Oleh: Ledwina Eti
Melihat , mendengar di medsos kabar terakhir tentang Corona Virus Deasis-19 di India Hati terasa sedih, miris dan ingin menangis. Ratusan ribu bahkan jutaan nyawa melayang. Manusia meninggal sia-sia. Seolah tak berharga. Banyak dibakar di lapangan, di jalan-jalan. Krematorium dan kuburan sudah tak bisa menampung.
India adalah rekor tertinggi manusia terjangkit virus corona. Awalnya gara-gara adanya festifal keagamaan yang diadakan 12 tahun sekali. Di Sungai Gangga. Sungai yang diyakini mensucikan. Mereka beramai-ramai mandi. Campur baur antara yang sehat dan yang sakit. Yang tua dan yang muda. Yang positif dan yang negatif Covid. Mereka merasa yakin, dengan iman kuat pasti akan terbebas dari Corona. Mereka terlalu percaya diri bahkan tak mau mentaati protokol kesehatan. Pake masker hanya karena takut didenda, bukan karena kesadaran. Jadi jika tak terlihat oleh petugas dilepas saja.
Bagaimana jika hal ini terjadi di Indonesia. Tsunami Corona..... betapa malangnya kita. Betapa sedihnya kita. Kita kadang ada rasa kesal melihat saudara-saudara kita yang bandel. Tak mau mengikuti protokol kesehatan. Tak mau pakai masker. Mungkin mereka merasa kebal. Okelah kita mengerti kalau ‘kau’ kebal, bagaimana dengan orang-orang disekitar kita? Kasihan kan?
Sudah ada anjuran pemerintah untuk jangan mudik. Terus-menerus dihimbau untuk jangan mudik, tapi kenyataannya banyak sekali yang tak mau mentaati!. Banyak yang nekat pulang!! Bikin jengkel, kesal! Hhhh...gemesss lihatnya ada saja yang tak mau diatur!!
Marilah kita menyadari. Kita lebih rendah hati untuk menjadi orang yang bisa diteladani. Sayangi orang tua kita, saudara kita , dan diri kita. Agar kita bisa menyelamatkan nyawa.
Jika tak percaya coba buka You tubenya. Googling #Covid-19 di India. Disitu terlalu banyak peristiwa yang mengerikan. Ini bukan film, bukan rekayasa atau khayalan. Tapi ini kisah nyata. Fakta!. Manusia dibakar seperti membakar sampah. Tangisan dan ratapan pilu dimana-mana. Kematian dimana-mana. Manusia seolah terlihat tak berharga. Miskin, kaya raya tak terlihat bedanya. Suci, jahat sama semua manusia ciptaan Tuhan. Jasat ada di jalan-jalan, di halaman, dilapangan banyaknya tak terkira. Setiap detik ada kematian.
Ingat!!! Virus terbaru muncul tanpa gejala. Virus ini ini tidak bisa dideteksi dengan antigen atau apapun dan sifatnya tidak ada batuk-batuk tapi tiba-tiba badan ini terasa lemas dan susah bernafas.
Salam Sehat. Kita terus waspada. Mari jaga diri kita.
Jangan lupa bahagia. Berdoa. Makan makanan yang sehat. Olah raga. Taati 5M.
Semoga Pandemi Cepat berlalu. Semoga Tuhan selalu menjaga kita. Membebaskan kita dari Corona. Dipanjangkan umur kita. Amin.
Waingapu, 21 Mei 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar