Oleh : Cahyadi Takariawan
John Steinbeck –novelis pemenang Nobel sastra, suka menggunakan jenis pensil yang sangat spesifik untuk menulis. Dia menyimpan lusinan pensil yang sudah diasah sebelumnya, di meja kerjanya.
Mengapa dia begitu teliti, sekedar menyiapkan pensil? Sebagai penulis, Anda pasti sudah tahu alasannya.
Ide datang kapan saja, tidak bisa diduga. Saat ide datang kepadanya, ia tidak perlu mencari pena dan apalagi harus mengasahnya terlebih dahulu. Ide keburu hilang.
Pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kebiasaan Steinbeck adalah, persiapkan sarana menulis dengan baik, sesuai kebiasaan dan kenyamanan masing-masing. Jika Anda nyaman menulis dengan laptop, persiapakan laptop dan semua perlengkapannya dengan baik.
Waktu Anda bisa habis saat Anda masih mencari-cari kabel data, kabel charger, colokan listrik, dan lain sebagainya saat akan menulis. Ketika Anda membuka laptop, ternyata belum ada kabel charger.
Saat mencari kabel charger, ternyata lokasi menulis jauh dari colokan listrik. Anda harus mencari kabel tambahan untuk bisa terhubung ke sumber colokan listrik.
Sementara Anda hanya memiliki waktu 30 menit untuk menulis, ternyata sudah habis 15 menit untuk persiapan teknis. Habis waktu Anda, bukan untuk menghasilkan karya tulis. Namun untuk menyiapkan sarana menulis.
Maka persiapkan sebaik mungkin sehingga tidak perlu prepare dalam waktu yang lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar