Minggu, 28 Juni 2020

Hutang Didunia dan Akherat



Bila kita renungkan kehidupan ini
Kita semua sama
Di mata yang kuasa
Tidak yang rendah dan tidak ada yang tinggi

#Hendaknya kita:
Saling berbagi,salingmemberi
saling membantu
saling menghormati
saling mengerti

Secara pribadi saya  berfikir, dan saya tahu bahwa harta itu hanya ‘titipan’ dari Tuhan.Titipan yang diberikanTuhanjugaberbeda-beda. Ada yang banyakada
juga yang sedikit. Kita takbolehIri, tetapkitaSyukuri .DenganselalubersyukurpadaTuhanitu yang membuatkitaselalubahagia. Masing- masingkitapunyatalentajugaberbeda-beda ,Cumakitabisapekaatautidakuntukmenfaatkantalentatersebut.

Sifatmanusiaberbeda. Ada berbagai sifat manusia : jujur, setia, adil, pemaaf, murah hati,  rendah hati dll.Kepribadianmanusiajugaberbeda-bedaadayang  sanguinis (optimis, aktifdan social), plegmatis ( santaidandamai), koleris ( pemarah, cepattersinggung)  danmelankolis ( analitis , bijakdantenang)

Dari berbagai perbedaan diatas  akhirnya manusia  mengembangkan dirinya dalam mengarungi  ziarah hidup ini. Saya rasa tidakadamanusia yang menolakhidupbahagia, mapan, punyaharta yang cukupbahkanlebih. Kekayaan manusiapun bukan jatuh dari  langit.   Kekayaan hidup itu didasarkan dari kerja keras, jerih lelah dan  berusaha. Menggunakantalentakita yang diberikanTuhankepadakita, makarejekiituada.  Yang kitatabur, itu pula yang dituai.

Pergumulanbagisayadanpastinyajugabeberapatemansaya, secaraumumsemuamanusiamempunyai kebutuhan hidup. Kebutuhansetiap orang jugaberbeda-beda, tergantungtingkatekonomi. Kita akuikalau yang kaya semuaakantercukupibahkanbisamemberi. Nah, kalauekonomipaspasan, misalsepertisayabagaimana?. Kadangorang  hanyamemandang  #dariluarnyasaja. Merekatidaktahupergumulanmasing-masingkeluargaberbeda-beda, tergantungbagaimanamenyikapinya.

Ada keluarga  yangterlihathidupnyaserbaberkecukupan , terkadang  ada saja kebutuhan yang tidak terduga dan harus dipenuhi. Namun, ketika kondisi ekonomi sedang tidak stabil, maka berhutang lazim menjadi pilihan.Dalam utang piutang, bagi yang berhutang harus punya #tanggungjawab untuk membayarnya. Bagi yang “meminjamkan, butuh kepercayaan danpunya ‘harapan’ bahwa nanti sang peminjam akan melunasinya.Tapi terkadang perjanjian utang piutang nggak berjalan sesuai harapan. Misalnya, pemilik utang telat melunasi. Bahkan saat ditagihpun susahnya minta ampun. Mereka ada yang  malas tahu, ‘cuek’, buangmukabahkanadajuga yang ’ marah-marah’.

Ya memberi pinjaman atau piutang orang memang dapat membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Jadikitaharussalingmembantu.  Sudahbaikhatiuntukmemberibantuan, bukannyaberterimakasih  ,eh!!  Kadangsedih,  prihatinmenghadapi  orang yang sifatnyasepertiini.  Kita yang membantuperasaan, tetapi yang dibantu?? Kita  berniatmencarisedikittambahanpenghasilankarenatuntutanekonomikita yang “besarpasakdaritiang”. Denganbegitu, akhirnyadengan modal-modalnyahabis.

 Ada jugatemankitadatangdenganberbagaikeluhan, bahkanada yang menangiskarenabetul-betulmerasakesulitan yang amatsangat. Kita sebagaitempatcurhat, ‘tersentuh’ , ‘iba’ , ikutprihatin , hanyut dalam kata-katanya , merasakan kesedihannya, akhirnyakita bantu. “Walaudenganperjanjian”, bahkan diatas materai.  Namun ketika lewat jatuh tempo dan peminjam tidak segera mengembalikan, janji satu minggu saja,  2 minggu, sebulan , setahun  bahkan ada yang puluhan tahun. Jadi  ‘sesak’ rasanya, menjengkelkan bukan? Banyak cerita biasanya  ‘nggak jarang ‘ orang yang berutang lebih galak  dari yang meminjami. Nah selain mencoba menagih utang dengan cara halus, yadengancarahaluskoktidakpernahmerasaya.  Apalagidengancarakasar.  Kita berikhtiar lewat doa, semoga  si dia adaperasaansedikituntukrela melunaskan hutangnya.

Hal inipastipergumulansetiap orang yang terlalu ‘percaya’ kepada orang lain, terbuktidalampostinganteman-teman di fb,  akhirnyasayajugainginmencurahkaperasaanini.  Semogamereka ‘tersentuh’ hatinya.  Mari kitasalingberbagi, salingmengertidansalingmenjagaperasaan. Kita hidupmasing- masingpunyakebutuhan, Kita harussalingmembantu. Kaubutuhaku bantu, saatnyaakubutuhhendaknyakau bantu aku.

Sekedarcurahanhati,  semogatemansenasibikutmensuport, terimakasihsebelumnya, semogainiperingatanbagikitasemua yang ‘merasa’. Maafdanseribukali  maafkan kalauinimenyinggungperasaankita.  Sebenarnyataklayakuntukkitasampaikan ‘tapi ‘ karena ‘terpaksa’, yasangatterpaksa . #Salamdamai, semogaTuhanmenyertaidanmelancarkanrejeki yang Diakehendaki.

#Hendaklahkitaselalurelamembayarhutangsupayalebihtenangdansiapduniaakherat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...