Kamis, 18 Juni 2020

Curahan Hati Seorang Guru Saat Pandemi Melanda Ibu Pertiwi



Dulu,
Kita  sebagai guru membayangkan alangkah bahagianya  kalau ada libur panjang
Pasti kita akan senang
Gaji  lancar tak usah  capek-cape ke sekolah untuk  datang
Bisa  tiduran,  pasti enak   kalau hanya  di rumah saja, tenang !

 Akhirnya pak mentri memberikan pencerahan
Nanti   siswa akan  diterapkan   “Merdeka  belajar”  dengan  “online”
Bayar  iuran komite,  tak usah repot  ada  gopay
Terima rapot tak perlu ke sekolah,  ada  gosend
Guru tak perlu ke sekolah,  Dosen tak perlu ke kampus
Siswa  dan mahasiswa   belajar di rumah saja.  Aman!.
Belajar bisa dimana saja, kapan saja, suka-suka.

Dulu, kita tanggapi dengan tertawa, hahaha....asyiknya,.

Terbuktilah sekarang,
Corona  datang
Saatnya kini guru  harus berperan
Bagaimana kita  mengadakan pertemuan  supaya   siswa “ tidak “ tegang
Guru bertanggung jawab untuk mencari solusi

Kita buat kolaborasi guru, siswa dan orang tua
Kita harus  sepakat untuk  saling bekerja sama
Demi kemajuan anak bangsa

Guru jadi fasilitator dan Orang tua yang  mensuplai  dana sementara
Siapa tahu nanti   ada sumbangan  pulsa data  bagi siswa
Syarat  utama HP androit harus punya
Yang penting,  bagaimana  itu barang harus ada
Lah !!  kalau tidak punya ?!!
Usahaa!!   Entah pinjam siapa saja yang rela....., orang tua, kakak, tantenya boleh juga tetangga!

Mayoritas siswa kami anak numpang di orang
Karena nasib mereka yang kurang beruntung, orang tua bukan orang berada
Tapi, kalau libur begini pastilah mereka pulang ke orang tuanya.
Di kampung tempat dia tinggal sinyal tak ada,
Apapun, dengan cara bagaimana  harus berusaha
Jika  cari sinyal,  mereka   naik gunung,  panjat   pohon tertinggi di kampungnya,....
itupun belum tentu bisa.


Ada sih..., guru datang  ke rumah siswa,
Apa itu efektif??
Peserta didik kami  bukan semua orang kota
Mayoritas  anak kampung terbelakang  yang nun jauh disana
Bahkan ada yang   menuju  kampungnya   harus  naik kuda
Ini fakta, bukan  rekayasa.
Tidak percaya ???
Mari kita buktikan saja!!

Bagaimana dengan guru yang sudah tua seperti saya ?
Baik kalau hanya  sepuluh, dua puluh,siswanya ,,,lahh kalau seratusan????
Harus  naik turun gunung  Keliling kampung,  ratusan  siswa yang kita bina

Bisa stress!,  bisa  gila !!!
Tenaga,  sarana....darimana?
Haus, lapar dan capek  yang ada....  bisa saja   mati di jalan tiba-tiba...
Sedih memang!,
Kita juga punya  tanggung jawab keluarga yang harus kita cukupkan makan dan minumnya.

Tapi, kami  tetap tahu diri  tanggung jawab pribadi
Sebagai guru yang di gaji,
Semua jadi  pembelajaran yang sangat  berharga bagi kami
Jujur....pasti kita akan buat yang terbaik  untuk anak negeri.
Anak bangsa yang sangat kita cintai.

Untukmu peserta didikku....
Terpaksa  kita harus berpisah untuk semetara waktu
Walau hati terasa rindu
Sekarang  kita wajib  ikut serta menjawab tantangan  globalisasi
Pembelajaran milenial  ala digital  yang kreatif, inovatif dan aplikatif
 Lewat  aplikasi zoom Kita  harus bertemu
Melalui google classroom  kemajuan  prestasimu dipantau
Dengan googleform   jawabanmu  kau pacu

Betapa indahnya pembelajaran baru
Mengasyikan bagi  kamu  yang ingin maju
Dengan semangat  dan antusiasmu
akan bisa mewujudkan mada depan yang indah bagimu
Karena  Keberhasilanmu yang  Kelak untuk membahagiakan  keluarga, anak dan cucumu

Maafkan,
Kami terpaksa tak bisa  menjangkau semua siswa
Sebagian Siswa  susah dipantau , mereka  sudah  terpencar !  entah  kemana.......
Data alamat ada,  tapi di kampung yang nun jauh di sana,
bisa  puluhan  kilometer  dari tempat kami berada.
Pembelajaran   sudah  sebulan berjalan tertatih-tatih dan dengan apa adanya,
Walau sudah  kolaborasi guru , siswa dan orang tua,
Tapi mau bagaimana lagi ??
Yah,  wajib  kita jalani dengan penuh senyum dan  suka cita . Semoga !








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...