Sabtu, 11 September 2021

PEDULI

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani, 

 

 

Pada suatu hari seorang bupati  blusukan  dengan sepeda  motornya di suatu desa terpencil.  Beliau sengaja pergi sendirian  tanpa ditemani aparat. Di tengah  jalan yang sepi dia  berhenti. Dalam hati dia  berpikir untuk menguji  penduduk  di desa itu. Ia mendorong sebuah  batu  besar dan di taruhnya di tengah  jalan. Ia ingin mengetahui sejauh mana  penduduk  menyikapi keadaan itu nantinya.

            Setelah   batu besar didorong dan ditaruh di tengah jalan,  pak Bupati sengaja  sembunyi  di semak  pinggir jalan untuk melihat  reaksi orang yang melewati. Orang pertama  datang  dengan  sepeda,  ia  nyantai saja dan sili tanpa peduli dengan melihat  batu besar yang di tengah  jalan itu. Orang keduapun  lewat,  Eh!! Dia maki-maki dan mengomel  “Kenapa aja saja orang jahat, taruh  baru di tengah jalan!!, “hanya orang gila saja yang  taruh batu gede  segini di tengah jalan!!” katanya sambil teiak lalu  lewat terus.  Tibalah  orang ketiga, seorang  bapak  yang sudah renta dengan sepeda oncelnya sepertinya  mau ke sawah. Bapak tua itu  berhenti dan menyandarkan  sepedanya dengan tenang ia mendorong batu ke pinggir dengan kekuatan tenaganya yang ada. Dia sampai keringatnya bercucuran tapi  terlihat bapak tua itu  tulus tanpa ada  kekekasalan sedikitpun..

            Dari semak pak bupati memperhatikan semua yang dilakukan bapak tua tadi. Akhirnya  pak bupati  naik dari pematang sawah menuju ke jalan  tersebut. Kagetlah bapak tua.  Kedua bapak tersebut saling berjabatan tangan dan mereka tak  saling mengenal. Setelah beberapa saat berbincang bincang, bapak bupati  memperkenalkan diri dan memberikan ‘hadiah’  berupa amplop yang terntunya berisi sejumah uang. Tak terasa  Pak tua menitikkan air matanya, terharu  dan bersujud syukur hingga mencium tanah  untuk  rejeki yang diterima hari itu. Rejeki memang tak pernah salah alamat, siapapun yang mau peduli, rendah hati  pasti akan dapat imbalan. Entah  Rejeki itu dari mana, kita tetap harus terus bersyukur, bersyukur dengan yang ada. Berbuatlah yang Tuhan suka, Tuhan akan melimpahkan Berkatnya. Semoga!

 

 



Waingapu, 12 September 2021

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...