Masih Dampak dari COVID-19,....ternyata Sudah lebih dari 2 minggu peserta didik belajar di rumah, pasti mereka sudah merasakan jenuh dan bosan.....begitupun guru dan orang tuanya.
Hiburan no.1 adalah baca WA! Isinya: cerita dan berita : Suka, duka, sedih , lucu, campur jadi satu.......... jujur saya yang baca jadi kadang menangis karena terharu melihat kejadian menyedihkan, kemudian tersenyum karena ada teman yang kirim postinngan lucu, tak lama kemudian tertawa terbahak-bahak karena ada lagi postingan yang super lucu....begitu seterusnya, ulang lagi, ulang lagi. Kadang duduk manis dengan hp, tak sadar, eh!! lupa kalau belum masak pagi! terbiritlah ke dapur utk masak....nah!!, klu begini terus semua jadi berantakan deh, keluarga runyam, suami marah-marah, dan anak-anak lari dari rumah karena kelaparan.....
Mari kita cari solusi untuk mengatasi hal diatas........Kita ajari semua anggota keluarga punya kesibukan , kita bagi tugas dan ikut andil dalam pekerjaan rumah, Ini adalah salah satu dari pembelajaran lho....belajar di rumah peserta didik tidak harus selalu ke lap top atau melakukan konferensi video menggunakan Zoom atau Gooegle classroom, Belajar di rumah bisa juga membuat siswa memiliki pengalaman yang baru yang nyata, unik dan juga seru, saya,sebagai guru membagikan pengalaman baru, hehe....maksudnya,supaya tidak ada lagi kejadian seperti cerita yang di atas.
Anak jadi Mandiri, Aktif ,Kreatif dan Percaya diri
Keterbatasan tatap muka dalam pembelajaran dengan guru di sekolah ternyata bisa menciptakan kreatifitas para siswa. Jujur, ternyata anak-anak itu banyak yang kreatif, hp kan anak2 selalu pegang setiap saat, pikiran masih jernih, tuts-tuts dan layar mereka menguasai, jadi cepat dan merasa mudah mempelajari hal baru, Jika sy minta tugas anak-anak lewat Gooegle classroom (G-CR) mereka langsung kirim link secara benar, tidak nyasar, mereka ikut aktif kirim tutorial penggunaan ZOOM dan G-CR ditemannya, kirim video motivasi belajar dan seterusnya...jadi senang deh mengikuti keaktifan mereka, Jujur....walau saya gurunya masih gagap......
Menjadi dekat dengan orang tua
Belajar di rumah seharusnya tak usah terlalu fokus dengan materi fisika,kimia, Biologi atau yang lainya, apalagi matematika yang terasa kaku dan abstrak, boleh dong kita memberi tugas selain matpel saya utk mengisi nilai ketrampilan....tentunya utk mendukung keaktifan mereka.... misal dari hal yang sederhana dan membahagiakan: Menyiapkan tempat cuci tangan di depan rumah, bertanggung mengisinya setiap kali habis airnya, praktek cara mencuci tangan yang benar, menjaga kebersihan lingkungan rumah pekarangan, tertib berjemur pagi 30 menit, menciptakan olah raga yang gerakannya diciptakan sendiri, membuat masker sendiri, membuat poster tentang kesehatan, menanam sayur di pekarangan rumah, memasak makanan sehat, membuat minuman kesehatan tradisional atau membuat kue ,latihan memimpin doa di dalam keluarga, membuat menu makanan sekaligus mempraktekkan di rumah dalam keluarga , mencuci pakaian sendiri. Dan masih banyak tugas untuk siswa yang bisa dikerjakan di rumah , selain untuk ketrampilan siswa itu sendiri, juga untuk kepentingan keluarga, tentunya supaya ada anak yang di rumah , “rumah berubah”. Tentunya menjadi : Rapi, Bersih, tertata, tertib, sehat, sejahtera dan yang terpenting “rajin berdoa”....syukur juga menghasilnya in come dari hasil usaha anak kita. Hasilpekerjaan siswa yang di rumah Itu seluruhnya bisa untuk “nilai” “semua”mata pelajaran tentunya.
Tugas orang tua Mendampingi
Di rumah saya mengajak anak-anak untuk tanam sayur, di rumah dan di sawah dan harus bertanggung jawab utk pelihara, cabut dan bersihkan rumputnya, siram setiap hari, jaga...manusia suka diperhatikan, disayang, dirawat, dipelihara dengan baik ....begitupun tumbuhan kalau di perlakukan dengan baik, nti pasti akan menunjukkan perhatiannya dengan hasil yang memuaskan kita, Mari kita coba dan Buktikan!!. Jangan lupa Ortu memberikan apresiasi dengan memuji setiap kerja anak supaya mereka selalu termotivasi dan tetap semangat. Ingat! Tidak boleh marah-marah, jadi ortu harus bisa membebaskan anak-anak mendesain pekerjaan sendiri agar mereka bisa merasa sedang rekreasi di rumah sendiri...cie cie.
Laporkan hasil kerja dengan
bukti Nyata
Karena itu merupakan tugas sekolah dan dinilai,Tugas orang tua ikut membantu melaporkan kasil karya anaknya dan nanti ortu bisa menghubungi gurunya lewat WA / telpon jika ada kendala dari hasil kerja anaknya. Jadi meskipun belajar jarak jauh, guru masih bisa berdiskusi via WA /telpon dengan ortunya, curhat dalam refleksi , Yang jelas pasti lah guru akan menanggapi dengan senang jika tugas yang diberikan diindahkan oleh peserta didik .Semoga !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar