Sabtu, 08 Agustus 2020

Kenangan hari pertama Usaha

 

 

Mengingat tanggung jawab berat,

Ana-anak ‘titipan’  tinggal di  rumah

Mereka semua sekolah, SMP.SMA.SMK bahkan ada juga yang  kuliah...

Anak-anak dari keluarga,

Mereka  numpang ,

Diterima  berattt!! Ya, berat sekali sebenarnya.....

Tak di terima  ‘betapa....’  orang bilang apa....

Mereka  menganggap kami 2 orang kerja, pasti gajinya  besar

 

Mereka tak pernah mengerti...

Iya mereka pasti kurang mengerti

Kalau kita juga  punya kebutuhan,  punya  kerinduan,

Ingin ketenangan, kedamaian, menikmati yang ada.......

 

Rumah kami   biasa tapi ada teman yang menganggap rumah saya  seperti asrama

rasa hati ini kadang, antara, sedih, menangis, terharu, bangga campur tertawa...

yaaa,,,,seperti nano-nano...

 

Setiap hari saya berdoa,

Tuhan....cukupkan  makanan  untuk hari ini

bersama-sama  anak-anak yang tinggal bersama kami

 

Mungkin orang lain pun tak pernah percaya,

Pergumulan hati,  perasaan yang saya alami...

 

Tuhan Maha tahu,...Tuhan  paling tahu...

Berkat Tuhan selalu ada

Iya, berkat  selalu ada terus menerus tak pernah putus

Karena ternyata kami  tak pernah kekurangan..

Kami selalu  dicukupkan....

 

Ternyata mereka yang membawa berkat

Kusayangai mereka semua

 

Tuhan, berilah selalu  kelonggaran hati

Lapangakan dadaku ini

Jauhkan dari kesesakan

Agar semua berjalan lancar tanpa kendala

Bersama anak-anakku yang di luar kandungan

Semoga mereka  tetap belajar, berhasil menuju cita-citanya.........

 

Trimakasih semua...

Semuanya yang  mungkin secara tak sengaja..

Ternyata ikut andil  menyumbang anak-anak kami

Dengan cara memberi produk rumahan dari kami

Terkhusus Bp/Ibu Sambudi.....yang  sampai pesan 190  paket,...Wow, Sejarah dalam hidup!

Hasil karya tangan mereka yang kurang trampil, ternyata membawa hasil.

....sekali lagi Trima kasih  sudah  berpartisipasi memberi “sedekah anak Soleh”

 

Salam.

 

Selamat siang,

Hari Minggu

Waingapu, 19 Juli 2020

 

 

 

 

 

Rabu, 05 Agustus 2020

Just for Eleven Sains Last Year



Seiring berjalannya waktu….

pernah hari-hari kita lalui  bersama

hingga pada penghujung waktu

ternyata kita  jadi berpisah

 

perpisahan ini

adalah awal  menuju ruang yang berbeda

untuk  kamu tetap  belajar mencapai  cita-cita

apalagi di kelas 12, kelas ujian,  menunggu detik-detik kelulusan…

 

Aku tak pernah tahu

Seberapa yang kau mengerti

Dari apa yang telah kau berikan

 

Seberapa pun itu,  pasti akan  tetap berguna untuk tindak lanjutnya

Hanya  sebatas itu yang bisa kuberikan

Sedikit bekalmu kelak menjemput masa depan

 

 

Anakku…

Ada rasa kesal, marah,  bahkan kecewa pastinya

Kita saling  memaafkan mungkin ada yang tak berkenan

 

Tetaplah rendah hati dan mengandalkan Tuhan.

 

Salam untuk anak-anakku yang  #hebat.

Kelas XI IA angkatan 2018/2019.

 

@*@*@*@*@*@*@*@*@*@*@*@

 

Kenang-kenangan kita  waktu kita  masih bersama

Bernyanyi,….bercanda,…..beganggu  dan  tertawa.

Senang, sedih, kecewa, ………pastinya  tak akan terlupa …….

 

Maaaff yang tidak bias tampil gambar atau videonya satu persatu…

Namamu,….selalu di hati ibu…..salam….

 

For you……..XI IA  Smandu   

Duaribu Sembilan belas dua ribu dua puluh


JAGALAH TUBUH KITA SENDIRI

RENUNGAN PAGI :

JAGALAH TUBUH KITA SENDIRI

“Seorang wanita pembersih membeli beberapa produk kesehatan. Orang-orang di sekitarnya bertanya, "Anda bekerja sangat keras setiap hari dengan sedikit penghasilan, mengapa Anda rela membelanjakan untuk kesehatan Anda?"

Jawaban bibi itu membuat kagum semua orang dan membuat semua orang menyadari pentingnya kesehatan yang baik
"Lebih dari satu dekade yang lalu, ayah saya menabung 800 juta, semua dihabiskan untuk membayar rumah sakit yang merawat kakek saya"

"3 tahun yang lalu, 200 juta yang saya tabung selama lebih dari satu dekade, semuanya dihabiskan untuk membayar rumah sakit yang merawat ayah saya"

Semua uang yang kami simpan untuk keluarga saya dalam 2 generasi pergi ke rumah sakit.

Saya tidak ingin membebani anak-anak saya di masa depan. 
Saya tidak ingin bekerja untuk membayar tagihan rumah sakit untuk tiga nyawa!

Karena itu, saya harus merawat tubuh saya agar tidak mudah sakit dan ingat :

* mohon jaga baik baik diri sendiri!
* Kesehatan betapapun mahalnya.. tidak semahal biaya medis!

Jika seseorang berbicara kepada Anda tentang kesehatan.
Anda harus menghargai dan berterima kasih kepada mereka.

Orang biasanya menyimpan uang mereka dengan tiga kalimat :
* Saya tidak tertarik
* Saya tidak butuh
* Saya tidak mampu

Tetapi orang-orang dapat kehilangan semua uang mereka ketika mereka mendengar tiga kalimat dari dokter..
- kamu sangat sakit
- tidak apa-apa, kami dapat mencoba untuk menyembuhkan Anda
- tapi perawatannya tidak murah

Dokter hanya berbicara kepada kami selama 3 menit dan kami bersedia menghabiskan tabungan kami yang kami kumpulkan selama 30 thn.

1️⃣ tidak memamerkan uang kita, mereka seperti kertas di rumah sakit!

2️⃣ jangan memamerkan posisi kita, Jika kita jatuh sakit, banyak orang akan menggantikan kita dan berkinerja lebih baik!

3️⃣ jangan memamerkan rumah kita, Setelah kita mati, itu adalah tempat berlindung orang lain!

4️⃣ tidak memamerkan kendaraan kita, Setelah kami pergi, kunci mobil akan ada di tangan seseorang!

Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah memamerkan kesehatan kita, perkuat daya imun tubuh kita.

Dengan sehat... 
kita dapat berjemur di bawah sinar matahari, minum teh/kopi, main golf, fun bike, menikmati hidup sehat & bahagia serta bisa beraktivitas apa saja.

Pedulilah kepada  diri kita sendiri karena bagian tubuh kita tidak tergantikan dan sangat berharga! 
Begitu mereka tidak berfungsi, kita akan menderita

"If I only had Time"


"If I only had Time"

Setiap kali pulang dari rumah duka, kita selalu diajak untuk merenung lebih dalam tentang kehidupan... 

Di rumah duka, kita pasti akan disadarkan, bahwa dunia ini adalah sebuah terminal, di mana kita semua sedang duduk. 
Kita semua sedang menunggu giliran...

Ketika nama kita dipanggil, kita mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap, harus berangkat. 

Kanker, serangan jantung atau penyakit lainnya, termasuk juga kecelakaan atau bencana alam, hanyalah sebuah jalan atau sarana. 

Lucunya, kita semua tahu tentang kebenaran ini tapi kita tidak pernah sungguh² menyadarinya.

Kita kadang menganggap akan hidup lama didunia ini atau juga, seperti kata seorang sahabat saya : 
Kita berpikir kematian itu hanya milik orang lain...... 

Di-tengah² waktu yg berlari dengan sangat cepat, kehidupan kita - anda dan saya - sedang melaju dengan pasti menuju titik akhir.

Kita bahkan tidak tahu sama sekali titik akhir itu ada di mana.

Mungkin ia berjarak 30 tahun, 20 tahun, 10 tahun atau jangan² hanya hitungan hari. Siapa yang bisa tahu?

Tidak ada satu manusia pun yg bisa mengandalkan kesehatan, kekuatan dan kekayaannya untuk menangguhkan kematiannya....

Saya tidak tahu anda berusia berapa.. 
Tapi, jika saat ini ada yg berusia 20-an tahun dan anda tengah mengagungkan kemudaan anda, percayalah, anda sedang ada didalam mimpi..

Saat Anda tersadar, tentang fananya dunia kehidupan ini. 
Anda akan melihat rambut Anda mulai menipis, memutih dan pasti menua di dalam proses kehidupan..

Tiga puluh tahun lalu saya adalah seorang anak muda yg enerjik, penuh cita², hampir tidak pernah berpikir tentang kematian..
Lalu semuanya berlalu dengan sangat amat cepat. 

Dulu orang² memanggil saya dengan sebutan nama, lalu Mas, Koh dan kemudian berubah menjadi Om.

Tak lama lagi, orang² mungkin akan memanggil saya dengan sebutan kakek atau opa, akong, mbah.

Saya punya seorang teman yg kini berusia 50 tahun lebih.
Beberapa tahun lalu, ia terperangah karena tiba² orang² mulai menyebut dia sebagai Om, Asuk.
Ia tidak bisa menerima kenyataan ini..
Tiap kali orang² memanggil dia Om, Asuk ..entah itu pelayan restoran atau penjaga toko, ia marah besar.

Ia belum bisa menerima kenyataan. 
Ya, kenyataan yg tidak bisa dibantah adalah kita semua - seberapa banyaknya pun harta atau tinggi ilmunya, pengetahuan kita, kita semua setiap hari akan bertambah tua.

Menua setiap hari adalah kodrat kita sebagai manusia. 
Saat kita melihat didepan cermin, kita mungkin melihat sosok diri kita yg sama dengan kemarin.

Namun, sesungguhnya perubahan sedang terjadi dalam diri kita.. 
Perubahan menjadi tua...... 
Tidak ada yg sama antara kemarin, hari ini dan besok.

Bukan hanya tubuh kita, tapi juga semua benda yg ada di sekeliling kita.

Semua barang kita : rumah, televisi, jam tangan, lemari, pakaian, mobil, sepeda motor, semuanya sedang berada dalam proses penuaan. 
Kita tidak melihat apapun, tetapi kemerosotan sedang terjadi di dalam barang² tsb.

Begitu juga dengan tubuh kita....
Tidak ada yang abadi di dunia ini. 
Lalu, jika kemerosotan secara fisik setiap saat berproses dalam diri kita dan kematian hanya soal waktu, apakah kita akan menjalani kehidupan ini dengan ratapan dan tangisan?

Kita memang tidak bisa melawan proses penuaan tubuh kita, namun kita bisa melawan kemerosotan dari sesuatu yg justru menghidupi tubuh kita, yakni batin/roh kita.

Jika tubuh kita berubah menjadi tua dan lemah setiap hari, mengapa kita tidak mengubah batin/ roh kita menjadi lebih baik dan lebih baik setiap hari? 

Tidak ada yg tetap sama dalam kehidupan ini.
Begitu juga dengan pola pikir dan paradigma kita. 

Sementara tubuh kita mengalami kemerosotan, kita memperbaharui cara berpikir - hati kita - dari hari ke hari.

Memahami sungguh² bahwa kehidupan ini hanya sangat sementara dan karena itu waktu yg tersisa amatlah bernilai, akan membuat kita benar² menghargai kehidupan ini.

Tidak ada yg lebih baik dalam kehidupan ini, selain setiap hari terus belajar untuk mengisi kehidupan ini dengan hal² yg baik: 

Mencintai dengan lebih baik
Mengerti orang lain dengan lebih baik dan berpikir yg bijaksana.
Mengampuni dengan lebih baik.
Membantu orang lain dengan lebih baik.

Dan dengan itulah kematian akan menganugerahkan kehidupan yg jauh lebih baik buat kita.

HIdup adalah persiapan untuk kekekalan

So much to do 
If I only had time
If I only had time
*JANGAN LUPA BAHAGIA.....CERIA. ....GEMBIRA

MENGAPA BANYAK ORANG FIT 40-TAHUNAN MENINGGAL SAAT OLAHRAGA?



Pertama, kita harus ingat bahwa formula detak jantung maximum (maximum heart rate / MHR) per menit adalah:
(220 - umur) x 85%
Ini adalah ambang atas detak jantung anda dan tidak boleh sering dilanggar. Ini juga berasumsi bahwa badan anda fit.

Jika umur 20 tahun, maka MHR = 170.
Umur 40 tahun, MHR = 153.
Umur 60 tahun, MHR = 136.

Olahraga yang cukup berat, memerlukan detak jantung 150-160 per menit. Sedangkan MHR umur 40 tahun itu persis sekali di ambang batas olahraga berat. Jika detak jantung melebihi batas ini dalam waktu cukup lama, maka jantung akan tidak mampu menjalankan tugasnya dan menjadi rusak dan akhirnya menyebabkan kematian.

