Cerita Ini masih karena efek Corona,
Tak terasa sudah 3 minggu lebih kita tak berjumpa dengan peserta didik secara langsung. Rindu sekali ingin bertemu mereka...chieee......
terbukti saya lihat di postingan suara seorang guru ,kebetulan sy kenal baik, memposting tulisan besar di ‘fb’ ......“ aku rindu anak-anak!”. Kupikir anaknya hilang atau meninggal, lalu saya koment & kutanya: “Memangnya anak-anak kenapa ibu? ternyata ibu itu rindu siswanya di sekolah. Salut..,bangga.. sekaligus terharu. Itu artinya menunjukkan bahwa jiwa guru sudah terlalu melekat disanubarinya.
Kita lihat tayangan dan cerita di WA terlihat ada banyak hal yang lucu! Di Rumah!, orang tua mengajar anaknya! Entah itu benar atau hoaks !! tidak penting! Yang penting terlihat rata –rata ortunya teriak-teriak!!,marah-marah!! , bahkan ada yg sambil pegang gagang sapu, hanger pakaian, ...pokoknya ada saja yang ortunya pegang, untuk menakuti anaknya.
Saatnya Orang tua action mengajar: anak melotot saja, kurang perhatian, tidak cepat mengerti....., murkalah ortu jadinya !! Ortu jadi stress ngajar anaknya sendiri!! Karena ortu marah-marah, anaknya lari terbirit-birit dari rumahnya karena takut tambah kena pukul lagi dari orang tuanya! Ortu jadi teriak tambah keras untuk panggil anaknya pulang kembali. Semua jadi runyam deh pokoknya!
Kita tidak cerita semuanya sih,....janganlah tersinggung dulu, maaf!, seribu maaf!!, .....yach mungkin ada juga, ortu yang mengajar anaknya dengan penuh senyuman.., sabar.., suka cita dan penuh cinta, sehingga anak kandungnya mendengarkan dengan setia, duduk manis, penuh perhatian diajar oleh mamanya. Semoga!.
Menjadi seorang guru memang tidak mudah. Apalagi ketika menghadapi murid-murid yang malas belajar. Agar peserta didik menjadi antusias belajar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, guru asli pasti tahu.
Bagus atau tidaknya sekolah dilihat dari kualitas guru. Guru yang berkualitas adalah guru yang berhasil menyampaikan ilmunya kepada murid dengan cara yang menyenangkan . Namun perlu diingat! , tingkat keberhasilan mengajar seorang guru tidak selalu harus dilihat dari ‘nilai’ yang selalu baik dari semua murid di sekolah itu.
Yang terpenting! Bagaimana hubungan antara guru dan murid di sekolah tersebut. Sebab baik atau tidaknya hubungan antara guru dan murid akan berpengaruh pada proses belajar mengajar ke depannya.
Contoh! Ada guru yang ditakuti ! dibenci! otomatis, peserta didik pasti malas belajar untuk mata pelajaran yang dibawakan! . Lalu!...., apakah guru yang ‘tidak galak’ atau ‘baik’ secara otomatis akan membuat peserta didik senang ?? siswa jadi terlena, guru yang begitu , murid akan meremehkan!.
Solusinya adalah: menjadi guru harus tegas!, tetapi menyenangkan. Guru seperti ini tentu akan menjadi guru Idola di sekolah. Apalagi kalau ibu gurunya masih muda, cantik!, selalu menebar senyum manisnya setiap mengajar, berpenampilan memukau, Wow!! pasti mereka akan disenangi dan bahkan dirindukan para peserta didiknya. Percayalah kepada Saya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar