Mereka mau tau di mana ayahnya belajar, yang menunutut Ilmu serba Kekurangan hanya Modal semangat dan Kemauan semata, Materi jauh ketinggalan dari Anak Kebanyakan, otak di bawah standar rata-rata, dari Jambi Kesulawesi Kab.Pinrang bukan Modal sedikit.
SPP Kadang terlambat di bayar, air mata kadang meleleh menahan lapar, Wesel Pos tak Kunjung datang. Terkadang yang mengganjal hanya Jambu di atas gunung setelah pulang sekolah. Beruntung kalau ada " ANCABA' Anak Candu Baca Doang.
Mereka harus tahu, bahwa ayahnya menuntut Ilmu penuh penderitaan, bahkan tidak sedikit yang mencibir akan gagal ditengah jalan, karena menunutut Ilmu harus punya Modal. Tetapi mereka harus faham bahwa, materi tidak selamanya menjamin orang bisa selesai dalam Studynya.
Di mana ada kemauan di situ ada jalan, Kalau Allah yang berkehendak tidak ada yang tidak mungkin, Mereka harus faham, bahwa proses itu penting, karena dari proses yang dijalani, semakin memahami potensi dan kemampuan yang dimiliki.
Mengalir seperti air, mengikuti Arus ombak dan berhati-hati dengan keadaan agar tidak tenggelam. Karena Yaqin dan percaya bahwa selalu ada jalan keluar bagi hambanya yang selalu berharap Pada Allah SWT ..yang maha di atas segala kemahanNya .
Mereka sudah faham bahwa ayahnya bukanlah penuntut Ilmu yang di manja dengan materi, fasilitas yang wah. Mereka sudah faham bahwa perjalanan hidup ayahnya penuh Lika - liku. Jatuh bangun dalam berbagai macam profesi. Pernah jadi kuli bangunan. TKI di Negeri Jiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar