Mengingat tanggung jawab
berat,
Ana-anak ‘titipan’ tinggal di
rumah
Mereka semua sekolah,
SMP.SMA.SMK bahkan ada juga yang
kuliah...
Anak-anak dari keluarga,
Mereka numpang ,
Diterima berattt!! Ya, berat sekali sebenarnya.....
Tak di terima ‘betapa....’
orang bilang apa....
Mereka menganggap kami 2 orang kerja, pasti gajinya besar
Mereka tak pernah
mengerti...
Iya mereka pasti kurang
mengerti
Kalau kita juga punya kebutuhan, punya
kerinduan,
Ingin ketenangan, kedamaian,
menikmati yang ada.......
Rumah kami biasa tapi ada teman yang menganggap rumah
saya seperti asrama
rasa hati ini kadang,
antara, sedih, menangis, terharu, bangga campur tertawa...
yaaa,,,,seperti nano-nano...
Setiap hari saya berdoa,
Tuhan....cukupkan makanan
untuk hari ini
bersama-sama anak-anak yang tinggal bersama kami
Mungkin orang lain pun
tak pernah percaya,
Pergumulan hati, perasaan yang saya alami...
Tuhan Maha
tahu,...Tuhan paling tahu...
Berkat Tuhan selalu ada
Iya, berkat selalu ada terus menerus tak pernah putus
Karena ternyata kami tak pernah kekurangan..
Kami selalu dicukupkan....
Ternyata mereka yang
membawa berkat
Kusayangai mereka semua
Tuhan, berilah
selalu kelonggaran hati
Lapangakan dadaku ini
Jauhkan dari kesesakan
Agar semua berjalan
lancar tanpa kendala
Bersama anak-anakku yang
di luar kandungan
Semoga mereka tetap belajar, berhasil menuju
cita-citanya.........
Trimakasih semua...
Semuanya yang mungkin secara tak sengaja..
Ternyata ikut andil menyumbang anak-anak kami
Dengan cara memberi
produk rumahan dari kami
Terkhusus Bp/Ibu
Sambudi.....yang sampai pesan 190 paket,...Wow, Sejarah dalam hidup!
Hasil karya tangan mereka
yang kurang trampil, ternyata membawa hasil.
....sekali lagi Trima
kasih sudah berpartisipasi memberi “sedekah anak Soleh”
Salam.
Selamat siang,
Hari Minggu
Waingapu, 19 Juli 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar