Selasa, 14 September 2021

PANDEMI BUKAN MIMPI


 Prakata

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan kasih-Nya, akhirnya kami bisa menerbitkan buku antologi ini dengan tepatwaktu. Buku ini digagas oleh Bunda Kanjeng (Ibu Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.). Pada suatu hari beliau chatting memberi semangat di saat saya dan keluarga besar saya sedang berduka karena dilanda pandemi covid-19. Ada yang meninggal, ada yang sementara sakit, ada yang positif, yang reaktif dan memang adajuga yang sehat. Saya tidak sendiri. Di luar sanabanyak yang terpapar. Perasaan saya saat itu sedang mencekam, karena suami sementara sakit parah diserang covid dengan komorbid (sakit jantung). Saat itu kondisi sempat kritis dan kami semua sudah menangis dan pasrah. Suami belum divaksin, artinya belum punya antibodi (kekebalan tubuh). Berkat pertolongan Tuhan dan doa dari keluarga juga sahabat terkasih.

 

Terimakasih yang mendalam kami ucapkan, kini suami sudah disembuhkan. Jadilah sebuah kisah yang memilukan dan „sejarah‟ bagi keluarga. Kisah sedih itu akan hilang jika tak diabadikan. Oleh karena itu kami menulis kisah itu agar menjadi kenangan untuk anak cucu dan generasi kita berikutnya. Akan menjadi kebanggan tersendiri jika tulisan kita bisa abadi selamanya, Dari situ juga akhirnya Ibu Kanjeng mengajak penulis-penulis hebat pegiat literasi membuat antologi dengan tema “Ketika Saudara Kita Terpapar Covid- 19”. Dari tema itu muncul judul buku “Pandemi Bukan Mimpi“. Ada 25 Penulis yang berkisah tentang tema yang sangat menyentuh dan menjadi memoar bersejarah bahwa kami mengalami Pandemi. Kami punya cerita yang berbeda dan penuh suka duka, baik saat merawat yang terpapar, sebagai Penyitas, maupun berkisah tentang kehilangan orang-orang tercinta karena menjadi korban keganasan Covid-19.

 

Pandemi Bukan Mimpi – Ledwina Eti Wuryani, S.Pd. dkk ix Terima kasih kami ucapkan kepada dr. Ida Rochmawati, M.Sc., Sp.KJ(K), yang sudah memberi Kata Pengantar di dalam buku ini, dan semua pihak yang terkait dengan terbitnya buku ini. Akhirnya kami bisa mewujudkan karya ini.Sungguh kami menyadari tiada gading yang tak retak. Karya kamipun tidaklah sempurna, saran demi kemajuan adalah harapan untuk perbaikan buku kedepan. Kiranya buku ini menjadi awal yang baik untuk terus bisa berkolaborasi, memajukan literasi dan terus semangat menginspirasi untuk negeri. Salam!!

Waingapu, 7 September 2021

Penulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...