Oleh.
Agus Yuwantoro
Dua tahun yang lalu Fely Angreni mengirim
kabar bahwa selama menjalani hidup baru dengan Wisnu. Mantan pacar SPG Negri Temanggung merasa
tidak nyaman hidupnya. Bahkan sering bertengkar dari hal-hal sepele. Suaminya sering memperlakukan
tindak kekerasan dalam rumah tangga. Gara-gara suaminya beberapa kali ikut
seleksi CPNS selalu tidak beruntung. Tidak lulus. Beda dengan istrinya setelah
tamat SPG melanjutkan D.2 Di Universitas Terbuka Falkutas PGSD. Ikut tes pertama
langsung lulus. Diangkat menjadi guru Negri.
Semenjak istrinya menjadi guru Negri
suaminya bukannya bersyukur. Tapi tiap hari kerjanya marah-marah melulu. Untung
belum punya anak. Istrinya tetap setia menerima apa adanya suami. Tidak
menuntut macam-macam. Justru sebaliknya perlakuan
suaminya dari hari kehari semakin tidak terkontrol.
Ketika senja datang bersama air hujan
gerimis. Semilir angin membelai rambutnya Fely Angreni. Duduk di depan teras
rumah. Teringat teman
SPG Parmin setia mendampingi belajar di rumah. Bahkan sering membantu mata
pelajaran yang sulit. Pernah waktu kegiatan pramuka. Di bawah pohon asam jawa.
Menyatakan rasa cintanya. Tapi Fely Angreni tidak mampu menjawab. Sebab Wisnu
selalu mendekatinya. Di saat hatinya goncang. Remuk redam. Ingat Parmin. Fely
Angreni sms pada Parmin. “ Tolong temui aku di bawah bukit penantian, ya.
Trimss “
Temanggung,
29 Desember 2021
MALAM
PERTAMA
Oleh.
Agus Yuwantoro
Tarjo anak lelaki tunggal Pak Kades Desa
Wungkal. Wajahnya bercahaya cerah penuh mengumbar senyum bahagia. Ketika
bergandengan tangan dengan Yati. Turun dari tangga panggung jejer manten.
Berhias bunga warna warni. Kanan kiri hiasan janur kuning berbalut beraneka
buah. Tarjo selalu melirik wajah istrinya. Bibirnya merah basah. Kedua pipinya
penuh bedak. Rambut kepala penuh hiasan bunga dan tiga konde berbentuk bunga.
Ketika senja datang bersama tenggelamnya
cahaya matahari. Burung-burung berterbangan di bawah dinding langit jingga.
Tarjo selalu memandang bibir dan wajah istrinya. Bunga desa dari Desa Wungkal
menjadi incaran setiap cowok.
Sisa-sisa bunga mawar dan melati masih
terasa harum melekat di setiap dinding. Bercampur bau parfum. Tarjo masuk kamar. Rasanya Ingin memeluk
mencium istrinya. Dengan sabar menunggu di bibir ranjang penganten. Menunggu
dan menunggu istrinya masuk. Di bawah cahaya lampu balon lima watt. Istrinya masuk kamar. Tersenyum
lewat bibirnya merah basah. Kemudian tertunduk sambil berucap” Maaf ya Kang,
Yati sekarang sudah hamil tiga bulan, maaf ya Kang “. Tarjo mlongo mlompong. Diam seketika.
Sambil memandang wajah dan bibir merah basah istrinya. Istrinya tertunduk
bahkan takut memandang suaminya di bibir ranjang penganten.
Temanggung,
29 Desember 2021
PILKADES
Oleh.
Agus Yuwantoro
Hasil pemungutan suara dua menit lagi
dibuka. Panita pilkades sudah siap membawa kotak pemungutan suara. Satu persatu
dibuka. Jantungku
selalu berdetak kencang ketika panita membuka isi suara dalam kotak.
Akhirnya aku terpilih menjadi Kades.
Dengan hasil suara terbanyak dari calon kades lainnya. Aku merasa senang puas.
Semua gogol atau tiem sukses dan pendukungku memeluk satu persatu. Satu minggu
mengadakan acara selamatan atas kemenanganku.
Dua tahun setelah menjabat kepala desa.
Aku malah digugat
cerai istri di Pengadilan Agama Kabupaten. Istriku tetep minta cerai, Bukan
semua hartanya habis. Tapi aku tertangkap basah oleh Limas. Semalam habis tidur
bercinta bersama penari tayub dari Wonogiri.
Sapuran,
29 Desember 2021
KEJUJURAN
Oleh.
Agus Yuwantoro
“ Jujur aja ya Mas “
“ Ada apa ?”
“ Sebelum melamarku, aku ingin membuat pengakuan “
“ Gak apa-apa silahkan “
“ Mas mau menerima dan tidak itu hak mas “
“ Pasti menerima “
“ Bener Mas “
“ Ya “
“ Jujur lima tahun yang lalu aku punya
pacar Sony putranya H. Soleh. Imam masjid At Taqwa di kampungku. Kesan pertama
orangnya baik. Aku sangat percaya segala ucapannya. Pada akhirnya malam itu
atas janji-janjinya.
Aku serahkan darah perawanku pada Sony pacarku. Entah sudah beberapa kali aku
melakukan itu lagi. Sampai Lupa. Ketika rasa cintaku memuncak. Sony malah
mengahimili gadis dari desa sebelah. Hamil empat bulan. Aku kecewa. Limbung.
Patah hati. Semenjak itu aku sudah menunutup hati itu semua laki-laki. Itu
pengakuanku. Tinggal mas mau menerima aku atau tidak. Silahkan “
“ Wajahnya memerah penuh air mata, bibirnya
basah bergetar. Lubang
hidungnya kempas kempis bergerak. Kepala tertunduk. Malu. Bakhan takut
memandang Masnya. Di bawah pohon cemara angin semakin berjalan semilir. Menyapu
rambut panjangnya. Di dekapnya pelan-pelan sambil berbisik “ Aku siap menerima
apa adanya, sebab kejujuranmu “
Sapuran,
Desember 2021
PERTEMUAN
Oleh.
Agus Yuwantoro
Kurang lima menit lagi aku menemui temen
kecilku. Hampir tiga puluh tahun belum pernah ketemu. Rasa kangen. Kerinduan.
Memuncak ketika satu pesan mengoncangkan detak jantungku. Besok kita ketemuan
di rumahku.
Dengan sebungkus kerinduan dan rasa
penasaranku. Aku melangkah kaki menuju area pertemuanku. Dengan temen kecilku.
Sekarang sudah bersuami punya anak dua. Tinggal bersama suaminya meningalkan
rumah desanya.
Aku datang rumah desanya berwarna hijau
segar. Di samping rumah ada dua pohon durian lokal. Di belakang berdiri tofer
indosat berdiri lurus menyaingi pohon kelapa. Saat gerimis kecil aku masuk
pintu ruamh. Kawan kecilku sudah menunggu dengan setia. Ketika aku datang
tanganku di cium. Bahkan kepala menunduk pelan didepanku. Memberikan izin
mencium jidatnya. Berpelukan titis. Kemudian duduk berhadapan. Ada sepasang
bola mata saling berbicara sendiri. Bergejolak hati. Terasa indah. Bersinergi
sepasang bola mata. Bercumbu dalam sepi sunyi. Ohh kawan kecilku. Ada perasan
rindu yang menggebu.
Desember
2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar