"Mulailah dengan menuliskan hal-hal
yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri." -JK Rowling -
Malam ini adalah pertemuan terakhir Pelatihan Menulis Buku Ber- ISBN. Banyak Ilmu yang
kami serap. Sangat bergizi
untuk meningkatkan kualitas tulisan kita.
Semoga ilmu dari diklat ini bisa kita terapkan dan menjadi bekal
tulisan yang lebih baik kita ke depan. Terus semangat!!. Kiranya kita bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi sesama
kita. Materi kali ini disampaikan oleh penulis hebat sekaligus Founder kelas
WAG MBI
Bunda Dra Lilis Ika Herpianti
Sutikno, SH dan didampingi guru dan
sekaligus penulis muda Pak Novatama
Adi Nugraha, S.Pd.Gr. Terus semangat menyimak.
Profil
beliau, Nama lengkap: Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH, TTL: Surabaya, 11 Maret
1969, Pendidikan, S1 IKIP PGRI Surabaya ( Fakultas Pendidikan jurusan PMP/PPKN)
S1 Universitas Wijaya Putera Surabaya Jurusan Hukum. Instansi : SMP
Negeri 2 Nekamese ( Jln HR. Koroh, km
15,3 Desa Besmarak, kecamatan Nekamese ,
Kab Kupang NTT). Alamat Rumah : CV. Bumi Cendana , Jl. Ikan Kombong No:
09 Kota Kupang, NTT
Sebelum
kegiatan dimulai seperti biasa kita
mulai dengan berdoa agar pertemuan kita mendapatkan ridho dan berjalan dengan lancar.
Kegiatan ini dihadiri oleh perserta dari Sabang sampai Merauke semua peserta antusias. Sebelum bunda Lilis menyampaikan materinya kita disambut dengan tarian indah special dari Aceh.
Ibu
Lilis Sutikno adalah guru yang amat menginspirasi banyak orang. Pejuang
pendidikan di daerah terpencil di daerah pedalaman NTT. Saya
salut sekali melihat perjuangan sorang guru yang tetap semangat menyelusuri medan yang sulit selama
bertahun-tahun. Profesi guru adalah
sebuah perjuangan yang tak kenal lelah dan tak kenal waktu dimanapun,
kapanpun. Terharu saya membaca dari buku
best seller “Guru adalah Inspirasi”
yang mengajar berjalan kaki, naik truk tetapi dijalani suka cita Beliau adalah abdi negara yang pantang penyerah, rela
ditempatkan di pelosok Nusantara. Menjalani
pengabdian dengan suka cita.
Masih
pesan ibunda Lilis, sehebat apapun kita
jika kita tak menulis semua akan hilang ditelan zaman. Kita bisa menulis dan
dapat meninggalkan jejak kita. Orang akan mengenang kita dalam setiap tulisan
kita. Sebaik-baik menulis adalah jika
kita menulis ‘kisah inspirasi’ akan dapat memberikan tauladan kepada semua umat di
muka bumi ini.
Supaya orang bisa tertarik membaca tulisan kita, ‘tips’nya adalah:
Pertama, Jika akan menulis selalu awali dengan berdoa,
dan sampaikan kepada Allah Tuhan kita, untuk senantiasa mengawal setiap gerak
langkah kita. Agar setiap gerak langkah kita diberkati Allah.
Kedua,
menulislah dengan hati. Jika sesuatu kita sampaikan dengan hati yang tulus dan
ikhlas, maka ‘tulisan kita’ akan sampai kepada pembaca kita. Tentunya akan di terima dengan hati yang tulus dan
ikhlas juga. Tulisan kita akan dapat memberikan inspirasi tanpa ada perlawanan
dalam batin pembaca kita. Tulisan itu
seperti anak panah yang bisa memanah hati siapa saja yang membacanya. Dan
Menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara. Dengan menulis dan berteriak seluruh dunia
tahu siapa kita.
Pada kesempatan
berikut bunda Lilis memberikan waktu 15
menit supaya peserta menulis minimal 2 paragraf dengan judul Kapan Anda Suka Menulis dan
bagaimana perasaan ketika pertama kali
menulis? Akhirnya para peserta dengan
antusias mengungkapkan perasaan masing-masing
dan menceritakan pengalamannya. Penuh semangat karena 10 penulis akan dapat
hadiah. Apalagi saya. Jujur saja yang namanya
hadiah atau gratisan saya paling suka,
hehe...
Ini tulisan saya biar sederhana harus percaya diri deh
Saya suka menulis sejak dari jadi guru baru. Awal mulanya suami ( dulu masih pacaran), dia sering
dapat hadiah karena ikut lomba menulis.
Hasil dari hadiah pasti untuk membelikan ‘sesuatu’ untuk saya
dan untuk mentraktir saya. Enak ya jika
bisa nulis, pikirku dalam hati.
Dari situ saya penasaran,
diam-diam saya mencoba menulis dan saya kirimkan di koran lokal. E, ternyata dimuat dengan
jelas ‘namaku’ di koran itu. Saat pertama
bangganya luar biasa sampai rasanya tak injak tanah, pikiran melayang......ternyata
tulisanku ‘dihargai’. Bukan honor yang utama
tapi sebuah ‘pengakuan’ saja sudah lebih dari
cukup menurutku. Membahagiakan!.
Kesan pertama penuh makna, kedua
diterima lagi, akhirnya keterusan deh. Yang membanggakan, ketemu di
toko Aci sang penjual bilang wah! saya
lihat tulisan ibu di koran. Kebetulan saya
tutor PGSD, mahasiswa juga kalau
ketemu, komen tentang tulisanku, begitu juga murid-murid atau yang lainnya.
Dengan begitu akhirnya jadi semangat
untuk menulis , walaupun tulisanku sangat sederhana.
Sempat fakum 9 tahun atau mati
suri. Pada suatu hari ketemu bunda Lilis lewat dunia maya, iseng-iseng
koment di FB beliau, eh dapat tanggapan
bagus bahkan langsung digabungkan di WAG Menulis Buku Inspirasi. Di komunitas itu akhirnya sya berteman dengan para penulis hebat se Indoneis. Jadilah
sekarang saya sudah punya 4 buku solo dan 14 buku Antologi. (menulis bersama penulis dan pegiat Literasi seluruh Indonesia) Trimakasih banyak bunda
Lilis untuk jasa dan motivasinya..... Selain itu saya juga ikut beberapa
komunitas. Dari Jasa merekalah saya jadi bisa menerbit buku. Trimakasih Juga
saya ucapkan untuk semua pegiat literasi (OmJay, Ibu kanjeng, Pak Sahat, Pak
Naf, Cak Inin, Pak Cah....semuanya yang tak bisa kusebut satu persatu yang sudah berjasa untuk
saya.
Salam Literasi! Terus semangat
3M. Menulis, menulis dan menulis.
Tak lupa juga karena saat ini pandemi 3M prokes : Mencuci tangan
dengan air mengalir, Memakai Masker, Menjaga jarak. E iya tambah 2 lagi menghindari
kerumunan dan kurangi mobilitas. Semoga
Pandemi segera berlalu.
Kegiatan
berikutnya Ibu lilis mempersilahkan peserta
untuk menyimak Video dari Merry Riana. Ada 5 pelajaran penting dari pensil,
tentang kehidupan:
1.
Pensil digerakan
oleh tangan manusia
maknanya adalah: Mulailah dengan berdoa
sebelum menulis, sebab ada tangan Tuhan yang selalu membimbing kita ketika kita
menulis.Tulisan yang diawali dengan doa, akan menghasilkan ilmu yang bersumber
dari hati nurani yang bersih. Tulisan yang keluar hati akan diterima oleh hati
pula oleh pembacanyaserta bermanfaat banyak kepada semua umat.
2.
Ketika pensil
tumpul kita perlu meruncingkannya
Dalam menulis kita akan menemui banyak
kesulitan, berjumpa pada penderitaan, dan kesusahan (khususnya yang baru
pertama kali menulis).Kita perlu menajamkan pikiran kita. Ketika tumpul pensil
harus kita raut dahulu, jika pikiran kita buntu tak ada ide maka
beristirahatlah dan tutup buku/laptop kita.Pertajam pikiran dan bacalah buku
(khususnya yang berhubungan dengan tulisan kita).
3.
Penghapus
Maknanya adalah: Ada penghapus ketika
kita salah dalam menulis.
Dalam hidup
selalu ada kesempatan, jika kita melakukan kesalahan ada kesempatan untuk kita
bertaubat. Begitu pula dalam menulis, kalau salah bisa di tipo dulu, lalu
perbaiki agar menjadi baik dan sempurna.Tapi bukan berarti nulis hapus, nulis
hapus, nulis hapus...Nggak jadi-jadi dooong tulisan kita.Lalu bagaimana agar
tulisan kita menjadi bagus???....Tulis, diamkan, jika buntu ide kita. Tutup
laptop, lalu simpan, rilekz dulu. Lalu buka ke-esokan harinya untuk di revisi
ulang.
4.
Bagian dalam
pensil yang untuk menulis
Manusia dilihat dari bagian dalam
hatinya (Begitupun dengan pensil, yang tajam untuk menulis adalah bagian
dalamnya).Dalam menulis gunakan hati untuk menggerakkan tangan kita, sebab
menulis dari hati itu akan menghasilkan karya yang luar biasa.Selain itu,
menulis dari hati akan diterima oleh pembacanya dari hati pula.
5.
Setiap tulisan
kita akan berdampak
Belajar dari pensil akan selalu
meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk itu tinggalkan
dampak positif dalam hidup kita) Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita
dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya
Apa yang bapak dan ibu tuliskan tadi itu
adalah bentuk tulisan yang sudah jadi, tinggal bagaimana bapak dan ibu
mengembangkannya. Butuh keberanian untuk tampil dalam bentuk tulisan, saya
sudah kehabisan kata-kata untuk memberikan motiasi kepada sahabat semuan di
sini. Sebab semua sudah disampaikan oleh narasumber kita dari hari pertama
hingga hari terakhir ini saya hanya menguatkannya saja
Sahabat literasi tercinta. Belajar dari
pensil akan selalu meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk
itu tinggalkan dampak positif dalam hidup kita)
Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan
kita dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya
Banyak hal yang harus kita lakukan dalam
menulis, jika kita sudah terbiasa, akan ada rasa janggal dalam diri kita
apabila kita tak menulis. Apalagi bagi kita yang berprofesi sebagai guru.
Jika seseorang sudah berkomitmen menulis setiap hari, kalau
tidak menulis merasa bersalah. Seperti yang dilakukan Bapak Wijaya Kusumah,
M.Pd ( Om Jay). Jika beliau sakit misal hari itu tak bisa menulis, minta maaf kepada kita semua di WAG.
Maka kita hendaknya mengikuti jejak beliau untuk komitmen menulis dan jadikan menulis sebagai passion.
Supaya
kita nyaman menulis dan bisa kontinyu menulis saran yang bagus menulis saja di
blog tak perlu ada kuratornya. Blog itu milik pribadi sah-sah saja tanpa harus ada kuratornya. Jika ingin dijadikan sebuah buku pilih dan tinggal poles lagi sesuai yang kita kehendaki. Caranya :
Bikin satu folder tulis ‘bank tulisanku’. Ikutlah jika
ada tawaran Nuber ( nulis bareng) atau
Antologi. Jika buku Antologi kita sudah banyak...Kumpulin deh dan jadikan satu.
Kalau mau dibukukan berarti sudah siap.
Jadi dech bukunya. Buku adakah kumpulan tulisan nan terserak , Kata ayahnda Thamris DahLan.
Passion Bunda Lilis “Menulis semudah ceplok Telor, maka menulislah agar cinta itu tersampaiakn dengan baik melalui tulisan
kita.Yuk! wujudkan mimpimu nulis,
nulis dan terus menulis lalu abadikan
jadi sebuah buku, tetap semangat. Apapun yang Allah berikan kita mari kita syukuri, dan nikmati itu sebagai
anugerah terindah dari Allah
untuk kita. Lalu lukislah keadaan apapun yang Allah berikan
kepada kita dalm goresan pena
kita. Suatu saat goresan pena itu akan membekas pada sanubari
dan menjadi sejarah indah bagi generasi kita.
Trimakasih
untuk para Nara sumber yang hebat Bunda Lilis, Moderator serta teman semua
untuk kebersamaannya malam ini. Semoga kita semakin tekun dan konsisten dalam
menulis. Semoga saya bisa mengikuti
jejak Bu Lilis walau punya kegiatan harian yang super padat tapi bisa membagi waktu dan bahkan
berprestasi Salutuutt!! Maju terus bunda, proficiat untuk prestasinya!!
Sesi tanya jawab karena yang tanya banyak sekali saya hanya ambil saya punya sendiri , hehe...maaff...kalau saya tampilkan semua pasti jadi beberapa halaman deh. Nanti terlalu panjang pasti malas deh bacanya.
Penanya:
Nama : Ledwina
Eti, Asal Waingapu, NTT
Trimakasih bunda
untuk materinya sangat padat dan sangat
menginspirasi.
Pertanyaan:
1. Saya
sering tidak percaya diri/ ragu-ragu
untuk memposting tulisan, bagaimana
menumbuhkan rasa percaya diri bunda.
2. Kalau boleh tahu, bunda bagaimana ceritanya buku bisa best seller, maaf kepo!!
Trimakasih banyak bunda untuk jawabannya.
Jawaban dari Bunda Lilis:
Kuncinya
rasa percaya diri dalam menulis, dan tidak takut di korekasi/kritik orang.
2. Buku saya cetak pertama seribu buku bu. Jujur dalam pemasarannya saya dibantu Ibu Kadis waktu itu share buku saya untuk kepala sekolah SMA membeli untuk perpustakaan sekolah. Lalu diluar dugaan saya buku itu belum 3 bulan di luncurkan sudah habis. Saya cetak ulang dan share ke FB tetap dengan percaya diri yang kuat bahwa buku saya adalah yang terbaik untuk orang membacanya


Kereeeen... terima kasih bu Letwina terus semangat yaa
BalasHapusSaya bisa nulis karena ibu yg sll memotivasi, trimakasih ibundaku🙏🙏
HapusSiip. Bu letwina luarbiasa
BalasHapusMatur nuwun ibu,saya asli gejayan, Muntilan kab magelang, cuma 30 tahun dirantauan. 🙏👏
BalasHapusMantap.... Walaupun saya tidak mengikuti kelas dari awal sampai akhir dengan membaca resume ini saya mendapatkan ilmu, semangat dan inspirasi yang luar biasa... terima kasih bu... Sukses selalu
BalasHapusTrimakasih banyak pak Sahat sudah meninggalkan jejaknya🙏🙏, sukses untuk pak Sahat, ibu dan anak2🙏💪
BalasHapus