Tak Kusangka
Di Timor Timur Provinsinya
Tepat Di Dili kotanya
Saat itu
saat konflik mendera
Antara Anak tanah dan bangsa Indonesia
Seorang ibu mengandung
dengan hati gundah gulana
Perasaan berkecamuk
antara takut dan kecewa
Karena Janin yang
dikandung ‘pas’ sembilan bulan usianya.
Setiap saat suasana ‘genting’
saja yang ada
Tembak saja!! Tembak
Saja!! Bunuh saja!!.....Kejaarrr!!!
Suara para tentara berlari bergegas mengejar musuhnya,
Buk! Buk! Buk!!!
..........Duarr!! Duar!! Duar!!
Bunyi mereka berlari sambil menembakkan senjatanya.
Mujizat terjadi tak
kusangka!
Tiga hari rasa hati
berdebar sesak di dada,
Janin di perut mendesak,
menggeliat mungkin ingin meihat dunia
Tapi...suasana mencekam
ini tak cepat sirna
Oh Tuhan...
Kok Bisa, ibu kandungku dari jawa muncul tiba-tiba,
Ini pasti kontak batin antara Eyang dan Cucu pertamanya
Lega.... bahagia sungguh tak terkira....air mata menetes tak
terasa,
Pantas saja...
Ada saja hati mencekam tapi serasa harus menunda-nunda,
Ehh!!, ternyata yang di dalam perut ini menunggu Eyangnya
Hati lega, puji syukur kudaraskan terus menerus kepada yang Esa
Waktupun tak pakai sia-sia
Secepat kilat ibu
membawaku dengan taksi
Ingat jelas
saat itu suami sementara sakit
Terbaring lemah tak
berdaya
Mujizat memang ada,
Andai ibu tak datang mungkin aku merana,
Menangis sendiri
karena tak berdaya,
Dengan memikul beban berat, perut besar dengan menanggung
luka didada
Akhirnya....
Di Rumah sakit Umum
daerah Bidau
kau menghirup udara
pertamanya setelah keluar dari perut bunda.
Tangisan pecah karena rasa gembira
Senyum bangga, bahagia
tak terkira
Kau.......
Bayi mungil panjang 38 cm dan 3,4 kg beratnya
Sehat walafiat kondisi
tubuhnya
Montok, mulus dengan
tatapan mata penuh Asa
Kondisi bundamu lemah,
lesu tak ada daya
HB tiga, kondisi tubuh
lemah, badan lemas tak bertenaga
Darah mengalir banyak luar bisa
Blooding parah..
Berdoa ya ibu...berdoa ya
ibu....berdoa.......
(Suara dokter dan
para perawat)
Kuatkan...kuatkan....kuatkan...
Suara itu
terus...terus...terus.....sampai hilang
Sampai akhirnya kau
pinsan katanya.
Ternyata Tuhan masih memberi kesempatan
Untuk aku menjaga anak yang dititipkan.
Aku masih
dirawat....anakku diperbolehkan pulang
Dijaga ibuku dengan penuh
kasih sayang
Setelah aku sehat,
seminggu kemudian aku boleh pulang
Ibu yang selalu setia mendampingi aku dan bayiku
Dengan penuh pengorbanan
dan cinta
Penuh iklas dan suka
cita......
hingga kini, kedekatan
ibu dan cucu.....sangat terasa
Marcelinus Afriesge
Novian Hunga Meha
Lahir Akhir April Sabtu
Wage
Dia Ada berkat Doa Novena
9x Salam maria
Kini ia sudah dewasa,
Sarjana Arsitek yang disandangnya.
Semoga kamu jadi anak yang berguna
Bisa dipercaya, rajin
bekerja
Tetap rendah hati dan punya wibawa
Rajin berdoa, selalu
mengandalkan Tuhan dalam segala-galanya.
Trimakasih Tuhan
Syukur berlimpah Engkau
sudah menitipkan anak Untuk keluargaku,
menambah hidup , semarak
penuh semangat menjalani hari-hari dalam Hidupku,
kiranya dia bisa menjadi
panutan, bapak yang baik bagi keluarganya Kelak.
Semoga, semoga Tuhan senantiasa mendampingi, melindungi dan
memberkati setiap tugas dan pekerjaan..
Amin.
Waingapu, 27 Mei 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar