#Pesugihan
Peristiwa pernah terjadi di keluarga saya. Berdasarkan cerita ibu, kakek saya adalah pedagang tembakau. Punya rumah yang lumayan besar. Tetangga bilang kakek adalah orang kaya. Bapak saya tahun 60an sudah lulus kuliah padahal orang kampung. Saya lahir dari ayah PNS dan Ibu yang saat itu berprofesi sebagai perias pengantin. Hidup kami bahagia dan tercukupi bersama ke-3 adik saya. Kami orang kampung tapi semua sekolah di Jogya. Kami dikontrakkan rumah oleh orang tua supaya bisa mandiri. Berlatih hidup prihatin sambil buka warung makan kecil-kecilan.
Bapak sebagai anak bungsu juga punya sawah hasil warisan dari Kakek saya. Makan sehari-hari dari hasil sawah, baik beras maupun sayur. Bahkan dibilang biaya hidup di desa itu tak ada, karena semua sudah dari hasil sawah, kebun dan ternak sendiri.
Ada kejadian aneh di rumah saya. Pagi buta orang datang di belakang rumah saya. Karena ada suara mencurigakan saya keluar. Ternyata ada 3 orang sedang mengambil air got di belakang dapur saya. Karena penasaran saya tanya, untuk apa? Ternyata jawabannya diluar dugaan akal sehat saya. Mereka bilang anaknya sakit karena kena ‘pesugihan’ dari keluarga saya. Jadi dia harus minum air got dari rumah saya. Antara jengkel, sakit hati dan ingin marah. Tapi saya harus sabar. Hanya Kuelus dadaku. Ini adalah segelintir orang yang suka ‘iri’ dengan kehidupan orang lain.
Keluarga kami selalu baik dengan tetangga. Kami hidup rukun dan damai. Bahkan keluarga saya yang ‘nota bene’ berkeyakinan berbeda kami selalu bersama-sama ikut puasa, ikut lebaran dan rutin ikut berzakat untuk saudara-saudara yang kurang beruntung.
Ini adalah sebuah refleksi dibulan ramadhan yang indah dan berbagi suka cita antara kita. Kita adalah sama. Tujuan hidup kita sama. Tuhan yang kita sembah juga sama. Hanya cara berdoanya saja yang berbeda.
Tahun 60an saya lahir. Perekonomian saat masih sulit. Sehingga banyak anak-anak saat itu kurang gizi dan kelaparan.
Sekarang adalah perubahan yang sangat besar. Banyak orang ‘kaya’ bukan karena sawah dan hewan. Ada yang pulang dari TKI. Ada yang berdagang. Ada yang Yuo-tuber dan berbagai keahlihan yang bisa mendatangkan uang.
Kita semua mengalami, kita merasakan dan kita paham zaman ini. Tak usah Iri, tak usah benci dan tak perlu gampang sakit hati. Hilangkan curiga, kesombongan, kedengkian, congkak dan iri hati. Itu tak ada arti. Doakan saja orang yang menyakiti agar kita tak cepat mati.
Besar harapan untuk para anak muda, sekolahlah sebaik mungkin, teruslah belajar. Kuucapkan ‘Selamat‘ bagi peserta didik yang sudah lulus. Kejarlah cita-cita semampu dan sekuat tenagamu. Walau tak punya sawah, tak ada hewan tapi tetap akan makan kenyang, tidur lelap dan hidup tenang. Anda menikmati dari hasil kerja keras dari sebuah perjuangan. Salam!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar