Tampilkan postingan dengan label MBI BUNDA LILIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MBI BUNDA LILIS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2021

Endors – Lelaki tiga rupa

 


 

Sebagai seorang guru, Ibu Lusia  Daga adalah  seorang pendidik sang  pemilik masa  masa depan yaitu siswanya.  Ia berdedikasi  terhadap  dunia  pendidikan. Ia  membuktikan untuk menjadi guru yang  berinovasi. Guru yang  mau berkontribusi menjadi pegiat literasi.    Kini  telah terbukti, buku  hadir ditengah-tengah kita .

Dari buku ini  saya belajar betapa dalamya Cinta dan karakter manusia. Indahnya alam dan dan penghuni serta kisah-kisahnya.  Sebuah  karya tak bisa  hanya dimilki  oleh penulisnya. Selalu ada  ruang kreatif  bagi kebebasan para pembacanya untuk  berinteraksi dan berinterpretasi.  Itulah  ruang cinta, ruang  kedekatan  batin antara pembaca dengan  penulisnya.

Saya suka membaca  cerpen , saya  begitu tertarik  karena  dari cerita itu memiliki  kekuatan kata-kata magis yang mampu membuat  siapapun  bisa tersenyum,  terbahak,  terkagum,  terinspirasi bahkan bisa hati berbunga-bunga.  Kitapun bahkan bisa ikut meneteskan airmata  duka karena  larut  menikmati isi  dan alur ceritanya. Ini benar-benar saya rasakan dalam  kumpulan cerpen  indah  dalam bukunya  ibu Lusia Daga.

Di dalam buku ini  ada 10 kisah cerita pendek yang menyentuh hati dan syarat makna. Ada pula  cerita  lucu, cerita  romantis dan cerita lain yang menarik untuk dibaca.  Saya  membaca lembar demi lembar hingga  lupa tahu-tahu sudah malam dan gelap gulita.  Setelah menyimak buku ini  saya sesama pegiat literasi  merasa bahwa  ibu lusia Daga  bisa turut serta berbagi ilmu, berbagi cerita , meninggalkan jejak berupa karya  yang sedang  anda baca .

Saya sangat mengapresiasi  untuk  terbitnya buku ini. Teruslah berproses  untuk menerbikan buku-buku berikutnya.  Jadikan waktu yang 24 Jam ini bermanfaat tidak membuat kita rugi di dunia maupun di akhirat, ada karya yang kita tinggalkan  untuk  generasi berikutnya. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,  manusia mati  meninggalkan karya.

Semoga  buku ini memenui  takdirnya. Bermanfaat  buat penikmat buku, terutama para guru dan peserta didik di seluruh tanah air. Setelah membaca buku ini ada ilmu yang kita petik dan  sadar betapa pentingnya literasi. Proficiat  guru cantik , ibu Lusia Daga, sukses terus ke depan,

 

Waingapu,  28 September 2021

Ledwina Eti Wuryani, S.Pd

Guru SMA Negeri 2 Waingapu, Sumba Timur, penulis 4 buku solo dan 19 buku antologi, pegiat literasi Nusantara, blogger.  etiastiwi66.blogspot.com,  penikmat buku

Jumat, 03 September 2021

MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELUR

 

 

 

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri."  -JK Rowling -

 

Malam ini  adalah pertemuan terakhir  Pelatihan Menulis Buku Ber- ISBN. Banyak  Ilmu yang  kami serap. Sangat  bergizi untuk  meningkatkan kualitas  tulisan kita.  Semoga  ilmu  dari diklat ini bisa kita terapkan dan menjadi bekal tulisan  yang lebih baik kita ke depan. Terus semangat!!. Kiranya kita  bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi sesama kita. Materi kali  ini  disampaikan oleh  penulis hebat sekaligus Founder kelas WAG  MBI  Bunda Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH dan didampingi  guru dan sekaligus penulis muda  Pak Novatama  Adi Nugraha, S.Pd.Gr. Terus semangat menyimak.

 

Profil beliau, Nama lengkap: Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH, TTL: Surabaya, 11 Maret 1969, Pendidikan, S1 IKIP PGRI Surabaya ( Fakultas Pendidikan jurusan PMP/PPKN) S1 Universitas Wijaya Putera Surabaya Jurusan Hukum. Instansi  :  SMP Negeri 2 Nekamese ( Jln HR. Koroh,  km 15,3 Desa Besmarak, kecamatan Nekamese ,  Kab Kupang NTT). Alamat Rumah : CV. Bumi Cendana , Jl. Ikan Kombong No: 09 Kota Kupang, NTT

 

Sebelum kegiatan dimulai seperti biasa kita  mulai dengan berdoa  agar  pertemuan kita  mendapatkan ridho dan berjalan dengan lancar.  Kegiatan ini dihadiri oleh perserta  dari Sabang sampai Merauke  semua peserta antusias.  Sebelum bunda Lilis  menyampaikan materinya kita   disambut dengan tarian indah  special dari Aceh.

 

Ibu Lilis Sutikno adalah guru yang amat menginspirasi banyak orang. Pejuang pendidikan di daerah terpencil di daerah pedalaman NTT.  Saya  salut sekali  melihat  perjuangan sorang guru yang  tetap semangat  menyelusuri medan yang sulit selama bertahun-tahun. Profesi guru adalah  sebuah perjuangan yang tak kenal lelah dan tak kenal waktu dimanapun, kapanpun.  Terharu saya membaca dari buku best seller  “Guru adalah Inspirasi” yang  mengajar  berjalan kaki, naik truk  tetapi dijalani suka cita  Beliau adalah   abdi negara yang pantang penyerah, rela ditempatkan di  pelosok Nusantara. Menjalani pengabdian dengan suka cita.

 

Masih pesan  ibunda Lilis, sehebat apapun kita jika kita tak menulis semua akan hilang ditelan zaman. Kita bisa menulis dan dapat meninggalkan jejak kita. Orang akan mengenang kita dalam setiap tulisan kita.  Sebaik-baik menulis adalah jika kita menulis ‘kisah inspirasi’ akan  dapat memberikan tauladan kepada semua umat di muka bumi ini.

 

Supaya  orang bisa tertarik  membaca tulisan kita, ‘tips’nya  adalah:

Pertama,  Jika akan menulis selalu awali dengan berdoa, dan sampaikan kepada Allah Tuhan kita, untuk senantiasa mengawal setiap gerak langkah kita. Agar setiap gerak langkah kita diberkati Allah.

 

Kedua, menulislah dengan hati. Jika sesuatu kita sampaikan dengan hati yang tulus dan ikhlas,  maka ‘tulisan kita’  akan sampai kepada pembaca kita. Tentunya  akan di terima dengan hati yang tulus dan ikhlas juga. Tulisan kita akan dapat memberikan inspirasi tanpa ada perlawanan dalam batin pembaca kita.     Tulisan itu seperti anak panah yang bisa memanah hati siapa saja yang membacanya. Dan Menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara.  Dengan menulis dan berteriak seluruh dunia tahu siapa kita. 

 

Pada kesempatan berikut bunda Lilis  memberikan waktu 15 menit supaya peserta menulis minimal 2 paragraf dengan  judul Kapan Anda Suka Menulis dan bagaimana  perasaan ketika pertama kali menulis? Akhirnya  para peserta dengan antusias  mengungkapkan perasaan masing-masing dan menceritakan pengalamannya. Penuh semangat karena 10 penulis akan dapat hadiah. Apalagi saya. Jujur saja yang namanya  hadiah atau gratisan saya paling suka,  hehe...

 

Ini  tulisan saya biar sederhana  harus percaya diri deh

 

Saya suka menulis  sejak dari jadi  guru baru. Awal mulanya suami  ( dulu masih pacaran), dia  sering  dapat hadiah karena ikut lomba menulis.  Hasil  dari hadiah  pasti untuk membelikan ‘sesuatu’ untuk saya dan untuk  mentraktir saya. Enak ya jika bisa nulis, pikirku dalam hati.

Dari situ saya penasaran, diam-diam saya mencoba menulis dan saya kirimkan  di koran lokal. E, ternyata dimuat dengan jelas ‘namaku’ di koran itu. Saat pertama  bangganya luar biasa sampai rasanya tak injak tanah, pikiran melayang......ternyata  tulisanku ‘dihargai’. Bukan honor yang utama  tapi sebuah ‘pengakuan’ saja  sudah lebih dari cukup menurutku. Membahagiakan!.

Kesan pertama penuh makna, kedua diterima lagi,  akhirnya  keterusan deh. Yang membanggakan, ketemu di toko Aci sang penjual  bilang wah! saya lihat tulisan ibu di koran. Kebetulan saya  tutor PGSD, mahasiswa  juga kalau ketemu, komen tentang tulisanku, begitu juga murid-murid atau yang lainnya. Dengan begitu  akhirnya jadi semangat untuk menulis , walaupun tulisanku sangat sederhana.

Sempat fakum 9 tahun atau mati suri.  Pada suatu  hari  ketemu bunda Lilis lewat dunia maya, iseng-iseng koment di FB beliau, eh  dapat tanggapan bagus bahkan langsung digabungkan di WAG Menulis Buku Inspirasi. Di  komunitas itu  akhirnya sya berteman dengan para penulis hebat se Indoneis.  Jadilah sekarang saya sudah punya 4 buku solo dan 14 buku Antologi. (menulis bersama penulis dan pegiat Literasi seluruh Indonesia) Trimakasih banyak bunda Lilis untuk jasa dan motivasinya..... Selain itu saya juga ikut beberapa komunitas. Dari Jasa merekalah saya jadi bisa menerbit buku. Trimakasih Juga saya ucapkan untuk semua pegiat literasi (OmJay, Ibu kanjeng, Pak Sahat, Pak Naf, Cak Inin, Pak Cah....semuanya yang tak bisa kusebut satu persatu yang sudah berjasa untuk saya.

Salam Literasi! Terus semangat 3M.  Menulis, menulis dan menulis.

Tak lupa juga karena saat ini pandemi 3M prokes : Mencuci tangan dengan air mengalir, Memakai Masker, Menjaga jarak. E iya tambah 2 lagi menghindari kerumunan dan  kurangi mobilitas. Semoga Pandemi segera berlalu.

 

 

Kegiatan berikutnya Ibu lilis mempersilahkan peserta  untuk menyimak Video dari Merry Riana. Ada 5 pelajaran penting dari pensil, tentang  kehidupan:

 

1.      Pensil digerakan oleh tangan manusia

maknanya adalah: Mulailah dengan berdoa sebelum menulis, sebab ada tangan Tuhan yang selalu membimbing kita ketika kita menulis.Tulisan yang diawali dengan doa, akan menghasilkan ilmu yang bersumber dari hati nurani yang bersih. Tulisan yang keluar hati akan diterima oleh hati pula oleh pembacanyaserta bermanfaat banyak kepada semua umat.

 

2.      Ketika pensil tumpul kita perlu meruncingkannya

Dalam menulis kita akan menemui banyak kesulitan, berjumpa pada penderitaan, dan kesusahan (khususnya yang baru pertama kali menulis).Kita perlu menajamkan pikiran kita. Ketika tumpul pensil harus kita raut dahulu, jika pikiran kita buntu tak ada ide maka beristirahatlah dan tutup buku/laptop kita.Pertajam pikiran dan bacalah buku (khususnya yang berhubungan dengan tulisan kita).

 

3.      Penghapus

Maknanya adalah: Ada penghapus ketika kita salah dalam menulis.                                                                                                     Dalam hidup selalu ada kesempatan, jika kita melakukan kesalahan ada kesempatan untuk kita bertaubat. Begitu pula dalam menulis, kalau salah bisa di tipo dulu, lalu perbaiki agar menjadi baik dan sempurna.Tapi bukan berarti nulis hapus, nulis hapus, nulis hapus...Nggak jadi-jadi dooong tulisan kita.Lalu bagaimana agar tulisan kita menjadi bagus???....Tulis, diamkan, jika buntu ide kita. Tutup laptop, lalu simpan, rilekz dulu. Lalu buka ke-esokan harinya untuk di revisi ulang.

 

4.      Bagian dalam pensil yang untuk menulis

Manusia dilihat dari bagian dalam hatinya (Begitupun dengan pensil, yang tajam untuk menulis adalah bagian dalamnya).Dalam menulis gunakan hati untuk menggerakkan tangan kita, sebab menulis dari hati itu akan menghasilkan karya yang luar biasa.Selain itu, menulis dari hati akan diterima oleh pembacanya dari hati pula.

 

5.      Setiap tulisan kita akan berdampak

Belajar dari pensil akan selalu meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk itu tinggalkan dampak positif dalam hidup kita) Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya

 

Apa yang bapak dan ibu tuliskan tadi itu adalah bentuk tulisan yang sudah jadi, tinggal bagaimana bapak dan ibu mengembangkannya. Butuh keberanian untuk tampil dalam bentuk tulisan, saya sudah kehabisan kata-kata untuk memberikan motiasi kepada sahabat semuan di sini. Sebab semua sudah disampaikan oleh narasumber kita dari hari pertama hingga hari terakhir ini saya hanya menguatkannya saja

 

Sahabat literasi tercinta. Belajar dari pensil akan selalu meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk itu tinggalkan dampak positif dalam hidup kita)

Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya

 

Banyak hal yang harus kita lakukan dalam menulis, jika kita sudah terbiasa, akan ada rasa janggal dalam diri kita apabila kita tak menulis. Apalagi bagi kita yang berprofesi sebagai guru.

 

Jika seseorang  sudah berkomitmen menulis setiap hari, kalau tidak menulis merasa bersalah. Seperti yang dilakukan Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd ( Om Jay). Jika beliau sakit misal hari itu tak bisa  menulis, minta maaf kepada kita semua di WAG. Maka kita hendaknya mengikuti jejak beliau untuk  komitmen menulis dan  jadikan menulis sebagai passion.

                                                                                                         

           

Supaya kita nyaman menulis dan bisa kontinyu menulis saran yang bagus menulis saja di blog tak perlu ada kuratornya. Blog itu  milik pribadi sah-sah saja  tanpa harus ada kuratornya. Jika  ingin dijadikan sebuah buku pilih  dan tinggal poles  lagi sesuai yang kita kehendaki. Caranya : Bikin  satu  folder tulis ‘bank tulisanku’. Ikutlah jika ada  tawaran Nuber ( nulis bareng) atau Antologi. Jika buku Antologi kita sudah banyak...Kumpulin deh dan jadikan satu. Kalau  mau dibukukan berarti sudah siap. Jadi dech bukunya. Buku adakah  kumpulan tulisan nan terserak ,  Kata ayahnda Thamris DahLan.

 

Passion Bunda Lilis  “Menulis semudah ceplok Telor, maka menulislah agar cinta  itu tersampaiakn dengan baik melalui tulisan kita.Yuk!  wujudkan mimpimu nulis, nulis  dan terus menulis  lalu abadikan  jadi  sebuah buku, tetap  semangat. Apapun  yang Allah berikan kita mari kita  syukuri, dan nikmati itu  sebagai  anugerah terindah  dari Allah untuk kita. Lalu  lukislah  keadaan apapun yang Allah  berikan  kepada kita  dalm goresan pena kita. Suatu  saat  goresan pena itu akan membekas pada sanubari dan menjadi  sejarah indah  bagi generasi kita.

 

 

Trimakasih untuk para Nara sumber yang hebat Bunda Lilis, Moderator serta teman semua untuk kebersamaannya malam ini. Semoga kita semakin tekun dan konsisten dalam menulis. Semoga saya  bisa mengikuti jejak Bu Lilis walau  punya  kegiatan harian yang super padat  tapi bisa membagi waktu dan bahkan berprestasi Salutuutt!! Maju terus bunda, proficiat untuk  prestasinya!!

 

Sesi tanya jawab karena yang tanya  banyak sekali saya hanya ambil saya punya sendiri ,  hehe...maaff...kalau saya tampilkan semua pasti  jadi  beberapa halaman deh. Nanti terlalu panjang  pasti malas  deh bacanya.


Penanya:

Nama : Ledwina Eti,  Asal  Waingapu, NTT

Trimakasih bunda untuk materinya sangat padat dan  sangat menginspirasi.

 

Pertanyaan:
1.      Saya sering tidak percaya diri/ ragu-ragu  untuk memposting tulisan,  bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri bunda.
2.      Kalau  boleh tahu, bunda  bagaimana ceritanya buku bisa  best seller, maaf kepo!!
Trimakasih banyak  bunda untuk jawabannya.


Jawaban dari Bunda Lilis:


 Kuncinya rasa percaya diri dalam menulis, dan tidak takut di korekasi/kritik orang.

2.    Buku saya cetak pertama seribu buku bu. Jujur dalam pemasarannya saya dibantu Ibu Kadis waktu itu share buku saya untuk kepala sekolah SMA membeli untuk perpustakaan sekolah. Lalu diluar dugaan saya buku itu belum 3 bulan di luncurkan sudah habis. Saya cetak ulang dan share ke FB tetap dengan percaya diri yang kuat bahwa buku saya adalah yang terbaik untuk orang membacanya

 

Waingapu, Jumat 3 September 2021  23.00 WITA
Ledwina Eti Wuryani, S.Pd
Salam Blogger Indonesia

 

 


 

 

 

 

 














Kamis, 02 September 2021

MENULIS DARI NOL



 



Menulislah buku, karena  buku adalah jendela dunia, biar semua orang bisa menikmati dunia  dari karyamu. 

Kegiatan menulis seharusnya adalah kegiatan yang tidak sulit karena setiap kita, sudah biasa menulis. Baik menulis di buku, sms atau chatt, menulis surat. Menulis di situ terasa enak dan sangat mudah. 

Menulis jadi sulit jika isi tulisannya  ditujukan untuk dibaca oleh khalayak ramai atau dutujukan untuk banyak orang. Perasaan  jadi tidak percaya diri, merasa takut salah atau bahkan merasa  tak mungkin dibaca oleh orang lain, takut dicela dll.  Lebih parahnya  jadi takut menulis alias batal membuat tulisan. Pupuslah riwayatnya. Batal jadi penulis.

Pada malam hari ini, Pelatihan  menulis Buku Ber-ISBN, bersama AGUPENA NTT Pak Rahmadi sebagai narasumber akan membawakan Materi “ Menulis dari  Nol”.  Seperti tertulis dalam judul Buku beliau. Ditemani oleh  Moderator cantik dan baik hati Ibu Liliyanti Idris, S.Pd  atau bisa  kami sebut dengan bunda Mallyou.

Pak Rahmadi, S.Ag. M.Pd.I, lahir 5 Maret 1973, dikabupaten Tapin kalimanatan Selatan. Seorang guru PAI di SMP Negeri 1 Lampihong kab Balangan  kemudian mutasi di SMP Negeri 4 paringin Kab. Balangan ( 2007-2015) pada tahun 2015 mutasi ke MTsN lampihong sampai 2016 dan sekarang sebagai guru di MAN Insan Cendikia Tanah Laut kalimanatan Selatan.Beliau adalah seorang penulis buku dan blogger. Sudah banyak buku yang beliau terbitkan yaitu buku solo dan buku Antologi. Prinsip Hidup pak Rahmadi adalah “Terus Memberi manfaat dan menginspirasi” Kontak person 085 249 992 917 surel mubaraknaufal@gmail.com.

Sebelum kegiatan bunda moderator mengabsen peserta. Asyik. Peserta  dari seluruh Indonesia siap menyimak materi malam ini. Tepat pukul 20.30 pak  sahat sebagai sekretaris diklat  mengubah setelan grup  mengizinkan  hanya admin  yang dapat mengirim pesan.  Bunda Mallyou  menyapa  Assalamualaikum kepada kita peserta sambil menunggu kedatangan  bapak Narasumber hebat kita.

Sebelum mulai kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh pak Sahat.

Sebelum narasumber menyampaikan paparannya  kita dijamu dengan  penampilan Tarian yang Indah dari siswa  berupa tagian ( penilaian) diampu oleh Ibu Dewi Rukmini.  Tarian ini dari siswanya pak Rahmadi.

 

Bagaimana Menulis dari Nol ?

Nol bukan berarti kosong. Akan tetapi setiap manusia dianugerahi Tuhan Potensi diri, potensi yang sangat luar biasa yaitu potensi skill (keterampilan). Jika digali dan dikembangkan akan menjadi kekuatan yg luar biasa. Termasuk potensi menulis.


 


Sebuah buku  yang berisi  paparan para pakar  penulis saat  narasumber  mengikuti belajar  menulis bersama Om Jay dan PGRI melalui WA Grup  angkatan 13. Salah satu narasumbernya adalah bunda kita yg hebat guru Cantik Inspiratif bunda @Ibu LILIS MBI

 

Kita menyadari bahwa sekarang kita bukan siapa-siapa dan sesungguhnya bukan anak raja atau presiden atau bukan anak ulama besar. Jadi pas saja jika kita menulis dan menulis. Selain itu juga  pernah teringat sebuah Qoute seorang penulis Menulis adalah membuat peradaban, membaca adalah melestarikan peradaban. Banyak hal  yang bisa kita tulis.  Ternyata banyak ragam yang bisa ditulis, seperti menulis cerita cinta, menulis cerita galau, menulis cerita kehidupan, menulis cerita perjalanan, menulis cerita duka, menulis cerita bahagia, menulis cerita karir dan lain sebagainya.

 

Langkah Jitu Menjadi Penulis dari Nol, berikut langkah-langkahnya:

Pertama, Tentukan topik apa yang akan ditulis

Ketika anda sudah dapat menentuka topik yang akan ditulis maka dengan mudah kita menuliskan kerangka tulisan. Misalnya topik tentang PJJ, maka akan terbayang dalam benak kita bagaimana PJJ tersebut, apa saja yang ada dlm PJJ, kendala apa dalam PJJ dan Bagaimana mengelola PJJ dsb.

Kedua, Rumuskan kerangka tulisan atau outline tulisan

Merumuskan kerangka tulisan sesungguhnya mudah saja. Yaitu dengan menggunakan poin-poin penting atau garis besar yang akan ditulis nantinya. Sebagai contoh adalah seperti daftar isi dalam sebuah buku atau makalah.

Ketiga, tulis dan tulis apa yang anda rumuskan

Bagaimana menulis apa yang kita tentukan dan rumuskan? Caranya mudah, jangan ragu apa yang ada tulis, yakinlah bahwa tulisan kita akan dibawa dan bermanfaat. Tidak ada yang tidak bermanfaat sebuah tulisan. Karena tulisan itu adalah ruh dari buah pikiran dan gagasan kita.

Keempat, bagikan dan untuk mendapatkan kesan dari tulisan kita

Sebuah tulisan akan mendapatkan manfaat dan kesan jika tulisan kita dibagikan ke media-media sosial atau grup-grup  yang kita punya. Jika tidak, maka tulisan akan menjadi sebuah tulisan yang hanya bisa kita sendiri yang akan menikmatinya. Padahal tujuan tulisan itu adalah mengungkapkan ide dan gagasan kita menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat dan akhirnya menginspirasi orang lain atau pembaca. Apalagi kita punya blog, maka bagikan link blog tersebut agar banyak orang mendapatkan manfaat dari tulisan kita. Jangan takut dikritik atau dikoreksi.

