Rabu, 31 Maret 2021

PELATIHAN BELAJAR MENULIS ( Bunda Lilis)

 

Resume  1 : 1 April 2021

Nara Sumber : Bunda Lilis Sutikno

                         Ibu Dra  Lilis  Ika Herpianti Sutikno, SH ( mbak Pipin)

 


 


 


PELATIHAN BELAJAR MENULIS

 Siapa  tidak kenal ibu guru cantik, Bunda Lilis Sutikno. Beliau adalah montivator saya. Trimakasih  banyak bunda, karena ibu  saya jadi bisa menulis. Saya  merasa sangat beruntung  karena beliau selalu memberikan motivasi supaya terus menulis untuk memberikan inspirasi dalam segala hal. Ingatlah bahwa ‘Langkah seribu diawali dari langkah pertama’. Semoga langkah pertama  ini memicu semangat untuk  terus berliterasi.

Profil beliau, Nama lengkap: Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH, TTL: Surabaya, 11 Maret 1969, Pendidikan, S1 IKIP PGRI Surabaya (Fakultas Pendidikan jurusan PMP/PPKN) S1 Universitas Wijaya Putera Surabaya Jurusan Hukum. Instansi :  SMP Negeri 2 Nekamese ( Jln HR. Koroh,  km 15,3 Desa Besmarak, kecamatan Nekamese ,  Kab Kupang NTT). Alamat Rumah : CV. Bumi Cendana , Jl. Ikan Kombong No: 09 Kota Kupang, NTT. 

Menurut bunda Lilis ‘Menulis adalah semudah ceplok telur’. Menulislah  agar cinta itu tersampaikan dengan baik lewat tulisan kita. Begitu pesan ibu yang merupakan  penulis buku best seller ‘Guru adalah Inspirasi”. Beliau adalah orang yang gigih, bermental sekuat baja, membakar semangatku bak tungku perapian, mengajariku untuk selalu berani dan percaya diri. Tentunya bukan hanya saya, tapi semua guru untuk berliterasi. Untuk mengobati rasa dahaga di tengah padang .

Beliau adalah guru yang amat menginspirasi banyak orang. Pejuang pendidikan di daerah terpencil di daerah pedalaman NTT.  Saya  salut sekali  melihat  perjuangan sorang guru yang  tetap semangat  menyelusuri medan yang sulit selama bertahun-tahun. Profesi guru adalah  sebuah perjuangan yang tak kenal lelah dan tak kenal waktu dimanapun, kapanpun.  Terharu saya membaca dari buku best seller  “Guru adalah Inspirasi” yang  mengajar  berjalan kaki, naik truk  tetapi tetap suka cita dan  terus tersenyum.  Beliau adalah   abdi negara yang pantang penyerah, rela ditempatkan di seluruh pelosok Nusantara. Seperti  pernyatakan dalam SK sebagai ASN.

         Masih pesan  ibunda Lilis, sehebat apapun kita jika kita tak menulis semua akan hilang ditelan zaman. Kita bisa menulis dan dapat meninggalkan jejak kita. Orang akan mengenang kita dalam setiap tulisan kita.  Sebaik-baik menulis adalah jika kita menulis ‘kisah inspirasi’ akan  dapat memberikan tauladan kepada semua umat di muka bumi ini.

 Supaya  orang bisa tertarik  membaca tulisan kita, ‘tips’nya  adalah: Pertama,  Jika akan menulis selalu awali dengan berdoa, dan sampaikan kepada Allah Tuhan kita, untuk senantiasa mengawal setiap gerak langkah kita. Agar setiap gerak langkah kita diberkati Allah. Yang kedua, menulislah dengan hati. Jika sesuatu kita sampaikan dengan hati yang tulus dan ikhlas,  maka ‘tulisan kita’  akan sampai kepada pembaca kita. Tentunya  akan di terima dengan hati yang tulus dan ikhlas juga. Tulisan kita akan dapat memberikan inspirasi tanpa ada perlawanan dalam batin pembaca kita.     Tulisan itu seperti anak panah yang bisa memanah hati siapa saja yang membacanya. Dan Menulis adalah berteriak kepada dunia tanpa suara.  Dengan menulis dan berteriak seluruh dunia tahu siapa kita.                                                                                                  

            Buku juga bisa kumpulan dari artikel-artikel di koran atau  di majalah seperti bukunya Pak Kadis PK Prov. NTT Bapak Linus Lusi ada yang karya beliau dari artikel, dari koran dan majalah tentang “Benang Merah Pendidikan di NTT”. Buku di tulis oleh beliau jauh sebelum beliau menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan NTT. Karena tulisan-tulisan  beliau itulah beliau pantas menjadi Kadis PK NTT saat ini. Semua tentang pendidikan di NTT beliau soroti di koran. Bukunya Bapak Thomas  A Sogen “Kiat Sukses Publikasi Ilmiah Guru”  beliau adalah Ketua Agupena ( Asosiasi Guru Penulis Indonesia) sekaligus  menjadi Ketua Redaksi Jurnal Ilmiah Pen@ Guru NTT.

         Supaya kita nyaman menulis dan bisa kontinyu menulis saran yang bagus menulis saja di blog tak perlu ada kuratornya. Blog itu  milik pribadi sah-sah saja  tanpa harus ada kuratornya. Jika  ingin dijadikan sebuah buku pilih  dan tinggal poles  lagi sesuai yang kita kehendaki. Caranya : Bikin  satu  folder tulis ‘bank tulisanku’. Ikutkan jika ada  tawaran NUBER atau Antologi. Jika buku Antologi kita sdh banyak...Kumpulin deh dan jadikan satu. Kalau  mau dibukukan berarti sudah siap. Jadi dech bukunya.....

Yuk  wujudkan mimpimu nulis, nulis  dan terus menulis  lalu abadikan  jadi  sebuah buku, tetap  semangat  salam sehat, salam Literasi dan semoga pandemi cepat berlalu.

             Trimakasih untuk para Nara sumber yang hebat, Om Jay, para Senior, Motivator  semua-muanya ( kata orang NTT)  yang tak bisa sebutkan satu per satu......pokoknya trimakasih banyak  sudah menjadi guru saya dan teman-teman pemula yang lainnya, semoga bisa terus berkarya dan menginspirasi. Insa Allah.

 

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi kegagalan demi kegagalan dengan penuh kesabaran tanpa kehilangan semangat.

 

Waingapu, 1 April 2021

 

 

 


 

 

1 komentar:

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...