Sabtu, 24 Juli 2021

KIDUNG PANDEMI

 


Oleh :  Ledwina Eti

 

Kenangan Indah tak bisa menolak lupa
Baik  kaya  raya maupun  miskin papa
Tak ada   beda saat pandemi menerpa
 
Hati ini terasa sesak,  pedih dan perih
Langkahku gontai dan tertatih-tatih
Jiwa raga rasa tak berdaya lelah dan letih
Tegarlah berjuang  walau tanpa pamrih
 
Hari demi hari kepala tunduk kutelusuri
Doa puji syukur kupanjatkan setiap hari
Mampu jadi berkat  dan pengabdian diri
Bisa bermanfaat, baik tenaga atau materi
Walau sedikit intinya iklas memberi
 
Kini dimana-mana  terjadi musibah
Kita  harus bertahan tak boleh pasrah
Walau  susah, sakit pantang menyerah
 Kuatkan dan tabah selesaikan masalah
Tak boleh ada iri, dengki  apalagi marah
Ini sebuah ujian hidup, sukseskanlah
 
Tuhan di Sorga adalah sumber harapan
Engkau pasti yang  akan mengusir kepahitan
Menghilangkan sugesti yang lekat di ingatan
Engkau  melatih tegar dalam hadapi cobaan
Agar kuat hadapi setiap derita dan tantangan
 
Sungguh!, Ku berharap secercah harapan
Hidup damai, tentram yang membahagiakan
Mari  jaga imun, taat prokes agar lulus ujian
Hidup sehat, jiwa kuat dan teguh dalam Iman
 
Oh pandemi..., pergilah! segeralah engkau berlari  
Agar hidupku tenang aman, damai seperti itu hari
Tersenyum, ceria, tertawa  dan wajah berseri-seri.

 

 

Waingapu , 24 Juli 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...