Senin, 31 Mei 2021

Renungan Pagi , Selasa 1 Juni 2021

 

Pater Ofan, CSsR


Kita awali dengan tanda kemenangan Kristus.
Dalam nama Bapa Putra dan Roh Kudus.  Amin.
Hari ini, Peringatan wajib Santo Yustinus Martir.
Bacaan Injil hari ini di ambil dari Matius 12 ayat 13-17 . 
Inilah Yesus Kristus menurut Markus.


Dimuliakanlah Tuhan. 

Pada waktu itu beberapa orang Parisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus untuk menjerat dia dengan suatu pertanyaan.  Orang-orang itu datang dan berkata kepadanya guru,  kami tahu engkau adalah seorang yang jujur atau tidak takut kepada siapapun,  Sebab engkau tidak mencari muka tetapi dengan jujur mengerjakan jalan Allah.  Nah, Bolehkah kita membayar pajak kepada kaisar atau tidak.  Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka.  Lalu berkata kepada mereka, “Mengapa kalian Mencobai  aku tunjukkanlah suatu Dinar untuk kulihat.  Mereka menunjukkan  sekeping Dinar Yesus bertanya, “gambar dan tulisan siapakah ini?” . Jawab mereka,  “gambar dan tulisan Kaisar. Maka Yesus berkata kepada mereka berikanlah kepada kaisar, apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah. Mereka sangat heran  mendengar dia. Demikianlah Injil Tuhan.  Terpujilah Kristus.

 Umat beriman  yang terkasih. Selamat pagi semuanya.  Selamat memasuki  hari  yang baru di bulan yang baru.  Hari ini adalah awal Juni.  Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena berkatnya kita dapat menikmati hari yang baru di bulan ini.  Pada hari ini, Gereja Katolik sejagat memperingati Santo Yustinus seorang Martir, Santo Yustinus lahir dari sebuah keluarga kafir di daerah Samaria.  Ia mendapat pendidikan yang baik pada masa kecilnya.  Kemudian ia tertarik untuk belajar berbagai macam hal dan Iapun semakin mendalami tentang Allah. Menariknya suatu ketika ia berjalan-jalan di tepi pantai sambil merenungkan sesuatu.  Ia bertemu dengan seorang tua.  Kepada orang tua itu Yustinus bertanya tentang hal-hal yang sedang ia renungkan.

 Lalu orang tua itu menerangkan kepada-nya,  segala hal tentang para nabi Israel yang diutus Allah tentang Yesus yang diramalkan  para nabi dan  dan juga tentang agama Kristen.  Yustinus dinasehati agar berdoa kepada Allah memohon terang Surgawi.  

Umat beriman yang terkasih dalam Kristus  dalam hidupnya Yustinus bangga bahwa ia menjadi seorang Kristen yang baik. Iya bercita-cita ingin meluhurkan nama Kristen di dalam hidupnya. Ia pun banyak mengajak orang tentang iman akan Yesus Kristus.

 Yustinus pernah menulis demikian. Meskipun orang-orang Kristen, meskipun kami dibunuh dengan pedang disalibkan atau dibuang ke moncong-moncong binatang buas atau pun disiksa dengan belenggu api.  Kami tidak akan murtad dari iman kami. Alasan justinus menulis ini,  karena pada saat itu,  ia berhadapan dengan orang-orang yang ingin membunuh para pengikut Kristus.  Bahkan akhirnya Yustinus pun ditangkap dan dibawa ke Roma.  Iapun berkata semakin hebat penyiksaan semakin banyak orang demi nama Yesus bertobat dan menjadi Saleh. Akhirnya ia pun disesah, kepalanya  dipenggal dan ia pun menjadi Martir  dalam Terang iman kita. 

Umat beriman yang terkasih.

Inilah gambaran orang yang sungguh mencintai Tuhan sungguh mencintai Yesus sampai-sampai Ia mau mengorbankan nyawanya ia rela ditangkap, disiksa rela mati demi imannya akan Yesus Kristus. 

