1.
Apa
yang menjadi cita-cita, harapan, dan impian anda dalam hidup berumah tangga /dalam hidup perkawinan ?
a. Kebahagiaan,
b. Ketenangan, c. keakraban, d.
kemesraan, e. Kehangatan, dst.
Tetapi kenyataannya ?
1). Membangun rumah tangga
tidak mudah
2). Banyak kasus perceraian
(bahkan tertinggi di dunia)
Oleh karena itu
kebahagiaan harus dibangun oleh pasangan suami-istri baru dengan cara :
1). Saling mencintai
2). Saling memberi
perhatian
3). Harus rela menomorduakan kesenangan sendiri
4). Saling percaya
5). Saling
mendengarkan keinginan, harapan
pasangannya
Jadi panggilan
hidup SUAMI–ISTRI adalah
menjadi satu
karena telah dipersatukan oleh ALLAH dalam sakramen perkawinan. Untuk itu, salah satu sarana utama dalam
membina hubungan suami istri yang iandah dan harmonis adalah kerelaan membina
KOMUNIKASI yang baik dari kedua belah pihak.
2.
Apakah Hubungan suami-istri Selalu Mulus,
indah, dan menyenangkan ? Jawaban bisa Ya atau bisa juga Tidak:
a. Pada masa awal perkawinan jawabannya ya karena :
1). Masih ada kemauan saling membahagiakan
pasangannya
2). Mereka masih rela dan iklas untuk berkurban
untuk pasangannya
3). Mereka masih saling menomor-satukandalam segala hal
4). Hal-hal yang
kurang menyenangkan, sifat-sifat yang tidak disukai masih kurang dihiraukan
Mengapa demikian
? Karena mereka masih membina RELASI
yang INTIM. Yaitu adanya komunikasi dari HATI ke HATI, yang masih diliputi
rasa : cinta, kasih sayang, kebahagiaan, kemesraan yang masih membara alias
belum pudar atau luntur.
b. Jawaban Tidak. Dalam Perjalanan Waktu
Perkawinan Banyak Hal Berubah :
1). Sifat, watak, tabiat asli pasangan mulai
ditampakkan.
2). Selera (makan, berpakaian), Hobi (pelihara
bunga, judi, minum miras) berbeda.
3). Tingkat pendidikan, pengalaman, latar
belakangsosial budaya, tradisi berbeda.
4). Kehadiran anak, kadang merubah perhatian istri
pada pasangannya berubah.
5). Adanya gangguan, godaan, intevensi dari luar : orang tua, keluarga,
ekonomi, lingkungan
6). Pekerjaan suami/istri
7). Uang (kaya), tidak ada uang (miskin)
8). J abatan suami-istri
Apa akibat dari perubahan-perubahan
tersebut : Kurangnya kemesraan, kebahagiaan, keharmonisan dalam rumah tangga.
Dengan kata lain tidak ada lagi komunikasi dari hati ke hati, karena waktu
untuk : bersama, untuk saling memberi perhatian, pujian sudah semakin
berkurang.
3. Bagaimana Membangun Relasi dan Komunikasi
Suami-istri ?
a. Penelitian tentang sebab-sebab keretakan
keluarga, menyebutkan KOMUNIKASI dalam keluarga, antara SUAMI dan
ISTRI macet, tidak berkembang atau bahkan MATI. Atau dengan kata lain
kelaurga muda kadang kurang memahami cara
komunikasi yang baik. Akibatnya, perasaan kecewa, tidak puas terhadap
pasangan didiamkan. Inilah BOM waktu yang bakal meledak menggoncang dan
memporak-porandakan mahligai rumah tangga.
b. Pengertian
Komunikasi Suami-Istri
Bila pasanngan yang
satu (bisa suami atau istri) memberikan
informasi/pesan/berita, pasangan yang
lain mendengarkan, memperhatikan, menanggapi, merespon dengan baik, sehingga
mereka memiliki pengertian, pemahaman, persepsi yang sama.
c. Prasyarat Komunikasi yang baik antara
Suami-istri
1).
Mereka harus saling memperhatikan, saling mendengarkan saling menerima, dan mau
menyediakan waktu ketika berkomunikasi
2).
Selalu memupuk rasa cinta dan saling menyayang dari waktu ke waktu. Cinta
itu adalah cinta kasih …. Lihat Madah
Bakti No. 66
3). Istri harus menciptakan suasana yang enak dan
menyenangkan di rumah, sehingga, suami, anak-anak nyaman dan kerasan tinggal di
rumah. Sebaliknya suami juga harus memberi
rasa aman dan nyaman, melindungi, memberi
perhatian kepada istri dan anak-anaknya
4). Hindari kata-kata yang menuduh, menuding
kepada pasangannya. Misalnya menggunakan kata KAU…. Sebaiknya gunakan kata SAYA
…
Misalnya suami-istri pulang terlambat ….
Kenapa kau pulang terlambat ….. ? Saya
sangat kuatir hari ini karena kau pulang terlambat
5).
Usahakan menghidupkan doa keluarga untuk menghilangkan ketegangan, memohon
ampun atas kesalahan yang telah diperbuat
6). Setiap pasangan suami istri harus usahakan
setiap hari mengucapkan kata-kata manis…
pujian
Misalnya : terima kasih,
kamu cantik… maafkan aku… dst.
7). Mau mendengarkan atau menjadi pendengar yang
baik
8). Dalam berkomunikasi harus memperhatikan sikon,
tempat yang tepat
9). Jangan meragukan cinta pasangan anda kepadamu
4. Empat
Bahasa Komunikasi Suami-istri
a. Bicara dari kepala ke kepala
Artinya kalau ada
masalah yang sedang dihadapi perlu dirembug, dirundingkan, didiskusikan berdua
untuk mencapai pemahaman yang sama, mencapai kompromi yang melegakan kedua
belah pihak. Dalam diskusi harus hindari : saling menuduh sehingga tidak ada yang
merasa menang dan ada yang kalah.
b. Bicara dari Hati ke hati
Dalam mengutarakan
perasaan hati, keluh kesah kepada pasangan ini namanya DIALOG. Di sini ada
suasana saling tukar keluh kesah, rasa kecewa. Dalam dialog atau tukar pikiran secara
dari hati ke hati, syaratnya harus ada rasa saling percaya dan saling
menerima. Karena ada saling percaya ini
kedua pasangan akan berani mengungkapkan isi hati atau perasaan hatinya.
Biasanya banyak orang sulit membuka atau mengungkapkan perasaan terutama
perasaan negatif seperti : sakit hati, dongkol, benci, kecewa, atau perasaan yang kurang menyenangkan :
takut, malu, gagal, sedih.
c. Bahasa Badan
1). Pandangan mata 6). Pijat-pijatan
2). Senyuman 7).
Pegang-pegangan
3). Sentuhan/belaian
tangan 8). Ciuman
4). Duduk berdampinagn 9). Dekapan
5). Gandengan tangan 10). Sopan santun
d. Hubungan Sex
Hubungan sex
adalah bahasa komunikasi antara suami-istri yang paling intim dan paling
menyeluruh, sekaligus sebagai perwujudan nyata dari saling penyerahan diri
seutuh baik jiwa maupun raga. Mereka telah menjadi satu daging. Tetapi
hubungan sex juga dapat menjadi sumber pertengkaran, percekcokan, kekecewaan,
dan frustrasi. Jadi sex bukan kegiatan yang semata-mata untuk mencari kepuasan
biologis atau kegiatan melaksanakan bewajiban istri melayani suami,
melainkan bahasa komunikasi untuk mempersatukan
SUAMI-ISTRI dalam kasih mesra. Oleh
karena itu dalam hubungan intim suami-istri harus dilandasai rasa cinta dan
hati yang tulus iklas. Tidak ada keterpaksaan dalam melakukan hubungan sex.
Tahap-tahap dalam
melakukan hubungan sex :
1). Kulo Nuwon
= persiapan = pemanasan (fore play)
cumbuan, rayuan, ciuman, belaian,
sentuhan pada seluruh bagian tubuh pasangan. Mulai dari bagian yang kurang peka
sampai pada bagian yang paling sensitif. Sentuhan suami kepada istri harus terus-menerus,
continue, ritmis berirama, sehingga efektif. Oleh karena itu suami harus sabar.
2). Monggo, mulai tancap gas, melakukan
hubungan sex/senggama.
Persoalan yang terjadi kemungkinan adalah
:
-
Pria/laki-laki
lebih dahulu ejakulasi sementara istri belum ?
-
Bila
istri sedang haid atau datang bulan ?
-
Bagaimana
dengan perencaan jumlah anak dan kapan mulai ?
-
Bagaimana
salah satu pihak menolak ?
3). Matur Nuwun, minta pamit, (after play) ucapan terima kasih
-
Diteruskan sampai kedua-duanya puas, dengan belaian lembut, disertai bisikan terima kasih, … kamu hebat … dst.
e. Yang perlu disadari dan diingat
1). Tempat melakukan hubungan sex harus aman,
tersembunyi tidak boleh diketahui atau dilihat orang lain.
2). Siami-istri tidak boleh ada rasa malu.
Terutama dalam mengungkapkan keinginannya secara jelas. Ingat suami atau istri
bukan Tuhan Allah yang mengetahui segala hal yang anda inginkan. Intinya anda
harus terbuka dalam segala hal.
3). Permainan cinta
tidak selamanya diakhiri dengan hubungan sex. Oleh karena itu perlu ada
komunikasi timbale balik. Misalnya istri lagi, haid, capai dan sebaqliknya.
5. Bagaimana Menyelesaikan Konflik Suami-istri
?
Bila ada konflik atau masalah suami istri, cara menyelesaikan dengan
Diskusi atau dialog
secara terbuka (dari hati ke hati)
1). Konflik = salah paham = salah tanggap = salah
sambung = beda pandangan
Kalau ada masalah jangan lari dari
persoalan yang sesungguhnya. Misalnya suami pecahkan gelas, istri marah suami
sampai mencaci-maki. Padahal sebenarnya istri menyimpan rasa kecewa karena
selama ini suami kurang perhatian lagi padanya.
2).
Sebaiknya kalau ada masalah langsung diselesaikan atau bicarakan semalam suntuk
daripada tidak tidur semalam suntuk, sehingga tidak terjadi perang dingin atau
saling mendiamkan yang akibatnya lebih berbahaya kalau semakin besar
masalahnya.
3). Konflik tidak
selamanya tidak baik.
Dalam pengalaman hidup berumah tangga,
konflik yang dapat dikelola dengan baik justru berdampak baik dalam menjelaskan
meng-clear-kan masalah. Konflik kadang justru membuat rumah tangga akan lebih
harmonis.
6. Bagaimana Bertengkar secara Kristiani ?
a. Mendengarkan dengan baik bila pasangan anda
mengemukakan perasaan : terutama perasaan kecewa, jengkel, sakit hati. Kalau
bisa didiskusi dengan baik, tanpa ada prasangka buruk.
b. Pasangan harus berusaha memandang persoalan
pasangan dari sudut pandang dia, bukan dari sudut pandang saya = rasa empati.
Artinya bagaimana kalau yang meraksakan hal itu saya, bukan dia ? perasaanku
bagaimana ?
c. Usahakan emosi jangan dibalas dengan emosi
d. Usahakan agar orang lain mengetahui kita
sedang “berperang”, bertengkar dalam
rumah tangga. Jangan libatkan orang lain dalam masalah rumah tangga.
e. Ingat. Lawan anda dalam “perang” adalah
orang yang paling anda kasihi dan anda cintai. Dia adalah belahan jiwa anda.
Dialah orang yang paling memahami anda. Dia adalah Ibu/Bapa anak-anak anda.
Bila anda sakit, sedih, dialah orang pertama yang ada di samping anda. Bukan orang
lain.
Senin, 18 Juli 2022
Adi Christian Muhu
Ledwina Eti Wuryani
SEKIAN dan TERIMA KASIH
Pertanyaan
1.
Bergantikan
mengemukakan pendapatnya dengan jujur
Saya memilih Dia karena :
..................................................................................
2.
Kelebihan dia
yang saya Sukai
..................................................................................
3.
Kekurangan dia
yang saya tidak sukai
....................................................................................
4.
Apa harapan
dalam hidup berumah tangga
..........................................................................................
5.
Untuk
menciptakan suasana yang enak dan menyenangkan di rumah
Sebagai seorang istri / suami saya berjanji akan
............................................................................................................
|
Pertanyaan 1.
Bergantikan
mengemukakan pendapatnya dengan jujur
Saya memilih Dia karena : .................................................................................. 2.
Kelebihan dia
yang saya Sukai .................................................................................. 3.
Kekurangan dia
yang saya tidak sukai .................................................................................... 4.
Apa harapan
dalam hidup berumah tangga .......................................................................................... 5.
Untuk menciptakan
suasana yang enak dan
menyenangkan di rumah Sebagai seorang istri / suami saya berjanji akan ............................................................................................................ |
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar