Kita sering menganggap bahwa dendam dan membalaskan “sakit hati” akan memberikan pelajaran bahkan membuat lawan kita menderita. #Padahal dengan dendam,tubuh,pikirandanjiwakitajustru menjadi “tidak seimbang” dan “tertekan”sehinggajustrumerugikandirikitasendiridanmembuakitamenderita. Inilah paradoksnya!. Ketika kita ingin menyakiti orang lain dengan rasa dendam dan marah , sesungguhnya justru kita sedang menyakiti dan menyiksa diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk rela memaafkan.
Kita kadang merasa egois, merasa kita paling benar dan orang itu yang salah, bahkan bisa sampai menyumpah- nyumpah. Ada orang yang sebenarnya menurut dia benar tapi ternyata menurut orang lain salah. Atau mungkin, tak sengaja berbuat salah. Tak ada manusia sempurna di dunia ini, kecuali Tuhan Allah. Memang, kadang kita harus bisa mengalah walaupun belum tentu kita salah.
Dalam setiap agama bahkan dikatakan bahwa kita harus mengampuni kesalahan sesama karena
Tuhan juga mau mengampuni dosa-dosa kita. Sifat ini justru tidak kita temui dalam keseharian kita. Masih banyak dari
kita yang tidak dapat memaafkan orang lain dan senantiasa hidup dalam dendam dan sakit hati. Rela
memaafkan justru lebih ditujukan pada kepentingan #dirikitasendiri, untuk
menghindarkan kita dari sakit penyakit
dan tekanan dalam kehidupan.
Mari kita saling memaafkan
Saling mengasihi
Selamat Hari Raya Idul Fitri Maaf lahir dan Batin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar