Membuat Buku bagian 1 (Cahyadi Takariawan)
Pada materi 9 video bagian 1 membuat buku ini Pak Cah
mengulas bagaimana proses membuat sebuah buku. Kumpulan artikel ilmiah yang
sudah kita buat dapat dibuat menjadi sebuah buku. Membuat buku pada zaman
sekarang ini jauh lebih mudah dibanding zaman Pak Cah membuat buku pertama kali
pada tahun 1991.
Membuat buku pada zaman dahulu itu penuh dengan perjuangan
luara biasa. Karena waktu itu Pak Cah
belum mempunyai komputer. Pak Cah harus mengetik menggunakan mesin ketik
manual karena belum ada teknologi komputer, dengan perlengkapan ketik manual,
kertas dan tip ex. Kalau ada kesalahan dalam ketikan, tidak mudah untuk
mengeditnya. Sampai akhirnya d…
Membuat Buku bagian 2
1. Kumpulkan bahan tulisan mulai dengan mengumpulkan bahan –bahan buku dari artikel-artikel yang sudah kita publikasi di majalah, koran atau di web / di blog kita. Kumpulkan dulu menjadi 1 file bagian-bagian yang punya kecocokan tema. Kumpulkan juga referensi-referensi yang akan kita jadikan rujukan.
2. Buatlah otline. Membuat outline / kerangka tulisan sangat penting sekalai karena membantu dan mempermudah kita adalam menyusun tulisan.
Manfaat outline tersebut
:
a. Memberikan pembatasan pada tema-tema tertentu
b. Memudahkan menulis karena ada kerangkanya.
Wonderfull Love
buku karya Pak Cah terdiri dari 10 bagian. Setiap bagian disebut bab / pasal.
Pada setrap bab terdiri dari sub bab yang lebih kecil dan lebih rinci. Dengan
adanya outline membantu Pak Cah dalam membuat buku tersebut.
Jika mempunya
koleksi tulisan dimasukan kedalam ke sub
bab yang mana itu akan menjadi sangat mudah karena adanya outline.
Namun demikian outline juga tidak mutlak harus ada. Ada
beberapa karya yang tidak memerlukan outline.
Contoh tulisan kisah yang terdiri dari 30 kisah teladan yang
menginspirasi, dapat ditulis bebas dan hanya mengumpulkan saja dari cerita
berbagai kisah tanpa outline .
Outline dipergunakan untuk tulisan yang sifatnya memerlukan
pembahasan / membatasi bahasan. Kalau tulisan demikian maka outline mutlak dibut
terlebih dahulu.
3. Mulai
menulis
Menulis berdasarkan
outline yang sudah dibuat dan dimulai dari bagian yang termudah dari outline
tersebut.
4. Mengedit tulisan
Editing yang terpenting adalah editing isi. Editlah isi pada
setiap bagian pada tulisan buku kita, agar pesan kita tersampaikan dengan baik.
Sedangkan editing teknis yang terdiri dari editing paragraf, kosakata, titik
koma dan lain sebagainya, ini menjadi
tanggung jawab editor penerbit.
5. Buat
judul yang menarik
Membuat judul itu yang terakhir kita lakukan. Karena judul
itu harus menarik dan menimbulkan minat pembaca untuk membaca tulisan buku
kita.
Untuk embuat judul yang menarik ada beberapa tekniknya :
a. Datang ke
toko buku dan lihat contoh-contoh buku di rak-rak best seller.
b. Datang ke
toko buku / perpustakaan untuk membaca contoh-contoh buku baik best seller atau
tidak best seller. Judul-judul tersebut kan menginpirasi kita untuk membuat
sebuah judul yang menarik.
c. Survey
Survey biasanya dilakukan oleh penerbit karena sifatnya
berbayar, dengan tujuan mendapatkan judul yang tepat dan bisa menjadi best
seller.
Pada saat kita ditoko buku maka kita akan memperhatikan dua hal yaitu :
Judul
buku yang menarik
Judul yang mengundang minat pembaca untuk membaca buku
tersebut
Cover
buku yang menarik
Cover adalah perwajahan dari buku, dari font, warna
font, hisan cover, hard cover atau
biasa.
Namun bagi penulis yang terkenal seperti Kang Abik (Habiburrahman
El Shirazy), buku-buku beliau dari judul dan cover sudah tidak begitu dperhatikan lagi. Karena nama besar
kang Abik lah bukunya akan selalu diburu penggemarnya untuk bisa membeli dan
memiliki serta membaca bukunya.
Bagi penulis pemula yang belum punya nama ilmu yang
disampaikan Pak Cah tersebut akan menjadi bekal kita untuk menghasilkan buku
yang menarik dan berkualitas. Mari kita mulai berkarya membuat buku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar