Senin, 31 Mei 2021

Puisi : Anakku Permata hatiku

 

Tak Kusangka

 Oleh  : Ledwina Eti Wuryani

 

Di Timor Timur Provinsinya
Tepat  Di Dili kotanya
Saat  itu  saat konflik  mendera
Antara  Anak tanah dan bangsa  Indonesia
 
Seorang ibu mengandung dengan hati gundah gulana
Perasaan  berkecamuk  antara  takut  dan kecewa
Karena Janin yang dikandung ‘pas’ sembilan  bulan  usianya.
Setiap saat suasana ‘genting’ saja yang ada
 
Tembak saja!! Tembak Saja!! Bunuh saja!!.....Kejaarrr!!!
Suara para tentara  berlari bergegas mengejar musuhnya,
Buk! Buk! Buk!!! ..........Duarr!! Duar!! Duar!!
Bunyi mereka berlari  sambil menembakkan senjatanya.
 
Mujizat terjadi tak kusangka!
Tiga hari  rasa hati  berdebar sesak di dada,
Janin di perut mendesak, menggeliat mungkin  ingin meihat dunia
Tapi...suasana mencekam ini tak cepat sirna
 
Oh Tuhan...
Kok Bisa,  ibu kandungku dari  jawa muncul tiba-tiba,
Ini pasti kontak  batin antara Eyang dan Cucu pertamanya
Lega.... bahagia  sungguh tak terkira....air mata menetes tak terasa,
 
Pantas saja...
Ada saja  hati mencekam tapi serasa harus  menunda-nunda,
Ehh!!, ternyata  yang di dalam perut ini menunggu Eyangnya
Hati lega,  puji syukur kudaraskan terus menerus  kepada yang Esa
 
Waktupun tak pakai  sia-sia
Secepat kilat ibu membawaku dengan taksi
Ingat  jelas  saat itu suami sementara sakit
Terbaring lemah tak berdaya
 
Mujizat memang ada,
Andai ibu tak datang  mungkin aku merana,
Menangis sendiri karena  tak berdaya,
Dengan  memikul beban berat, perut besar dengan menanggung luka didada
 
Akhirnya....
Di Rumah sakit Umum daerah Bidau
kau menghirup udara pertamanya setelah keluar dari perut bunda.
Tangisan pecah  karena rasa gembira
Senyum bangga, bahagia tak terkira
 
Kau.......
Bayi mungil panjang  38 cm dan 3,4 kg beratnya
Sehat walafiat kondisi tubuhnya
Montok, mulus dengan tatapan mata penuh Asa
 
Kondisi bundamu lemah, lesu tak ada daya
HB tiga, kondisi tubuh lemah, badan lemas  tak bertenaga
Darah mengalir  banyak luar bisa
Blooding parah..
 
Berdoa ya ibu...berdoa ya ibu....berdoa.......
(Suara  dokter dan para perawat)
Kuatkan...kuatkan....kuatkan...
Suara itu terus...terus...terus.....sampai  hilang
Sampai akhirnya kau pinsan katanya.

 
Ternyata  Tuhan masih memberi kesempatan
Untuk aku  menjaga anak yang dititipkan.
Aku masih dirawat....anakku diperbolehkan pulang
Dijaga ibuku dengan penuh kasih sayang
 
Setelah aku sehat, seminggu kemudian aku boleh pulang
Ibu yang  selalu setia mendampingi aku dan bayiku
Dengan penuh pengorbanan dan cinta
Penuh iklas dan suka cita......
hingga kini, kedekatan ibu dan cucu.....sangat terasa
 
Marcelinus Afriesge Novian Hunga Meha
Lahir Akhir April Sabtu Wage
Dia Ada berkat Doa Novena 9x Salam maria
Kini ia sudah dewasa, Sarjana Arsitek yang disandangnya.
 
Semoga  kamu jadi anak yang berguna
Bisa dipercaya, rajin bekerja
Tetap rendah hati  dan punya wibawa
Rajin berdoa, selalu mengandalkan Tuhan dalam segala-galanya.
 
Trimakasih Tuhan
Syukur berlimpah Engkau sudah menitipkan anak Untuk keluargaku,
menambah hidup , semarak penuh semangat  menjalani  hari-hari dalam Hidupku,
kiranya dia bisa menjadi panutan, bapak yang baik bagi keluarganya Kelak.
Semoga, semoga  Tuhan senantiasa mendampingi, melindungi dan memberkati setiap tugas dan pekerjaan..
Amin.
 
 
 
Waingapu, 27 Mei 2021
 
 
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...