Selasa, 21 Juli 2020

BROS 1





1                  
BROS

1.   Ronce 6 buah utk kelopak I—kunci kelopak ke-6—dari  kiri balas kanan—ukur 
      sama panjang  senarnya, mepetkan

2.    Ambil kelopak-2 ( warna lain)
              a. kiri  dari bawah – kanan dari  atas—selipkan
            ( kelopak I) sampingnya
ambil  daun
               b. kiri  dari bawah --  kanan  dari  atas --selipkan
              ( kelopak I) sampingnya

 3. a dan b  lakukan  bergantian  sampai 6 kali ( habis )
            Kunci ( ikat ) masukkan tengah  balik  benang sari
            Masukkan  dari  kiri – kanan --  tarik  ke  bawah –
             Kunci.

4.  Dari bawah pasang  penjepit, ikat mati – selipkan ke
          Luar bunga  ikat lagi,       selesai.


                                      Jual  7.500,-

Membuka  suatu usaha  tentu ada sesuatu  yang akan dicapai , apakah  hanya ingin mengisi kesibukan saja  atau ingin  agar dapat mempertahankan  hidup ataukah  ingin mendapatkan  laba usaha  sehingga  bisa  hidup  berkecukupan  bahkan  hidup yang mewah. Hidup adalah  perjuangan,  maka dari itu  kita harus punya penghasilan, punya usaha , punya  rencana masa depan.

Untuk menjawab  masalah di atas maka  di SMA Negeri 2 Waingapu menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal ( Mulok )pp bagi siswa kelas XI  dan Kelas XII dengan  Tata Boga, hal ini dipilih  agar kelak siswa dapat memenuhi  kebutuhan  hidup dimasa depan seandainya setelah  lulus SMA siswa tersebut  tidak lagi melanjutkan sekolah ke Jenjang yang lebih tinggi ( Perguruan tinggi )  agar bisa mempunyai penghasilan  dari wirausaha Boga, misalnya membuka usaha kue, Makanan ringan, rumah makan atau bahkan mungkin  Restoran.

 Pendidikan ketrampilan  masih terbatas  jumlahnya. Disamping itu  Ketrampilan Tata Boga  termasuk materi yang mudah dan  semua orang bisa melakukannya. dalam tuntutan Industri   atau  dunia usaha  diharapkan agar  siswa  mempunyai  kompetensi professional  di dalam  bidang Tata Boga dan  selain itu untuk  modal pribadi mandiri  kelak  juga  diharapkan  akan mampu  membuka usaha  dalam  bersaingan hidup yang akan  datang. 

            Materi pembelajaran  dan penilaian  yang  diterapkan disini meliputi

 1. Membersihkan  lokasi  area  kerja  dan  peralatan

 2. Mengelola  dan menyiapkan makanan

 3. Menyiapkan  membuat bumbu  dan bahan

 4. Mengolah masakan

5.  Peralatan dan  metode dasar  pengolahan

6.  Mengolah  dan  menyajikan hasil masakan.

            Misal  siswa akan membuat  suatu  menu makanan,  siswa perlu   merancang  anggaran yang diperlukan, bahan yang diperlukan, bagaimana cara mengolah  dan menyajikan  supaya menarik dan mempunyai  nilai jual,  hal ini perlu adanya  kreatifitas  siswa itu  sendiri.

Dengan menjual hasil kerja dari siswa  berarti siswa juga mulai belajar tentang  wira usaha . Wira Usaha dapat diartikan orang yang mempunyai semangat , sikap perilaku dan kemampuan kewirausahaan. Kewirausahaan  yaitu semangat, sikap, perilaku  dan kemampuan seseorang  dalam menangani usaha  dan atau  kegiatan yang mengarah pada upaya  mencari, menciptakan  menerapkan cara kerja, teknologi dan  produk  baru  dengan meningkatkan  efisiensi  dalam rangka  memberikan  pelayanan yang lebih baik  dan atau memperoleh keuntungan  yang lebih  besar ( Umi sukamti  Nirbito, 2000:58) lebih lanjut Thoby Matis ( 1995:2) mengemukakan  bahwa kewirausahaan selalu tidak terpisahkan dari kreatifitas dan inovasi . Inovasi tercipta karena adanya  daya kreatifitas  yang tinggi. Kreatifitas adalah kemampuan untuk  membawa sesuatu yang baru ke dalam kehidupan ( Webster). Kreatifitas merupakan sumber yang penting dari kekuatan persaingan, karena lingkungan cepat  sekali  berubah sehingga  untuk dapat memberikan respon terhadap perubahan manusia harus kreatif. Berwira usaha , yakni menjual hasil  mendapatkan keuntungan ( laba) . Hal ini siswa  perlu dilatih untuk menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan , skill  dalam mengolah produk dan pelayanan, mempelajari berbagai karakteristik  konsumen, memahami  permasalahan  secara  nyata di  lapangan dan belajar membentuk diri dalam hidup bersosialisi dalam masyarakat.

Dari  Pembelajaran ini  diharapkan dapat mengantarkan  siswa  untuk memasuki  gerbang wirausaha  di bidang boga yang tidak terlepas  pula dengan tuntutan dunia usaha  dan industri. Dengan  demikian  dari hasil pembelajaran  ketrampilan ini juga  diharapkan  dapat masuk dan memenuhi  tuntutan pasar  kerja ataupun  membuka usaha sendiri.

Seorang wirausaha memiliki cirri-ciri  tertentu dan terdiri dari 13 ciri yaitu :

  1. Keinginan  kuat untuk berusaha
  2. Ketahanan untuk gagal
  3. Percaya diri
  4. Mandiri
  5. Mampu mengelola  resiko
  6. Perubahan dipandang sebagai kesempatan
  7. Tolerasi terhadap perbedaan

 

  1. berinisiatif dan memiliki kemauan untuk maju
  2. bBerorientasi mendetail dan perfeksionis
  3. Mampu Menghargai  waktu
  4. Kreatif
  5. Berpandangan luas
  6. Memiliki banyak Motivasi

 

Dari pendapat tersebut dapat  disimpulkan  bahwa untuk  menumbuhkan motivasi  berwirausaha  dibutuhkan  adanya   dorongan  dari dalam diri (maksud, keinginan, hasrat, rasa senang, perhatian, ketertarikan dan kecenderungan)  yang menjadi  penggerak, semangat, sikap, perilaku, kemampuan dan kreatifitas dalam mengelola dan mengembangkan  usaha. Tentu saja tidak terkecuali usaha Jasa Boga,  sehingga memperoleh hasil yang lebih baik dan atau keuntungan yang lebih besar, sehingga akan membawa ke kehidupan yang lebih baik pula nantinya, itu harapan.Semoga!

 

 

 

 

 

 

 

 

 


LATIHAN PRAMUKA

Halo                 : Hai

Hai                  : Helo

Apa kabar            : Sehat , Fantastis, Luar biasa  , Yes!  Yes!  Yes !

Kenalan               :

Nama                      :

Sependek orangnya :

Mata pelajaran :

Pendidikan :

Keluarga: Suami, anak :

 

Senyum  anak  bangsa : Chieeeeee….

 

Permainan :

 Siswa  membentuk  lingkaran , mengambil  bunga  yang  yang berwarna  merah , taruh  masing – masing  dibawah ujung kaki , itu  dianggap  kebunnya. Tunjuk  tangan menyukai  : Alpokat  ,  pisang  atau Jeruk.

Mereka  saling memperhatikan yang  mempunyai  kesukaan  yang  sama , pemandu  cerita2  kemudian  ujung2nya  mengatakan . Alpokat ! , nah  dengan itu  masing-masing peserta  harus  berpindah ke t4  yang kebunnya  sama,  sama untuk  buah  yang  lain .

Peserta  yang  terlambat  masuk kebun   berarti  dihukum dan dapat  sangsi.

 

Menyanyi:

Gula2  sama  santan , e  selalu  manise  2x

Manise3x e  selalu  manise  2x

 

Sambil  berkeliling   dalam  lingkaran  berjalan  sambil  menepuk  punggung  teman di depannya  :   - hujan  rintik-rintik  - mencangkul,   mengemburkan  tanah- menanam  pohon – jadi !  Jadi !

 

Dalam  lingkaran  menghitung  semua  jumlah  peserta, sebutkan keras  untuk  yang kelipatan  4  jongkok  , yang tidak  jongkok    berarti  kena  hukuman .

 

Apa  kabar, apa   kabar , kawanku  !

Gembira !  gembira  !  hai !

 

Cerdas  .

1. Emosional   : Olah  hati

2. Emosional   : Olah  rasa

3. Intelektual   : Olah  pikir

4. Kinestetis    : Olah  raga

 

Belajar

5 1  1 234321

Ini  namanya  jari jempol  2x

344432432171224321

Apa kata  jari  jempol  sayang . kalau  belajar  jangan  ngobrol

 

Tunjuk    ---à   ngantuk

Tengah   --à    lengah

Klingking --à  nungging

Manis  --à  Nangis

 

Perkenalan :

Nama  saya  :  Nona

Trima kasih  nona : nama saya lince

Trima kasih  Nona dan lince nama  saya Ani

Trima kasih Nona , lince  dan ani nama  saya Domi

Dst

 

Kumpulkan  siswa  yang  hobi  suatu  mata  pelajaran :

Membuat  kartu:

Matematika, kesenian , PPKN, Olah raga , IPA, Bahasa  Inggris

Siswa  disuruh  membuat alasan mengapa  ia  menyukai  pelajaran  itu

Pembuat  suatu  persetujuan :

Apa kita  setuju  kalau  Ujian  Nasional  di hapuskan  ?

org. 4 orang ,  kelipatan nya  dst,  ---à  membuat  kesimpulan.

 

11111511167

Halo kawanku, halo apa kabar

51115111 , 77671

Cium kiri, cium kanan   , ganti yang lain

 

 

Permaina  Tupai  dan Pohon

Yang 2  jadi pohon   berhadapan  tangan  dan  berhadapan,  ( sebagai  pohon ), tupai   menyusup di tengah  tengah, pemandu  cerita2      ujung2  omong  Tupai !  tupai  harus  berpindah  di pohon yang  lain, yang  tidak pindah  berarti  dihukum,      begitu  juga  sebaliknya  untuk  pohon.

 

SDM  Pemandu

Sikap,  suasana pelatih.  Kebersihan,  kenyamanan,  keramahan, keakraban, senyuman, pngalaman,  pelayanan.

 

Permainan :

Peserta  dibuat  berbanjar:  6  orang  , dibisiki

I                              II

Macip tatusta         Macip Captusta

 

Saya  lihat,  saya  dengar, saya  pikir , saya  rasa,  saya Bisa  Sukses  !!!!

 

Kampoang nan Jauh Di mato

 

Kampuang nan jauh  di Mato

Gunuang sangsai baku liliang

Saki senang samo2  diraso

Den Takana Jo kampoang

Reff:   Takana Jo kampuang

            Indoak ayah adiak Sadonyo

            Raso Mainbau imbau  denai pulang

            Den  Takana  jo Kampuang

 

Suwe  Ora jamu, jamu  godong tela , suwe ra ketemu, ketemu pisan   dadi gela

      - 11 -                                                                                                tambah tuwa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


KOMUNIKASI UNTUK MEMBANGUN RELASI SUAMI – ISTRI




1.     Apa yang menjadi cita-cita, harapan, dan impian anda dalam hidup berumah tangga atau 
dalam hidup perkawinan  ?
a.      Kebahagiaan                                            d. Ketenangan
b.      Keakraban                                                e. ketenteraman
c.       Kemesraan                                               f.  keharmonisan

Tetapi kenyataannya ?
1). Membangun rumah tangga tidak mudah
2). Banyak kasus perceraian di Indonesia (bahkan tertinggi di dunia)
Oleh karena itu kebahagiaan harus dibangun oleh pasangan suami-istri baru dengan cara :
1). Saling mencintai
2). Saling memberi perhatian
3). Harus rela menomorduakan kesenangan sendiri
4). Saling percaya
5). Saling mendengarkan  keinginan, harapan pasangannya
Jadi panggilan hidup SUAMI – ISTRI adalah menjadi satu karena telah dipersatukan oleh ALLAH dalam sakramen perkawinan. Untuk itu, salah satu sarana utama dalam membina hubungan suami istri yang indah dan harmonis adalah kerelaan membina KOMUNIKASI yang baik dari kedua belah pihak.   

2.      Apakah Hubungan suami-istri Selalu Mulus, indah, dan menyenangkan ? Jawaban bisa  Ya atau bisa juga Tidak:
a.      Pada masa awal perkawinan jawabannya  ya karena :
1).  Masih ada kemauan saling membahagiakan pasangannya
2).  Mereka masih rela dan iklas untuk berkorban untuk pasangannya
3).  Mereka masih saling menomor-satukan dalam segala hal
4). Hal-hal yang kurang menyenangkan, sifat-sifat yang tidak disukai masih kurang dihiraukan
Mengapa demikian ?  Karena mereka masih membina RELASI yang INTIM. Yaitu adanya komunikasi dari HATI ke HATI, yang masih diliputi: rasa cinta, kasih sayang, kebahagiaan, kemesraan yang masih membara alias belum pudar atau luntur.
b.      Jawaban Tidak. Dalam Perjalanan Waktu Perkawinan Banyak Hal Berubah :
1).  Sifat, watak, tabiat asli pasangan mulai ditampakkan.
2).  Selera (makan, berpakaian), Hobi (pelihara bunga, judi, minum miras) berbeda.
3).  Tingkat pendidikan, pengalaman, latar belakang sosial budaya, tradisi berbeda.
4).  Kehadiran anak, kadang merubah perhatian istri pada pasangannya berubah.
5).  Adanya gangguan, godaan, intervensi dari luar : orang tua, keluarga, ekonomi, lingkungan
6).  Pekerjaan suami/istri
7).  Uang (kaya), tidak ada uang (miskin)
8). Jabatan suami-istri
Apa akibat dari perubahan-perubahan tersebut : Kurangnya kemesraan, kebahagiaan, keharmonisan dalam rumah tangga. Dengan kata lain tidak ada lagi komunikasi dari hati ke hati, karena waktu untuk : bersama, untuk saling memberi perhatian, pujian sudah semakin berkurang.



