Sejak Ibu Kanjeng kirim puisi Telelet lewat blog beliau saya sangat senang. Bacanya asyik. Kubayangkan betapa senangnya kalau bisa ber puisi varian baru itu.
Bukan hanya virus yang ada varian baru , ternyata ada juga puisi varianbaru karya Sang Fonder, Dr Marjuki, M.Pd. Beliau adalah pencetus dan kreatornya. Beliau adalah Ketua dewan pembina Ikatan Guru Indonesia ( IGI). Saya sungguh terkesan. Saya tertarik sekali untuk bisa membuat,apalagi kalau ada yang mengajak membuat buku antologi, pasti deh aku ikut. Belajar, berlatih, berkarya sekaligus terbitkan buku. pastilah bangga bisa menerapkan puisi terbaru.
Yang menjadi latar belakang lahirnya Puisi Telelet adalah 1). Mengikuti arus perubahan digitalisasi transformasi, 2). Dampak pandemi civid-19, 3). Terjadi era disruption, tercerabutnya budaya dari akarnya, 4) Refleksi social yang mengalami dinamika yang luar biasa.
Puisi telelet berisikan tenang fakta-fakta kehidupan yang berkembang terkait keadilan, kekerasan, kemarginalan, keterpurukan dan diskriminasi. harapan-harapan dari puisi telelet adalah Kebijakan merdeka belajar dalam bentuk: sekolah penggerak, guru penggerak, organisasi penggerak, peningkatan mutu dan lain-lain.
Namanya lucu, bikin gemes. Ternyata baru tahu bahwa itu adalah akronim dari puisi Tiga ,Empat Lima Enam Lima Empat Tiga ( TELELET). Nama yang menunjukkan jumlah baris per bait. Ciri-ciri yang lain adalah bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari. bahasa sederhana tak banyak menggunakan majas/kias atau konotasi.
Berikut ilmu tentang puisi Telelet yang disampaikan pada webinar Nasional terampil menulis puisi telelet, Minggu 18 Juli 2021 oleh komunitas pegiat puisi telelet ( KPPT) Poetri Is a Tool to Change. narasumber Ibu Uswatun Hasanah , S.Ag, M.Pd.I
Tiga baris/larik merupakan gambaran permasalahan yang dibahas, bait pertama meminta dikupas sampai habis
Empat baris/larik merupakan penegasan dari masalah utama, bait kedua hanya 4 baris saja, berbicara tentang masalah kritis diurai bersahaja. kata-katanya biasa saja.
Lima baris/larik merupakan masalah lebih detail, bait ketiga mengurai masalah kritis ke fakta. Makna terdalam dari pilihan kata. Dibuat detail ditunjang kosa kata. Tentunya agar terkuak makna lentera bagai pelita.
Enam baris/larik merupakan puncak permasalahan yang paling detail, bait ke-4 menyampaikan masalah dipresentasikan lebih faktual, mudah dipahami karena lebih rasional.
Lima baris/larik merupakan anti klimaks atau antithesis dari bait ke-4. Bait kelima merupakan solusi dari problema yang disampaikan pada bait sebelumnya.
Empat baris/larik merupakan merupakan anti klimaks lanjutan dari bait kelima. Bait ke-6 merupakan pemecahan masalah dan lebih mengarah pada kesimpulan.
Tiga baris/larik ( terakhir) merupakan simpulan dari solusi atau pemecahan masalah yang dibahas pada bait ke-1 -sampai ke-4, baik ke-7 merupakan simpulan solusi teduh agar yang membaca terenyuh , terharu dan hatinya teduh.
Tema puisi TELELET menganggkat persoalan terkini, yang lagi booming di masayarakat. Konstruksinya bait pertama isu, bait kedua persoalan pokok, bait ketiga rincian persoalan, bait keempat klimaks, bait kelima antiklimaks atau solusi, bait keenam simpulan, dan bait ketujuh penutup berisi ungkapan peneduh.
Sebagai aturan yang saya di PPT-nya Ibu Anis wong Gresik Asli. Judul Telelet maksimal 3 kata. Judul di tulis tebal dan huruf kapital. Jangan lupan nama penulis di bawah judul jangan lupa diberi tanda titik dua. ( contoh, Oleh : Ledwina Eti)
Tidak diperkenankan ada 2 rima yang sama. Kata -katanya yang kreatif tapi bermakna. Jangan lupa tanda baca supaya tidak merubah arti dan makna. Jumlah kata dalam kalimat jangan terlalu jauh beda supaya tidak terkesan terjal. Jika semua kalimatnya di 'center ' terlihat indah dipandang mata.
Pemandangan alam Sumba indah mempesona
Padang Sabana luas, jadi target pesiar ke sana
Penulis hebat meracik kata-kata dengan penuh makna
Agar puisi Telelet yang dibuatnya, sang pembaca terpana
Berikut ini karya puisi TELELET yang berbuah reward INTUISI MATA ELANG (Antologi TELELET karya Sang Founder, Dr. Marjuki, M.Pd.)
- NULIS PUISI TELELET
- Oleh: Mashudi
Hari ini kita belajar nulis
Saat suasana rinai gerimis
Agar suasana jadi lebih manis.
Jika hari ini engkau risau
Jangan biasakan nulis status galau
Apalagi terpikir mengasah manda
Mari sanding bersamaku meracau
Puisi telelet ini ajaib
Baru sadar dia begitu ajib
Tidak datang dari dunia gaib
Meski bentuknya kurang karib
Tapi yakin kelak jadi puisi wajib.
Saat kita merangkai puisi
Usir sirna segala gengsi
Agar puisimu menampung misi
Jangan pernah berhenti beraksi
Pengalaman bukanlah hal basi
Ia bisa jadi bahan untuk diskusi.
Di sini kita tak perlu malu
Apalagi mikir negatif dan banyak halu
Puisi Telelet bisa menangkal pilu
Di tengah pandemi yang itu mulu
Terus berdoa pandemi berlalu.
Lewat tulisan kita bisa berbagi
Sambung silaturahmi terus bersinergi
Walau kita bukan ahli pedagogi
Puisi kita pasti membangkitkan energi.
Ini zaman mendekati akhir
Asma Allah harus tetap terukir
Jangan terlepas dari pola pikir.
Genteng, 18 Juli 2021 (Saat WBINAR NASIONAL "MENGENAL PUISI TELELET")
Genre puisi yang digagas oleh Dr. Marjuki, M.Pd ini adalah luapan kegelisahan beliau atas berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Selain itu, puisi TELELET ini beliau sulut untuk menerangi ruang-ruang gelap dan menerobos jalan buntu di kelas-kelas belajar sastra khususnya puisi.
Salam kenal dariku, PUISI TELELET! Aku berjanji akan mengakrabi, mencintai, dan menjagamu hingga di ujung waktu.**
Trimakasih Ibu kanjeng yang sudah masukkan saya di group Belajar Puisi Telelet. trimakasih Ibu Tini Sumartini yang memberikan masukan-masukan, solusi dan aturan berpuisi Telelet supaya benar, indah, dan enak dibaca. Trimakasih bu Aam yang memotivasi jadi percaya diri dan semangat , trimakasih teman-teman semua penulis hebat sudah memotivasi , salam litarasi.
#SemangatberlatihPuisiTeleletAsyik