Jadi, mulai umur 40 tahun, coba kurangi olahraga berat dan mulai monitor detak jantung saat berolahraga. Monitor jantung bisa dengan mudah dilakukan dengan jam tangan kesehatan (smart watch).

Mari berolahraga dengan aman!

Datar Isi di Blogspot:

Datar Isi di Blogspot:

Etiastiwi66.blogspot.com

1.       Alkisah Tukang Batu

2.       Pemanfaatna waktu luang

3.       Indahnya Anugerah

4.       Himah kehidupan

5.       Mengisi liburan yang bermanfaat

6.       Tetep senmangat hidup

7.       Keangkuhan

8.       Hutang Dunia akherat

9.       4 gaya stress

10.   Doa sebagai jembatan  berprestasi

11.   Jatuh cinta

12.   Tebakan untuk ngakak

13.   Curahan hati guru

14.   Belajar di rumah part 2

15.   Menjadi diri sendiri

16.   Perenungan yang tidak diajarkan di sekolah

17.   Pendidikan karakter tanggung jawab siapa ya?

18.   Menulis membahagiakan hati

19.   Surat dari guru saat pandemi melanda ibu pertiwi

20.   Menjadi guru Idola

21.   Hidup adalah proses yang harus dijalani

22.   Kasih Tuha  tak berkesudahan ( alkkisah )

23.   Indonesia Sedang berduka  18 April 2020

24.   Rumus Matematika Sebagai Motivator

25.   Reformasi Pendidikan Ala Finlandia

26.   S e m u t

27.   Doa supaya dibebaskan dari  virus corona

28.   33 Alasan Menulis

29.   33 Judul  artikel

30.   Daftar Isi Blog  ( 5 Agustus 2020 )

 


33 Alasan Mengapa Aku Harus Menulis*_

*TUGAS  1*

Ledwina Eti Wuryani  /KMO  BASIC BATH 33

 

_*33 Alasan Mengapa  Aku Harus Menulis*_

1.       Ingin bermanfaat bagi orang lain

2.       Panggilan  hidup

3.       Mengisi waktu luang

4.       Siapa tahu bisa n membuat perubahan  yang lebih baik

5.       Untuk  mencurahkan Isi hati

6.       Melampiaskan Emosi diri

7.       Menyalurkan  hobi

8.       Supaya di kenal, walau sedikit orang

9.       Mendapatkan ketenangan batin

10.   Supaya bisa menginspirasi  banyak orang

11.   Siapa tahu   bisa  membuat orang lain , teman ikut menulis

12.   Punya wawasan lebih luas

13.   Jadi suka membaca buku dan referensi lain ( Kenal Medsos )

14.   Membuat ingin tahu banyak hal

15.   Supaya bisa  memberitakan hal-hal hal penting  dalan kehidupan

16.   Supaya dapat  hidup sosial

17.   Supaya kalau saya maeninggal nanti ada karya  yang tersisa di dunia

18.   Bisa mengukir sejarah hidup saya untuk anak-cucu nanti

19.   Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian ( jadi terinspirasi)

20.   Ternyata dengan menulis menjadikan saya rendah hati, tahu diri tentang pribadi

21.   Sadar akan kejujuran

22.   Dengan menulis  bertambah  kosa kata, berbicara jadi teratur dan sistematis.

23.   Dengan bisa menulis orang  jadi tidak merendahkan atau meremehkan saya.

24.   Lebih percaya diri

25.   Hidup  jadi optimis, tidak  mudah menyerah dan tidak mudah putus asa

26.   Dengan menulis menambah  kepribadian lebih dewasa

27.   Dengan menulis akhirnya bisa sangat menghargai waktu yang diberikan oleh Tuhan.

28.   Jadi  punya rasa “Rela berbagi Iklas memberi”

29.   Ingin menuangkan dalam  kata-kata setiap  ada cerita  yang menginspirasi

30.   Ada motivasi  dan optimis dalam  menjalani hidup

31.   Karena  punya  hobi baru suka membaca jadi  bisa sharing dan jadi tempat curhat  teman-teman yang lebih muda.

32.   Menjadi ingin tahun banyak hal

33.   Mencegah serta  menghilangkan stress

 

Waingapu, 4 Juli 2020

 

Mhon Maaf mbak Fara

Karena  kesibukan saya lambat  kumpul,  Trimakasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Email: alineakubasic.batch33@gmail.com


Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...