Senin, 20 Juni 2022

Menciptakan Habit Menulis “8 Menit Setiap Hari” (1)

 


.

Oleh : Cahyadi Takariawan

The problem with my daily writing habit is that I don’t have one. I mean to write every single day but then life happens—laundry, cooking, handling a sheep escape or a cat who wants to give birth in my lap, and writing is the thing that gets pushed out” –Nissa Annakindt, 2019.

.

Sangat banyak cara  untuk membangun kebiasaan (habit) menulis. Berbagai konsep dan teori telah dikeumkakan oleh para ahli dan praktisi. Anda tinggal memilih saja, yang  paling sesuai dengan kondisi dan kesempatan. Salah satu teknik membangun habit menulis adalah 8 Menit Menulis.

“The 8-Minute Writing Habit” adalah sebuat teknik menciptakan habit menulis yang dikemukakan oleh Monica Leonelle. Tujuan teknik ini adalah melatih kebiasaan menulis harian, dalam satuan waktu tertentu yang singkat. Leonelle menyarankan satuan waktu menulis 8 menit.

Mengapa 8 Menit?

If you are trying to build a writing habit, but you know you have to do an hour or more at each writing session, it’s too easy to decide you just don’t have time for writing today” –Nissa Annakindt, 2019.

Mengapa 8 menit? Karena setiap orang pasti mempunyai waktu senggang minimal 8 menit dalam sehari. Sesibuk apapun Anda, pasti bisa mengalokasikan waktu 8 menit setiap hari.

Jika Anda seorang pejabat tinggi negara yang sangat sibuk, pasti bisa mengalokasikan waktu 8 menit setiap hari. Jika Anda pebisnis yang super sibuk, pasti Anda masih bisa mengagendakan waktu 8 menit setiap hari. Jika Anda artis laris yang sangat padat jadwal syuting, pasti masih bisa meluangkan waktu 8 menit setiap hari.

Artinya, 8 menit adalah waktu yang realistis bagi semua orang. Tak ada orang yang tidak bisa mengalokasikan waktu 8 menit setiap hari –sesibuk apapun dirinya. Bukankah makan siang memerlukan waktu lebih dari 8 menit? Bukankah shalat Duhur memerlukan waktu lebih dari 8 menit? Bukan membuka dan membalas chating bisa lebih dari 8 menit?

Jika ingin menciptakan habit menulis dengan misalnya 15 menit setiap hari, atau 30 menit setiap hari, atau bahkan 1 jam setiap hari, terlalu banyak orang yang mundur sambil mengatakan tidak memiliki waktu sebanyak itu. Namun jika hanya diminta 8 menit setiap hari, tak ada orang yang tidak bisa.

Jika Anda benar-benar sangat sibuk, Anda cukup mengalokasikan waktu 8 menit saja setiap hari, untuk menulis. Bukan untuk mengobrol atau menonton Youtube. Cukup menulis 8 menit saja, dan rutin satu kali sehari. Satu kali 8 menit, sangat singkat dan sangat pendek, bukan? Bahkan Anda akan merasa kurang.

Menurut riset Monica Leonelle, manusia justru lebih produktif ketika hanya mempunyai sekali waktu menulis dalam sehari, dalam satuan waktu yang pendek, yaitu 8 menit. Dibandingkan seseorang yang mengalokasikan waktu cukup panjang, misalnya 2 jam dalam satu sesi menulis, namun hanya dilakukan sepekan sekali.

Ketika Tak Memiliki Habit Menulis

When I take a day or two off from writing, that leads to a writingless week or even more. Which tends to turn current writing projects into ones that aren’t going anywhere” –Nissa Annakindt, 2019.

Nissa Annakindt (2019) dalam blog www.myantimatterlife.wordpress.com menceritakan pengalaman pribadinya. “Masalah dengan kebiasaan menulis harian saya adalah –saya tidak memilikinya. Saya menulis setiap hari, tetapi kemudian kehidupan terjadi: mencuci, memasak, menangani domba yang melarikan diri atau kucing yang ingin melahirkan di pangkuan saya, sehingga menulis adalah hal yang terabaikan”.

Saat belum terbangun habit menulis harian, terlalu mudah bagi Anda untuk mengalihkan aktivitas menulis kepada aktivitas lainnya yang lebih mudah dilakukan. Walaupun punya waktu luang satu atau dua jam, namun tetap tidak menulis. Kalah oleh hal-hal lain seperti nonton Tiktok atau Youtube.

Celakanya, ketika berhenti menulis untuk beberapa hari, jadinya membuat makin berat untuk memulai menulislagi. “Ketika saya mengambil cuti satu atau dua hari dari menulis, itu mengarah ke minggu tanpa menulis atau bahkan lebih”, ujar Annakindt. Dampaknya, cenderung membuat proyek penulisan yang sudah dikarjakan saat ini menjadi stagnan, tidak ada progres yang bermakna.

Dengan alasan itulah Annakindt mulai mempraktekkan teori Monica Leonelle untuk membangun habit menulis rutin dalam satuan waktu 8 menit. Menurut Annakindt, “Jika Anda mencoba membangun kebiasaan menulis, tetapi harus melakukan satu jam atau lebih pada setiap sesi menulis, terlalu mudah untuk memutuskan bahwa Anda tidak punya waktu untuk menulis hari ini”.

Maka 8 menit bukanlah tantangan yang besar. “Saya pernah menulis 8 menit sebelum tidur ketika saya pikir otak saya sudah tertidur. Ternyata otak saya bangun dan melakukan tugasnya dengan sangat baik”, ungkap Annakindt. Jadi, dengan mudah ia bisa memulai kebiasaan rutin menulis 8 menit setiap hari.

“Tentang menulis 8 menit, pada praktiknya mengarah ke menulis yang lebih lama”, ujar Annakindt. Ternyata dimulai dari 8 menit, membuat Anda merasa asyikmenulis. “Jika Anda benar-benar berhasil, apakah Anda benar-benar akan berhenti pada 8 menit dan bahkan tidak menambahkan satu atau dua kalimat? Terkadang saya melakukan beberapa sesi 8 menit dan bahkan 20 atau 25 menit karena saya sangat ‘panas’”, ungkap Annakindt.

Pemanasan 8 menit berhasil. Annakindt memulai dari 8 menit sehari. Setelah mulai asyik, ternyata ia bisa menjalani 2 sesi 8 menit, atau bahkan 4 kali 8 menit. Ini menjadi kemajuan yang tidak terasa. Perlahan tapi pasti, menulis telah menjadi habit.

Bahan Bacaan

Monica Leonelle, How an 8-Minute Writing Habit Could Help You Write Your Book This Yearhttps://writingcooperative.com, 12 Januari 2020

Nissa Annakindt, Back to The 8-Minute Writing Planhttps://myantimatterlife.wordpress.com, 18 Juni 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...