Selasa, 28 September 2021

Endors – Lelaki tiga rupa

 


 

Sebagai seorang guru, Ibu Lusia  Daga adalah  seorang pendidik sang  pemilik masa  masa depan yaitu siswanya.  Ia berdedikasi  terhadap  dunia  pendidikan. Ia  membuktikan untuk menjadi guru yang  berinovasi. Guru yang  mau berkontribusi menjadi pegiat literasi.    Kini  telah terbukti, buku  hadir ditengah-tengah kita .

Dari buku ini  saya belajar betapa dalamya Cinta dan karakter manusia. Indahnya alam dan dan penghuni serta kisah-kisahnya.  Sebuah  karya tak bisa  hanya dimilki  oleh penulisnya. Selalu ada  ruang kreatif  bagi kebebasan para pembacanya untuk  berinteraksi dan berinterpretasi.  Itulah  ruang cinta, ruang  kedekatan  batin antara pembaca dengan  penulisnya.

Saya suka membaca  cerpen , saya  begitu tertarik  karena  dari cerita itu memiliki  kekuatan kata-kata magis yang mampu membuat  siapapun  bisa tersenyum,  terbahak,  terkagum,  terinspirasi bahkan bisa hati berbunga-bunga.  Kitapun bahkan bisa ikut meneteskan airmata  duka karena  larut  menikmati isi  dan alur ceritanya. Ini benar-benar saya rasakan dalam  kumpulan cerpen  indah  dalam bukunya  ibu Lusia Daga.

Di dalam buku ini  ada 10 kisah cerita pendek yang menyentuh hati dan syarat makna. Ada pula  cerita  lucu, cerita  romantis dan cerita lain yang menarik untuk dibaca.  Saya  membaca lembar demi lembar hingga  lupa tahu-tahu sudah malam dan gelap gulita.  Setelah menyimak buku ini  saya sesama pegiat literasi  merasa bahwa  ibu lusia Daga  bisa turut serta berbagi ilmu, berbagi cerita , meninggalkan jejak berupa karya  yang sedang  anda baca .

Saya sangat mengapresiasi  untuk  terbitnya buku ini. Teruslah berproses  untuk menerbikan buku-buku berikutnya.  Jadikan waktu yang 24 Jam ini bermanfaat tidak membuat kita rugi di dunia maupun di akhirat, ada karya yang kita tinggalkan  untuk  generasi berikutnya. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,  manusia mati  meninggalkan karya.

Semoga  buku ini memenui  takdirnya. Bermanfaat  buat penikmat buku, terutama para guru dan peserta didik di seluruh tanah air. Setelah membaca buku ini ada ilmu yang kita petik dan  sadar betapa pentingnya literasi. Proficiat  guru cantik , ibu Lusia Daga, sukses terus ke depan,

 

Waingapu,  28 September 2021

Ledwina Eti Wuryani, S.Pd

Guru SMA Negeri 2 Waingapu, Sumba Timur, penulis 4 buku solo dan 19 buku antologi, pegiat literasi Nusantara, blogger.  etiastiwi66.blogspot.com,  penikmat buku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...