Tampilkan postingan dengan label Pentigraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pentigraf. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2022

NYATA KARENA DOA

 


Tanggal tua , saya pribadi sebagai  seorang ASN sungguh  rasa yang paling menderita. Uang tak ada, gaji bulanan sudah ludes. Kepala pusing cenut-cenut  karena saya harus membayar  Regis anak saya  yang sudah lambat beberapa bulan.  Sudah kena denda berapa?? Ahh!!  Aku jadi stress!.  Ada beberapa teman yang pinjam uang mereka hanya janji-janji. Hati jadi super jengkel kalau ingat. Saat mereka  butuh datang menangis, mengeluh, mendesah. Permainan drama mereka sungguh luar biasa.  Saya  cepat iba. Tak segan kupinjami uang yang mereka minta.

Saat ini saya kebingungan cari uang. Aku berpikir  tenang, toh nanti teman yang utang akan bayar sesuai dengan janjinya. Aku sms mereka. Aku optimis, pasti  mereka  akan ganti uangku.  Semua tak menjawab. Ya Tuhan,  kenapa???  Aku jadi mulai gelisah. Aku terpaksa datang kerumah mereka. Diawali dengan basa-basi, akhir  aku ngomong ‘tujuan utama’  atau ‘pokok persoalan’ aku bersilaturahmi.  Dia (si peminjam)  omong mutar-mutar, keluh kesah bahkan dengan deraian airmata. Intinya mereka belum bisa bayar. Hati kuajak sabar. Pikranku kuajak untuk tenang. Sabaarrrr. Sebenarnya aku sudah berusaha sabar karena  pinjaman mereka itu ada yang sudah belasan tahun. Ternyata jadi orang baik itu tak selalu mujur. Baik kalau pinjaman berbunga. Eaalahh.. boro-boro berbunga,  saat pinjam mereka rata-rata janji 2 minggu saja langsung kembali!. Tapi faktanya sampai tahunan!! Dada sesak. Ingin menangis. Yang paling menyakitkan, Dia bisa beli motor baru ada yang  beli mobil baru!!. Tapi utang dilupakan. Karena tak tahan, aku terpaksa curhat sama suami. Ehh!! justru saya kena mengamuk. Aku dianggap orang yang tolol, mau saja kasih pinjam orang tanpa jaminan.

Aku berusaha tenang.  Aku menunggu saat  di rumah sudah sepi. Nah, semua penghuni rumah sudah pergi sekolah, suami sudah kekantor aku sengaja lambat karena aku mengajar jam 10.00 WITA. Kututup pintu, kunyalakan lilin. Aku  berdoa dengan kusyuk, kusampaikan semua permasalahanku padaNya.  Apa yang terjadi!! Esoknya kubaca WAG sekolah ada berita sertifikasi sudah turun 12 jt. Saat arisan dikocok, eh!! Namaku keluar, 2 jt. Di arisan sekolah, namaku keluar juga, 1 juta. Tiba-tiba saja kepala koperasi yang kontrak rumah membayar 19 jt. Woww!! Oh, Tuhan…..Tak pernah kubayangkan, rejeki datang dalam waktu yang bersamaan. Memang benar Tuhan sudah mengatur.  Semua akan indah ‘tepat’ pada waktunya. Tak pernah aku melupakan untuk bersyukur padaNya. Trimakasih Tuhan, ini bukan kebetulan.

Selasa, 26 April 2022

CINTA LAMA BERSEMI LAGI

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Suatu hari teman dekatku Yohana Tanti telpon ke aku. Dia telpon bisa sampai 2 jam. Tanti curhat tentang suaminya. Dia sudah lima tahun menikah, sampai sekarang belum dikaruniai momongan. Dia cerita bahwa suaminya sering melakukan KDRT. Suaminya suka memukul, minum-minum dan pulang malam. Sedih saya mendengar curahan hati Tanti.

 

            Suaminya memang seorang  sarjana. Dia anak manja dan  mungkin karena kurang perhatian dari orang tua dimasa kecilnya. Bahkan menurut  kabarnya dia pernah  mengkonsumsi  narkoba.  Tanti dari  keluarga  religius, orang tua keduanya adalah tokoh gereja. Memang sih  dari keluarga  sederhana.  Bapak Tanti guru SD dan mamanya ibu rumah tangga. Mereka  dihormati  oleh warga sekitarnya, Sudah 3 kali  Hanis,  suami Tanti ikut tes  CPNS tapi tak pernah beruntung. Yah, nasib belum berpihak padanya. Tanti hanya kuliah PGSD di Universitas Terbuka UPBJJ Kupang. Dia dapat beasiswa lantaran Indeks Prestasinya bagus. IP komulatif 3,8. Lebih beruntung lagi ia dapat beasiswa untuk ikut wisuda di Jakarta. Woww..!  keren!! Setelah wisuda tak berapa lama  ada  tes  P3K, karena otak memang encer  diapun lulus mulus. Alhamdullilah!.

 

            Kini Tanti jadi pegawai negeri. Bukannya suami tambah menghargai atau menghormati, tapi kini  suami tambah gila. Hari-hari tak pernah di rumah. Jika  di rumah Hanis  hanya marah-marah dan minta uang. Tanti tidak bisa menasehati. Dia hanya bisa  menangis saja. Tanti tak berani lapor pada orang tuanya apalagi  bapak/mama mantunya. Suatu saat Tanti ingat mantan pacarnya dulu, Ridwan. Orangnya baik, setia dan pengertian. Gara-gara Tanti dijodohkan dengan Hanis akhirnya dia harus meninggalkan Ridwan. Iseng-iseng dia chat ke Ridwan. Ternyata langsung ada Jawaban dari Ridwan. Hati bergetar antara gugup dan takut.  Hallo  sayangku…. Tantiku tercinta. Aku masih merindukanmu terus menerus. Cintaku tak pernah pupus. Hanya dirimu yang selalu dihati sampai aku mati. Tanti tersenyum bangga. Ia merasa tersanjung dan begitu berharga. Hidung kembang kempis. Hati berbunga-bunga. Burungpun  seolah ikut gembira ria  dengan menunjukkan  kicauannya yang bersautan.  Tanti jadi teringat kenangan-kenangan indah saat bersama Ridwan. Ia tersenyum sendiri setiap ahri.  Sejak itu ia merasa jadi orang yang paling bahagia. Tanti chat sama Ridwan, “ Kutunggu engkau di tempat yang dulu”.

 

Radamata, ruang XVI US 2022

TAK KUSANGKA

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

 

 

Lakji adalah bunga desa di kampung Lamerib. Begitu lulus SMK ia sekarang di rumah saja. Benar saja karena  dia orang berpendidikan tak jarang  lelaki yang ingin mempersuntingnya. Singkat cerita akhirnya  Umbu Behar yang  beruntung, laki-laki  yang terpilih  mendapatkan  cintanya dari Rambu Lakji. Tak pikir Panjang akhirnya  Umbu ijin orang tuanya untuk meminang Lakji. Umbu Behar selain dia sudah punya penghasilan  sebagai supir truknya Ongo Juan, dia juga sudah punya rumah walau sederhana. Yang jelas untuk  urusan finansil Umbu terhitung sudah  punya usaha dan mapan untuk ukuran orang kampung.

 

Orang  tua  dari kedua kedua belah pihak menyetui. Hari pernikahan digelar. Pesta diadakan meriah di rumah keluarga perempuan. Tamu banyak sekali yang  datang. Maklum saja dikampung  jarang ada pesta. Saat pesta  itu  yang mereka  istilahkan dengan  gantung periuk. Atau istilah  romantic, rombongan makan gratis. Seperti biasa  jika musin-misin tertentu, musin kawin para  warga  bergembira karena makan bergizi.

 

Saat pesta selesai tamupun pulang. Hati umbu Behar tak sabar menunggu saat yang dinanti-nati tiba. Malam pertama adalah malam yang paling ditunggu-tunggu bagai sang pemelai. Umbu Behar cepat-cepat masuk  ke kamar pemngantin yang dihias dengan berbagai bunga. Harum semerbak aroma melati. Sudah menyiapkan hati yang sudah menggebu, sang mempelai belum juga masuk. Enatah  buat apa Lakji di luar. Tak berapa lama Sang istripun masuk. Didekapnya  dengan penuh  cinta. Betapa kagetnya Umbu. Perutlakji  sudah buncit. Hati Umbu jagi murka. Mata  UB  memerah. Ia hampir  menampar pipi Lakji. Lakjipun akhirnya berterus terang kalau dia sudah hamil 4 bulan. Dia hamil dengan perangkat desa dikampungnya. Akhirnya…. Umbu Behar langsung keluar meninggalkan sang mempelai Wanita pergi entah kemana.

 

 

Sabtu, 23 April 2022

KESETIAAN

 


 

 Frangky dan Felia adalah satu kelas saat di SMA. Mereka dua sama-sama di kelas XII IPS 4.  Sejak dari SMA mereka sudah ada kemistri. Mereka pacaran.  Para gurupun sudah  tahu. Si Frangki dari keluarkan petani miskin, sedangkan felia  bapaknya adalah pejabat. Ada jurang pemisah percintaan mereka. Yang jelas kami guru juga ikut prihatin. Frangki orang  ganteng, bersih sopan dan otaknya cemerlang. Dia juga punya jiwa pemimpin yang bagus, terbukti di kelas XI dia bisa terpilih jadi ketua OSIS.  

 

            Sedangkan Felia orangnya si memang cantik, Cuma pacarnya banyak. Maklum deh orang berada dan pastinya dimanja dari ortunya. Dia adalah perempuan  satu-satunya dan 4 orang saudaranya yang laki-laki. Frangki tahu banyak tentang latar belakang Felia. Singkat cerita mereka sudah lulus. Felia kuliah di Jakarta, sedang Frangki kuliah di SBD, Kota kelahirannya. Ternyata mereka masih LDR-an. Pas mereka pulang libur, biasalah anak muda, mereka nongkrong-nongkrong di dermaga lama. Biasa orang-orang muda mangkal. Felia berkata begini: “ Jujur aja ya Frangki, kata felia. Memangnya ada apa ?”, tanya Frangki penasaran.  “ Sebelum melamarku, aku  ingin membuat pengakuan “. “ Gak apa-apa silahkan “.  Engkau  mau menerima dan tidak itu hak kamu, kata Felia selanjutnya.

    “ Pasti menerima !, jawab Felia tegas.

     Ah yang bener aja , kata felia menyangsikan.

      Iyaaaa !!,  Frangki tetap tak berubah dan meyakinkan.

     “ Jujur sejak lulus SMA  aku punya pacarana juga dengan Aber  putranya Bp H. Datuk Langgi yang Setda di kota kita. Kesan pertama orangnya baik. Aku sangat percaya segala ucapannya. Pada akhirnya pada suatu malam  atas janji-janji manisnya, kuserahkan darah perawanku padanya. Dan……entah sudah beberapa kali aku melakukannya. Sampai Lupa.

Ketika rasa cintaku memuncak, Aber ternyata mengahimili teman dekatku. Hamil empat bulan sekarang.  Sungguh!!!, aku kecewa. Mau gila. Stress karena patah hati. Semenjak itu aku sebenarnya ingin menutup hati untuk semua laki-laki. Termasuk kamu frangki…., kata Felia sambil menetekan air mata dan menatap frangki dengan pandangan yang hampa. Itu jujur pengakuanku., maafkan akau.  Tinggal engkau mau menerima aku atau tidak. Silahkan… Aku siap untuk mendengarkan apapun jawabanmu.  “ Wajah Lia memerah. Bibirnya  bergetar. Lubang hidungnya kempas kempis. Isak tangispun semakin keras. Kepala tertunduk. Malu. Bahkan takut memandang Frangki. Di Dermaga itu angin semakin  semilir. Menyapu rambut Felia yang panjang dan halus. Frangki  mendekapnya pelan-pelan. Ia  berbisik,  “ Aku siap menerima kamu apa adanya. Trimakasih, engkau sudah jujuran padaku

Waingapu, 24 April 2022

 

KEBAKARAN

 


Oleh : Helwiyah

 

 

Pagi itu, turun dari angkot aku berjalan  cepat menuju  apartemen   tempat tinggal kami. Kujinjing tas belanja berisi sayur dan  buah buahan  belanjaanku dari pasar. Terdengar suara sirine alarm kebakaran dari kejauhan. Semakin cepat langkahku  menuju rumah. Ada apakah gerangan , dimanakah terjadi kebakaran? Memasuki halaman rumah susun terlihat sepi, apakah semua aorang mengungsi karena kebakaran? Bagaimana dengan anak dan istriku  di lantai 15, yang baru kemarin pulang dari rumah sakit  karena  melahirkan  ?

 

Berlari  aku menuju lobby dan lift apartemenku, ternyata mati. Mungkin sengaja dimatikan karena kebakaran, raungan suara sirine kebakaran makin ramai. Terpaksa aku menapaki tangga darurat menuju lantai 15  sambil terengah engah. Terbayang kepanikan istriku dan bayinya. Mengapa tak kutemui penghuni apartemen yang lain ? apakah  hanya aku seorang yang belum mengungsi?

 

Sesampainya di ruang apartemenku, segera kukemas barang barang seperlunya. Kujelaskan  pada istriku bahwa  kami harus segera berkemas untuk mengungsi keluar apartemen.  Tangan kiriku menggendong bayi,  bahuku memanggul tas pakaian dan perlengkapan bayi serta tangan kananku menuntun istriku sambil    melangkah pelan.  Masih menggunakan tangga darurat untuk turun, tiba pada tangga ke 5 aku bertemu dengan seorang pria  berjalan tenang .

“ Pak ,  dimanakah ada kebakaran, dari tadi sirine berbunyi terus?” tanyaku pada pria itu

“Oooh…… itu sedang ada  simulasi evakuasi kebakaran,bukankah 2 hari lalu sudah diumumkan pada semua penghuni apartemen?”,jawabnya tenang sambil tersenyum.

Ya Allah……aku 3 hari di rumah sakit mendampingi istriku  dalam proses melahirkan, hingga tak tak tahu info itu. Lemas terasa seluruh tubuhku , pucat pula wajah istriku.

 

 

 

 

 

 

 

NENEK AMINAH

Oleh : Helwiyah

 

 

Nenek Aminah , ibunda dari Bu Ani temanku ,terbaring lemah di atas kasur yang rapi beralas perlak  bayi. Wajahnya masih menyiratkan sisa kecantikan masa mudanya. Berkulit kuning langsat , berhidung mancung bangir dan tulang pipi yang masih menonjol Di usia beliau yang sudah 95 tahun, ingatan,  ucapan serta  pandangan beliau masih bagus.  Berbaju daster dengan kain menutup bagian pinggang hingga ujung kaki, Nenek tersenyum manis menyambut kami yang menjenguknya.

 

“Assalamu alaikum nek, apa kabar?”,sapa kami .

“ Waalaikum salam…… baik, mari duduk nak, anak darimana?” tanyanya dalam nada lembut dan jelas terdengar.

“ Kami teman mengajar  Bu Ani nek, “

Setelah berbincang  bincang dengan Nenek yang masih bisa bercanda, beliau menunjuk bingkai foto yang tergantung di kamar itu.

“ Itu adik nenek , “

“ Cantik  mana nenek, ma adik nenek?”, tanya Bu Ani anak beliau.

“ Biar orang lain yang menilai, bukan diri kita,” masya allah , kami  kagum dengan jawaban beliau.

“Sekarang Nenek cuma bisa tiduran saja…. kaki nenek sudah dipotong satu ini, “ sambil membuka kain penutup kaki kirinya. “ Dulu nenek kecelakaan, jadi dipotong kakinya”, dengan nada tenang nenek menjelaskan.

Bu Ani menceritakan ihwal kaki  kiri nenek yang terpaksa harus dipotong karena kecelakaan mobil yang menimpa nek Aminah 23 tahun yang lalu.

 

Hari itu, adik nenek satu satunya kepengen makan belut masakan  kakaknya. Dengan semangat nek Aminah sejak subuh sudah ke pasar untuk membeli belut pesanan adiknya, padahal saat itu usia nenek sudah 76 tahun. Jam 6 beliau berangkat menuju rumah adiknya dengan kendaraan umum. Saat turun kendaraan dan hendak menyeberang , tiba tiba mobil box melaju kencang, si nenek  terkejut dan  tak sempat menyeberang sempurna,

“ Awas nek….!” teriak sang sopir yang tak sempat menghindar,   hingga kaki kiri Nek Aminah tergilas roda mobil box. Beruntung si sopir berhenti dan membawa nek Aminah ke rumah sakir bersama polisi. Karena kondisi kaki nek Aminah yang terluka parah dan patah , dengan terpaksa harus dipotong hingga lutut, beberapa tahun   harus menggunakan alat bantu untuk berjalan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KULEPAS DENGAN IKHLAS

Oleh : Helwiyah

 

 

Dua  hari  sesudah acara khitanan anak ke dua kami, Suami mengajak  ayah dan ibu mertuaku untuk therapi  alternatif  duduk di kursi dengan getaran arus listrik . Menaiki taksi ber empat kami berangkat menuju wilayah Jakarta Timur.   Setelah antrian tibalah giliran kami untuk therapi . Kami duduk di kursi yang sudah dialiri aliran listrik yang menjalar melalui bagian bagian kursi , terasa hangat dan  bergerak  memijat bagian badan, kaki dan tangan kami.

