Tampilkan postingan dengan label Puisi Telelet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Telelet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2022

ILAHI (telelet)

 


 

 

Jadi manusia harus tegar

Larangan Tuhan perlu dihindar

Hidup terasa tenang damai berbingar

 

Kita tahu, sadar dan pasti sudah mengerti

Jalani hidup baik seolah besok kita mati

Agar penghuni sorga semua akan simpati

Malaikatpun akan turut serta berempati

 

Kita tak tahu Tuhan akan panggil

Tak tahu juga kapan ruh kita diambil

Tak siap!!, nyawa direnggut menggigil

Maka setiap hari rela berbagi dengan adil

Mampu memantaskan diri janganlah kerdil

 

Hidup itu perlu dijalani dengan hati tenang

Jiwa perlu nyaman, aman dan suasana senang

Gembira adalah obat, sehat semangat berarti riang

Sebagai insan manusia jangan merasa terkekang

Isi hidup dengan karya, bermakna & berjuang

Hasil  memuaskan akan bangga terngiang

 

Hidup  kita menikmati saja agar asyik

Tak perlu  percaya adanya mistik

Jika percaya akan menjadi pelik

Janganlah  mudah  terusik

Apalagi berhati sirik

 

Hidup perlu ketabahan

Tata hati  bersihkan  fikiran

Agar setia ikut  lurusnya  jalan

Syukur  mencapai kesempurnaan

 

Hadapi hidup ini penuh sentosa

Terima, iklas dari sang Maha Kuasa

Tentunya agar kita kelas tenang disana

 

Flobamor 2,  20 April 2022

Sabtu, 18 Desember 2021

GURU MELEK DIGITAL (telelet)

 

 

 


Oleh : Lewina Eti

 

Guru milenial di Era Global

Guru zaman now harus kuat mental

Komunikatif, Kreatif, inovatif dan loyal.

 

Menguasai  aplikasi di HP dan  komputer

Ilmu diterapkan melalui gawai yang  pinter

Jika loading  gambarnya selalu muter-muter

Guru, jika tak menguasai IT bisa keblinger.

 

Saat ini guru harus belajar supaya berubah

Jika mengajar dengan cara lama jadi parah

Pemangku pendidikan bisa marah

kita ikuti saja aturan pemerintah

 berkarya tapi tetap ramah.

 

Guru wajib luas Wawasan

Karakter siswa jangan diabaikan

Bimbing siswa memecahkan persoalan

Pembelajaran jaman dulu harus ditinggalkan

Komitmen, rajin, tertib, disiplin dipertahankan

Kesulitan  pembelajaran perlu di diskusikan.

 

Ushakan guru mencapai target habiskan materi

Semangat, berintegritas dalam tugas setiap hari

Jujur, beraklah mulia rela berbagi iklas memberi

Melatih peserta didik untuk cerdas dan mandiri

Brani tampil,tanggungjawab di atas kaki sendiri.

 

Waspada jangan sampai kehabisan kuota

Pembelajaran sekarang   harus siap data 

Jika tidak tak ada seakan gelap gulita

Guru  harus peduli jangan tutup mata.

 

Lewat dunia maya guru berkolaborasi

Cara mengaja usaha supaya lebih bervariasi

Biar keren jangan lupa menggunakan animasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

PENULIS PEMULA

Oleh : Ledwina Eti

 

Setiap manusia  pasti punya bakat

Tapi apakah dia punya minat

Apakah dia mau berbuat?

 

Bakat pembawaan  lahir

Perlu digali janganlah kikir

Dipelajari, diminati dan dipikir

Agar generasi berikut ikut mengukir

 

Jadi penulis yang utama adalah kemauan

Ada daya dorong untuk semangat melakukan

Dengan naluri, nurani sendiri  dan  kesadaran

Berusaha untuk mencoba memanfaakan pikiran

Bertindak bijak membuat karya  untuk kebaikan

 

Berani  tebarkan  pesona  agar punya jiwa sejati

Bakat dan minat perlu dilatih dengan sepenuh hati

Tujukkanlah karya tulisanmu supaya bisa diminati

berbaik hatilah, suka menginspirasi agar dihormati

Berikanlah yang terbaik bagi  agar selalu dinanti

Terus menulis, semangat dengan harapan pasti

 

Dunia & isinya sungguh amats angat menarik

Untuk mencari ide menulis karya terbaik

Juga buku  untuk referensi bisa dipetik

Ada suka duka juga hati  tercabik

 Perlu fokus, jangan bolak balik

 

 

Jika salah segera dIbenahi

Aturan menulis perlu dipatuhi

Bersyukur kelak ada berkat ilahi

Sehingga oleh Tuhan rejekinya dilebihi

 

Salam untuk semua Sahabat Alinea yang rela

ikut tantangan menulis 30 hari tanpa kendala

Buatlah riang biar ada  Corona  jangan buat tercela

 

Waingapu, 30 September 2021

#30harimenulis

#30haripunyanaskah

#siapataujadibuku

#alineakuchallenge - 1

#alineakuwriter

 

#alineakuLedwinaEti  

 

 

 

Sabtu, 24 Juli 2021

Tentang Puisi Telelet


Sejak Ibu Kanjeng  kirim puisi Telelet lewat blog beliau  saya sangat senang. Bacanya asyik. Kubayangkan betapa senangnya kalau  bisa ber puisi varian baru itu. 

Bukan hanya virus yang ada varian baru ,  ternyata ada juga puisi varianbaru  karya Sang Fonder, Dr Marjuki, M.Pd. Beliau adalah pencetus dan kreatornya. Beliau adalah Ketua dewan pembina Ikatan Guru Indonesia ( IGI). Saya sungguh terkesan. Saya tertarik sekali  untuk bisa membuat,apalagi kalau ada yang mengajak  membuat  buku antologi, pasti deh aku ikut. Belajar, berlatih, berkarya sekaligus terbitkan  buku. pastilah bangga bisa menerapkan  puisi terbaru.

Yang menjadi latar belakang  lahirnya Puisi Telelet adalah  1). Mengikuti arus perubahan digitalisasi transformasi, 2). Dampak pandemi civid-19, 3).  Terjadi era disruption, tercerabutnya budaya dari akarnya, 4) Refleksi social yang mengalami dinamika yang luar biasa.

Puisi telelet  berisikan tenang  fakta-fakta  kehidupan yang  berkembang  terkait  keadilan, kekerasan, kemarginalan, keterpurukan  dan diskriminasi. harapan-harapan  dari puisi telelet  adalah Kebijakan merdeka belajar dalam bentuk: sekolah penggerak, guru penggerak, organisasi penggerak, peningkatan mutu  dan lain-lain. 

Namanya lucu, bikin gemes. Ternyata baru tahu bahwa  itu adalah akronim dari  puisi  Tiga ,Empat Lima Enam Lima Empat Tiga ( TELELET). Nama yang menunjukkan jumlah baris per bait. Ciri-ciri yang lain adalah  bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari. bahasa sederhana  tak banyak menggunakan majas/kias atau konotasi. 

Berikut ilmu tentang puisi Telelet  yang disampaikan  pada webinar Nasional terampil menulis puisi telelet, Minggu 18  Juli 2021  oleh komunitas pegiat puisi telelet ( KPPT) Poetri Is a Tool to Change. narasumber  Ibu Uswatun Hasanah , S.Ag, M.Pd.I

Tiga baris/larik merupakan gambaran permasalahan yang dibahas,  bait pertama meminta dikupas sampai habis

Empat baris/larik merupakan penegasan dari masalah utama, bait kedua hanya 4 baris saja, berbicara tentang  masalah kritis diurai bersahaja. kata-katanya biasa saja.

Lima baris/larik merupakan  masalah lebih detail, bait ketiga  mengurai masalah kritis ke fakta. Makna terdalam  dari pilihan kata. Dibuat detail ditunjang kosa kata. Tentunya agar terkuak  makna lentera bagai pelita.

Enam baris/larik merupakan puncak permasalahan yang paling detail, bait ke-4 menyampaikan masalah dipresentasikan  lebih faktual, mudah dipahami karena lebih rasional.

Lima baris/larik merupakan anti klimaks atau antithesis dari bait ke-4. Bait kelima merupakan solusi dari problema yang disampaikan pada bait sebelumnya.

Empat baris/larik  merupakan  merupakan anti klimaks lanjutan dari bait kelima. Bait ke-6 merupakan pemecahan masalah dan lebih mengarah pada kesimpulan.

Tiga baris/larik ( terakhir) merupakan  simpulan dari solusi atau pemecahan masalah yang dibahas  pada bait ke-1 -sampai ke-4, baik ke-7  merupakan simpulan solusi teduh agar yang membaca terenyuh , terharu dan  hatinya teduh.

Tema puisi TELELET menganggkat persoalan terkini, yang  lagi booming di masayarakat. Konstruksinya  bait pertama isu, bait kedua persoalan pokok, bait ketiga rincian persoalan, bait keempat klimaks, bait kelima antiklimaks atau solusi, bait keenam simpulan, dan bait ketujuh penutup berisi ungkapan peneduh. 

Sebagai aturan  yang saya di PPT-nya Ibu Anis wong Gresik Asli. Judul  Telelet maksimal  3 kata. Judul di tulis tebal dan huruf kapital.  Jangan lupan nama penulis di bawah judul jangan lupa diberi tanda titik dua. ( contoh, Oleh : Ledwina Eti)

Tidak diperkenankan ada  2  rima yang sama. Kata -katanya yang kreatif  tapi bermakna. Jangan lupa tanda baca supaya  tidak merubah  arti dan makna.  Jumlah kata  dalam kalimat  jangan terlalu  jauh beda supaya tidak terkesan terjal. Jika semua kalimatnya di 'center '  terlihat indah dipandang mata. 

Pemandangan alam Sumba indah mempesona
Padang Sabana  luas, jadi target  pesiar ke sana
Penulis hebat meracik kata-kata dengan penuh makna
Agar puisi Telelet  yang dibuatnya, sang pembaca terpana

Berikut ini karya puisi TELELET  yang berbuah reward INTUISI MATA ELANG (Antologi TELELET karya Sang Founder, Dr. Marjuki, M.Pd.)


  • NULIS PUISI TELELET
  • Oleh: Mashudi

Hari ini kita belajar nulis
Saat suasana rinai gerimis
Agar suasana jadi lebih manis.


Jika hari ini engkau risau
Jangan biasakan nulis status galau
Apalagi terpikir mengasah manda
Mari sanding bersamaku meracau


Puisi telelet ini ajaib
Baru sadar dia begitu ajib
Tidak datang dari dunia gaib
Meski bentuknya kurang karib
Tapi yakin kelak jadi puisi wajib.


Saat kita merangkai puisi
Usir sirna segala gengsi
Agar puisimu menampung misi
Jangan pernah berhenti beraksi
Pengalaman bukanlah hal basi
Ia bisa jadi bahan untuk diskusi.


Di sini kita tak perlu malu
Apalagi mikir negatif dan banyak halu
Puisi Telelet bisa menangkal pilu
Di tengah pandemi yang itu mulu
Terus berdoa pandemi berlalu.


Lewat tulisan kita bisa berbagi
Sambung silaturahmi terus bersinergi
Walau kita bukan ahli pedagogi
Puisi kita pasti membangkitkan energi.


Ini zaman mendekati akhir
Asma Allah harus tetap terukir
Jangan terlepas dari pola pikir.


 Genteng, 18 Juli 2021 (Saat WBINAR NASIONAL "MENGENAL PUISI TELELET")

Genre puisi yang digagas oleh Dr. Marjuki, M.Pd ini adalah luapan kegelisahan beliau atas berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Selain itu, puisi TELELET ini beliau sulut untuk menerangi ruang-ruang gelap dan menerobos jalan buntu di kelas-kelas belajar sastra khususnya puisi.


Salam kenal dariku, PUISI TELELET! Aku berjanji akan mengakrabi, mencintai, dan menjagamu hingga di ujung waktu.**

Trimakasih Ibu kanjeng yang sudah masukkan saya di group Belajar Puisi Telelet. trimakasih Ibu Tini Sumartini  yang  memberikan masukan-masukan, solusi dan aturan  berpuisi Telelet supaya benar, indah, dan enak dibaca.  Trimakasih bu Aam yang memotivasi jadi percaya diri dan semangat , trimakasih teman-teman semua penulis hebat  sudah memotivasi , salam  litarasi. 

#SemangatberlatihPuisiTeleletAsyik



KIDUNG PANDEMI

 


Oleh :  Ledwina Eti

 

Kenangan Indah tak bisa menolak lupa
Baik  kaya  raya maupun  miskin papa
Tak ada   beda saat pandemi menerpa
 
Hati ini terasa sesak,  pedih dan perih
Langkahku gontai dan tertatih-tatih
Jiwa raga rasa tak berdaya lelah dan letih
Tegarlah berjuang  walau tanpa pamrih
 
Hari demi hari kepala tunduk kutelusuri
Doa puji syukur kupanjatkan setiap hari
Mampu jadi berkat  dan pengabdian diri
Bisa bermanfaat, baik tenaga atau materi
Walau sedikit intinya iklas memberi
 
Kini dimana-mana  terjadi musibah
Kita  harus bertahan tak boleh pasrah
Walau  susah, sakit pantang menyerah
 Kuatkan dan tabah selesaikan masalah
Tak boleh ada iri, dengki  apalagi marah
Ini sebuah ujian hidup, sukseskanlah
 
Tuhan di Sorga adalah sumber harapan
Engkau pasti yang  akan mengusir kepahitan
Menghilangkan sugesti yang lekat di ingatan
Engkau  melatih tegar dalam hadapi cobaan
Agar kuat hadapi setiap derita dan tantangan
 
Sungguh!, Ku berharap secercah harapan
Hidup damai, tentram yang membahagiakan
Mari  jaga imun, taat prokes agar lulus ujian
Hidup sehat, jiwa kuat dan teguh dalam Iman
 
Oh pandemi..., pergilah! segeralah engkau berlari  
Agar hidupku tenang aman, damai seperti itu hari
Tersenyum, ceria, tertawa  dan wajah berseri-seri.

 

 

Waingapu , 24 Juli 2021

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...