Sabtu, 27 Juni 2020

Belajar di Rumah!. (Part. 2 )


Masih  Dampak dari  COVID-19,....ternyata Sudah lebih dari  2 minggu peserta didik  belajar di rumah, pasti mereka sudah  merasakan jenuh dan  bosan.....begitupun  guru dan orang tuanya.

Hiburan no.1 adalah baca WA!  Isinya: cerita  dan berita : Suka, duka, sedih , lucu, campur  jadi satu.......... jujur saya yang baca  jadi   kadang menangis  karena terharu melihat kejadian menyedihkan, kemudian  tersenyum  karena ada teman yang  kirim  postinngan lucu, tak lama kemudian tertawa terbahak-bahak karena  ada lagi postingan yang  super lucu....begitu  seterusnya, ulang lagi, ulang lagi. Kadang  duduk manis dengan hp, tak sadar, eh!!  lupa kalau belum masak pagi!  terbiritlah ke dapur utk masak....nah!!, klu begini terus semua jadi  berantakan deh,  keluarga runyam, suami  marah-marah, dan anak-anak lari dari rumah karena kelaparan.....

 

Mari kita cari solusi  untuk mengatasi hal diatas........Kita ajari  semua anggota keluarga  punya kesibukan , kita bagi tugas dan ikut andil dalam  pekerjaan rumah,  Ini adalah salah satu   dari pembelajaran lho....belajar di rumah  peserta didik  tidak  harus selalu ke lap top atau melakukan konferensi video menggunakan Zoom atau Gooegle classroom, Belajar di rumah  bisa juga membuat siswa memiliki pengalaman yang baru yang nyata, unik dan juga seru, saya,sebagai guru membagikan pengalaman baru, hehe....maksudnya,supaya  tidak ada lagi kejadian seperti cerita yang di atas.

 

Anak jadi  Mandiri, Aktif ,Kreatif  dan Percaya diri

Keterbatasan  tatap muka dalam pembelajaran  dengan guru di sekolah  ternyata  bisa menciptakan kreatifitas para siswa. Jujur, ternyata anak-anak itu banyak yang kreatif,  hp  kan anak2 selalu pegang setiap saat,  pikiran  masih jernih, tuts-tuts dan layar mereka menguasai, jadi  cepat dan merasa  mudah mempelajari hal baru, Jika   sy minta  tugas anak-anak   lewat Gooegle classroom  (G-CR) mereka langsung kirim link secara benar, tidak nyasar,  mereka ikut aktif kirim  tutorial penggunaan ZOOM dan G-CR  ditemannya, kirim video  motivasi belajar  dan seterusnya...jadi senang deh mengikuti keaktifan mereka, Jujur....walau saya gurunya  masih gagap......

 

Menjadi dekat dengan orang tua

Belajar di rumah  seharusnya  tak usah terlalu  fokus dengan materi  fisika,kimia, Biologi atau yang lainya, apalagi matematika yang terasa kaku dan abstrak,    boleh dong kita  memberi tugas  selain matpel saya utk mengisi nilai ketrampilan....tentunya utk mendukung keaktifan mereka.... misal  dari  hal yang sederhana dan membahagiakan:  Menyiapkan  tempat cuci tangan di depan rumah, bertanggung mengisinya setiap kali habis airnya, praktek cara mencuci tangan yang benar,  menjaga kebersihan lingkungan rumah pekarangan,  tertib berjemur pagi 30 menit, menciptakan olah raga yang gerakannya diciptakan sendiri, membuat masker sendiri,  membuat poster tentang kesehatan, menanam sayur di pekarangan  rumah, memasak  makanan sehat, membuat minuman kesehatan  tradisional atau membuat kue ,latihan  memimpin doa di dalam keluarga, membuat menu makanan  sekaligus mempraktekkan di rumah  dalam keluarga , mencuci pakaian sendiri.   Dan masih banyak tugas untuk  siswa yang bisa  dikerjakan di rumah , selain untuk ketrampilan siswa itu sendiri, juga untuk kepentingan keluarga, tentunya supaya  ada anak yang di rumah ,  “rumah berubah”. Tentunya  menjadi : Rapi, Bersih, tertata, tertib, sehat, sejahtera dan  yang terpenting  “rajin berdoa”....syukur juga menghasilnya in come dari hasil usaha  anak kita.  Hasilpekerjaan  siswa yang di rumah Itu seluruhnya bisa untuk “nilai “semua”mata pelajaran tentunya.

 

Tugas orang tua Mendampingi

Di rumah saya mengajak anak-anak untuk tanam sayur, di rumah dan di sawah  dan harus bertanggung jawab utk  pelihara, cabut dan bersihkan rumputnya, siram setiap hari, jaga...manusia suka diperhatikan, disayang, dirawat, dipelihara dengan baik  ....begitupun tumbuhan  kalau di perlakukan dengan baik, nti pasti akan  menunjukkan perhatiannya dengan hasil yang  memuaskan kita, Mari kita  coba  dan Buktikan!!. Jangan lupa Ortu memberikan apresiasi dengan memuji  setiap kerja anak supaya mereka selalu termotivasi dan tetap semangat. Ingat! Tidak  boleh marah-marah, jadi ortu harus bisa  membebaskan  anak-anak mendesain pekerjaan sendiri agar  mereka  bisa merasa sedang  rekreasi di rumah sendiri...cie cie.

 

Laporkan hasil kerja dengan bukti Nyata

Karena itu merupakan tugas sekolah dan dinilai,Tugas orang tua  ikut membantu melaporkan  kasil karya anaknya  dan nanti ortu  bisa menghubungi   gurunya lewat WA / telpon  jika ada kendala  dari hasil kerja anaknya. Jadi meskipun  belajar  jarak jauh, guru  masih bisa berdiskusi via WA /telpon dengan ortunya,  curhat  dalam refleksi , Yang jelas pasti lah guru akan menanggapi dengan  senang   jika tugas yang diberikan  diindahkan oleh  peserta didik .Semoga !

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...