Sering kita berfikir
bahwa kebahagiaan akan kita
raih apabila kita sudah mendapatkan harta yang berlimpah ruah. Kadang kita pun membayangkan , jika saya
memiliki semuanya pasti saya akan bahagia. Kita Lihat mereka, yang punya mobil
mewah, rumah beberapa bahkan tanah
dimana-mana. Pasti lah mereka bahagia. Akhirnya kita masuk
dalam bayang-bayang, dunia khayal, dan alam seandainya. Inilah yang membuat ketenangan dan kebahagiaan menjauh dari
kehidupan kita.
Kebahagiaaan selalu kita
rasakan saat kita dicukupkan makan dan minum, masih bisa menghirup udara
segar, masih bisa tidur walauppun
hanya di kasur yang sederhana, dan sebagainya.
Kita juga memiliki banyak teman yang
menyayangi kita. Semua-muanya itu
adalah hal yang patut kita terima dengan penuh rasa
syukur.
Bahagia adalah kecerdasan emosi yang tidak dapat diungkapkan
dengan sempurna melalui kata-kata. Bahagia hanya mampu diuangkan dengan tindakan nyata yang akan dirasakan oleh
orang-orang di sekitar kita. Jika kita
bahagia tak perlu kita sampaikan dengan
kata-kata maka orang akan merasakan
bahwa kita sedang bahagia.
Kebahagian juga bisa kita belajar dari orang yang ‘tidak’ kita sukai atau yang menyebalkan. Pastilah akan ada hikmah dari kehidupan
mereka. Dari mereka kita bisa belajar
tentang arti kesabaran, kerendahan hati, atau minimal kita bisa belajar, betapa buruknya jika kita
juga seperti mereka. Maka, betapa pentingnya kita memperlakukan
orang lain dengan penuh respek dan cinta, Siapapu Dia.
Ketenangan dan manisnya
kebahagiaan kan kita
dapatkan ketika kita mampu membebaskan
diri dari kuasa kebencian, dendam Nafsu,
hasrat yang gelap dan menggantikannya dengan memandang dunia dengan
#cinta dan #kasihsayang , serta
merasakan setiap berkat yang kita terima. Yakinlah bahwa Tuhan senantiasa memberkati langkah Kita dan selalu
memberikan kebahagiaan . #Semoga!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar