Jumat, 03 September 2021

MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELUR

 

 

 

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri."  -JK Rowling -

 

Malam ini  adalah pertemuan terakhir  Pelatihan Menulis Buku Ber- ISBN. Banyak  Ilmu yang  kami serap. Sangat  bergizi untuk  meningkatkan kualitas  tulisan kita.  Semoga  ilmu  dari diklat ini bisa kita terapkan dan menjadi bekal tulisan  yang lebih baik kita ke depan. Terus semangat!!. Kiranya kita  bisa bermanfaat dan menginspirasi bagi sesama kita. Materi kali  ini  disampaikan oleh  penulis hebat sekaligus Founder kelas WAG  MBI  Bunda Dra Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH dan didampingi  guru dan sekaligus penulis muda  Pak Novatama  Adi Nugraha, S.Pd.Gr. Terus semangat menyimak.

 

Profil beliau, Nama lengkap: Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH, TTL: Surabaya, 11 Maret 1969, Pendidikan, S1 IKIP PGRI Surabaya ( Fakultas Pendidikan jurusan PMP/PPKN) S1 Universitas Wijaya Putera Surabaya Jurusan Hukum. Instansi  :  SMP Negeri 2 Nekamese ( Jln HR. Koroh,  km 15,3 Desa Besmarak, kecamatan Nekamese ,  Kab Kupang NTT). Alamat Rumah : CV. Bumi Cendana , Jl. Ikan Kombong No: 09 Kota Kupang, NTT

 

Sebelum kegiatan dimulai seperti biasa kita  mulai dengan berdoa  agar  pertemuan kita  mendapatkan ridho dan berjalan dengan lancar.  Kegiatan ini dihadiri oleh perserta  dari Sabang sampai Merauke  semua peserta antusias.  Sebelum bunda Lilis  menyampaikan materinya kita   disambut dengan tarian indah  special dari Aceh.

 

Ibu Lilis Sutikno adalah guru yang amat menginspirasi banyak orang. Pejuang pendidikan di daerah terpencil di daerah pedalaman NTT.  Saya  salut sekali  melihat  perjuangan sorang guru yang  tetap semangat  menyelusuri medan yang sulit selama bertahun-tahun. Profesi guru adalah  sebuah perjuangan yang tak kenal lelah dan tak kenal waktu dimanapun, kapanpun.  Terharu saya membaca dari buku best seller  “Guru adalah Inspirasi” yang  mengajar  berjalan kaki, naik truk  tetapi dijalani suka cita  Beliau adalah   abdi negara yang pantang penyerah, rela ditempatkan di  pelosok Nusantara. Menjalani pengabdian dengan suka cita.

 

Masih pesan  ibunda Lilis, sehebat apapun kita jika kita tak menulis semua akan hilang ditelan zaman. Kita bisa menulis dan dapat meninggalkan jejak kita. Orang akan mengenang kita dalam setiap tulisan kita.  Sebaik-baik menulis adalah jika kita menulis ‘kisah inspirasi’ akan  dapat memberikan tauladan kepada semua umat di muka bumi ini.

 

Supaya  orang bisa tertarik  membaca tulisan kita, ‘tips’nya  adalah:

Pertama,  Jika akan menulis selalu awali dengan berdoa, dan sampaikan kepada Allah Tuhan kita, untuk senantiasa mengawal setiap gerak langkah kita. Agar setiap gerak langkah kita diberkati Allah.

 

Kedua, menulislah dengan hati. Jika sesuatu kita sampaikan dengan hati yang tulus dan ikhlas,  maka ‘tulisan kita’  akan sampai kepada pembaca kita. Tentunya  akan di terima dengan hati yang tulus dan ikhlas juga. Tulisan kita akan dapat memberikan inspirasi tanpa ada perlawanan dalam batin pembaca kita.     Tulisan itu seperti anak panah yang bisa memanah hati siapa saja yang membacanya. Dan Menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara.  Dengan menulis dan berteriak seluruh dunia tahu siapa kita. 

 

Pada kesempatan berikut bunda Lilis  memberikan waktu 15 menit supaya peserta menulis minimal 2 paragraf dengan  judul Kapan Anda Suka Menulis dan bagaimana  perasaan ketika pertama kali menulis? Akhirnya  para peserta dengan antusias  mengungkapkan perasaan masing-masing dan menceritakan pengalamannya. Penuh semangat karena 10 penulis akan dapat hadiah. Apalagi saya. Jujur saja yang namanya  hadiah atau gratisan saya paling suka,  hehe...

 

Ini  tulisan saya biar sederhana  harus percaya diri deh

 

Saya suka menulis  sejak dari jadi  guru baru. Awal mulanya suami  ( dulu masih pacaran), dia  sering  dapat hadiah karena ikut lomba menulis.  Hasil  dari hadiah  pasti untuk membelikan ‘sesuatu’ untuk saya dan untuk  mentraktir saya. Enak ya jika bisa nulis, pikirku dalam hati.

Dari situ saya penasaran, diam-diam saya mencoba menulis dan saya kirimkan  di koran lokal. E, ternyata dimuat dengan jelas ‘namaku’ di koran itu. Saat pertama  bangganya luar biasa sampai rasanya tak injak tanah, pikiran melayang......ternyata  tulisanku ‘dihargai’. Bukan honor yang utama  tapi sebuah ‘pengakuan’ saja  sudah lebih dari cukup menurutku. Membahagiakan!.

Kesan pertama penuh makna, kedua diterima lagi,  akhirnya  keterusan deh. Yang membanggakan, ketemu di toko Aci sang penjual  bilang wah! saya lihat tulisan ibu di koran. Kebetulan saya  tutor PGSD, mahasiswa  juga kalau ketemu, komen tentang tulisanku, begitu juga murid-murid atau yang lainnya. Dengan begitu  akhirnya jadi semangat untuk menulis , walaupun tulisanku sangat sederhana.

Sempat fakum 9 tahun atau mati suri.  Pada suatu  hari  ketemu bunda Lilis lewat dunia maya, iseng-iseng koment di FB beliau, eh  dapat tanggapan bagus bahkan langsung digabungkan di WAG Menulis Buku Inspirasi. Di  komunitas itu  akhirnya sya berteman dengan para penulis hebat se Indoneis.  Jadilah sekarang saya sudah punya 4 buku solo dan 14 buku Antologi. (menulis bersama penulis dan pegiat Literasi seluruh Indonesia) Trimakasih banyak bunda Lilis untuk jasa dan motivasinya..... Selain itu saya juga ikut beberapa komunitas. Dari Jasa merekalah saya jadi bisa menerbit buku. Trimakasih Juga saya ucapkan untuk semua pegiat literasi (OmJay, Ibu kanjeng, Pak Sahat, Pak Naf, Cak Inin, Pak Cah....semuanya yang tak bisa kusebut satu persatu yang sudah berjasa untuk saya.

Salam Literasi! Terus semangat 3M.  Menulis, menulis dan menulis.

Tak lupa juga karena saat ini pandemi 3M prokes : Mencuci tangan dengan air mengalir, Memakai Masker, Menjaga jarak. E iya tambah 2 lagi menghindari kerumunan dan  kurangi mobilitas. Semoga Pandemi segera berlalu.

 

 

Kegiatan berikutnya Ibu lilis mempersilahkan peserta  untuk menyimak Video dari Merry Riana. Ada 5 pelajaran penting dari pensil, tentang  kehidupan:

 

1.      Pensil digerakan oleh tangan manusia

maknanya adalah: Mulailah dengan berdoa sebelum menulis, sebab ada tangan Tuhan yang selalu membimbing kita ketika kita menulis.Tulisan yang diawali dengan doa, akan menghasilkan ilmu yang bersumber dari hati nurani yang bersih. Tulisan yang keluar hati akan diterima oleh hati pula oleh pembacanyaserta bermanfaat banyak kepada semua umat.

 

2.      Ketika pensil tumpul kita perlu meruncingkannya

Dalam menulis kita akan menemui banyak kesulitan, berjumpa pada penderitaan, dan kesusahan (khususnya yang baru pertama kali menulis).Kita perlu menajamkan pikiran kita. Ketika tumpul pensil harus kita raut dahulu, jika pikiran kita buntu tak ada ide maka beristirahatlah dan tutup buku/laptop kita.Pertajam pikiran dan bacalah buku (khususnya yang berhubungan dengan tulisan kita).

 

3.      Penghapus

Maknanya adalah: Ada penghapus ketika kita salah dalam menulis.                                                                                                     Dalam hidup selalu ada kesempatan, jika kita melakukan kesalahan ada kesempatan untuk kita bertaubat. Begitu pula dalam menulis, kalau salah bisa di tipo dulu, lalu perbaiki agar menjadi baik dan sempurna.Tapi bukan berarti nulis hapus, nulis hapus, nulis hapus...Nggak jadi-jadi dooong tulisan kita.Lalu bagaimana agar tulisan kita menjadi bagus???....Tulis, diamkan, jika buntu ide kita. Tutup laptop, lalu simpan, rilekz dulu. Lalu buka ke-esokan harinya untuk di revisi ulang.

 

4.      Bagian dalam pensil yang untuk menulis

Manusia dilihat dari bagian dalam hatinya (Begitupun dengan pensil, yang tajam untuk menulis adalah bagian dalamnya).Dalam menulis gunakan hati untuk menggerakkan tangan kita, sebab menulis dari hati itu akan menghasilkan karya yang luar biasa.Selain itu, menulis dari hati akan diterima oleh pembacanya dari hati pula.

 

5.      Setiap tulisan kita akan berdampak

Belajar dari pensil akan selalu meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk itu tinggalkan dampak positif dalam hidup kita) Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya

 

Apa yang bapak dan ibu tuliskan tadi itu adalah bentuk tulisan yang sudah jadi, tinggal bagaimana bapak dan ibu mengembangkannya. Butuh keberanian untuk tampil dalam bentuk tulisan, saya sudah kehabisan kata-kata untuk memberikan motiasi kepada sahabat semuan di sini. Sebab semua sudah disampaikan oleh narasumber kita dari hari pertama hingga hari terakhir ini saya hanya menguatkannya saja

 

Sahabat literasi tercinta. Belajar dari pensil akan selalu meninggalkan goresan (selalu ada bekas tulisan pensil untuk itu tinggalkan dampak positif dalam hidup kita)

Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita dengan yang baik dan memberikan inspirasi kepada setiap pembacanya

 

Banyak hal yang harus kita lakukan dalam menulis, jika kita sudah terbiasa, akan ada rasa janggal dalam diri kita apabila kita tak menulis. Apalagi bagi kita yang berprofesi sebagai guru.

 

Jika seseorang  sudah berkomitmen menulis setiap hari, kalau tidak menulis merasa bersalah. Seperti yang dilakukan Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd ( Om Jay). Jika beliau sakit misal hari itu tak bisa  menulis, minta maaf kepada kita semua di WAG. Maka kita hendaknya mengikuti jejak beliau untuk  komitmen menulis dan  jadikan menulis sebagai passion.

                                                                                                         

           

Supaya kita nyaman menulis dan bisa kontinyu menulis saran yang bagus menulis saja di blog tak perlu ada kuratornya. Blog itu  milik pribadi sah-sah saja  tanpa harus ada kuratornya. Jika  ingin dijadikan sebuah buku pilih  dan tinggal poles  lagi sesuai yang kita kehendaki. Caranya : Bikin  satu  folder tulis ‘bank tulisanku’. Ikutlah jika ada  tawaran Nuber ( nulis bareng) atau Antologi. Jika buku Antologi kita sudah banyak...Kumpulin deh dan jadikan satu. Kalau  mau dibukukan berarti sudah siap. Jadi dech bukunya. Buku adakah  kumpulan tulisan nan terserak ,  Kata ayahnda Thamris DahLan.

 

Passion Bunda Lilis  “Menulis semudah ceplok Telor, maka menulislah agar cinta  itu tersampaiakn dengan baik melalui tulisan kita.Yuk!  wujudkan mimpimu nulis, nulis  dan terus menulis  lalu abadikan  jadi  sebuah buku, tetap  semangat. Apapun  yang Allah berikan kita mari kita  syukuri, dan nikmati itu  sebagai  anugerah terindah  dari Allah untuk kita. Lalu  lukislah  keadaan apapun yang Allah  berikan  kepada kita  dalm goresan pena kita. Suatu  saat  goresan pena itu akan membekas pada sanubari dan menjadi  sejarah indah  bagi generasi kita.

 

 

Trimakasih untuk para Nara sumber yang hebat Bunda Lilis, Moderator serta teman semua untuk kebersamaannya malam ini. Semoga kita semakin tekun dan konsisten dalam menulis. Semoga saya  bisa mengikuti jejak Bu Lilis walau  punya  kegiatan harian yang super padat  tapi bisa membagi waktu dan bahkan berprestasi Salutuutt!! Maju terus bunda, proficiat untuk  prestasinya!!

 

Sesi tanya jawab karena yang tanya  banyak sekali saya hanya ambil saya punya sendiri ,  hehe...maaff...kalau saya tampilkan semua pasti  jadi  beberapa halaman deh. Nanti terlalu panjang  pasti malas  deh bacanya.


Penanya:

Nama : Ledwina Eti,  Asal  Waingapu, NTT

Trimakasih bunda untuk materinya sangat padat dan  sangat menginspirasi.

 

Pertanyaan:
1.      Saya sering tidak percaya diri/ ragu-ragu  untuk memposting tulisan,  bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri bunda.
2.      Kalau  boleh tahu, bunda  bagaimana ceritanya buku bisa  best seller, maaf kepo!!
Trimakasih banyak  bunda untuk jawabannya.


Jawaban dari Bunda Lilis:


 Kuncinya rasa percaya diri dalam menulis, dan tidak takut di korekasi/kritik orang.

2.    Buku saya cetak pertama seribu buku bu. Jujur dalam pemasarannya saya dibantu Ibu Kadis waktu itu share buku saya untuk kepala sekolah SMA membeli untuk perpustakaan sekolah. Lalu diluar dugaan saya buku itu belum 3 bulan di luncurkan sudah habis. Saya cetak ulang dan share ke FB tetap dengan percaya diri yang kuat bahwa buku saya adalah yang terbaik untuk orang membacanya

 

Waingapu, Jumat 3 September 2021  23.00 WITA
Ledwina Eti Wuryani, S.Pd
Salam Blogger Indonesia

 

 


 

 

 

 

 














6 komentar:

  1. Kereeeen... terima kasih bu Letwina terus semangat yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya bisa nulis karena ibu yg sll memotivasi, trimakasih ibundaku🙏🙏

      Hapus
  2. Matur nuwun ibu,saya asli gejayan, Muntilan kab magelang, cuma 30 tahun dirantauan. 🙏👏

    BalasHapus
  3. Mantap.... Walaupun saya tidak mengikuti kelas dari awal sampai akhir dengan membaca resume ini saya mendapatkan ilmu, semangat dan inspirasi yang luar biasa... terima kasih bu... Sukses selalu

    BalasHapus
  4. Trimakasih banyak pak Sahat sudah meninggalkan jejaknya🙏🙏, sukses untuk pak Sahat, ibu dan anak2🙏💪

    BalasHapus

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...