Kelima, ikut komunitas untuk dapat berbagi dan menginspirasi orang-orang

Kenapa harus gabung di sebuah komunitas? Karena kalau mau menjadi seorang ahli mesin maka gabung dengan komunitas ahli mesin. Kalau mau jadi penulis hebat, maka gabung di komunitas penulis. Karena dengan gabung di komunitas penulis banyak hal yang di dapat. Banyak hal yang dipelajari. Banyak hal yang dibagikan. Banyak hal yang diikuti sebagai contoh, saya gabung dengan komunitas belajar menulis bersama Omjay dan PRGI, guru berani menulis, Yayasan Pustaka Tamrin Dahlan, Ikatan Penulis Tanah Laut, dan sekarang ikut jg gabung dengan Komunitas dengan penulis best seller AKbar Zainuddin Penulis buku MAN JADDA WAJADA.

Keenam, menulis dan menulislah serta menulis lagi .  Menulis setiap hari dan jangan pernah berhenti. Alangkah baiknya jika mengikuti sebuah tantangan menulis selama 1 bulan atau 40 hari dan seterusnya. Sekarang tergantung kepada Kita mau gak untuk menulis?

 

Begitu banyak pelajaran yang   berharga yang dapat saya terima malam hari ini .  Hal ini akan menjadi motivasi  untuk saya  lebih giat  lagi menulis.  Semoga  bisa  bermanfat  dan menginspirasi.

Trimakasih untuk paparan  yang luar biasa  saya sampaikan kepada pak Rahmadi,  Bunda  Mallyou Bunda Lilis, pak Sahat  sebagai Pengurus AGUPENA NTT sekaligus  panitia Kegiatan diklat ini. Trimakasih  juga  saya sampaikan kepada teman-teman  sesama peserta untuk kebersamaan malam hari ini. Semua  bersemangat.  Semoga semua kebaikan untuk rela berbagi  dan iklas  memberi  akan menjadi amal jariah, pahala yang tak terputus hingga hari akhir nanti.  Terus  semangat. Salam Literasi.


Waingapu,  Kamis 2  September 2021
Ledwina Eti Wuryani
Salam Blogger

 

 S e s i      t a n y a     j a w a b

 Pertanyaan  dari  ibu Ledwina Eti, dari Waingapu NTT
Trimakasih Pak Rahmadi paparannya  luar biasa. Menambah wawasan dan menambah  semangat untuk menulis. Sukses terus pak. Saya sudah beli bukunya bapak juga untuk belajar.
Pertanyaan:
1.       Bagaimana cara bapak menjaga komitmen untuk menulis dan terus menulis ditengah  padatnya kegiatan rutin kita dan mengikuti berbagai komunitas juga, apakah ada waktu khusus  atau  mungkin ada trik jitunya pak ?
2.       Bagaimana cara membuat tulisan kita ‘berkesan’ atau menarik untuk  dibaca? Mohon pencerahannya.
Salam literasi. Trimakasih banyak untuk jawabannya.


Jawaban dari Pak Rahmadi
1.       Komitmen menulis setiap hari adalah harus kita tanamkan dalam jiwa. melalui motivasi para penulis-penulis hebat maka akan terus bersemangat utk menjaga komitmen tsb. Bagi saya triknya kita tetapkan Waktu yg nyaman untuk menulis misalnya pagi hari habis shalat subuh kalau kami muslim.
2.       Untuk membuat tulisan kita menjadi menarik dan berkesan adalah diawali dengan udul yang seksi artinya judul tersbut menarik hati. kemudian tulislah dengan bahasa yang renyah atau ringan. Hindari tulisan yg berat-berat  atau terlalu ilmiah
 
Trimakasih  pak, jawabannya memuaskan hehe...
 
Pertanyaan  dari  ibu Umatun Asal : Magelang
Bagaimana langkah paling mudah agar bisa menulis tiap hari, Sehari paling tidak menulis berapa
Jawaban
Adapun langkah paling mudah utk menulis setiap hari adalah jangan berpikir menulis-menulis hal-hal yang tidak dikuasai.  Misal menulis 5 paragraf setiap hari.









Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...