Selasa, 21 Juli 2020

KOMUNIKASI UNTUK MEMBANGUN RELASI SUAMI – ISTRI




1.     Apa yang menjadi cita-cita, harapan, dan impian anda dalam hidup berumah tangga atau 
dalam hidup perkawinan  ?
a.      Kebahagiaan                                            d. Ketenangan
b.      Keakraban                                                e. ketenteraman
c.       Kemesraan                                               f.  keharmonisan

Tetapi kenyataannya ?
1). Membangun rumah tangga tidak mudah
2). Banyak kasus perceraian di Indonesia (bahkan tertinggi di dunia)
Oleh karena itu kebahagiaan harus dibangun oleh pasangan suami-istri baru dengan cara :
1). Saling mencintai
2). Saling memberi perhatian
3). Harus rela menomorduakan kesenangan sendiri
4). Saling percaya
5). Saling mendengarkan  keinginan, harapan pasangannya
Jadi panggilan hidup SUAMI – ISTRI adalah menjadi satu karena telah dipersatukan oleh ALLAH dalam sakramen perkawinan. Untuk itu, salah satu sarana utama dalam membina hubungan suami istri yang indah dan harmonis adalah kerelaan membina KOMUNIKASI yang baik dari kedua belah pihak.   

2.      Apakah Hubungan suami-istri Selalu Mulus, indah, dan menyenangkan ? Jawaban bisa  Ya atau bisa juga Tidak:
a.      Pada masa awal perkawinan jawabannya  ya karena :
1).  Masih ada kemauan saling membahagiakan pasangannya
2).  Mereka masih rela dan iklas untuk berkorban untuk pasangannya
3).  Mereka masih saling menomor-satukan dalam segala hal
4). Hal-hal yang kurang menyenangkan, sifat-sifat yang tidak disukai masih kurang dihiraukan
Mengapa demikian ?  Karena mereka masih membina RELASI yang INTIM. Yaitu adanya komunikasi dari HATI ke HATI, yang masih diliputi: rasa cinta, kasih sayang, kebahagiaan, kemesraan yang masih membara alias belum pudar atau luntur.
b.      Jawaban Tidak. Dalam Perjalanan Waktu Perkawinan Banyak Hal Berubah :
1).  Sifat, watak, tabiat asli pasangan mulai ditampakkan.
2).  Selera (makan, berpakaian), Hobi (pelihara bunga, judi, minum miras) berbeda.
3).  Tingkat pendidikan, pengalaman, latar belakang sosial budaya, tradisi berbeda.
4).  Kehadiran anak, kadang merubah perhatian istri pada pasangannya berubah.
5).  Adanya gangguan, godaan, intervensi dari luar : orang tua, keluarga, ekonomi, lingkungan
6).  Pekerjaan suami/istri
7).  Uang (kaya), tidak ada uang (miskin)
8). Jabatan suami-istri
Apa akibat dari perubahan-perubahan tersebut : Kurangnya kemesraan, kebahagiaan, keharmonisan dalam rumah tangga. Dengan kata lain tidak ada lagi komunikasi dari hati ke hati, karena waktu untuk : bersama, untuk saling memberi perhatian, pujian sudah semakin berkurang.



3.     Bagaimana Membangun Relasi dan Komunikasi Suami-istri ?

a.      Penelitian tentang sebab-sebab keretakan keluarga, menyebutkan KOMUNIKASI dalam keluarga, antara SUAMI dan ISTRI macet, komunikasi tidak berkembang atau bahkan MATI. Atau dengan kata lain keluarga muda kadang kurang memahami cara komunikasi yang baik. Akibatnya, muncul perasaan kecewa, tidak puas terhadap pasangan, didiamkan. Inilah BOM waktu yang bakal meledak menggoncang dan memporak-porandakan mahligai rumah tangga.
b.       Pengertian Komunikasi Suami-Istri
Bila pasanngan yang satu (bisa suami atau istri)  memberikan informasi/pesan/berita, maka  pasangan yang lain harus mendengarkan, memperhatikan, menanggapi, merespon dengan baik, ramah, dan menyejukkan hati, sehingga mereka memiliki pengertian, pemahaman, persepsi yang sama.
c.       Prasyarat Komunikasi yang baik antara Suami-istri
1). Mereka harus saling memperhatikan, saling mendengarkan saling menerima, dan mau menyediakan waktu ketika berkomunikasi
2). Selalu memupuk rasa cinta dan saling menyayang dari waktu ke waktu. Cinta itu  adalah cinta kasih …. Lihat Madah Bakti No. 66
3).  Istri harus menciptakan suasana yang enak dan menyenangkan di rumah, sehingga, suami, anak-anak nyaman dan kerasan tinggal di rumah. Sebaliknya suami juga harus memberi rasa aman dan nyaman, melindungi, memberi perhatian kepada istri dan anak-anaknya
4).   Hindari kata-kata yang menuduh, menuding kepada pasangannya. Misalnya menggunakan kata KAU…. Sebaiknya gunakan kata SAYA …
  Misalnya suami atau istri pulang terlambat …. Kenapa kau pulang terlambat ….. ?  Diganti dengan “Saya sangat kuatir hari ini karena kau pulang terlambat
5). Usahakan menghidupkan doa keluarga untuk menghilangkan ketegangan, memohon ampun atas kesalahan yang telah diperbuat
6).  Setiap pasangan suami istri harus usahakan setiap hari mengucapkan  kata-kata manis… pujian
Misalnya : terima kasih, kamu cantik… maafkan aku… dst.
7).  Mau mendengarkan atau menjadi pendengar yang baik
8).  Dalam berkomunikasi harus memperhatikan sikon, tempat yang tepat
9).  Jangan meragukan cinta pasangan anda kepadamu
4.       Empat Bahasa Komunikasi Suami-istri
a.      Bicara dari kepala ke kepala
Artinya kalau ada masalah yang sedang dihadapi dalam keluarga, perlu dirembug, dirundingkan, didiskusikan berdua untuk mencapai pemahaman yang sama, mencapai kompromi yang melegakan, mengenakkan hati kedua belah pihak. Dalam diskusi harus hindari : saling menuduh sehingga tidak ada yang merasa menang dan ada yang kalah.
b.      Bicara dari Hati ke hati
Dalam mengutarakan perasaan hati, keluh kesah kepada pasangan, ini namanya DIALOG. Di sini ada suasana saling tukar keluh kesah, rasa kecewa. Dalam dialog atau tukar pikiran secara dari hati ke hati, syaratnya harus ada rasa saling percaya dan saling menerima. Karena ada saling percaya ini  kedua pasangan akan berani mengungkapkan isi hati atau perasaan hati kepada pasangannya. Biasanya banyak orang sulit membuka atau mengungkapkan perasaan terutama perasaan negatif seperti : sakit hati, dongkol, benci, kecewa,  atau perasaan yang kurang menyenangkan karena takut: malu, gagal, sedih.


c.       Bahasa Badan
1). Pandangan mata                               6). Pijat-pijatan
2). Senyuman                                          7). Pegang-pegangan
3). Sentuhan/belaian tangan                 8). Ciuman
4). Duduk berdampinagn                                   9). Dekapan
5). Gandengan tangan                            10). Sopan santun
d.      Hubungan Sex
Hubungan sex adalah bahasa komunikasi antara suami-istri yang paling intim dan paling menyeluruh, sekaligus sebagai perwujudan nyata dari saling penyerahan diri seutuh baik jiwa maupun raga. Mereka telah menjadi satu daging. Tetapi hubungan sex juga dapat menjadi sumber pertengkaran, percekcokan, kekecewaan, dan frustrasi. Jadi sex bukan kegiatan yang semata-mata untuk mencari kepuasan biologis atau kegiatan melaksanakan bewajiban istri melayani suami, melainkan  bahasa komunikasi untuk mempersatukan SUAMI-ISTRI  dalam kasih mesra. Oleh karena itu dalam hubungan intim suami-istri harus dilandasai rasa cinta dan hati yang tulus iklas. Tidak ada keterpaksaan dalam melakukan hubungan sex.

Tahap-tahap dalam melakukan hubungan sex :
1). Kulo Nuwon  = persiapan = pemanasan (fore play)
         Pasangan melakukan: cumbuan, rayuan, ciuman, belaian, sentuhan pada seluruh bagian tubuh pasangan. Mulai dari bagian yang kurang peka sampai pada bagian yang paling sensitif. Sentuhan suami kepada istri harus terus-menerus, continyu, ritmis berirama, sehingga efektif. Oleh karena itu suami harus sabar.
2). Monggo, mulai tancap gas, melakukan hubungan sex/senggama.
      Persoalan yang terjadi kemungkinan adalah :
-          Pria/laki-laki lebih dahulu ejakulasi sementara istri belum ?
-          Bila istri sedang haid atau datang bulan ?
-          Bagaimana dengan perencaan jumlah anak dan kapan mulai ?
-          Bagaimana salah satu pihak menolak ?
      3).  Matur Nuwun, minta pamit, (after play) ucapan terima kasih
            - Diteruskan sampai kedua-duanya puas, dengan belaian lembut, disertai bisikan     terima kasih, … kamu hebat … dst.   
e.      Yang perlu disadari dan diingat
1).  Tempat melakukan hubungan sex harus aman, tersembunyi tidak boleh diketahui atau dilihat orang lain.
2).  Suami-istri tidak boleh ada rasa malu. Terutama dalam mengungkapkan keinginannya secara jelas. Ingat suami atau istri bukan Tuhan Allah yang maha mengetahui segala hal yang anda inginkan. Intinya anda harus terbuka dalam segala hal.
3). Permainan cinta tidak selamanya diakhiri dengan hubungan sex. Oleh karena itu perlu ada komunikasi timbal balik. Misalnya istri lagi haid, capai dan sebaqliknya.


5.     Bagaimana Menyelesaikan Konflik Suami-istri ?
Bila ada konflik atau masalah suami istri,  cara menyelesaikan dengan


Diskusi atau dialog secara terbuka (dari hati ke hati)
1).  Konflik = salah paham = salah tanggap = salah sambung = beda pandangan
      Kalau ada masalah jangan lari dari persoalan yang sesungguhnya. Misalnya suami pecahkan gelas, istri marah suami sampai mencaci-maki. Padahal sebenarnya istri menyimpan rasa kecewa karena selama ini suami kurang perhatian lagi padanya.
2). Sebaiknya kalau ada masalah langsung diselesaikan atau bicarakan semalam suntuk daripada tidak tidur semalam suntuk, sehingga tidak terjadi perang dingin atau saling mendiamkan yang akibatnya lebih berbahaya kalau semakin besar masalahnya.
3). Konflik tidak selamanya tidak baik.
     Dalam pengalaman hidup berumah tangga, konflik yang dapat dikelola dengan baik justru berdampak baik dalam menjelaskan meng-clear-kan masalah. Konflik kadang justru membuat ruamah tangga akan lebih harmonis.

6.     Bagaimana Bertengkar secara Kristiani ?
a.      Mendengarkan dengan baik bila pasangan anda mengemukakan perasaan : terutama perasaan kecewa, jengkel, sakit hati. Kalau bisa didiskusikan dengan baik, tanpa ada prasangka buruk.
b.      Pasangan harus berusaha memandang persoalan pasangan dari sudut pandang dia, bukan dari sudut pandang saya = rasa empati. Artinya bagaimana kalau yang merasakan hal itu saya, bukan dia ? perasaanku bagaimana ?
c.       Usahakan emosi jangan dibalas dengan emosi
d.      Usahakan agar orang lain tidak mengetahui kita sedang  “berperang”, bertengkar dalam rumah tangga. Jangan libatkan orang lain dalam masalah rumah tangga.
e.      Ingat. Lawan anda dalam “perang” adalah orang yang paling anda kasihi dan anda cintai. Dia adalah belahan jiwa anda. Dialah orang yang paling memahami anda. Dia adalah Ibu/Bapa anak-anak anda. Bila anda sakit, sedih, dialah orang pertama yang ada di samping anda. Bukan orang lain.




SEKIAN

TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...