.
Writing for Wellness – 30
Oleh : Cahyadi Takariawan
“If your opener is no good, then the whole piece of writing will be no good” –Bryan A. Garner, 2013
.
Menulis untuk kepentingan bisnis, berbeda dengan latihan menulis. Jika Anda sedang berlatih menulis, saya sering menyarankan –tulis saja, jangan banyak berpikir. Sebab dalam proses berlatih, terlalu banyak berpikir justru membuat tidak bisa menulis. Berlatih menulis akan lebih cepat berhasil dengan metode free writing, yaitu menulis bebas.
Aktivitas menulis yang bertujuan untuk meningkatkan bisnis, adalah tindakan profesional. Harapannya, melalui tulisan tersebut semakin banyak kalangan masyarakat yang mengakses bisnis Anda. Jika Anda berjualan barang, akan dibanjiri semakin banyak pembeli. Jika Anda menawarkan jasa, akan semakin banyak customer pemakai jasa Anda.
Maka menulis untuk kepentingan bisnis tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Carolyn O’Hara (2014) merekomendasikan sejumlah langkah yang harus Anda perhatikan, agar tulisan Anda mampu meningkatkan kesuksesan bisnis.
- Konsep dengan matang
Agar hasilnya optimal, Anda harus membuat konsep dengan matang, yang mempertimbangkan banyak aspek. Bryan A. Garner (2013) menyatakan, “Kesalahan yang dilakukan banyak orang adalah mereka mulai menulis terlalu dini”. Ini yang disebut sebagai asal-asalan, tanpa konsep.
“Mereka berpikir sambil menulis, sehingga membuat tulisan mereka kurang terstruktur, berkelok-kelok, dan berulang,” ujar Garner. Dalam konteks bisnis, tulisan seperti ini akan memubazirkan banyak hal. Wajar jika Josh Bernoff menyatakan, tulisan yang buruk merugikan bisnis Amerika hampir $ 400 miliar setiap tahun.
Untuk itu, bikinlah konsep yang jelas. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang harus diketahui, dipikirkan atau dilakukan oleh costumer setelah membaca tulisan Anda? Jika Anda belum menemukan jawaban yang jelas, sebaiknya Anda mematangkan terlebih dahulu konsep sebelum menulis
“Step back and spend more time collecting your thoughts. Mundur dan luangkan lebih banyak waktu untuk mengumpulkan pikiran Anda,” saran Kara Blackburn.
- Langsung, ringkas dan jelas
Tulisan untuk kepentingan bisnis harus bersifat langsung, ringkas den jelas. Sampaikan pesan penting Anda di bagian depan. Bryan A. Garner menyatakan, “Salah satu penyakit terbesar dalam menulis bisnis adalah menunda pesan ke bagian tengah penulisan.”
Perlu dipahami bahwa menulis untuk kepentingan bisnis, tidak seperti pembelajaran tata bahasa yang biasa dikembangkan di sekolah fomal. Harus ada proses kreatif yang sangat kuat untuk menghasilkan tulisan yang mampu menggerakkan orang sehingga melakukan tindakan tertentu sesuai pesan yang ditulis.
Dengan menyajikan pesan utama secara langsung, ringkas dan jelas di bagian depan, Anda telah menghemat waktu pembaca. Untuk penulisan memo dan proposal bisnis yang lebih panjang, Garner menyarankan agar merumuskan masalah dan solusi tidak lebih dari 150 kata di bagian atas halaman pertama.
“Anda harus punya kemampuan untuk meringkas,” ujar Garner. “Jika kalimat pembuka Anda tidak bagus, maka seluruh tulisan tidak akan bagus.” Ini menjadi sebuah tantangan, agar Anda menulis dengan benar-benar ringkas dan jelas.
- Pilih kalimat efektif
Jika satu kata sudah cukup jelas, jangan menggunakan tiga kata, demikian saran Kara Blackburn. Setelah selesai menulis, Anda harus mengoreksi dengan teliti dan kritis. Pastikan setiap kata yang Anda tulis telah sesuai dengan tujuan penulisan.
Potong setiap kata atau kalimat yang tidak perlu. Tidak perlu mengatakan “amat sangat banyak kegunaan dan kemanfaatan dari obat herbal ini yang telah diakui oleh masyarakat secara luas di seluruh dunia”, karena dalam kalimat ini terdapat banyak pemborosan kata. Padahal Anda cukup menulis, “kegunaan herbal ini telah diakui masyarakat dunia”.
“The minute readers feel that a piece of writing is verbose they start tuning out” –Bryan A. Garner, 2013
Tulisan bisnis Anda akan segera ditinggalkan jika bertele-tele. “Begitu pembaca merasa bahwa sebuah tulisan bertele-tele, mereka mulai mengabaikannya,” kata Garner. Dengan demikian, pesan utama Anda tidak sampai kepada pembaca.
Termasuk penggunaan kata-kata jargon yang bombastis, hendaknya sangat dibatasi. Sebab pembaca justru menganggap tulisan itu berlebihan jika terlalu banyak menggunakan kata-kata bombastis.
O’Hara menyarankan agar menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. “Para penulis sering secara keliru percaya dengan menggunakan kata yang besar, padahal kata yang sederhana bisa menjadi tanda kecerdasan”, ujarnya.
“Writers often mistakenly believe using a big word when a simple one will do is a sign of intelligence” –Carolyn O’Hara, 2014
Selamat menulis, selamat meraih keuntungan bisnis.
Bahan Bacaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar