Selasa, 20 April 2021

TIPS MENJADI PENULIS

 

Cara Menjadi Penulis

 

Resume                : 2

Tgl Pertemuan  : Senin , 5 April 2021

Tema                     : Cara Menjadi Penulis

Nara Sumer        : Ibu  Dra Sri Sugiastuli, M.Pd

Moderator          : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.Gr.

Gelombang        :  18

 

TIPS MENJADI  PENULIS

Dra Sri Sugiastuli, M.Pd



 

 

Pertemuan ke 2  Pelatihan Belajar menulis dimulai pukul 20.00 WITA.  Saat Itu  suasana tempat tinggalku  Sumba Timur, NTT masih mencekam  karena dilanda Bencana Badai Seroja 2021. Saya membuat resume  2 hari berikut tanggal 7 malam setelah listrik menyala. Sinyalpun  sangat tidak stabil.  Sabaarrr,  Tidak menyurutkan semangat!. Maaf curhat.

 

Profil Nara Sumber : Ibu  Dra Sri Sugiastuli, M.Pd (Ibu kanjeng) , lahir di Semarang 8 April 1961.  Kini Beliau usia 60 tahun. Berarti saat Purna bakti. Beliau adalah seorang penulis, Blogger, Motivator, selain  tugas dinasnya Sebagai  seorang kepala Sekolah SMK Tunas pembangunan 2 Surakarta.

 

 Dalam usia yang tidak lagi muda, tapi semangat ibu masih membara  dan luar biasa. Beliau wanita tangguh,  Kartini milenial. Pejuang pendidikan dan Literasi.  Terbukti  dari banyak karya yang beliau  buat dan banyak buku yang beliau tulis. Ada beberapa buku  yang sudah ada ditangan saya, trimakasih  ibu.

 

Menjelang usia 50 tahun, ibu meneruskan hobinya  menulis lewat internet dan komputer. Saat mahasiswa  pasca sarjana , beliau  harus sering bergumul dengan buku sebagai referensi  yang beliau butuhkan . Sejak itulah  beliau aktif  bermedsos hingga akhirnya beliau aktif  ngeblog dari tahun 2009 dan sangat   rajin  mengisi blog kroyokan bernama  kompasiana selama 2 tahun.

 

Proses berikutnya , ibu kanjeng  memiliki dunia literasi. Beliau mengikuti  beberapa komunitas seperti  Ibu-ibu doyan nulis, Emak blogger,  menjadi anggota kearsipan dan perpustakaan di Solo. Tahun 2010  beliau mengikuti  lomba blog dan menjadi juara ketiga  ketika buah hati sakit.    Berkah Sang buah Hati yang sakit.

 

Seorang penulis  harus  selalu punya semangat. Walau usia lanjut masih aktif (ulama). Better late than never, lebih baik  terlamabt dari pada tidak sama sekali. Biar sudah tua  Jangan kalah dengan yang muda.

Menurut bu kanjeng Ide menulis juga  bisa  diperoleh dari  hasil merenung, kepekaan terhadap kondisi sekitar,  atau rasa empati  terhadap rekan yang berduka.  Dalam menulis agar tulisan lebih enak dibaca , beliau menyarankan agar  di bawah sub judul diawali dengan kata-kata bijak, penggalan hadist atau ayat Al-Qur'an.

 

Tujuan menulis setiap penulis akan berbeda sesui dengan  segmen pasarnya. Ibu Kanjeng  menuturkan bahwa tujuan  menulis adalah m sebagai ‘terapi jiwa’. Melawan  lupa.  Selain itu juga sebagai  sedekah ilmu untuk motivasi kaum hawa. Berdakwah lewat tulisan dengan apa  yang beliau lihat,  pikirkan  dan dengarkan. Tulisan  sebagai alat ekspresi terhadap capaian  tokoh-tokoh yang  menginspirasi.  Sertakan   keyakinaN  bahwa  rencana Tuhan akan indah pada waktunya. Biarlah tulisan kita menemukan takdirnya. Di dalam tulisan kita harus  ‘menebar pengetahuan’,  ‘mengideologikan  kebenaran’,  ‘mengingat  makna’ dan  ‘menghimpun  gagasan’.

 

Setiap  penulis memiliki karakter yang berbeda. Bagaikan seorang  desainer yang merancang  dan membuat baju. Dengan seringnya berlatih  penulis akan menemukan karakter tulisannya sendiri.  Penulis adalah Dirigen  tergantung irama lagu  yang kita inginkan dan dengungkan.

 

Melihat  dan membaca  buku-buku dan blog beliau saya sungguh kagum karena  berisi begitu  lengkap dan berisi tetang tulisan-tulisan yang  amat berkualitas. Ringan, asyik dan enak dibaca.   Bertema humaniora,  traveling, humor,  opini, artikel, parenting dll. Dan yang paling berkesan adalah pentigraf. Selanjutnya ibu kanjeng  menyatakan bahwa  untuk menjadi penulis  harus melewati  berbagai proses. Kecintaan  beliau terhadap menulis  berawal dari SD, remaja, mahasiswa  hingga sekarang.

 

Dalam menulis Out line sangatlah penting. Out line biasanya  berupa beberapa  sud judul atau urutan  bab. Sebelum membuat Out lin, kita harus menyiapkan materi yang  dipakai untuk mendukung  tulisan.  Out line bisa berupa  kata-kata bijak, data statistik, teori, gambar atau refleksi pribadi.

Ada 3 langkah  yang dapat  dilakukan  untuk membuat out line yaitu : 1. Memilih topik,2. Tentukan sifat tulisan, refelksif, persuasit, informatif  , hasil penelitian, atau kombinasi dari hal-hal di atas. 3. Harus ‘fokus’ pada satu tema . penulis harus menjaga pikiran  supaya tidak bercabang ke hal yang lain.

Terimakasih Ibu, untuk ilmu yang diberikan. Semoga ibu  selalu sehat dan terus berkarya dan menebar inspirasi  bagi kita  semua.  Mau jadi penulis ya  harus mentaati 3M, Menulis, menulis dan terus menulis.Salam Literasi!

 

Ledwinaetiwuryani@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...