 

Selesai therapi badan , kaki dan tangan kami terasa ringan dan nyaman. Ayah dan ibu mertuaku sudah yang ke tiga kalinya kemari, sedangkan aku ini baru yang pertama kali. Kami pun pulang dan mampir makan soto daging  warung pak De langganan suamiku.

 

Beberapa hari sesudah therapi itu, aku  baru sadar bahwa sudah terlewat haidku beberapa hari. . Kuperiksakan ke bidan dekat rumah, ternyata   aku sudah mengandung 5 minggu. Setelah 8 minggu kuperiksa kembali ke bidan, kulakukan USG . Dengan wajah cemas bu bidan menjelaskan bahwa janinku tidak berkembang. 10 minggu aku kembali melakukan USG, Bu bidan mengatakan bahwa janinku sudah hancur tidak berbentuk. Beliau menanyakan , “ Coba ibu ingat ingat , apa yang ibu lakukan 2 bulan lalu?”.

Baru kuteringat therapi listrik yang kulakukan bersama mertuaku. Ternyata alat itu tidak diperbolehkan bagi wanita hamil. Karena kecerobohanku, harus kulepaskan calon bayiku dengan iklas .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LUCUNYA ANAK ANAK

Oleh : Helwiyah

 

Pagi itu suasana kelas  terasa ramai, Lepas jam pelajaran olah raga, seluruh siswa kelas 1 SDN  Duren Sawit  masuk kembali ke kelas dengan kaos olahraga  penuh keringat dan wajah memerah karena cuaca panas dan lelah.

“ Ibu….. aku mau ganti baju disini yha?, “ teriak Azril sambil menunjuk tempat duduknya.

“ Ganti baju olahraga laki laki  di toilet laki laki, yang perempuan di toilet perempuan yha, bergantian tiap 3 orang,”  kujelaskan  untuk semua siswa.

 

Selesai berganti baju seragam dan istirahat sebentar untuk minum dan makan bekal dari rumah, anak anak pun kembali duduk tertib di tempat duduk masing masing.

“ Anak-anak hebat, apakah sudah siap belajar  ?”,

“ siap bu guru……. “, teriak mereka serentak

Lalu  mulailah materi  pelajaran dari buku tema kusampaikan  dengan diselingi tanya jawab dan cerita-cerita  yang berkaitan dengan materi pelajaran. Hingga tiba  harus melakukan evaluasi dengan latihan soal menulis.

Seperti biasa, Azriel, Rafi, dan Satria spontan maju ke depan kelas sambil membawa buku tulis dan  pensil masing masing, Lalu  menulis di meja guru.

“ Lho….. kenapa menulis di meja bu guru, khan kalian punya meja masing masing ?”

“ Tidak keliatan bu tulisan di papan tulis, “ jawab Satria.

“Masa’ , khan  Azriel, Rafi dan Satria sudah duduk di kursi  paling depan” , tanyaku heran

“ Emang gak boleh ya bu, aku nulis di meja bu guru?, biar gampang nanya jawabannya”,  tukas Azril.

“ Nah, ibu bertanya kalian yang jawab, kenapa jawabannya tanya ke ibu?”

“ khan ibu yang bikin soal, ibu sudah tahu belum jawabannya?’, tanya Azril lagi

“ ya tahu lah”,

“Terus kenapa ibu tanya aku kalo ibu sudah tahu jawabannya?”

Ampun deh anak satu ini, selalu ada saja protesnya.

Minggu lalu , saat pelajaran menggambar burung , aku contohkan di papan tulis.

Walau tak pandai menggambar aku coba mencontoh dari buku.

“ Kalian nanti gambar burungnya yang bagus yha!”

“ wah….. itu gambar ibu aja  contohnya tidak bagus”.  Lagi-lagi si Azril protes.

Wah iya ya……. lain kali contohnya dari buku saja lah , tak perlu kucontohkan sendiri karena  aku tak pandai menggambar.

 

 

 

Profil  Penulis

 

 


Helwiyah, S.Pd , M.M lahir di Jakarta , 10 Desember 1971. Putri ke 4 dari  H Fadlullah dan Hj Rohainah. Saat ini sebagai guru SDN Duren Sawit 14 Pagi  Jakarta Timur sejak  september 2017..Menyelesaikan Program S2 di Pasca sarjana Uhamka tahun 2015 pada jurusan Magister Manajemen dan menyelesaikan Jurusan  PGSD Uhamka pada tahun 2019. Penulis di kanal pendidikan Indonesiana .id dan Kanal Fiksiana Kompasiana.com. .

Bu Ewi dapat dihubungi di No WA 0857 8055 1722,Email : helwiyah.smkm7@gmail.com

Blog : Notesewi. Blogspot. ComAlamat akun : https://www.kompasiana.com/helwiyahewi4859

.kata bijaknya adalah  Lakukan Yang Terbaik Untuk Mendapat Yang Terbaik “


 

 

 

 

           

           

 

           

 

 

 

 

 

 

 

PENANTIAN

 


Oleh. Agus Yuwantoro

 

      Dua tahun yang lalu Fely Angreni mengirim kabar bahwa selama menjalani hidup baru dengan Wisnu. Mantan pacar SPG Negri Temanggung merasa tidak nyaman hidupnya. Bahkan sering bertengkar dari hal-hal sepele. Suaminya sering memperlakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga. Gara-gara suaminya beberapa kali ikut seleksi CPNS selalu tidak beruntung. Tidak lulus. Beda dengan istrinya setelah tamat SPG melanjutkan D.2 Di Universitas Terbuka Falkutas PGSD. Ikut tes pertama langsung lulus. Diangkat menjadi guru Negri.

     Semenjak istrinya menjadi guru Negri suaminya bukannya bersyukur. Tapi tiap hari kerjanya marah-marah melulu. Untung belum punya anak. Istrinya tetap setia menerima apa adanya suami. Tidak menuntut macam-macam. Justru sebaliknya perlakuan suaminya dari hari kehari semakin tidak terkontrol.

     Ketika senja datang bersama air hujan gerimis. Semilir angin membelai rambutnya Fely Angreni. Duduk di depan teras rumah. Teringat teman SPG Parmin setia mendampingi belajar di rumah. Bahkan sering membantu mata pelajaran yang sulit. Pernah waktu kegiatan pramuka. Di bawah pohon asam jawa. Menyatakan rasa cintanya. Tapi Fely Angreni tidak mampu menjawab. Sebab Wisnu selalu mendekatinya. Di saat hatinya goncang. Remuk redam. Ingat Parmin. Fely Angreni sms pada Parmin. “ Tolong temui aku di bawah bukit penantian, ya. Trimss “

Temanggung, 29 Desember 2021

 

MALAM PERTAMA

Oleh. Agus Yuwantoro

 

      Tarjo anak lelaki tunggal Pak Kades Desa Wungkal. Wajahnya bercahaya cerah penuh mengumbar senyum bahagia. Ketika bergandengan tangan dengan Yati. Turun dari tangga panggung jejer manten. Berhias bunga warna warni. Kanan kiri hiasan janur kuning berbalut beraneka buah. Tarjo selalu melirik wajah istrinya. Bibirnya merah basah. Kedua pipinya penuh bedak. Rambut kepala penuh hiasan bunga dan tiga konde berbentuk bunga.

     Ketika senja datang bersama tenggelamnya cahaya matahari. Burung-burung berterbangan di bawah dinding langit jingga. Tarjo selalu memandang bibir dan wajah istrinya. Bunga desa dari Desa Wungkal menjadi incaran setiap cowok.

    Sisa-sisa bunga mawar dan melati masih terasa harum melekat di setiap dinding. Bercampur bau parfum. Tarjo masuk kamar. Rasanya Ingin memeluk mencium istrinya. Dengan sabar menunggu di bibir ranjang penganten. Menunggu dan menunggu istrinya masuk. Di bawah cahaya lampu balon lima watt. Istrinya masuk kamar. Tersenyum lewat bibirnya merah basah. Kemudian tertunduk sambil berucap” Maaf ya Kang, Yati sekarang sudah hamil tiga bulan, maaf ya Kang “. Tarjo mlongo mlompong. Diam seketika. Sambil memandang wajah dan bibir merah basah istrinya. Istrinya tertunduk bahkan takut memandang suaminya di bibir ranjang penganten.

 

Temanggung, 29 Desember 2021

 

PILKADES

Oleh. Agus Yuwantoro

 

     Hasil pemungutan suara dua menit lagi dibuka. Panita pilkades sudah siap membawa kotak pemungutan suara. Satu persatu dibuka. Jantungku selalu berdetak kencang ketika panita membuka isi suara dalam kotak.

     Akhirnya aku terpilih menjadi Kades. Dengan hasil suara terbanyak dari calon kades lainnya. Aku merasa senang puas. Semua gogol atau tiem sukses dan pendukungku memeluk satu persatu. Satu minggu mengadakan acara selamatan atas kemenanganku.

     Dua tahun setelah menjabat kepala desa. Aku malah digugat cerai istri di Pengadilan Agama Kabupaten. Istriku tetep minta cerai, Bukan semua hartanya habis. Tapi aku tertangkap basah oleh Limas. Semalam habis tidur bercinta bersama penari tayub dari Wonogiri.

 

Sapuran, 29 Desember 2021

 

KEJUJURAN

Oleh. Agus Yuwantoro

 

      “ Jujur aja ya Mas “

      “ Ada apa ?”

     “ Sebelum melamarku, aku  ingin membuat pengakuan “

     “ Gak apa-apa silahkan “

     “ Mas mau menerima dan tidak itu hak mas “

    “ Pasti menerima “

      “ Bener Mas “

      “ Ya “

     “ Jujur lima tahun yang lalu aku punya pacar Sony putranya H. Soleh. Imam masjid At Taqwa di kampungku. Kesan pertama orangnya baik. Aku sangat percaya segala ucapannya. Pada akhirnya malam itu atas janji-janjinya. Aku serahkan darah perawanku pada Sony pacarku. Entah sudah beberapa kali aku melakukan itu lagi. Sampai Lupa. Ketika rasa cintaku memuncak. Sony malah mengahimili gadis dari desa sebelah. Hamil empat bulan. Aku kecewa. Limbung. Patah hati. Semenjak itu aku sudah menunutup hati itu semua laki-laki. Itu pengakuanku. Tinggal mas mau menerima aku atau tidak. Silahkan “

      “ Wajahnya memerah penuh air mata, bibirnya basah bergetar. Lubang hidungnya kempas kempis bergerak. Kepala tertunduk. Malu. Bakhan takut memandang Masnya. Di bawah pohon cemara angin semakin berjalan semilir. Menyapu rambut panjangnya. Di dekapnya pelan-pelan sambil berbisik “ Aku siap menerima apa adanya, sebab kejujuranmu “

 

Sapuran, Desember 2021

 

 

PERTEMUAN

Oleh. Agus Yuwantoro

 

    Kurang lima menit lagi aku menemui temen kecilku. Hampir tiga puluh tahun belum pernah ketemu. Rasa kangen. Kerinduan. Memuncak ketika satu pesan mengoncangkan detak jantungku. Besok kita ketemuan di rumahku.

    Dengan sebungkus kerinduan dan rasa penasaranku. Aku melangkah kaki menuju area pertemuanku. Dengan temen kecilku. Sekarang sudah bersuami punya anak dua. Tinggal bersama suaminya meningalkan rumah desanya.

    Aku datang rumah desanya berwarna hijau segar. Di samping rumah ada dua pohon durian lokal. Di belakang berdiri tofer indosat berdiri lurus menyaingi pohon kelapa. Saat gerimis kecil aku masuk pintu ruamh. Kawan kecilku sudah menunggu dengan setia. Ketika aku datang tanganku di cium. Bahkan kepala menunduk pelan didepanku. Memberikan izin mencium jidatnya. Berpelukan titis. Kemudian duduk berhadapan. Ada sepasang bola mata saling berbicara sendiri. Bergejolak hati. Terasa indah. Bersinergi sepasang bola mata. Bercumbu dalam sepi sunyi. Ohh kawan kecilku. Ada perasan rindu yang menggebu.

 

                                                                                                           Desember 2021

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...