Jumat, 21 Mei 2021

Covid-19 Mengintai Kita

 

 
dok foto : Fase Book

Oleh: Ledwina Eti

Melihat , mendengar di medsos kabar terakhir tentang  Corona Virus Deasis-19  di India Hati terasa sedih, miris dan ingin menangis. Ratusan ribu bahkan jutaan nyawa  melayang. Manusia  meninggal sia-sia. Seolah tak berharga. Banyak dibakar di lapangan, di jalan-jalan.  Krematorium dan kuburan sudah tak bisa menampung.

India adalah rekor tertinggi  manusia terjangkit virus corona. Awalnya gara-gara adanya  festifal keagamaan yang diadakan 12 tahun sekali. Di Sungai Gangga. Sungai yang diyakini mensucikan. Mereka beramai-ramai mandi. Campur baur antara yang sehat dan yang sakit. Yang tua dan yang muda. Yang positif  dan yang negatif  Covid. Mereka merasa yakin, dengan iman kuat pasti akan terbebas dari Corona. Mereka terlalu percaya diri  bahkan tak mau mentaati protokol kesehatan. Pake masker hanya karena takut didenda, bukan karena  kesadaran. Jadi  jika tak terlihat oleh petugas dilepas saja.

Bagaimana  jika  hal ini  terjadi di Indonesia. Tsunami  Corona..... betapa malangnya kita. Betapa sedihnya kita. Kita kadang ada rasa kesal melihat  saudara-saudara kita yang  bandel. Tak mau  mengikuti protokol kesehatan. Tak mau pakai masker. Mungkin mereka merasa kebal. Okelah kita mengerti  kalau ‘kau’ kebal,  bagaimana dengan  orang-orang  disekitar kita? Kasihan kan?

Sudah ada anjuran pemerintah untuk jangan mudik. Terus-menerus dihimbau untuk jangan mudik, tapi kenyataannya banyak sekali  yang tak mau mentaati!. Banyak yang nekat pulang!! Bikin jengkel, kesal! Hhhh...gemesss lihatnya ada saja yang tak mau diatur!!

Marilah kita menyadari. Kita lebih rendah hati untuk  menjadi orang yang bisa diteladani. Sayangi  orang tua kita, saudara kita ,  dan diri kita. Agar kita  bisa menyelamatkan nyawa. 

Jika tak percaya coba buka  You tubenya. Googling #Covid-19 di India. Disitu  terlalu banyak peristiwa yang mengerikan. Ini bukan  film, bukan rekayasa atau khayalan. Tapi ini kisah nyata. Fakta!.  Manusia  dibakar  seperti membakar sampah. Tangisan dan ratapan pilu dimana-mana.  Kematian dimana-mana. Manusia seolah terlihat tak berharga. Miskin, kaya raya tak terlihat bedanya. Suci, jahat  sama semua manusia ciptaan Tuhan. Jasat ada di jalan-jalan, di halaman, dilapangan   banyaknya tak terkira. Setiap detik ada kematian.

Ingat!!!  Virus terbaru muncul tanpa gejala. Virus ini ini tidak bisa dideteksi dengan antigen atau apapun dan sifatnya tidak ada batuk-batuk tapi tiba-tiba badan ini terasa lemas dan susah bernafas.

Salam Sehat. Kita terus waspada. Mari jaga diri kita. 

Jangan lupa  bahagia. Berdoa.  Makan makanan yang sehat. Olah raga. Taati 5M.

Semoga Pandemi Cepat berlalu. Semoga Tuhan selalu menjaga kita. Membebaskan kita dari Corona.  Dipanjangkan umur kita. Amin.


Waingapu, 21 Mei 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...