Selasa, 26 April 2022

TAK KUSANGKA

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

 

 

Lakji adalah bunga desa di kampung Lamerib. Begitu lulus SMK ia sekarang di rumah saja. Benar saja karena  dia orang berpendidikan tak jarang  lelaki yang ingin mempersuntingnya. Singkat cerita akhirnya  Umbu Behar yang  beruntung, laki-laki  yang terpilih  mendapatkan  cintanya dari Rambu Lakji. Tak pikir Panjang akhirnya  Umbu ijin orang tuanya untuk meminang Lakji. Umbu Behar selain dia sudah punya penghasilan  sebagai supir truknya Ongo Juan, dia juga sudah punya rumah walau sederhana. Yang jelas untuk  urusan finansil Umbu terhitung sudah  punya usaha dan mapan untuk ukuran orang kampung.

 

Orang  tua  dari kedua kedua belah pihak menyetui. Hari pernikahan digelar. Pesta diadakan meriah di rumah keluarga perempuan. Tamu banyak sekali yang  datang. Maklum saja dikampung  jarang ada pesta. Saat pesta  itu  yang mereka  istilahkan dengan  gantung periuk. Atau istilah  romantic, rombongan makan gratis. Seperti biasa  jika musin-misin tertentu, musin kawin para  warga  bergembira karena makan bergizi.

 

Saat pesta selesai tamupun pulang. Hati umbu Behar tak sabar menunggu saat yang dinanti-nati tiba. Malam pertama adalah malam yang paling ditunggu-tunggu bagai sang pemelai. Umbu Behar cepat-cepat masuk  ke kamar pemngantin yang dihias dengan berbagai bunga. Harum semerbak aroma melati. Sudah menyiapkan hati yang sudah menggebu, sang mempelai belum juga masuk. Enatah  buat apa Lakji di luar. Tak berapa lama Sang istripun masuk. Didekapnya  dengan penuh  cinta. Betapa kagetnya Umbu. Perutlakji  sudah buncit. Hati Umbu jagi murka. Mata  UB  memerah. Ia hampir  menampar pipi Lakji. Lakjipun akhirnya berterus terang kalau dia sudah hamil 4 bulan. Dia hamil dengan perangkat desa dikampungnya. Akhirnya…. Umbu Behar langsung keluar meninggalkan sang mempelai Wanita pergi entah kemana.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...