Umat beriman yang terkasih,  dalam injil yang  kita dengarkan pada hari ini Yesuspun  ditantang untuk membela imannya akan Tuhan.  Orang-orang Bertanya kepadanya. Bolehkah kita membayar pajak kepada kaisar atau tidak Kaisar adalah lambang pemerintahan.  Dan semua orang wajib membayar kepadanya sedangkan Yesus Iya adalah seorang Rabbi orang yang berkecimpung di bidang keagamaan, maka orang-orang ini memuji Yesus Apakah ia tetap setia kepada imannya atau tidak.

Kalau  saja Yesus salah berbicara maka mereka pun memiliki dalih untuk membunuhnya, untuk menyingkirkan dia dari kalangan orang-orang Israel lainnya.  Tetapi Yesus cerdas Yesus tahu bagaimana ia harus menjawab.  Yesus pun berkata gambar dan tulisan Siapakah ini. Banya orang  yang menjawab gambar dan tulisan Kaisar maka Yesus berkata berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah makanya Yesus pun tahu bagaimana cara membela imannya.  Dia tahu bagaimana cara menjelaskan dengan baik kepada orang-orang  yang ingin mencobanya.

Umat beriman yang  terkasih, 

Terkadang dalam hidup kita kita juga sering dicobai oleh orang-orang yang di sekitar kita mereka membuat kita emosi membuat kita marah membuat kita jengkel dan ketika kita berhasil dikalahkan oleh mereka, mereka merasa senang mereka merasa bahwa perjuangan mereka untuk menjatuhkan orang lain itu berhasil.  Tetapi kalau dipikir-pikir di saat itulah kita juga ditantang untuk menyatakan kebenaran. Untuk melakukan sesuatu  untuk membela apa yang kita  yakini, apa yang kita imani.  

Masalah  yang sering terjadi adalah ada orangnya bersikeras mengatakan bahwa agamanya yang paling benar. Dengan mengikuti ritual dengan mengikuti agamanya maka orang itu bisa  selamat. Dan  banyak orang tidak lagi feer  dalam memberikan ajaran.  Bahkan pemimpin-pemimpin agama pun salah mengajari umatnya. Mereka  bukan mengajari keselamatan tetapi mengajari bahwa agama-agama merekalah yang paling benar dan agama lain itu tidak benar.

Seharusnya semakin tinggi jabatan atau semakin tinggi porsi dari seorang pemimpin agama Ia pun harus semakin menghargai agama-agama lain dan dalam hidup kita terkadang kita juga mengalami bahwa godaan-godaan itu juga datang dari kalangan bawah ketika kita ngobrol di warung kopi ketika kita duduk bersama dengan tetangga-tetangga kita. Banyak orang  mau agar  keselamatan itu hanya ada dari agama mereka.  Hanya agama merekalah yang benar dan mereka mulai membujuk sana-sini agar orang lain mengikuti mereka.

 Nah  disinilah kita ditantang untuk membela Iman kita meskipun kita bekerja di pernah mayoritas agama lain.  Kita ditantang  apakah kita mudah terbawa arus atau kita juga bisa seperti yesus yang cerdik  yang bisa untuk membela imannya dengan macam-macam cara.  Yesus sungguh tahu bahwa ranah  agama dan pemerintah itu berbeda.  Maka ia pun mau agar  setiap orang setia kepada Allah dan juga setia kepada pemerintah.  Inilah jalan Kedamaian.

Umat beriman yang terkasih, 

Dalam hidup kita kita juga mampu untuk membela Iman kita bukan semata-mata membenarkan menjustifikasi bahwa agama kita yang paling benar.  Tidak.  Tetapi kita mau bersaksi bahwa inilah Inilah  imanku. Inilah Pilihan hidupku dan inilah  keyakinanku. Kita yakin  dan percaya dengan beriman kita pun akan diselamatkan.

Saya Yakin, semakin kita beriman semakin kita menghargai orang lain. Semakin kita tahu posisi kita dimana.  Orang yang beriman ialah orang yang rendah hati dan dia  percaya bahwa Tuhanpun  akan memberikan keselamatan kepada orang-orang yang berkenan kepadanya.  Tuhan Yesus memberkati kita.

 Amin.

Kita semua diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.  Bapa Putra dan Roh Kudus.  Amin. 

Selamat pagi. Selamat memulai hari yang baru dan sampai jumpa.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...