Minggu, 06 Juni 2021

Renungan pagi, Senin 7 Juni 2021

 

 Oleh : Romo Antoro

Pekan biasa ke-10.  Semoga kita semua dalam keadaan baik, sehat dan tetap bersemangat. 
Saudari-saudara yang terkasih  hari ini kita bersama-sama akan merenungkan  injil yesus Kristus menurut Mateus.  Bab 5 ayat 1 – 12. 
Marilah kta mengawali renungan kita  dengan tanda kemenangan kristus. Demi nama bapa Putra dan Roh Kudus. Amin. 

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit sebab melihat orang banyak , setelah ia  duduk datanglah murid-muridnya kepadaNya lalu Yesus mulai berbicara dan  dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka. Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah  karena merekalah yang empunya kerajaan Sorga. 

Berbahagialah orang yang berduka cita,  karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah-lembut  karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang  yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan  dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati karena mereka akan mendapatkan  kemurahan. Berbahagialah yang suci hatinya karena mereka akan melihat  Allah. 

Berbahagilah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang  yang dianiaya demi kebenaran karena merekalah yang empunya kerajaan Surga. 

Berbahagialah kalian. Karena demi aku, kalian dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat 

Bersukacita dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di Sorga. Sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya. Demikianlah Injil Tuhan.  Terpujilah Kristus. 

Saudari saudara yang terkasih apa kabar hari ini, semoga kita bersama keluarga selalu dalam keadaan sehat, baik dan  tetap bersemangat. 

Saudari saudara yang terkasih. 

Dalam bacaan hari ini Yesus tampil sebagai Musa baru dengan kotbah, warna baru seperti kotbah Musa di gunung Sinai. Kotbah di gunung Sinai tentang 10 perintah Allah.  Yang ke-6 isinya dimulai dengan kata Jangan.  Kotbah di bukit ini Mateus menunjukkan bagaimana Yesus memberikan pesan kepada para  muridnya. Pesan yang disampaikan adalah tugas yang  harus diwartakan kembali oleh para  muridnya. Kotbah dibukit adalah Iktisar ajaran Yesus. Kalau kita memperhatikan Sabda jangan dikoreksi menjadi sabda bahagia kita berbahagia karena Allah saat ini menyertai  kita  sampai akhir jaman. 

Saudari saudara yang terkasih. Sabda bahagia memuat harapan akan kebaikan yang akan kita peroleh. Yang miskin dihadapan Allah akan memperoleh kerajaan Allah, yang  berduka cita akan dihibur yang lapar dan haus akan dipuaskan, yang murah hati akan memperoleh kemurahan. Yang Suci hatinya akan melihat Allah. Yang membawa damai akan disebut anak Allah. Yang dianiyaya karena kebenaran  akan memilki  kerajaan Sorga. 

Semua ajaran Yesus ini menunjukkan bahwa  setiap orang yang tekun dan setia  dalam melakukan perbuatan baik  yang hatinya  terarah menuju kepada Allah  dan cintanya diwartakan kepada  sesama akan mendapatkan  ganjaran penebusan  dan kebahagiaan pada hari ini. Dan dijamin  pada hari yang akan datang. Orang yang melaksanakan  perintah dan kehendak Allah  disebut Yesus sebagai orang yang berbahagia. 

Saudari saudaraku yang terkasih Yesus ingin membangun sebuah  konsep  hidup yang optimistis. Kalau  sebuah kehidupan dibangun atas dasar  ‘jangan’. Akan melahirkan orang yang pesimis karena perintah jangan akan hidup dalam hukuman belaka. Orang melakukan sesuatu karena terikat akan hukum . Apa yang dikatakan oleh  hukum taurad  ditaati. Apa yang dilarang oleh hukum  taurad tidak boleh  dilanggar. 

Kata berbahagia sejajar artinya dengan gembira  dan suka cita. Dengan sabda bahagia yesus  ingin menekankan bahwa bentuk pelaksanaan kehendak Allah  harus datang dari hati yang tulus  dan iklas. Semuanya  dilakukan demi kemuliaan Tuhan  dan demi kebahagiaan sesama.

Suadari saudaraku yang tekasih, tentu kita  tidak terlepas dari berbagai persoalan hidup tantangan dan godaan dunia.  Tetapi kita menjalankan semuanya dan berserah kepada Tuhan. Kita akan menjadi  pemenang dalam hidup ini dengan kata lain menjalankan segala kebaikan dengan bahagia akan memotivasi kita  untuk melakukannya secara  benar, sabar, penuh perjuangan. Apapun kesulitan yang akan kita hadapi. 

Singkirkanlah penghalang sabdamu
Cairkanlah hatiku yang beku
Dan bimbinglah kami dijalanMU

Semoga bapak ibu, Sdr/i, orang-orang yang kita doakan. Yang sakit yang menderita seluruh tugas belajar pekerjaan usaha serta karya pelayanan kita dibimbing dilindungi dan diberkati oleh Allah Yang Maha kuasa.  Atas nama Bapa Putra dan Roh Kudus. Amin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...