Kita melihat di
medsos, fb atau WA,. Tentang PJJ saat
ini. Terkhusus siswa SD.
Anak diajar oleh orang tuanya
sendiri di rumah. Karena orang tua merasa
punya tanggung jawab, yahh!, akhirnya
mama harus belajar. Berusaha belajar
kembali materi SD untuk anaknya.Setelah
itu mengajar. Action di depan anaknya. Begitulah kira-kira.
Pada awal kegiatan
belajar mengajar antara mama dan anak begitu komunikatif dan penuh suka
cita. Mesra. Biasa-biasa saja, mereka
masing-masing saling rukun. Karena anak diajari tidak cepat mengerti, pertama masih
bisa di tegur dengan cara halus anak kesayangannya itu. Kemudian, terus menerus anak melakukan kesalahan dan tidak ngerti-ngerti,
materi yang disampaikan oleh ortunya. Ortu mulai kecewa. karena,
yang di serap anaknya tidak sesuai dengan harapan orang tua. Murkalah mama. Sapu pun diambilnya untuk
persiapan memukul anaknya. Rasa takut, cemas,gugup dari anak sudah mulai timbul.
Saling emosi pun mulai mereka rasakan. Yachh! anak tambah stresss. Mamapun tidak
kalah stress.
Orang tua sudah
dengan penuh pengorbanan, merelakan waktu dan tenaga utk mengajari anak.
Eh anak ndak ngerti-ngerti. Pussingg!! Kasihan.Ya, kasihan keduanya, ya ortu
dan anak. Rasa bosan, jenuh mulai muncul. Kalau begini terus apa sudah solusinya.
Baik kalau orang tua ada waktu, kalau orang tua tidak ada
waktu. Bagaimana?
Bagi guru pun mengalami
kesulitan. Guru memberikan materi sudah memilih yang sederhana. Yang tidak
menyulitkan siswa. Guru sangat memahami, karena merasa siswa harus belajar mandiri. Tapi, itupun siswa masih merasa sulit. Apalagi yang mata pelajaran menghitung. Bagaimana dengan
waktu yang terbatas bisa
menyelesaikan target kurikulum? Dengan waktu pembelajaran
yang kurang , apakah guru bisa
memenuhi beban mengajarnya. Atau bagaimana
perhitungan beban mengajar. Mungkin ada pencerahan. Guru juga jelas susah berkomunikasi dengan orang tua. Baik kalau siswa yang diampu sedikit. Guru mengajar bisa
di atas lima puluh orang, kalau SMA sampai ratusan orang.
Pemerintah memberikan
solusi dalam hal ini, Untuk Guru : ada
guru berbagi , bimtek daring,
webinar-webinar . Untuk Siswa adanya penyediaan
kuota gratis, belajar
dari rumah di TV RI, belajar di radio RRI (yang ada TV dan radio) , lewat rumah belajar.
Tapi? Apakah solusi itu sudah menjangkau untuk kita semua. Apalagi di
kota kecil saya? Apakah sudah
efektif ?
Ini merupakan PR kita semua. Semoga Pandemi cepat berlalu. Semoga pembelajaran
segera normal seperti dulu. Apapun
upaya pemerintah tidak bisa efektif.
Guru, Orang tua dan Siswa pusing
semua. Salam literasi!.
Waingapu, 14 Oktober 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar