Oleh : Ledwina Eti Wuryani
Suatu hari teman dekatku Yohana Tanti telpon ke aku. Dia
telpon bisa sampai 2 jam. Tanti curhat tentang suaminya. Dia sudah lima tahun menikah,
sampai sekarang belum dikaruniai momongan. Dia cerita bahwa suaminya sering
melakukan KDRT. Suaminya suka memukul, minum-minum dan pulang malam. Sedih saya
mendengar curahan hati Tanti.
Suaminya
memang seorang sarjana. Dia anak manja
dan mungkin karena kurang perhatian dari
orang tua dimasa kecilnya. Bahkan menurut
kabarnya dia pernah mengkonsumsi narkoba.
Tanti dari keluarga religius, orang tua keduanya adalah tokoh
gereja. Memang sih dari keluarga sederhana.
Bapak Tanti guru SD dan mamanya ibu rumah tangga. Mereka dihormati
oleh warga sekitarnya, Sudah 3 kali
Hanis, suami Tanti ikut tes CPNS tapi tak pernah beruntung. Yah, nasib
belum berpihak padanya. Tanti hanya kuliah PGSD di Universitas Terbuka UPBJJ
Kupang. Dia dapat beasiswa lantaran Indeks Prestasinya bagus. IP komulatif 3,8.
Lebih beruntung lagi ia dapat beasiswa untuk ikut wisuda di Jakarta. Woww..! keren!! Setelah wisuda tak berapa lama ada
tes P3K, karena otak memang encer
diapun lulus mulus. Alhamdullilah!.
Kini
Tanti jadi pegawai negeri. Bukannya suami tambah menghargai atau menghormati,
tapi kini suami tambah gila. Hari-hari
tak pernah di rumah. Jika di rumah
Hanis hanya marah-marah dan minta uang.
Tanti tidak bisa menasehati. Dia hanya bisa
menangis saja. Tanti tak berani lapor pada orang tuanya apalagi bapak/mama mantunya. Suatu saat Tanti ingat
mantan pacarnya dulu, Ridwan. Orangnya baik, setia dan pengertian. Gara-gara Tanti
dijodohkan dengan Hanis akhirnya dia harus meninggalkan Ridwan. Iseng-iseng dia
chat ke Ridwan. Ternyata langsung ada Jawaban dari Ridwan. Hati bergetar antara
gugup dan takut. Hallo sayangku…. Tantiku tercinta. Aku masih
merindukanmu terus menerus. Cintaku tak pernah pupus. Hanya dirimu yang selalu
dihati sampai aku mati. Tanti tersenyum bangga. Ia merasa tersanjung dan begitu
berharga. Hidung kembang kempis. Hati berbunga-bunga. Burungpun seolah ikut gembira ria dengan menunjukkan kicauannya yang bersautan. Tanti jadi teringat kenangan-kenangan indah
saat bersama Ridwan. Ia tersenyum sendiri setiap ahri. Sejak itu ia merasa jadi orang yang paling bahagia.
Tanti chat sama Ridwan, “ Kutunggu engkau di tempat yang dulu”.
Radamata, ruang XVI US 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar