Sabtu, 24 Juli 2021

Tentang Puisi Telelet


Sejak Ibu Kanjeng  kirim puisi Telelet lewat blog beliau  saya sangat senang. Bacanya asyik. Kubayangkan betapa senangnya kalau  bisa ber puisi varian baru itu. 

Bukan hanya virus yang ada varian baru ,  ternyata ada juga puisi varianbaru  karya Sang Fonder, Dr Marjuki, M.Pd. Beliau adalah pencetus dan kreatornya. Beliau adalah Ketua dewan pembina Ikatan Guru Indonesia ( IGI). Saya sungguh terkesan. Saya tertarik sekali  untuk bisa membuat,apalagi kalau ada yang mengajak  membuat  buku antologi, pasti deh aku ikut. Belajar, berlatih, berkarya sekaligus terbitkan  buku. pastilah bangga bisa menerapkan  puisi terbaru.

Yang menjadi latar belakang  lahirnya Puisi Telelet adalah  1). Mengikuti arus perubahan digitalisasi transformasi, 2). Dampak pandemi civid-19, 3).  Terjadi era disruption, tercerabutnya budaya dari akarnya, 4) Refleksi social yang mengalami dinamika yang luar biasa.

Puisi telelet  berisikan tenang  fakta-fakta  kehidupan yang  berkembang  terkait  keadilan, kekerasan, kemarginalan, keterpurukan  dan diskriminasi. harapan-harapan  dari puisi telelet  adalah Kebijakan merdeka belajar dalam bentuk: sekolah penggerak, guru penggerak, organisasi penggerak, peningkatan mutu  dan lain-lain. 

Namanya lucu, bikin gemes. Ternyata baru tahu bahwa  itu adalah akronim dari  puisi  Tiga ,Empat Lima Enam Lima Empat Tiga ( TELELET). Nama yang menunjukkan jumlah baris per bait. Ciri-ciri yang lain adalah  bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari. bahasa sederhana  tak banyak menggunakan majas/kias atau konotasi. 

Berikut ilmu tentang puisi Telelet  yang disampaikan  pada webinar Nasional terampil menulis puisi telelet, Minggu 18  Juli 2021  oleh komunitas pegiat puisi telelet ( KPPT) Poetri Is a Tool to Change. narasumber  Ibu Uswatun Hasanah , S.Ag, M.Pd.I

Tiga baris/larik merupakan gambaran permasalahan yang dibahas,  bait pertama meminta dikupas sampai habis

Empat baris/larik merupakan penegasan dari masalah utama, bait kedua hanya 4 baris saja, berbicara tentang  masalah kritis diurai bersahaja. kata-katanya biasa saja.

Lima baris/larik merupakan  masalah lebih detail, bait ketiga  mengurai masalah kritis ke fakta. Makna terdalam  dari pilihan kata. Dibuat detail ditunjang kosa kata. Tentunya agar terkuak  makna lentera bagai pelita.

Enam baris/larik merupakan puncak permasalahan yang paling detail, bait ke-4 menyampaikan masalah dipresentasikan  lebih faktual, mudah dipahami karena lebih rasional.

Lima baris/larik merupakan anti klimaks atau antithesis dari bait ke-4. Bait kelima merupakan solusi dari problema yang disampaikan pada bait sebelumnya.

Empat baris/larik  merupakan  merupakan anti klimaks lanjutan dari bait kelima. Bait ke-6 merupakan pemecahan masalah dan lebih mengarah pada kesimpulan.

Tiga baris/larik ( terakhir) merupakan  simpulan dari solusi atau pemecahan masalah yang dibahas  pada bait ke-1 -sampai ke-4, baik ke-7  merupakan simpulan solusi teduh agar yang membaca terenyuh , terharu dan  hatinya teduh.

Tema puisi TELELET menganggkat persoalan terkini, yang  lagi booming di masayarakat. Konstruksinya  bait pertama isu, bait kedua persoalan pokok, bait ketiga rincian persoalan, bait keempat klimaks, bait kelima antiklimaks atau solusi, bait keenam simpulan, dan bait ketujuh penutup berisi ungkapan peneduh. 

Sebagai aturan  yang saya di PPT-nya Ibu Anis wong Gresik Asli. Judul  Telelet maksimal  3 kata. Judul di tulis tebal dan huruf kapital.  Jangan lupan nama penulis di bawah judul jangan lupa diberi tanda titik dua. ( contoh, Oleh : Ledwina Eti)

Tidak diperkenankan ada  2  rima yang sama. Kata -katanya yang kreatif  tapi bermakna. Jangan lupa tanda baca supaya  tidak merubah  arti dan makna.  Jumlah kata  dalam kalimat  jangan terlalu  jauh beda supaya tidak terkesan terjal. Jika semua kalimatnya di 'center '  terlihat indah dipandang mata. 

Pemandangan alam Sumba indah mempesona
Padang Sabana  luas, jadi target  pesiar ke sana
Penulis hebat meracik kata-kata dengan penuh makna
Agar puisi Telelet  yang dibuatnya, sang pembaca terpana

Berikut ini karya puisi TELELET  yang berbuah reward INTUISI MATA ELANG (Antologi TELELET karya Sang Founder, Dr. Marjuki, M.Pd.)


  • NULIS PUISI TELELET
  • Oleh: Mashudi

Hari ini kita belajar nulis
Saat suasana rinai gerimis
Agar suasana jadi lebih manis.


Jika hari ini engkau risau
Jangan biasakan nulis status galau
Apalagi terpikir mengasah manda
Mari sanding bersamaku meracau


Puisi telelet ini ajaib
Baru sadar dia begitu ajib
Tidak datang dari dunia gaib
Meski bentuknya kurang karib
Tapi yakin kelak jadi puisi wajib.


Saat kita merangkai puisi
Usir sirna segala gengsi
Agar puisimu menampung misi
Jangan pernah berhenti beraksi
Pengalaman bukanlah hal basi
Ia bisa jadi bahan untuk diskusi.


Di sini kita tak perlu malu
Apalagi mikir negatif dan banyak halu
Puisi Telelet bisa menangkal pilu
Di tengah pandemi yang itu mulu
Terus berdoa pandemi berlalu.


Lewat tulisan kita bisa berbagi
Sambung silaturahmi terus bersinergi
Walau kita bukan ahli pedagogi
Puisi kita pasti membangkitkan energi.


Ini zaman mendekati akhir
Asma Allah harus tetap terukir
Jangan terlepas dari pola pikir.


 Genteng, 18 Juli 2021 (Saat WBINAR NASIONAL "MENGENAL PUISI TELELET")

Genre puisi yang digagas oleh Dr. Marjuki, M.Pd ini adalah luapan kegelisahan beliau atas berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat. Selain itu, puisi TELELET ini beliau sulut untuk menerangi ruang-ruang gelap dan menerobos jalan buntu di kelas-kelas belajar sastra khususnya puisi.


Salam kenal dariku, PUISI TELELET! Aku berjanji akan mengakrabi, mencintai, dan menjagamu hingga di ujung waktu.**

Trimakasih Ibu kanjeng yang sudah masukkan saya di group Belajar Puisi Telelet. trimakasih Ibu Tini Sumartini  yang  memberikan masukan-masukan, solusi dan aturan  berpuisi Telelet supaya benar, indah, dan enak dibaca.  Trimakasih bu Aam yang memotivasi jadi percaya diri dan semangat , trimakasih teman-teman semua penulis hebat  sudah memotivasi , salam  litarasi. 

#SemangatberlatihPuisiTeleletAsyik



3 komentar:

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...