Sabtu, 27 Juni 2020

Tukang Batu


Alkisah seorang tukang batu yang merasa sudah tua dan berniat untuk pensiundari profesinya.
Sudah puluhan tahun profesi itu dijalani.

Ia ingin menikmati masa tuanya  bersama istri,anakdan para cucunya.
Sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja ,
ia menyadari bahwa  ia akan kehilangan penghasilan rutin  yang setiap bulan ia terima.
Bagaimanapun itu, ia lebih merasakan  dan mementingkan tubuhnya yang sudah termakan usia.
Karena ia merasa tidak bias lagi melakukan aktifitas seperti tahun-tahun sebelumnya.
 
Suatu hari ia mengatakan rencana pensiunnya kepada mandornya.
Saya mohon maaf pak,tubuh saya rasanya sudah tidak seperti  dulu,
Saya sudaht idak kuat lagi, Saya tidak mampu lagi untuk menopang beban berat seperti dulu.
 
Setelah  sang mandor mendengar niat si tukang batu ia  merasa  sedih.
Karena sang mandor  akan kehilangan salah satu tukang batu terbaik,
Ahli  bangunan  handal,
Namun tidaklah  mungkin  dia  melarang  kemauannya.
 
Terlintas  dalam  fikiran sang mandor.
Memintanya  membuatkan  rumah  untuk  terakhirkalinya,
sebelum tukang batu itu berhenti.
Akhirnya dengan berat hati tukang batu menyanggupi  permintaan  mandornya.
Ia merasa  kesal.
Dia bekerja  asal-asalan, ia  tidak  mengerjakan  dengan  baik.
 
Sang Mandor  hanya  tersenyum  dan  mengatakan  pada tukang kayu.
Pada hari    pertamaketika proyek dikerjakan, “ seperti  biasa, berkata: “Aku sangat percaya  padamu. Jadi kerjakan dengan sebaik-baiknya.
Bahkan dalam proyek ini kamu bebas  membangun  dengan semua  bahan yang terbaik yang ada.
 
Tukangkayuitupunakhirnyamemulaipekerjaanterakhirnya .
Iabekerjadenganmalas-malasandanasal-asalanan.
Iamembuatrangkabangunansembarangan.
Iamenggunakanbahan-bahan yang berkualitasrendah.
Sangat ‘disayangkan’,karenaiamemilihcara yang  burukuntukmengakhirikariernya.
 
Hari demi haripun berlalu. Akkhirnya rumahitu ‘jadi’.  
Si tukang batu menyerahkan kunci epada sang mandor  dan
melaporkan  bahwa  rumah yang ia  buat sudah selesai.
 
 
Pak Mandor tersenyum dan berkata :”Ini adalah rumah dari hasil kerjamu  sendiri ,
Rumah ini hadiah dariku  untukmu!.
Betapakagetnyasi  tukang  batu.
Ia sangat menyesal.
Kalau sejak awal  dia  tahu  kalau  rumah itu untuknya,
Maka  pastiakan membuat yang terbaik.
Dengan begitu, akhirnya, ia tetap harus ‘rela’ dan ‘menerima’rumah yang dibuatnya sendiri dengan asal-asalan.
 
#Hidupadalahproyek yang kamu kerjakan sendiri,

Maka  kerjakan  dengan  sebaik-baiknya  supaya kita nyaman, tenang, tentram dan bahagia tentunya.Semoga!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...