Sabtu, 27 Juni 2020

Menulis Itu Membahagiakan Hati


Terinspirasi dari postingan-postingan  di Fb, dari  anak-anak, para remaja, emak-emak bahkan bapak-bapak.  yah pokok nya semua deh.  Akhirnya bisa saya  katakan bahwa  menuangkan tulisan, mengirimkan gambar, mengirim curhatan, mengirim nasehat,  atau bahkan hanya sekedar selvi  itu  ternyata   #Membahagiakan Hati.

Kita bisa baca, dari kata-kata mereka, ada yang  #sedang  terlalu bahagia, setengah bahagia, sedikit bahagia, kurang bahagia. Ada yang curhat, yang menginspirasi, bertutur tentang nasehat bahkan ada juga yang ‘maki’ karena  kesal dengan seseorang teman pribadi. Ada yang memposting  kelahiran, masa kecil, remaja, ulang tahun, menikah bahkan sampai yang meninggal Dunia. Begitu beragam,  kompleks dan itu yang membuat  hidup itu   ternyata #Penuh Makna. Hidup bagai roda,  kadang suka cita, kadang duka cita, derita dan bahagia. Pasti kita pernah  mengalaminnya. Itu  semua adalah Tuhan punya kerja. Kita harus  bisa menerima. Kita hanya berencana, tapi  tetap Tuhan yang menentukan semuanya.

Dari postingan itu pasti kita berharap, kalau kita sedang  gembira  teman- teman yang lihat/baca  media itu  juga ikut gembira dan  jika kita dalam keadaan duka lara, nestapa  pastilah teman  fb kita  turut berduka,  bela sungkawa, prihatin  dan memberikan kekuatan,  bahkan  penghiburan bagi kita. Pastilah  setelah kita memposting hati terasa lega. Hati terasa bahagia.   Mari kita  rajin memberikan kabar tentang kita, minimal kita  semua  jadi tahu kalau kita masih  #ada.Bahkan kita  bisa tahu dia sedang apa,  alamat dimana,  bagaimana kabar  beritanya,  bagaimana juga keadaannya.

Masih bernafas  berarti masih berkarya.Tak sengaja saja melihat  salah  satu postingan siswa  kita,  Rian Huruta, murid kesayangan,  yang di Taiwan untuk menjemput masa depannya disana dan sehat wal afiat adanya.  Dan banyak  saudara teman-teman lain  yang sudah berpuluh- puluh tahun tak jumpa. Dimana saja : ada  di jawa, Sumatra, kalimantan   dst.. bahkan yang di ujung dunia. Saat ketemu mereka, walau hanya di fb saja, hati terasa bahagia sekaligus bangga. Minimal kita bisa mengucapkan “selamat”, “proficiat” , selamat malam, selamat pagi  atau selamat sore/malam . Bisa  tertawa, bercanda di dunia maya.

Trimakasih FB jasamu tiada tara untuk kami.

Benarlah kalau ternyata menulis, memberitakan, memposting  keberadaan kita  itu membahagiakan hati. Saya  menulis ini tujuan untuk diri sendiri, siapa tahu  ternyata berguna untuk orang lain. Pasti kita  merasa ada kebanggaan ‘tersendiri’ . 

Mari kita menuliskan kabar kita, terserah  orang  menganggap  tulisan kita bagus atau tidak, menarik atau tidak, terbaca atau tidak,  siapa tahu tulisan kita  bisa bermanfaat untuk orang banyak.  Apalagi di saat-saat seperti ini, saat  tante Corona ada di sekitar kita. Dari pada di rumah saja.  Bosan, jenuh  siapa tahu  ketemu saudara-saudara kita yang berada di nun Jauh di sana.....bahkan yang di ujung dunia.... ! Pasti kita akan bahagia  bisa ketemu teman dan saudata   dan  tahu kabar kita dan mereka.

 

 Itu menurut  saya .
 Bagaimana Menurut  anda?

 

 

 

 

.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...