Rabu, 20 April 2022

NASIB…..SIAPA TAHU?

 


Tak pernah kubayangkan sekecil apapun

Tak pernah kumimpikan setitikpun

Tak pernah aku harap sedikitpun

 

Aku hanya orang yang terbuang

Orang  tak berharga dan tahunya ongkang-ongkang,

sering dilihat dengan sebelah mata oleh seseorang

 

Sebagai manusia punya naluri

Punya hati dan nurani

Ada rasa empati walau tak dihargai

 

Doa, dan hanya bisa doa untuk orang yang membenci

Tetesan airmata yang kadang membasahi pipi

Sedih!! Tapi itu bukanlah solusi

Jadi  orang harus bisa menghibur diri

 

Damai dengan pribadi

Tenangkan hati

Sampaikan pada bapa surgawi

Dialah segalanya paling mengerti

 

Fobamor, 19 April 2022

 

ILAHI (telelet)

 


 

 

Jadi manusia harus tegar

Larangan Tuhan perlu dihindar

Hidup terasa tenang damai berbingar

 

Kita tahu, sadar dan pasti sudah mengerti

Jalani hidup baik seolah besok kita mati

Agar penghuni sorga semua akan simpati

Malaikatpun akan turut serta berempati

 

Kita tak tahu Tuhan akan panggil

Tak tahu juga kapan ruh kita diambil

Tak siap!!, nyawa direnggut menggigil

Maka setiap hari rela berbagi dengan adil

Mampu memantaskan diri janganlah kerdil

 

Hidup itu perlu dijalani dengan hati tenang

Jiwa perlu nyaman, aman dan suasana senang

Gembira adalah obat, sehat semangat berarti riang

Sebagai insan manusia jangan merasa terkekang

Isi hidup dengan karya, bermakna & berjuang

Hasil  memuaskan akan bangga terngiang

 

Hidup  kita menikmati saja agar asyik

Tak perlu  percaya adanya mistik

Jika percaya akan menjadi pelik

Janganlah  mudah  terusik

Apalagi berhati sirik

 

Hidup perlu ketabahan

Tata hati  bersihkan  fikiran

Agar setia ikut  lurusnya  jalan

Syukur  mencapai kesempurnaan

 

Hadapi hidup ini penuh sentosa

Terima, iklas dari sang Maha Kuasa

Tentunya agar kita kelas tenang disana

 

Flobamor 2,  20 April 2022

JUDUL 1


 

1.     Pengalaman sanagat  berharga

2.     Tak bergeming denagn iming-inming dan tak terpikat dengan naik  pangkat

3.     Menanti Pelangi bersemi

4.     Sang seminam  Pendidikan

5.     Tantangan pembelajaran di era pandemic

6.     Kembang pacar

7.     Pak Kirun

8.     Geliat  literasi senja

9.     Anakku   sayang

10.  Dibalik Pandemi Covid-19

11.  Harapnku tertulis di langit biru

12.  Seandainya aku perempuan dia akan mati

13.  Mituara  dalam kegelapan

14.  Literasi  Cinta   :  Nurul Jubaedah, S.Ag, S.Pd, M.Ag

15.  Kisah Cinta Manusia termulia

16.  Kutipan Senja Pelangai

17.  Sang pencerah

18.  Lireasi  Bersama  Murid-muridku

19.  Andai aku seorang Sultan

20.  Bisa  ajaib disaat terjepit

21.  Bait-bait Indah  senandung Asa

 

 

Memang memulai menulis   kadang terasa  sulit. Semua perlu dengan perjuangan.Perlu  diingat!.Usaha dan kerja kerja  tak akan membohongi hasil.Jika kita terus berusaha menulis pastilah akan ada perubahan yang tidak kita kira suatu hari nanti.

 

 

 

 

  

LINDA, AKU MERINDUKANMU…..

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Turun di bandara Jogya aku langsung menuju pangkalan ojek untuk menuju rumahku. Aku pulang dari Jakarta. Sebagai seorang pensiunan  punya banyak waktu untuk pergi sedekar nengok cucu walaupun di Jakarta. Tiba-tiba ada  seorang nona cantik menghampiriku dan mengambil koperku sambil berkata” ojek pak!. Oh iya,  jawabku singkat. Aku mengikutinya dari belakang menuju motornya. Setelah menstater motornya memintaku untuk segera naik. “Bagaimana kalau aku saja yang didepan?”, kataku. Dia memberikan kunci kontaknya padaku.

Ahh!, ternyata wanita cantik itu adalah ojek. Dengan hati penasaran aku bertanya padanya ”Nona masih muda kenapa ojek?, apakah suami mengijinkan?”. “Suamiku sudah meninggalkan saya pak?”, jawabnya. “ Inalilahiwainaliruji’un”,  kataku turut berduka. Apakah nona sudah punya anak?, tanyaku menelisik. “ Belum pak”,  saya ditinggal suami. Suami pergi TKI dengan istri barunya tanpa sepengatuanku. Aku kaget, tak terlihat olehku ada polisi tidur didepanku. Spontan nona memelukku kencang. Ada rasa yang berbeda dalam hatiku. Sambil berbincang-bincang tak terasa sudah sampai di depan rumahku. Akhirnya nona itu kuajak masuk. Dia membawakan tasku. Aku segera  masuk dan membuatkan segelas air minum nutrisari untuknya.

Kupersilahkan minum , dia kelihatan malu dan sungkan. Kupaksa supaya meminumnya sampai habis baru kubayar. Akhirnya dihabiskannya. Lalu kusodorkan 2  lembaran uang seratus ribu padanya. “Aduh pak, maaf tak ada kembalinya”, katanya. “ Ambil saja, trimakasih untuk perkenalan ini, kataku datar. Apa boleh aku minta no. HP-nya nona?, kataku memohon. Boleh! boleh pak, jawabnya dengan semangat dan senang hati. Sejak itu kami saling chat,  hatikupun jadi berbunga-bunga. Sejak  istriku meninggal aku tak pernah merasakan hatiku sebahagia ini. Nona Linda selain cantik parasnya, halus pula tutur katanya. Hari-hariku penuh kerinduan. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Suatu saat kuberanikan diriku menyatakan cintanya dan ingin  meminangnya. Dia bilang pikir-pikir dulu. Aku juga tahu diri, jika Linda keberatan juga aku sangat mengerti. Hehe..  nanti orang bilang, aku mata keranjang atau tua-tua keladi. Makin tua makin menjadi. Tiga bulan dia tak membalas WA-ku. Akupun berusaha untuk melupakannya walau terasa sulit. Ahhh!! Lupakan saja.  Tiba-tiba ada suara getar dalam tasku. Kubuka HP ternyata Linda yang menelponku. Dug dag rasa hatiku. Aku  harus siap menerima penolakan darinya. Ternyata…..   apa kata dia!! Dia menerima lamaranku. Aku Bahagia luar biasa. Serasa angin surgawi menyirami seluruh tubuhku.  Kek! Kek!! Ada dengar teriakan menggoyang-goyangkan badanku. Aku sadar. Ternyata cucuku dari luar kota datang  bersama orangtuanya.  Eaaallahhh…  ternyata mimpi. Malu aku jadinya.

Rabu, 13 April 2022

LOGIKA DAN CARA BERCERITA DALAM PENTIGRAF


Logika dan cara bercerita dalam pentigraf sangat penting agar cerita tidak terkesan dibuat-buat, tidak pula monoton. 


Berikut pembahasan yang disampaikan Bapak Tengsoe. Yuk, kita cermati. 


Pentigraf merupakan salah satu bentuk karya fiksi. Sebagai karya fiksi, pentigraf memang dibuat dan direka. Hanya saja pentigraf memang dibuat dan direka, tetapi tidak boleh dibuat-buat dan direka-reka. 

Pentigraf tetap dituntut logis, baik dari segi pemilihan tema, pengaluran, penokohan, dan pelataran.


Mohon maaf, untuk membahas logika dalam pentigraf saya mohon izin memakai pentigraf yang ditulis oleh Mirojul Asyarati. Ini saya pakai sebagai upaya untuk saling belajar dan mengkritisi demi kemajuan kita dalam menulis pentigraf.


RUMAH PRODEO


Fendy, pemuda berasal dari keluarga kurang mampu. Tekadnya sudah bulat untuk memperbaiki nasibnya dengan merantau ke ibu kota. Bayangan ibu kota yang menyediakan berbagai lapangan pekerjaan terpampang nyata di pikirannya. Kiranya berbalik seratus delapan puluh derajat, harapan mendapatkan pekerjaan masih jauh dari harapan. Untuk menyambung hidupnya, ia menjadi pemulung, tukang semir sepatu, kuli bangunan dan tukang parkir.

Saat menjadi tukang parkir, Fendy menggagalkan percobaan pencurian mobil milik pak Haris. Sebagai rasa terima kasih, pak Haris mengajak Fendy untuk tinggal di rumahnya. 


Awalnya, Fendy menolak akan tetapi hati selalu berbisik, "Terima saja Fen ajakan pak Haris, kamu kan Ndak punya rumah, dari pada mengontrak mendingan uangnya di tabung saja". Suara itu selalu membayangi hidupnya, akhirnya Fendy memutuskan untuk tinggal bersama pak Haris.

Pak Haris, orang yang kaya raya, rumahnya luas dan sangat megah. Berbagai mobil mewah berbagai merk, bersih dan mengkilat berjajar di bagasi rumahnya seperti layaknya showroom. Jantung Fendi berdecak kagum melihat harta kekayaan pak Haris, hingga suatu saat memberanikan diri bertanya tentang pekerjaan pak Haris. 


Akhirnya Fendy pun di rekrut menjadi anak buah pak Haris, dan secepat kilat Fendy menjadi kaya raya. Sebutan crazy rich ditambatkan padanya. Rumah mewah, mobil mewah, sepeda motor mewah telah diperolehnya. Tabungan bermilyar-milyar menggunung di rekening miliknya. Banyak wanita yang  mencoba mencuri hatinya, ada gula ada semut, begitu pepatahnya. Dengan harta kekayaan yang dimilikinya, tak ada satu wanita pun yang menolak cintanya. Pilihan pun tertambat pada seorang gadis cantik yang bernama Dina. Mereka hidup bergelimang harta, rasa bahagia terpancar di raut mukanya. Setelah delapan bulan menikah, tetiba polisi menangkap Fendy dengan dakwaan sebagai bandar judi online. Rumah prodeo sekarang menjadi tempat tinggalnya untuk beberapa tahun. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Dina istri Fendy melayangkan gugatan cerai padanya. Alangkah malang nasib Fendy, hidup sendiri meratapi nasib di rumah prodeo, tak memiliki apa-apa, ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.



Terdapat kesan sangat dibuat-buat dan direka-reka dalam pentigraf tersebut. Fendy perantau miskin dari desa hidup menderita di ibukota. Karena dia berhasil menggagalkan pencurian mobil Pak Haris saat ia menjadi tukang parkir, ia pun diajak tinggal di rumah Pak Haris yang kaya raya. Ia pun akhirnya direkrut menjadi karyawan Pak Haris yang menjalankan bisnis judi online. Dalam tempo singkat Fendy pun kaya raya.


Bagian mana yang terkesan sangat dibuat-buat?

1. Pak Haris meminta Fendy, sang tukang parkir, tinggal di rumahnya. Semestinya tak segampang itu Pak Haris meminta orang yang baru dikenalnya tinggal di rumahnya.

2. Fendy diangkat jadi karyawan. Peristiwa ini juga terkesan amat tergesa-gesa, hanya karena penulis menghendakinya demikian.

3. Dalam tempo singkat kaya raya. Sebagai karyawan Pak Haris tentu saja tidak bisa secepat itu kaya raya, apalagi dalam bisnis judi online. Memperoleh uang yang cepat dalam judi biasanya cepat habis pula, sebab karakter orang dalam kisaran judi adalah boros, senang-senang saja, dan jahat.


Sebaiknya dalam menyusun pentigraf kita fokus pada satu tokoh maupun satu persoalan. Misalnya fokus pada saat Fendy ditangkap polisi, fokus pada saat istri Fendy minta cerai, atau lainnya. Karena tidak fokus, pentigraf tersebut menjadi semacam sinopsis singkat dari kisah panjang Fendy.


Misalnya:

DARI BALIK JERUJI BESI

Dari balik jeruji besi ia tatap Dina istrinya. Fendy sungguh tidak menyangka keputusan yang diambil Dina. “Aku rasanya tak mungkin akan terus menjadi istrimu, Mas. Aku malu pada orangtuaku telah menikah dengan seorang yang ditangkap polisi karena jadi Bandar judi online. Keputusan bulat. Kita cerai!”


Fendy tidak bisa berkata apa-apa. Ruang kecil di balik kaca berjeruji itu terasa semakin sempit saja. Sesempit masa depannya. Sungguh, seakan sudah jatuh tertimpa tangga pula. “Kamu ikut aku saja, Mas,” kata Pak Haris 5 tahun yang lalu, “Hidup sebagai tukang parkir hidupmu tak akan pernah berubah.” Fendy hanya mengangguk saat Pak Haris bermobil Mersedez Bens itu. Tak tahu mau bilang apa kecuali mengangguk. Dia membayangkan hidupnya akan berubah. Mimpinya untuk menjadi pemuda kampung yang sukses akan terwujud.


Lima tahun berjalan. Pundi-pundi tabungannya beranak-pinak. Ya, menjalankan bisnis judi online bersama Pak Haris ternyata sungguh menyenangkan. Dina, perempuan satu desanya dulu pun dinikahinya. Sebagai perempuan sederhana ia tidak pernah bertanya apa pekerjaan Fendy. Yang ia tahu, sore itu 3 orang polisi menangkap suaminya karena dituduh bersekongkol dengan Pak Haris menjalankan bisnis haram itu. Rasanya langit-langit runtuh menindihnya.



Nah, yang lebih penting lagi adalah cara bercerita. Pengaluran dalam bercerita tidak harus kronologis, dari A, B, C, dan seterusnya. Bisa saja urutannya C, A, B atau B, A, C, atau urutan lain. Pengaluran secara kronologis hanya membuat penceritaannya monoton dan penonjolan konflik menjadi tidak ada.

Mari, kita terus belajar bercerita yang sungguh-sungguh memukau. Pentigraf bukan hanya urusan elemen narasi, tetapi juga menyangkut teknik berceritanya bagaimana.


Salam 3 Jari

Tengsoe Tjahjono

Penemu Pentigraf

Selasa, 05 April 2022

STRESS MENANGGUNG MALU

 


Oleh : Ledwina Eti Wuryani

 

Pak Minggus adalah seorang guru  hebat. Sudah lima tahun berturut-turut sekolahnya menjadi juara umum setiap lomba Hardiknas tingkat  Kabupaten. Untuk meningkatkan  karirnya pak   Minggus dimutasi ke SMA . Sekolah  Favorit  melalui  seorang tokoh masyarakat. Pak Minggus  membuktikan jago  lagi 3 tahun berturut-turut  SMA baru itu.  Atas bimbingannya bisa menjuarai Karya Tulis Ilmiah ( KIR) hingga  tingkat Nasional dan mendapat  juara 1. SMA  1 tempat pak Minggus mengajar  semakin terkenal dan  jadi bahan pembicaraan  masyarakat. .

 

Nama Pak Mingguspu jadi terkenal.  Singkat cerita  ada deal-dealan agar dirinya  diangkat menjadi kepala sekolah negeri di SMA bonafidnya dan  disetujui. temannya "Pak Minggus tidak pernah ikut Tes Calon Kepala Sekolah, maka tidak sah sebagai kepala sekolah ." Protes beberapa teman guru. Pak Minggus mulai  gusar, maka jurus 3D (Duit, Dekat, Dekeng) digunakan. Demi ambisinya  dia lakukan dengan segala cara.  Pada tahun ke-2 sukses mendapat juara 1 provinsi pelaporan keuangan. Ambisi pun terus  menggelora.

Karier Pak Minggus  berjalan mulus.  Berkat lobi-lobi  dan  menyogok  akhirnya  dia  bisa menjadi Kepala Dinas Provinsi. Woww!!  Keren abis!.  Namun sayang. Akhirnya …….. dia tersandung masalah. Pak Minggus  harus menghadapi kenyataan pahit.  Pak Minggus   terbukti menyelewengkan keuangan Negara. Pak Minggus harus  mendekam dipenjara 5 tahun lamanya.  Dia juga  dipecat  dari PNS. Setelah 5 hari dipenjara ternyata pak Minggus ditemukan  bunuh diri dengan minum racun. Anak dan istrinya pinsan mendengar kabar pak Minggus meninggal mendadak.

                                                                                                Waingapu, 7 April 2022

 

Selasa, 29 Maret 2022

Ada 4 langkah dalam menulis (1)

 Oleh : Asep Maulana

“Hendaknya berbekal ilmu terlebih dahulu sebelum menulis. Kesulitan yang dialami oleh para pemula adalah karena minimnya ilmu” –Asep Maulana, 2022.

.

Keinginan menulis mulai muncul ketika saya  bersekolah di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Tepatnya ketika saya baru mengenal mading (majalah dinding) sekolah. Karena madingnya persis di balik tembok sisi kanan kelas saya, pastinya sering terlewati dan saya mampir untuk membacanya.

Jadilah saya termasuk orang yang sering membaca berbagai tulisan di mading itu. Ada puisi, humor, cerita bergambar dan lain-lain. Melihat tulisan salah satu teman saya dimuat di mading, muncul ide dan keinginan saya untuk menulis. Saya pun ingin nama dan karya saya terpampang di mading tersebut.

Pengalaman Saya dalam Menulis

“Saat itu saya berpikir bahwa mengarang atau menulis itu hal yang sulit” –Asep Maulana, 2022.

Di sini sedikitnya ada dua momen ketika keinginan dan usaha saya untuk menulis. Bahwa dulu saya pernah menulis meskipun sangat sederhana sekali. Dan ternyata keinginan menulis itu muncul kembali saat ini.

Pertama, waktu itu saya coba menulis puisi humor tentang ‘angin’ dengan niat saya kirim supaya dimuat di mading sekolah. Namun karena kurang pede sehingga sy tak pernah mengirimkan  naskah tersebut. Hanya ada sebagian kalimatnya yang masih saya ingat sampai sekarang. 

Kedua, saat di SMA pun demikian, saya lumayan sering membaca berbagai tulisan di majalah dinding. Sampai-sampai saya sempat mengikuti episode puisi-puisi cinta kakak kelas saya tentang sang guru. Ternyata gayung bersambut, sampai setelah ia lulus sekolah akhirnya menuju pelaminan dengan pujaaannya. Benar-benar happy ending. It’s  real!

Saya pun termotivasi menulis puisi waktu itu. Dan kali ini saya coba mengirimkan naskah puisi saya itu. Namun karya saya tidak pernah muncul di mading. Saya tidak tahu mengapa? Mungkin tidak memenuhi kualifikasi.

Saya teringat, waktu itu ramai digandrungi kawula muda novel remaja ‘si Lupus’ karya Hilman Hariwijaya, yang kemudian difilmkan. Saya pun sempat terinspirasi untuk membuat cerpen model-model si Lupus itu. Akhirnya, saya sempat menulis cerpen lucu. Ini hasil imajinasi sendiri dengan tokoh saya sendiri dan dua orang teman. Benar-benar pendek ceritanya.

Itupun akhirnya kandas, hanya sebatas di buku saja. Entah di mana naskah itu sekarang, tetapi ide cerita masih saya ingat. Tidak ada kelanjutannya, seolah-olah seperti kehabisan ide dan bingung mau bagaimana. Saat itu saya berpikir bahwa mengarang atau menulis itu hal yang sulit.

Kesulitan menulis itu benar-benar saya rasakan, khususnya saat ada tugas atau ujian mengarang pelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga untuk merangkai kata menjadi kalimat dan kalimat menjadi sebuah paragraf, kemudian menghasilkan tulisan yang panjang dan utuh, bagi saya saat itu rasanya berat sekali.

Jadi, dari pengalaman di atas, ada beberapa pelajaran berharga bagi saya. Di antaranya adalah:

  • Besarnya minat baca dan adanya keinginan untuk menulis
  • Terbatasnya media untuk pelatihan atau kursus menulis
  • Minimnya buku-buku bacaan yang  sesuai dan tersedia serta dibutuhkan saat itu
  • Mading di sekolah bisa menjadi media dan saluran dalam bidang tulis menulis
  • Pentingnya mentor untuk mengembang potensi bidang kepenulisan

Empat Langkah untuk Menulis

“Semakin banyak ilmu dalam menulis, akan banyak bermanfaat untuk kita, akan banyak kemudahan bagi kita untuk menulis dan terus menulis” –Asep Maulana, 2022.

Paling tidak, ada empat langkah penting untuk menulis,  yang mana keempat hal ini saling terkait satu sama lain, tidak terpisahkan. Empat langkah itu antara lain:

1. Ilmu

Peran ilmu sangat penting dalam dunia kepenulisan. Karena ilmu itu bisa diibaratkan cahaya yang menerangi jalan. Tanpa ilmu maknanya adalah kegelapan. Kegelapan itu sendiri menjadi sebab kebingungan, ragu, tidak bisa berjalan dengan lancar dan penuh ketidakpastian.

Hendaknya berbekal ilmu terlebih dahulu sebelum menulis. Kesulitan yang dialami oleh para pemula adalah karena minimnya ilmu. Sehingga ia bingung harus memulai dari mana. Atau menulis tentang apa. Dan kesulitan lainnya yang mungkin dihadapi tanpa tahu bagaimana solusinya.

Bakat pun akan sulit berkembang tanpa didukung dengan ilmu yang memadai. Sedangkan ilmu diperoleh dengan cara belajar dari seorang guru atau lebih. Ditambah buku dan literatur utama maupun penunjang lainnya.

Contoh yang sering kita alami, khususnya bagi pemula, adalah kesulitan dan kebingungan untuk mulai menulis. Maka cara, strategi, atau metode bagaimana mengatasi kesulitan dan kebingungan itulah yang disebut dengan ilmu.

Ketahuilah, caranya adalah dengan kita menentukan terlebih dahulu tujuan, temanya apa. Lalu detailkan tujuan itu dengan Who (untuk siapa tulisan tersebut) dan Do (apa yang diharapkan untuk pembaca).  Selanjutnya kita membuat kerangka tulisan.  Dari sini, barulah kita menulis berdasarkan kerangka tulisan tersebut, yang menjadi pedoman kita dalam menyelesaikan tulisan.

Untuk lebih mendalam, kita bisa membaca tulisan segar Pak Cahyadi Tariawan yang berjudul “Agar Tidak Bingung saat Menulis”.

Berikut ini, adalah beberapa contoh media pembelajaran dan sumber ilmu dalam menulis. Misalnya kelas-kelas kepenulisan yang diasuh oleh Pak Cahyadi Tariawan bersama timnya, seperti Kelas Basic Menulis, Kelas Buku Antologi, Kelas Buku Single atau lainnya.

Jika dalam hal-hal yang sederhana saja kita butuh ilmu, maka bagaimana lagi dengan menulis?! Ayo belajar terus dan jangan pernah berhenti! Semakin banyak ilmu dalam menulis, akan banyak bermanfaat untuk kita, akan banyak kemudahan bagi kita untuk menulis dan terus menulis.

2. Praktik

Setelah berilmu maka selanjutnya adalah praktik. Adalah suatu keharusan memperbanyak praktik dan latihan menulis setelah belajar berbagai teori. Karena buahnya dari ilmu itu adalah praktik. Akan sayang sekali dan tidak bermanfaat jika ilmu-ilmu yang sudah didapat tidak dipraktikkan.

Mengapa praktik menjadi begitu penting? Karena kita  tidak pernah akan menjadi seorang penulis tanpa praktik menulis. Tidak pernah seorang dikatakan expert atau ahli tanpa melalui berbagai praktik. Hal ini sebagaimana sebuah ungkapan,  “Practice Makes Us Perfect”. Maknanya, jika kita melakukan praktik dan berlatih  secara rutin, maka akan melahirkan kesempurnaan. 

Mari perbanyak praktik dan latihan-latihan! Menjadikan menulis sebagai habit;  kebiasaan dan keseharian kita. Tidak afdol rasanya jika dalam sehari kita tidak menulis apapun.

BERSAMBUNG.

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...