Sabtu, 23 April 2022

KEBAKARAN

 


Oleh : Helwiyah

 

 

Pagi itu, turun dari angkot aku berjalan  cepat menuju  apartemen   tempat tinggal kami. Kujinjing tas belanja berisi sayur dan  buah buahan  belanjaanku dari pasar. Terdengar suara sirine alarm kebakaran dari kejauhan. Semakin cepat langkahku  menuju rumah. Ada apakah gerangan , dimanakah terjadi kebakaran? Memasuki halaman rumah susun terlihat sepi, apakah semua aorang mengungsi karena kebakaran? Bagaimana dengan anak dan istriku  di lantai 15, yang baru kemarin pulang dari rumah sakit  karena  melahirkan  ?

 

Berlari  aku menuju lobby dan lift apartemenku, ternyata mati. Mungkin sengaja dimatikan karena kebakaran, raungan suara sirine kebakaran makin ramai. Terpaksa aku menapaki tangga darurat menuju lantai 15  sambil terengah engah. Terbayang kepanikan istriku dan bayinya. Mengapa tak kutemui penghuni apartemen yang lain ? apakah  hanya aku seorang yang belum mengungsi?

 

Sesampainya di ruang apartemenku, segera kukemas barang barang seperlunya. Kujelaskan  pada istriku bahwa  kami harus segera berkemas untuk mengungsi keluar apartemen.  Tangan kiriku menggendong bayi,  bahuku memanggul tas pakaian dan perlengkapan bayi serta tangan kananku menuntun istriku sambil    melangkah pelan.  Masih menggunakan tangga darurat untuk turun, tiba pada tangga ke 5 aku bertemu dengan seorang pria  berjalan tenang .

“ Pak ,  dimanakah ada kebakaran, dari tadi sirine berbunyi terus?” tanyaku pada pria itu

“Oooh…… itu sedang ada  simulasi evakuasi kebakaran,bukankah 2 hari lalu sudah diumumkan pada semua penghuni apartemen?”,jawabnya tenang sambil tersenyum.

Ya Allah……aku 3 hari di rumah sakit mendampingi istriku  dalam proses melahirkan, hingga tak tak tahu info itu. Lemas terasa seluruh tubuhku , pucat pula wajah istriku.

 

 

 

 

 

 

 

NENEK AMINAH

Oleh : Helwiyah

 

 

Nenek Aminah , ibunda dari Bu Ani temanku ,terbaring lemah di atas kasur yang rapi beralas perlak  bayi. Wajahnya masih menyiratkan sisa kecantikan masa mudanya. Berkulit kuning langsat , berhidung mancung bangir dan tulang pipi yang masih menonjol Di usia beliau yang sudah 95 tahun, ingatan,  ucapan serta  pandangan beliau masih bagus.  Berbaju daster dengan kain menutup bagian pinggang hingga ujung kaki, Nenek tersenyum manis menyambut kami yang menjenguknya.

 

“Assalamu alaikum nek, apa kabar?”,sapa kami .

“ Waalaikum salam…… baik, mari duduk nak, anak darimana?” tanyanya dalam nada lembut dan jelas terdengar.

“ Kami teman mengajar  Bu Ani nek, “

Setelah berbincang  bincang dengan Nenek yang masih bisa bercanda, beliau menunjuk bingkai foto yang tergantung di kamar itu.

“ Itu adik nenek , “

“ Cantik  mana nenek, ma adik nenek?”, tanya Bu Ani anak beliau.

“ Biar orang lain yang menilai, bukan diri kita,” masya allah , kami  kagum dengan jawaban beliau.

“Sekarang Nenek cuma bisa tiduran saja…. kaki nenek sudah dipotong satu ini, “ sambil membuka kain penutup kaki kirinya. “ Dulu nenek kecelakaan, jadi dipotong kakinya”, dengan nada tenang nenek menjelaskan.

Bu Ani menceritakan ihwal kaki  kiri nenek yang terpaksa harus dipotong karena kecelakaan mobil yang menimpa nek Aminah 23 tahun yang lalu.

 

Hari itu, adik nenek satu satunya kepengen makan belut masakan  kakaknya. Dengan semangat nek Aminah sejak subuh sudah ke pasar untuk membeli belut pesanan adiknya, padahal saat itu usia nenek sudah 76 tahun. Jam 6 beliau berangkat menuju rumah adiknya dengan kendaraan umum. Saat turun kendaraan dan hendak menyeberang , tiba tiba mobil box melaju kencang, si nenek  terkejut dan  tak sempat menyeberang sempurna,

“ Awas nek….!” teriak sang sopir yang tak sempat menghindar,   hingga kaki kiri Nek Aminah tergilas roda mobil box. Beruntung si sopir berhenti dan membawa nek Aminah ke rumah sakir bersama polisi. Karena kondisi kaki nek Aminah yang terluka parah dan patah , dengan terpaksa harus dipotong hingga lutut, beberapa tahun   harus menggunakan alat bantu untuk berjalan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KULEPAS DENGAN IKHLAS

Oleh : Helwiyah

 

 

Dua  hari  sesudah acara khitanan anak ke dua kami, Suami mengajak  ayah dan ibu mertuaku untuk therapi  alternatif  duduk di kursi dengan getaran arus listrik . Menaiki taksi ber empat kami berangkat menuju wilayah Jakarta Timur.   Setelah antrian tibalah giliran kami untuk therapi . Kami duduk di kursi yang sudah dialiri aliran listrik yang menjalar melalui bagian bagian kursi , terasa hangat dan  bergerak  memijat bagian badan, kaki dan tangan kami.

 

Selesai therapi badan , kaki dan tangan kami terasa ringan dan nyaman. Ayah dan ibu mertuaku sudah yang ke tiga kalinya kemari, sedangkan aku ini baru yang pertama kali. Kami pun pulang dan mampir makan soto daging  warung pak De langganan suamiku.

 

Beberapa hari sesudah therapi itu, aku  baru sadar bahwa sudah terlewat haidku beberapa hari. . Kuperiksakan ke bidan dekat rumah, ternyata   aku sudah mengandung 5 minggu. Setelah 8 minggu kuperiksa kembali ke bidan, kulakukan USG . Dengan wajah cemas bu bidan menjelaskan bahwa janinku tidak berkembang. 10 minggu aku kembali melakukan USG, Bu bidan mengatakan bahwa janinku sudah hancur tidak berbentuk. Beliau menanyakan , “ Coba ibu ingat ingat , apa yang ibu lakukan 2 bulan lalu?”.

Baru kuteringat therapi listrik yang kulakukan bersama mertuaku. Ternyata alat itu tidak diperbolehkan bagi wanita hamil. Karena kecerobohanku, harus kulepaskan calon bayiku dengan iklas .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LUCUNYA ANAK ANAK

Oleh : Helwiyah

 

Pagi itu suasana kelas  terasa ramai, Lepas jam pelajaran olah raga, seluruh siswa kelas 1 SDN  Duren Sawit  masuk kembali ke kelas dengan kaos olahraga  penuh keringat dan wajah memerah karena cuaca panas dan lelah.

“ Ibu….. aku mau ganti baju disini yha?, “ teriak Azril sambil menunjuk tempat duduknya.

“ Ganti baju olahraga laki laki  di toilet laki laki, yang perempuan di toilet perempuan yha, bergantian tiap 3 orang,”  kujelaskan  untuk semua siswa.

 

Selesai berganti baju seragam dan istirahat sebentar untuk minum dan makan bekal dari rumah, anak anak pun kembali duduk tertib di tempat duduk masing masing.

“ Anak-anak hebat, apakah sudah siap belajar  ?”,

“ siap bu guru……. “, teriak mereka serentak

Lalu  mulailah materi  pelajaran dari buku tema kusampaikan  dengan diselingi tanya jawab dan cerita-cerita  yang berkaitan dengan materi pelajaran. Hingga tiba  harus melakukan evaluasi dengan latihan soal menulis.

Seperti biasa, Azriel, Rafi, dan Satria spontan maju ke depan kelas sambil membawa buku tulis dan  pensil masing masing, Lalu  menulis di meja guru.

“ Lho….. kenapa menulis di meja bu guru, khan kalian punya meja masing masing ?”

“ Tidak keliatan bu tulisan di papan tulis, “ jawab Satria.

“Masa’ , khan  Azriel, Rafi dan Satria sudah duduk di kursi  paling depan” , tanyaku heran

“ Emang gak boleh ya bu, aku nulis di meja bu guru?, biar gampang nanya jawabannya”,  tukas Azril.

“ Nah, ibu bertanya kalian yang jawab, kenapa jawabannya tanya ke ibu?”

“ khan ibu yang bikin soal, ibu sudah tahu belum jawabannya?’, tanya Azril lagi

“ ya tahu lah”,

“Terus kenapa ibu tanya aku kalo ibu sudah tahu jawabannya?”

Ampun deh anak satu ini, selalu ada saja protesnya.

Minggu lalu , saat pelajaran menggambar burung , aku contohkan di papan tulis.

Walau tak pandai menggambar aku coba mencontoh dari buku.

“ Kalian nanti gambar burungnya yang bagus yha!”

“ wah….. itu gambar ibu aja  contohnya tidak bagus”.  Lagi-lagi si Azril protes.

Wah iya ya……. lain kali contohnya dari buku saja lah , tak perlu kucontohkan sendiri karena  aku tak pandai menggambar.

 

 

 

Profil  Penulis

 

 


Helwiyah, S.Pd , M.M lahir di Jakarta , 10 Desember 1971. Putri ke 4 dari  H Fadlullah dan Hj Rohainah. Saat ini sebagai guru SDN Duren Sawit 14 Pagi  Jakarta Timur sejak  september 2017..Menyelesaikan Program S2 di Pasca sarjana Uhamka tahun 2015 pada jurusan Magister Manajemen dan menyelesaikan Jurusan  PGSD Uhamka pada tahun 2019. Penulis di kanal pendidikan Indonesiana .id dan Kanal Fiksiana Kompasiana.com. .

Bu Ewi dapat dihubungi di No WA 0857 8055 1722,Email : helwiyah.smkm7@gmail.com

Blog : Notesewi. Blogspot. ComAlamat akun : https://www.kompasiana.com/helwiyahewi4859

.kata bijaknya adalah  Lakukan Yang Terbaik Untuk Mendapat Yang Terbaik “


 

 

 

 

           

           

 

           

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...