atau meninggal, lalu saya koment &  kutanya: “Memangnya anak-anak kenapa ibu?  ternyata ibu itu rindu siswanya di sekolah.  Salut..,bangga.. sekaligus terharu. Itu artinya  menunjukkan  bahwa  jiwa guru sudah terlalu melekat disanubarinya.

 

Kita lihat  tayangan dan cerita di WA  terlihat ada  banyak hal yang lucu!  Di Rumah!, orang tua  mengajar anaknya! Entah itu benar atau hoaks !!  tidak  penting!   Yang penting  terlihat rata –rata ortunya  teriak-teriak!!,marah-marah!! , bahkan ada yg sambil pegang gagang sapu, hanger pakaian, ...pokoknya ada saja yang ortunya pegang,   untuk menakuti anaknya.

Saatnya Orang tua  action mengajar:  anak melotot saja, kurang perhatian, tidak cepat mengerti....., murkalah  ortu jadinya !! Ortu jadi stress ngajar anaknya sendiri!! Karena  ortu marah-marah, anaknya  lari terbirit-birit dari rumahnya karena takut tambah  kena pukul lagi dari  orang tuanya! Ortu jadi teriak tambah keras  untuk panggil anaknya  pulang kembali. Semua jadi  runyam deh pokoknya!

 

Kita tidak cerita semuanya sih,....janganlah tersinggung dulu, maaf!, seribu maaf!!,  .....yach mungkin ada juga, ortu yang mengajar anaknya dengan penuh senyuman.., sabar.., suka cita dan  penuh  cinta,  sehingga anak  kandungnya mendengarkan dengan setia, duduk manis,  penuh perhatian  diajar oleh mamanya. Semoga!.

 

Menjadi   seorang guru  memang tidak mudah. Apalagi  ketika menghadapi  murid-murid yang malas  belajar. Agar peserta didik  menjadi  antusias belajar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, guru asli pasti tahu.

Bagus atau tidaknya sekolah  dilihat dari kualitas  guru. Guru yang berkualitas  adalah guru yang berhasil   menyampaikan ilmunya  kepada murid dengan cara yang  menyenangkan . Namun perlu diingat! , tingkat keberhasilan  mengajar seorang guru tidak selalu  harus dilihat  dari ‘nilai’ yang selalu baik  dari semua murid di sekolah itu.

 

Yang terpenting!  Bagaimana hubungan antara guru dan murid di sekolah tersebut. Sebab baik atau tidaknya  hubungan antara guru dan murid akan berpengaruh  pada proses belajar mengajar ke depannya.

 

Contoh!   Ada  guru yang ditakuti ! dibenci!  otomatis, peserta  didik  pasti  malas  belajar untuk mata pelajaran yang dibawakan! . Lalu!...., apakah  guru yang ‘tidak galak’ atau ‘baik’  secara otomatis  akan membuat  peserta didik  senang ??  siswa jadi terlena,   guru yang begitu , murid  akan meremehkan!.

 

Solusinya adalah:  menjadi guru harus tegas!,  tetapi menyenangkan. Guru seperti ini tentu akan  menjadi guru Idola di sekolah. Apalagi  kalau ibu  gurunya masih muda, cantik!, selalu menebar senyum manisnya  setiap mengajar,  berpenampilan memukau, Wow!!  pasti mereka  akan disenangi  dan bahkan dirindukan para peserta didiknya. Percayalah kepada Saya!

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...