3.     Bagaimana Membangun Relasi dan Komunikasi Suami-istri ?

a.      Penelitian tentang sebab-sebab keretakan keluarga, menyebutkan KOMUNIKASI dalam keluarga, antara SUAMI dan ISTRI macet, komunikasi tidak berkembang atau bahkan MATI. Atau dengan kata lain keluarga muda kadang kurang memahami cara komunikasi yang baik. Akibatnya, muncul perasaan kecewa, tidak puas terhadap pasangan, didiamkan. Inilah BOM waktu yang bakal meledak menggoncang dan memporak-porandakan mahligai rumah tangga.
b.       Pengertian Komunikasi Suami-Istri
Bila pasanngan yang satu (bisa suami atau istri)  memberikan informasi/pesan/berita, maka  pasangan yang lain harus mendengarkan, memperhatikan, menanggapi, merespon dengan baik, ramah, dan menyejukkan hati, sehingga mereka memiliki pengertian, pemahaman, persepsi yang sama.
c.       Prasyarat Komunikasi yang baik antara Suami-istri
1). Mereka harus saling memperhatikan, saling mendengarkan saling menerima, dan mau menyediakan waktu ketika berkomunikasi
2). Selalu memupuk rasa cinta dan saling menyayang dari waktu ke waktu. Cinta itu  adalah cinta kasih …. Lihat Madah Bakti No. 66
3).  Istri harus menciptakan suasana yang enak dan menyenangkan di rumah, sehingga, suami, anak-anak nyaman dan kerasan tinggal di rumah. Sebaliknya suami juga harus memberi rasa aman dan nyaman, melindungi, memberi perhatian kepada istri dan anak-anaknya
4).   Hindari kata-kata yang menuduh, menuding kepada pasangannya. Misalnya menggunakan kata KAU…. Sebaiknya gunakan kata SAYA …
  Misalnya suami atau istri pulang terlambat …. Kenapa kau pulang terlambat ….. ?  Diganti dengan “Saya sangat kuatir hari ini karena kau pulang terlambat”
5). Usahakan menghidupkan doa keluarga untuk menghilangkan ketegangan, memohon ampun atas kesalahan yang telah diperbuat
6).  Setiap pasangan suami istri harus usahakan setiap hari mengucapkan  kata-kata manis… pujian
Misalnya : terima kasih, kamu cantik… maafkan aku… dst.
7).  Mau mendengarkan atau menjadi pendengar yang baik
8).  Dalam berkomunikasi harus memperhatikan sikon, tempat yang tepat
9).  Jangan meragukan cinta pasangan anda kepadamu
4.       Empat Bahasa Komunikasi Suami-istri
a.      Bicara dari kepala ke kepala
Artinya kalau ada masalah yang sedang dihadapi dalam keluarga, perlu dirembug, dirundingkan, didiskusikan berdua untuk mencapai pemahaman yang sama, mencapai kompromi yang melegakan, mengenakkan hati kedua belah pihak. Dalam diskusi harus hindari : saling menuduh sehingga tidak ada yang merasa menang dan ada yang kalah.
b.      Bicara dari Hati ke hati
Dalam mengutarakan perasaan hati, keluh kesah kepada pasangan, ini namanya DIALOG. Di sini ada suasana saling tukar keluh kesah, rasa kecewa. Dalam dialog atau tukar pikiran secara dari hati ke hati, syaratnya harus ada rasa saling percaya dan saling menerima. Karena ada saling percaya ini  kedua pasangan akan berani mengungkapkan isi hati atau perasaan hati kepada pasangannya. Biasanya banyak orang sulit membuka atau mengungkapkan perasaan terutama perasaan negatif seperti : sakit hati, dongkol, benci, kecewa,  atau perasaan yang kurang menyenangkan karena takut: malu, gagal, sedih.


c.       Bahasa Badan
1). Pandangan mata                               6). Pijat-pijatan
2). Senyuman                                          7). Pegang-pegangan
3). Sentuhan/belaian tangan                 8). Ciuman
4). Duduk berdampinagn                                   9). Dekapan
5). Gandengan tangan                            10). Sopan santun
d.      Hubungan Sex
Hubungan sex adalah bahasa komunikasi antara suami-istri yang paling intim dan paling menyeluruh, sekaligus sebagai perwujudan nyata dari saling penyerahan diri seutuh baik jiwa maupun raga. Mereka telah menjadi satu daging. Tetapi hubungan sex juga dapat menjadi sumber pertengkaran, percekcokan, kekecewaan, dan frustrasi. Jadi sex bukan kegiatan yang semata-mata untuk mencari kepuasan biologis atau kegiatan melaksanakan bewajiban istri melayani suami, melainkan  bahasa komunikasi untuk mempersatukan SUAMI-ISTRI  dalam kasih mesra. Oleh karena itu dalam hubungan intim suami-istri harus dilandasai rasa cinta dan hati yang tulus iklas. Tidak ada keterpaksaan dalam melakukan hubungan sex.

Tahap-tahap dalam melakukan hubungan sex :
1). Kulo Nuwon  = persiapan = pemanasan (fore play)
         Pasangan melakukan: cumbuan, rayuan, ciuman, belaian, sentuhan pada seluruh bagian tubuh pasangan. Mulai dari bagian yang kurang peka sampai pada bagian yang paling sensitif. Sentuhan suami kepada istri harus terus-menerus, continyu, ritmis berirama, sehingga efektif. Oleh karena itu suami harus sabar.
2). Monggo, mulai tancap gas, melakukan hubungan sex/senggama.
      Persoalan yang terjadi kemungkinan adalah :
-          Pria/laki-laki lebih dahulu ejakulasi sementara istri belum ?
-          Bila istri sedang haid atau datang bulan ?
-          Bagaimana dengan perencaan jumlah anak dan kapan mulai ?
-          Bagaimana salah satu pihak menolak ?
      3).  Matur Nuwun, minta pamit, (after play) ucapan terima kasih
            - Diteruskan sampai kedua-duanya puas, dengan belaian lembut, disertai bisikan     terima kasih, … kamu hebat … dst.   
e.      Yang perlu disadari dan diingat
1).  Tempat melakukan hubungan sex harus aman, tersembunyi tidak boleh diketahui atau dilihat orang lain.
2).  Suami-istri tidak boleh ada rasa malu. Terutama dalam mengungkapkan keinginannya secara jelas. Ingat suami atau istri bukan Tuhan Allah yang maha mengetahui segala hal yang anda inginkan. Intinya anda harus terbuka dalam segala hal.
3). Permainan cinta tidak selamanya diakhiri dengan hubungan sex. Oleh karena itu perlu ada komunikasi timbal balik. Misalnya istri lagi haid, capai dan sebaqliknya.


5.     Bagaimana Menyelesaikan Konflik Suami-istri ?
Bila ada konflik atau masalah suami istri,  cara menyelesaikan dengan


Diskusi atau dialog secara terbuka (dari hati ke hati)
1).  Konflik = salah paham = salah tanggap = salah sambung = beda pandangan
      Kalau ada masalah jangan lari dari persoalan yang sesungguhnya. Misalnya suami pecahkan gelas, istri marah suami sampai mencaci-maki. Padahal sebenarnya istri menyimpan rasa kecewa karena selama ini suami kurang perhatian lagi padanya.
2). Sebaiknya kalau ada masalah langsung diselesaikan atau bicarakan semalam suntuk daripada tidak tidur semalam suntuk, sehingga tidak terjadi perang dingin atau saling mendiamkan yang akibatnya lebih berbahaya kalau semakin besar masalahnya.
3). Konflik tidak selamanya tidak baik.
     Dalam pengalaman hidup berumah tangga, konflik yang dapat dikelola dengan baik justru berdampak baik dalam menjelaskan meng-clear-kan masalah. Konflik kadang justru membuat ruamah tangga akan lebih harmonis.

6.     Bagaimana Bertengkar secara Kristiani ?
a.      Mendengarkan dengan baik bila pasangan anda mengemukakan perasaan : terutama perasaan kecewa, jengkel, sakit hati. Kalau bisa didiskusikan dengan baik, tanpa ada prasangka buruk.
b.      Pasangan harus berusaha memandang persoalan pasangan dari sudut pandang dia, bukan dari sudut pandang saya = rasa empati. Artinya bagaimana kalau yang merasakan hal itu saya, bukan dia ? perasaanku bagaimana ?
c.       Usahakan emosi jangan dibalas dengan emosi
d.      Usahakan agar orang lain tidak mengetahui kita sedang  “berperang”, bertengkar dalam rumah tangga. Jangan libatkan orang lain dalam masalah rumah tangga.
e.      Ingat. Lawan anda dalam “perang” adalah orang yang paling anda kasihi dan anda cintai. Dia adalah belahan jiwa anda. Dialah orang yang paling memahami anda. Dia adalah Ibu/Bapa anak-anak anda. Bila anda sakit, sedih, dialah orang pertama yang ada di samping anda. Bukan orang lain.




SEKIAN

TERIMA KASIH

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...