Setiap sore anak-anak
yang tinggal bersama saya mengambil uang dari makanan yang dititipkan di beberapa warung. Ide
kreatif saja karena anak-anak tidak ke sekolah tapi BDR ( Belajar di rumah).
Mereka butuh makan, supaya mereka belajar untuk
mencari penghasilan. Yang penting halal.
Anak saya menyampaikan bahwa warung yang dititipi
makanan hanya mengembalikan
sisa yang tidak laku, tanpa memberikan
uang.
Emak itu bilang : “Maaf ya hari ini saya belum bisa kasih uang, karena uangnya kepake.
Kalau besok mau titip boleh, tidak juga
tidak apa-apa. Anak saya pulang kemudian lapor ke saya. Ya tak apa-apa ,
aman saja.
Tiga hari kemudian si emak itu datang kerumah malam malam dan berkata kepadaku: “ Ibu trima kasih ya atas kesabaran dan kebijaksanaannya, saya baru bisa membayar nasi yang dititip selama 3 hari yang lalu. Waktu itu saya sedang
ada masalah, puji Tuhan sekarang
masalah sudah selesai. Saya belajar dari
ibu yang tidak bercerita ke orang-orang, bahwa saya
punya hutang pada ibu. Sekali
lagi trimakasih ya bu…..
Emak itu meneteskan air mata, saya jadi
terharu, sedih sekaligus bangga akan sikap ibu yang begitu tulus dan
jujur kepadaku. Kecil yang kita buat ternyata terasa besar bagi yang
membutuhkan.
Setelah emak itu pulang, saya merenungkan ternyata saya bisa belajar banyak akan arti #kesabaran
dan #ketabahan. Hasilnya sangat luar biasa.
Saat 3 hari selang, sebelum
si emak membayar hutangnya…sungguh tak terduga, bisa saja ‘ada’ orang baik memesan nasi yang tak tanggung-tanggung jumlahnya,
190 bungkus dan teman lain
20 bungkus. Luar biasa!, Trimakasih
banyak ibu, teman2, sudah menjadi penyalur berkat untuk anak-anak yang tinggal bersama kami, Trimakasih
Tuhan, memang rejeki tak akan
salah alamat. Ini adalah hasil buah kesabaran yang diberikan kepada Tuhan.
Memang, bahagia itu sederhana, selalu #bersyukur untuk seberapapun yang diberikan oleh Tuhan.
Kesabaran dan Ketabahan hasilnya ternyata “luar biasa”. Rejeki anak Soleh.
#Salam
#Selamatsiang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar