Sabtu, 27 Juni 2020

M e n j a d i D i r i S e n d i r i


Pertama-tama saya sampaikan  #proficiat kepada peserta didik  SMA dan sederajat yang sudah lulus, semoga kamu sudah  yakin  menuju cita-citamu.

Sekedar untuk bekal anak-anakku yang masih ragu, galau dengan masa depannya, #terkhusus bagi kelas 12 yang sudah lulus baru baru ini.

Memang , masih banyak siswa  ragu-ragu dengan cita-citanya hanya karena pengaruh orang lain. Padahal keraguan adalah pangkal pesimisne. Begitu  rasa ragu muncul, rasa pesimis jadi bertambah. Ada anak siswa kami  ingin menjadi guru,  akan tetapi teman dekatnya bilang “ ah, kamu tidak punya bakat!, “ tidak cocok!,  bukan tipenya!  Pasti nggak akan bisa, percaya saja, pasti tak akan bisa,  dll ,dsb.  Dengan “ #cemoohan” semacam itu, siapapun orangnya akan menjadi ragu, bahkan sampai rela  mengurungkan niatnya.

Pada dasarnya semua orang adalah #genius, tidak ada orang bodoh. Orang lahir dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Jika kita mengelilingi  dunia tidak akan kita menjumpai orang yang sama, bahkan orang kembarpun, mereka  “berbeda”. Artinya Tuhan  sengaja  menciptakan perbedaan agar kita mudah mengenalinya.  Tuhan sengaja  menciptakan  bakat dan kemampuan setiap  orang “berbeda”  agar manusia bisa hidup  kokoh dan sukses di atas bakat masing-masing tidak menjadi foto copy orang lain. Dan perlu di garis bawahi, bahwa yang paling tahu bakat kita adalah  #kitasendiri bukan  #oranglain.

Banyak orang menjadii  #korban  karena orang di sekitarnya.  Banyak yang bakatnya mati karena “cemoohan orang lain.  Orang  lain  punya andil  besar dalam  #membunuh  bakat anak-anak. Contoh, bila ada  seorang  anak  sedang  berlatih bernyanyi di rumah, kemudian orang tua atau kakaknya bilang, “wah , suaramu cempreng, jelek sekali , kayak tokek!, kayak kodok ngorek!. Apa  respon anak yang sering di cemooh seperti itu ? Si anak langsung mendefinisikan “bahwa dirinya tidak berbakat menyanyi. Dampaknya ia akan menghindar habis-habisan bila diajak dan disuruh menyanyi. Keyakinan yang salah seperti itu terprogram sampai kelak ia dewasa.

Apa yang anda pikirkan tentang diri anda #jauhlebihpenting dari pada yang dipikirkan oleh orang lain ( Jeninie S.Bev.). Jika  anda ingin menjadi diri sendiri, jalankan pikiran  buatan sendiri. Program dari orang lain dipertimbangkan bila cocok dan menguntungkan, kalau tidak ? #tolaksaja!. Bangkitkan segera bahwa anda tidak sehina yang mereka sangka. Pede aja lagi!

Sukses adalah sebuah ekspresi jiwa merdeka #tanpa harus bergantung pada orang lain. Untuk mencapai sukses diperlukan langkah keberanian bertindak. “Tidak ada  kekuatan yang lebih efektif dibandingkan dengan kekuatan dari dalam diri sendiri. Dunia ini hanya  milik orang-orang optimis yang mempunyai kekuatan besar.” ( David Landes) . Perubahan nasib dimulai dari diri sendiri. Hanya anda yang  mampu mengubah nasib Anda, “Seijin Tuhan tentunya”. Salam !.#Good Luck!

#Tetapsemangatmenatapmasadepan

#salamdandoadarigurutercinta

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...