.

Writing for Wellness – 85

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Findings about positive affective language indicate that those who used more positive language in their writing reported greater marital satisfaction” – Rachel B. Williams (2014)

.

Kepuasan pernikahan merupakan evaluasi subjektif suami atau istri atas kehidupan pernikahannya yang berdasar pada perasaan puas, bahagia, dan pengalaman menyenangkan yang dilakukan bersama pasangan (Olson & Fower, dalam : Serli, 2016)

Kepuasan pernikahan merupakan penilaian yang bersifat subjektif mengenai kualitas pernikahan, meliputi perasaan bahagia, puas, menyenangkan, dan seberapa besar pasangan merasa kebutuhannya terpenuhi dalam hubungan pernikahan (Hajizah, dalam : Serli, 2016).

Aspek-aspek kepuasan pernikahan menurut Olson & Fowers (dalam : Serli, 2016) di antaranya adalah:

  • Komunikasi (Communication)

Aspek ini melihat bagaimana perasaan dan sikap individu dalam berkomunikasi dengan pasangannya. Aspek ini berfokus pada tingkat kenyamanan yang dirasakan oleh pasangan dalam membagi dan menerima informasi emosional dan kognitif.

  • Aktivitas bersama (Leisure Activity)

Aspek ini mengukur pada pilihan kegiatan untuk mengisi waktu luang, merefleksikan aktivitas sosial versus aktivitas personal. Aspek ini juga melihat apakah suatu kegiatan dilakukan sebagai pilihan bersama serta harapan-harapan mengisi waktu luang bersama pasangan.

  • Orentasi keagamaan (Religius Orientation)

Aspek ini mengukur makna keyakinan beragama serta bagaimana pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang memiliki keyakinan beragama, dapat dilihat dari sikapnya yang perduli terhadap hal-hal keagamaan dan mau beribadah. Umumnya, setelah menikah individu akan lebih memperhatikan kehidupan beragama.

  • Pemecahan masalah (Conflict Resolution)

Aspek ini mengukur persepsi suami istri terhadap suatu masalah serta bagaimana pemecahannya. Diperlukan adanya keterbukaan pasangan untuk mengenal dan memecahkan masalah yang muncul serta strategi yang digunakan untuk mendapatkan solusi terbaik. Aspek ini juga menilai bagaimana anggota keluarga saling mendukung dalam mengatasi masalah bersama-sama serta membangun kepercayaan satu sama lain.

  • Manajemen keuangan (Financial Management)

Aspek ini berfokus pada bagaimana cara pasangan mengelola keuangan mereka. Aspek ini mengukur pola bagaimana pasangan membelanjakan uang mereka dan perhatian mereka terhadap keputusan finansial mereka. Konflik dapat muncul jika salah satu pihak menunjukkan otoritas terhadap pasangan yang juga tidak percaya terhadap kemampuan pasangan dalam mengelola keuangan.

  • Orientasi seksual (Sexual Orientation)

Aspek ini berfokus pada refleksi sikap yang berhubungan dengan masalah seksual, tingkah laku seksual, serta kesetiaan terhadap pasangan. Penyesuaian seksual dapat menjadi penyebab pertengkaran dan ketidakbahagiaan apabila tidak tercapai kesepakatan yang memuaskan. Kepuasan seksual dapat terus meningkat seiring berjalannya waktu.

  • Keluarga dan teman (Family and Friend)

Aspek ini menunjukkan perasan dalam berhubungan dengan anggota keluarga dan keuarga dari pasangan, serta teman-teman, serta menunjukkan harapan untuk mendapatkan kenyamanan dalam menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.

  • Anak-anak dan pengasuhan (Children and Parenting)

Aspek ini mengukur sikap dan perasaan terhadap tugas mengasuh dan membesarkan anak. Fokusnya adalah bagaimana orangtua menerapkan keputusan mengenai disiplin anak, cita-cita terhadap anak serta bagaimana pengaruh kehadiran anak terhadap hubungan dengan pasangan.

  • Masalah kepribadian (Personality Issues)

Aspek ini melihat penyesuaian diri dengan tingkah laku, kebiasaan- kebiasaan serta kepribadian pasangan. Biasanya sebelum menikah individu berusaha menjadi pribadi yang menarik untuk mencari perhatian pasangannya bahkan dengan berpura-pura menjadi orang lain. Setelah menikah, kepribadian yang sebenarnya akan muncul.

  • Kesetaraan Peran (Equalitarium Role)

Aspek ini mengukur perasaan dan sikap individu mengenai peran pernikahan dan keluarga. Aspek ini berfokus pada pekerjaan, pekerjaan rumah, dan peran sebagai orang tua. Suatu peran harus mendatangkan kepuasan pribadi. Suami dapat bekerjasama dengan istri sebagai rekan baik di dalam maupun di luar rumah.

Menulis Ekspresif untuk Meningkatkan Kepuasan Pernikahan

Menulis ekspresif telah banyak dibahas mampu memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental. Rachel B. Williams (2014) melakukan penelitian untuk memahami hubungan antara aktivitas menulis dengan kepuasan pernikahan.

Data dikumpulkan dari 79 pasangan menikah yang menyelesaikan kuesioner kepuasan pasangan dan berpartisipasi dalam latihan menulis tentang hubungan mereka. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, penelitian ini menggunakan model analisis diadik yang disebut model interdependensi aktor-mitra.

“Findings revealed that those who used more first person plural pronouns in their writing were likely to report greater satisfaction in their relationship” – Rachel B. Williams (2014)

Temuan mengungkapkan bahwa mereka yang menggunakan lebih banyak kata ganti orang pertama jamak dalam tulisan mereka cenderung melaporkan kepuasan yang lebih besar dalam hubungan mereka. Temuan tentang bahasa afektif positif menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan bahasa yang lebih positif dalam tulisan mereka melaporkan kepuasan pernikahan yang lebih besar.

“Also, those whose partners used more positive language in their writing were likely to report greater marital satisfaction” – Rachel B. Williams (2014)

Selain itu, mereka yang pasangannya menggunakan bahasa yang lebih positif dalam tulisan mereka cenderung melaporkan kepuasan pernikahan yang lebih besar. Penelitian juga menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan lebih banyak bahasa marah dalam tulisan mereka melaporkan kepuasan perkawinan yang lebih rendah.

Selamat menulis, selamat menikmati kebahagiaan pernikahan.

Bahan Bacaan

Mimi Serli, Komitmen dan Kepuasan Pernikahan pada Istri yang Bekerja,  Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2016, http://repository.uin-suska.ac.id

Rachel B. Williams, Expressive Writing and Marital Satisfaction: A Writing Sample Anlysis, 2014, Utah State University, https://digitalcommons.usu.edu

.