Selasa, 04 Mei 2021

PESUGIHAN

 

#Pesugihan

 


Peristiwa  pernah terjadi di keluarga saya. Berdasarkan cerita ibu,  kakek saya adalah pedagang tembakau.  Punya rumah yang lumayan besar. Tetangga bilang kakek adalah orang kaya.  Bapak saya tahun 60an sudah lulus kuliah padahal orang kampung. Saya lahir dari  ayah PNS dan Ibu yang saat itu berprofesi sebagai  perias pengantin. Hidup kami  bahagia dan tercukupi bersama ke-3 adik saya. Kami orang kampung tapi semua sekolah di Jogya.  Kami dikontrakkan rumah oleh orang tua supaya bisa mandiri. Berlatih hidup prihatin  sambil buka  warung makan kecil-kecilan.

Bapak  sebagai anak bungsu juga punya sawah hasil warisan dari Kakek saya. Makan sehari-hari dari hasil sawah, baik beras maupun sayur. Bahkan dibilang  biaya hidup di desa itu tak ada, karena semua sudah dari hasil sawah, kebun dan ternak sendiri. 

Ada kejadian aneh di rumah saya. Pagi buta orang datang  di belakang rumah saya. Karena ada suara mencurigakan saya keluar. Ternyata ada 3 orang sedang mengambil air got di belakang dapur saya. Karena penasaran saya tanya, untuk apa? Ternyata jawabannya diluar dugaan akal sehat saya. Mereka bilang anaknya sakit karena  kena ‘pesugihan’ dari keluarga saya. Jadi dia harus minum air got dari rumah saya. Antara  jengkel, sakit hati dan ingin marah. Tapi  saya harus sabar. Hanya Kuelus dadaku. Ini adalah segelintir orang yang suka ‘iri’ dengan kehidupan orang lain. 

Keluarga kami selalu baik dengan tetangga. Kami hidup rukun dan damai. Bahkan  keluarga saya  yang ‘nota bene’  berkeyakinan berbeda kami selalu bersama-sama ikut puasa, ikut lebaran  dan rutin  ikut  berzakat untuk saudara-saudara yang kurang beruntung.

Ini adalah sebuah refleksi dibulan ramadhan yang indah dan berbagi suka cita antara kita. Kita adalah sama. Tujuan hidup kita sama. Tuhan yang kita sembah juga sama. Hanya cara berdoanya saja yang berbeda. 

Tahun 60an saya lahir. Perekonomian saat  masih  sulit. Sehingga  banyak anak-anak saat itu  kurang gizi dan kelaparan.

Sekarang adalah perubahan yang sangat besar. Banyak orang ‘kaya’ bukan karena sawah dan hewan. Ada yang pulang dari TKI. Ada yang berdagang. Ada yang Yuo-tuber dan berbagai keahlihan yang bisa mendatangkan  uang.

Kita semua mengalami, kita merasakan dan kita paham  zaman ini. Tak usah Iri, tak usah benci dan tak perlu gampang sakit  hati. Hilangkan  curiga, kesombongan, kedengkian, congkak  dan iri hati. Itu tak  ada arti. Doakan saja orang yang menyakiti agar kita tak cepat mati. 

Besar harapan  untuk para anak muda, sekolahlah  sebaik mungkin, teruslah belajar. Kuucapkan ‘Selamat‘ bagi peserta didik yang  sudah lulus. Kejarlah cita-cita  semampu dan sekuat tenagamu.  Walau tak punya sawah, tak ada hewan  tapi tetap akan  makan kenyang, tidur lelap  dan hidup tenang.  Anda  menikmati dari hasil kerja keras dari sebuah perjuangan. Salam!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...