.

Serial Self Editing – 4

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Setelah Anda selesai melakukan first reading, selanjutnya masuk ke proses editing tulisan. Ada beberapa bagian penting yang perlu mendapatkan perhatian saat melakukan self editing.

Pertama, Edit Isi Tulisan

Sebelum tulisan dipublikasikan maka penulis wajib melakukan tindakan edit isi agar tulisan menjadi baik dan benar. Ini yang sering disebut sebagai substansial editing. mengedit bagian yang paling substansi, yaitu isi tulisan.

Yang bisa mengedit isi adalah penulis karena penulislah yang mengetahui pesan yang ingin disampaikan kepada pembacanya. Kelebihan atau kekurangan satu kata saja akan bisa menimbulkan bias persepsi di kalangan pembaca.

Ingat, isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis. Semua tuntutan akan kembali kepada Anda sebagai penulis. Maka Anda harus memastikan telah mengedit isi tulisan sebelum mempublikasikan.

Kedua, Edit Gaya Bahasa

Edit gaya bahasa perlu dilakukan agar terjadi kesesuaian atau keselarasan gaya bahasa tulisan Anda. Antara gaya bahasa bercerita, bertutur, bercanda, berbeda dengan gaya bahasa akademik dan kedinasan.

Jika berawal dari gaya bahasa formal agar tetap konsisten dengan gaya bahasa formal dari awal sampai akhir. Demikian pula jika Anda menggunakan gaya bahasa nonformal harus konsisten hingga akhir. Konsistensi penggunaan gaya bahasa, akan lebih nyaman dan enak dibaca.

Ketiga, Edit Point of View (POV)

Dalam tulisan fiksi, Anda harus konsisten menggunakan point of view (POV). Jika Anda memilih POV 1, artinya Anda menggunakan “aku” atau “saya” dalam cerita. Anda sebagai pelaku utama dalam cerita. Konsekuensinya, Anda tidak tahu isi hati orang lain.

Jika Anda memilih POV 3, artinya Anda bercerita tentang dia, mereka, atau tokoh-tokoh yang Anda ciptakan. Konsekuensinya, Anda boleh mengatur dan mengetahui isi hati semua tokoh yang ada dalam cerita. Anda bebas mengatur tokoh sesuai keinginan Anda.

Anda harus konsisten menggunakan sudut pandang. Dalam proses self editing, Anda perlu memeriksa semua isi naskah, apakah sudah konsisten dalam penggunakan POV.

Keempat, Edit Kosa Kata

Edit kosa kata perlu dilakukan agar tidak terjadi pengulangan kosa kata pada tulisan Anda. Jika itu terjadi, bisa menimbulkan kejenuhan dan kebosanan. “Kemudian ia berdiri, lalu ia duduk, kemudian ia berdiri lagi, lalu berjalan-jalan sebentar, kemudian berhenti, lalu duduk lagi”. Lelah pembaca bertemu “kemudian” dan “lalu”.

Demikian pula, penggunaan kosa kata yang tidak konsisten membuat tidak nyaman pembaca. Seperti penggunaan aku atau saya, kamu atau Anda, ini perlu konsisten dalam satu naskah.

Tulisan yang terlalu banyak unsur serapan bahasa daerah juga bisa membuat tidak nyaman pembaca. Untuk itu, kosa kata perlu disesuaikan dengan sasaran pembaca tulisan Anda. Untuk siapa tulisan Anda, sesuaikan kosa kata dengan segmen pembaca Anda.

Kelima, Edit Paragraf

Proses edit paragraf perlu dilakukan agar tulisan membentuk satu kesatuan makna, tidak terlalu panjang, juga tidak terlalu pendek. Kadang kala, pada tulisan terjadi ketidak koherenan di dalam paragraf maupun antar paragraf yang bisa membingungkan, mengaburkan, dan bisa menimbulkan persepsi lain di kalangan pembaca.

Lakukan upaya untuk mengatasi kondisi antar paragraf yang tidak bersambung. Bisa dilakukan dengan menambah paragraf baru untuk menyambungkan, atau bahkan membuang satu paragraf agar bisa lebih tersambungkan. Kadang Anda harus memecah satu paragraf yang terlalu penjang menjadi dua atau bahkan tiga.

Keenam, Edit Sistematika

Apakah keseluruhan tulisan Anda telah sistematis? Lakukan editing pada sistematika, agar antar bagian dalam tulisan Anda selalu tersambung, misalnya antar subbab dan antar bab satu dengan yang lainnya. Jika Anda merasa ada yang tidak sistematis, Anda masih bisa mengubah sistematika. Meletakkan bab dan subbab secara lebih teratur dan sistematik, sehingga enak dibaca.

Salah satu problem tulisan adalah tidak sistematis. Melompat-lompat, memutar-mutar, dan tidak urut logikanya. Ini sebabnya perlu editing pada sisi sistematika.

Ketujuh, Edit Ejaan dan Tanda Baca

Editing ejaan dan tanda baca sangat penting agar tulisan kita menjadi baik dan benar. Baik artinya tulisan itu memberikan manfaat serta mudah dipahami oleh pembaca, tidak menimbulkan konflik, tidak menyinggung pihak tertentu, dan sebagainya. Benar, artinya tulisan kita berada pada rambu-rambu penulisan yang sesuai dengan kaidah pada KBBI maupun PUEBI.

Perhatikan contoh kalimat berikut. “Ormas islam, seperti nu dan muhammadiyah, hendaknya bisa kooperatif dengan Pemerintah”. Penulisan kalimat pendek ini, dalam perspektif politik, bisa menimbulkan suasana konflik. Bukan soal isinya, namun soal cara penulisannya.

Ketika menulis islam, dengan huruf i kecil. Demikian pula menulis nu dan muhammadiyah, semestinya NU dan Muhammadiyah. Huruf N besar, U besar dan M besar. Sementara ketika menulis Pemerintah, dengan P besar. Ini bisa berdampak adu domba.

Demikianlah contoh pentingnya editing ejaan dan juga tanda baca. Kadang tampak sepele, namun bisa menjadi masalah besar.

Kedelapan, Editing Akhir

Yang dimaksud dengan editing akhir adalah mengedit kembali secara menyeluruh tulisan itu, sehingga Anda yakin tulisan Anda telah “sempurna”, sebelum akhirnya naskah Anda akan diedit di meja editor penerbitan buku atau koran dan majalah.

Sebelum tulisan dipublikasikan, perlu Anda edit semampu Anda, walaupun nanti tulisan itu ketika akan diterbitkan juga diedit kembali oleh tim editor penerbitan. Pentingnya proses editing tulisan agar pesan yang Anda sampaikan bisa ditangkap dengan baik oleh pembaca, tanpa menimbulkan persepsi lain, tulisan enak dibaca, dan memberikan kekuatan pesan yang sampai kepada pembaca.

Selamat mengedit tulisan, sebelum mempublikasikan.

Bahan Bacaan

Ella Yusuf, Jadi Editor untuk Tulisan Sendiri? Bisa Kok! www.kompasiana.com, 17 Juni 2015