Oleh :
Ledwina Eti
Kenangan Indah tak bisa menolak lupa
Baik kaya raya maupun miskin papa
Tak ada beda saat pandemi menerpa
Hati ini terasa sesak, pedih dan
perih
Langkahku gontai dan tertatih-tatih
Jiwa raga rasa tak berdaya lelah dan letih
Tegarlah berjuang walau tanpa
pamrih
Hari demi hari kepala tunduk kutelusuri
Doa puji syukur kupanjatkan setiap hari
Mampu jadi berkat dan pengabdian
diri
Bisa bermanfaat, baik tenaga atau materi
Walau sedikit intinya iklas memberi
Kini dimana-mana terjadi musibah
Kita harus bertahan tak boleh
pasrah
Walau susah, sakit pantang
menyerah
Kuatkan dan tabah selesaikan
masalah
Tak boleh ada iri, dengki apalagi marah
Ini sebuah ujian hidup, sukseskanlah
Tuhan di Sorga adalah sumber harapan
Engkau pasti yang akan mengusir
kepahitan
Menghilangkan sugesti yang lekat di ingatan
Engkau melatih tegar dalam hadapi
cobaan
Agar kuat hadapi setiap derita dan tantangan
Sungguh!, Ku berharap secercah harapan
Hidup damai, tentram yang membahagiakan
Mari jaga imun, taat prokes agar
lulus ujian
Hidup sehat, jiwa kuat dan teguh dalam Iman
Oh pandemi..., pergilah! segeralah engkau berlari
Agar hidupku tenang aman, damai seperti itu hari
Tersenyum, ceria, tertawa dan
wajah berseri-seri.
Waingapu , 24 Juli 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar