Sabtu, 23 April 2022

KESETIAAN

 


 

 Frangky dan Felia adalah satu kelas saat di SMA. Mereka dua sama-sama di kelas XII IPS 4.  Sejak dari SMA mereka sudah ada kemistri. Mereka pacaran.  Para gurupun sudah  tahu. Si Frangki dari keluarkan petani miskin, sedangkan felia  bapaknya adalah pejabat. Ada jurang pemisah percintaan mereka. Yang jelas kami guru juga ikut prihatin. Frangki orang  ganteng, bersih sopan dan otaknya cemerlang. Dia juga punya jiwa pemimpin yang bagus, terbukti di kelas XI dia bisa terpilih jadi ketua OSIS.  

 

            Sedangkan Felia orangnya si memang cantik, Cuma pacarnya banyak. Maklum deh orang berada dan pastinya dimanja dari ortunya. Dia adalah perempuan  satu-satunya dan 4 orang saudaranya yang laki-laki. Frangki tahu banyak tentang latar belakang Felia. Singkat cerita mereka sudah lulus. Felia kuliah di Jakarta, sedang Frangki kuliah di SBD, Kota kelahirannya. Ternyata mereka masih LDR-an. Pas mereka pulang libur, biasalah anak muda, mereka nongkrong-nongkrong di dermaga lama. Biasa orang-orang muda mangkal. Felia berkata begini: “ Jujur aja ya Frangki, kata felia. Memangnya ada apa ?”, tanya Frangki penasaran.  “ Sebelum melamarku, aku  ingin membuat pengakuan “. “ Gak apa-apa silahkan “.  Engkau  mau menerima dan tidak itu hak kamu, kata Felia selanjutnya.

    “ Pasti menerima !, jawab Felia tegas.

     Ah yang bener aja , kata felia menyangsikan.

      Iyaaaa !!,  Frangki tetap tak berubah dan meyakinkan.

     “ Jujur sejak lulus SMA  aku punya pacarana juga dengan Aber  putranya Bp H. Datuk Langgi yang Setda di kota kita. Kesan pertama orangnya baik. Aku sangat percaya segala ucapannya. Pada akhirnya pada suatu malam  atas janji-janji manisnya, kuserahkan darah perawanku padanya. Dan……entah sudah beberapa kali aku melakukannya. Sampai Lupa.

Ketika rasa cintaku memuncak, Aber ternyata mengahimili teman dekatku. Hamil empat bulan sekarang.  Sungguh!!!, aku kecewa. Mau gila. Stress karena patah hati. Semenjak itu aku sebenarnya ingin menutup hati untuk semua laki-laki. Termasuk kamu frangki…., kata Felia sambil menetekan air mata dan menatap frangki dengan pandangan yang hampa. Itu jujur pengakuanku., maafkan akau.  Tinggal engkau mau menerima aku atau tidak. Silahkan… Aku siap untuk mendengarkan apapun jawabanmu.  “ Wajah Lia memerah. Bibirnya  bergetar. Lubang hidungnya kempas kempis. Isak tangispun semakin keras. Kepala tertunduk. Malu. Bahkan takut memandang Frangki. Di Dermaga itu angin semakin  semilir. Menyapu rambut Felia yang panjang dan halus. Frangki  mendekapnya pelan-pelan. Ia  berbisik,  “ Aku siap menerima kamu apa adanya. Trimakasih, engkau sudah jujuran padaku

Waingapu, 24 April 2022

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...