Selasa, 07 Juli 2020

Proses Membuat Buku.


T u g a  s   7

Ledwina Eti Wuryani / KMO Basic Bath 33 / Materi 9

_*Materi 9  ( Bag 1 . Membuat Buku )*_

Proses Membuat Buku.

Kumpulan dari tulisan tulisan ( karya tulis ilmiah populer)  yang sudah kita buat  bisa dibuat menjadi sebuah buku. Buku  adalah artikel  yang panjang. Pada jaman dulu  perjuangan buat  buku sangat susah, masih sangat sederhana. Pada jaman dulu, tahun 1991 menulis masih dengan mesin ketik manual, belum ada internet. Harus mengetik dengan  mesin ketik manual, dengan kertas, dengan tip ex. Kemudian mendokumentasi lembar-lembar kertas. Jika ada kesalahan kita  tidak gampang untuk mengoreksinya. Ketika sudah terkumpul  koreksi lagi, kita edit lagi,  kemudian menghasilkan perubahan-perubahan lagi  dan seterusnya.  Yang akhirnya terkumpul sejumlah bahan  bawa ke penerbit. Jadi perjuangan sangat susah.

 Tapi sekarang membuat buku semakin mudah dan  sarananya semakin canggih:  ada komputerl, laptop memudahkan kita membawanya kemana-mana, internet untuk mencari referensi ,dll. Perkembangan  teknologi  berkembang begitu cepat. Jadi kalau saat ini  dalam pembuatan buku  hampir tidak ada  kesulitan, jenis penerbitan pun sudah semakin berkembang . inilah yang menjadi salah  satu pengetahuan bagi kita. Tinggal niat dari kita penulis.

Langkah membuat buku terdiri dari  :
1.       Proses Pra Penulisan
2.       Proses penulisan Buku
3.       Proses Editing sebuah buku
4.       Melakukan penerbitan
5.       Pemasaran.


Bagian Pertama  : Proses Pra Penulisan
1.       Sumber Inspirasi
-          Dari Al Qur’an  ada hadiz  yang menginspirasi , dari salah satu ayat memberikan energi baru yang menarik akhirnya menjadi suatu inspirasi untuk  dituangkan dalam tulisan. Contoh:  7 manajemen Hidup
-          Perenungan kehidupan sehari-hariContoh: Daun-daun yang berserakan ( Cerita tentang perjalanan hidup pribadi)
-          Kegiatan sehari-hari (ibu-ibu  yang  biasa suka belanja)Contoh: Mr Jinjing
-          Pengalaman Mengajar ( Guru ) / profesiContoh: Menjadi Guru yang baik
-          Kondisi Pengalaman Sendiri / pengalaman orang lainContoh: bangkit dari Depresi
-          Keterbatasan Diri ( Difabel )Contoh:  Cerita tentang khidupan seseorang/pribadi yang hidup tanpa  tangan dan kaki. Semoga bisa menginspirasi pembaca.
-          Perjalanan  yang berkesan , catatan perjalananContoh: perjalanan haji, umroh untuk pertama kali
-          Dari orang lain ( memberi catatan, membantah ) tentunya  dengan bahasa kita sendiriContoh : Perbaharui Hidupmu ( Muhammad Kutub)
-          Idealisme kita sendiriContoh :  Mbangun kampung
-          Sedang sakit Contoh: Cerita  saat sakit dari awal sampai akhir , transplantasi hati (Dahlan Iksan)

2.       Menetapkan Motivasi
Luruskan Niat kita dalam menulis. Menulis adalah sarana ibadah kepada Tuhan. Jadi kalau kita menulis jangan merasa ada beban, tapi nikmati sebagai hobi, jadi merasa iklas  nanti akan terasa ringan.
3.       Tetapkan  Tujuan
Kita mau menulis buku itu untuk Apa? Nulis untuk siapa ?    Gaya bahasa dan kosa kata  untuk  anak, Untuk remaja, untuk wanita  dan untuk orang tua pastinya harus  dibedakan.
4.       Perjelas segmen kita dalam menulis
Kita menulis untuk Siapa. Untuk guru, untuk dokter mereka punya spesifikasi yang berbeda. Jadi  hendaknya menentukan isi dan  gaya bahasa dan kosa kata dibedakan.
5.       Temanya
Banyak  dan beragam , maka  kita mempunyai  tema yang jelas.



_*Materi 9  ( Bag 2 . Membuat Buku )*_

Bagian 2 : Proses Penulisan Buku

Untuk menulis buku ini, pertama kali kita mulai dari pengumpulan bahan. Yang dimaksud dengan ‘pengumpulan’ bahan itu adalah  ketika kita sudah memiliki tulisan-tulisan  yang selama ini mungkin sudah dipublikasikan lewat berbagai macam medsos, ada yang  pernah di muat di majalah, dimuat di koran,  posting di Sosmed, Web,  blog dst. Yang sesuai dengan tema yang kita  ingin tuliskan. Jadi  berbagai macam bahan  tadi, kumpulkan dulu menjadi satu file. Sehingga kita akan mudah utk menjadikan  bahan-bahan ini  sebagai bagian  untuk  penulisan buku. Tapi dengan jalan dikumpulkan dulu semuanya, nanti di lihat bagaimana yang  cocok untuk dimasukkan ke dalam buku itu, bagaimana pula yang tidak, jadi  semua  bahan yang kita sudah terkumpul. Termasuk ketika kita ingin merujuk kepada buku-buku  tertentu, kumpulkan dulu rujukannya. 

Kalau kita ingin menulis buku tentang pendidikan anak dan kita  sudah memiliki  buku referensi yang kita inginkan , kita sudah menunjuk buku tertentu  sebagai referensi. Kumpulkan  buku-buku  itu sehingga  akan memudahkan kita untuk menulis   buku.
Referensi siap, bahan sudah kita miliki siap. Sudah kita kumpulkan sendiri, setelah itu  barulah  kita membuat Outline.  Outline ini  penting kalau kita ingin membuat sebuah buku, walaupun dia tidak mutlak atau keharusan. Out line  penting karena untuk tipe buku yang  berupa pembahasan  akan sangat memudahkan bagi kita .

Fungsi dari outline adalah :
1.       Memberikan pembatasan , bahwa menulis pada tema-tema tertentu, maka  begitu dengan adanya  outline tulisan kita tidak melebar kemana-mana .

2.       Memudahkan  menulis, supaya tulisan jadi sistematis, mudah bagi kita untuk menulisnya, sehingga kita tidak menjadi bingung, akan memulai dari mana.  Contoh bukunya pak Cah wonderful love, buku dibagi menjadi 10 bagian, masing-masing sudah kita berikan judul bagian. Bagian 1  judul apa, bagian 2 judulnya apa dan seterusnya  sampai dengan bagian terakhir  yaitu ke 10 judulnya apa.Pada setiap bagian. Bagian  boleh juga disebut sebagai bab atau pasal . Pada setiap bab itu kemudian kita membagi lagi menjadi Sub-sub.  Kalau bab dibagi menjadi sub bab. Kalau bagian dibagi menjadi sub bagian. Pada intinya pada setiap bagian  ada untuk memudahkankan dalam membagi-bagi lagi menjadi sub-sub yang lebih kecil.


Kerangka out line tidak mutlak, karena bisa jadi anda membuat buku itu isinya adalah kumpulan dari kisah-kisah hikmah, contoh ada buku berjudul ‘ 30 kisah berhikmah’.  Tidak perlu membuat kerangka tulisan tentang 30 itu. Tuliskan kisahnya satu per satu tuliskan sampai 30 itu. Setelah selesai menulis baru kemudian dipilih nomor-nomornya. Karena buku itu adalah kumpulan kisah hikmah.  Contoh seperti  ini maka ‘tidak’ penting untuk membuat sebuah out line tulisan. 


Out line tulisan kita perlukan apabila  tulisan  berupa pembahasan. Karena dengan pembahasan  maka kemudian itu membutuhkan kerangka untuk dibagi menjadi bagian dan sub bagian yang memudahkan kita untuk mengawali menulis dan membatasi agar tulisan kita tidak melebar kemana-mana. Bagian ini akan cerita apa, bagian ini cerita tentang apa. Sub-bag ini akan cerita  apa. Nah, kita mulai menulis. Kalau kita sudah ada  bahan kita  tinggal memadukan. Kalau kita belum punya bahan, kita mulai menulis bagian-bagian yang masih kosong.


Teori yang kami sampaikan adalah, “mulailah dari bagian yang paling mudah”. Jangan mulai dari bagian yang paling  sulit. Kalau kita menulis yang paling mudah, nanti akan lebih lancar. Kita akan gampang menyusun dan menyelesaikan buku kita. Kemudian setelah selesai kita tulis, kemudian akan ada  pemeriksaan akhir. Ini yang disebuit bagian ’ editing’. Kita sudah menulis semuanya sesuai dengan kerangka, sesuai dengan out line.


Bagian 3 : Proses  Edting sebuah  Buku
Yang  paling penting bagi seorang penulisan adalah editing isi, pesan atau muatan. Ada  editing teknis dan  editing esensi .
Editing esensi hanya penulis, seperti kita mengedit  isi setiap  bagian, pesan setiap bagian bab 1, bab 2, bab 3, dst. Baca ulang semuanya.  Perhatikan ‘ isi ‘ yang masih  terdapat  kesalahan. Karena isi inilah yang menjadi  ‘jati diri’  buku kita. Misal kita ingin membuat buku yg isinya adalah  mengajak orang untuk menjadi  seorang  ayah atau seorang ibu yang baik dalam  mendidik anak-anak. Disini ada isi pesan menjadi org tua yg pandai mendidik anak dengan baik, maka tentu muatannya, kontennya  dari  isi ini itu adalah kita yang  harus mempertanggungjawabkan itu.


 Oleh Karena   itu  menjadi pertanggungjawaban diri kita, maka kita harus sempurnya di dalam mengedit. Jangan sampai ada pesan yang  ‘isi’ dari tulisan kita ternyata menyimpang . Misal yang sering dicontohkan misal penggunaan kata ‘tidak’.  Ini berdampak serius, karena bisa sangat mempengarui tulisan kita.  Kata ‘tidak’ yang tidak pada tempatnya mengakibatkan  memunculkan melarang. Melarang ortu melakukan kekerasan terhadap  anak. Karena ‘tidak’nya lupa, maka  pesan  sangat berkebalikan.


Editing tenis, misal mengedit paragraf, mengedit kosa kata, mengedit titik koma, mengedit tanda baca, gaya bahasa. Sebagai penulis bisa kita lakukan sendiri, jika kita tak mampu boleh diurus oleh tim yang  lainnya, bagian penerbitan buku. Kesalahan dalam menggunakan kota kata yang kurang tepat akan mengubah makna.

Setelah pemeriksaan akhir (editing) dari buku kemudian kita berpikir utk membuat judul yang menarik. Judul boleh  dibuat paling akhir, yang penting kita tahu temanya. Karena kadang-kadang kita dapat inspirasi ditengah perjalanan menulis. Tapi jangan sampai batal menulis karena belum mendapatkan judul. Nulis dulu, judul boleh ditulis  belakangan, karena memang tidak gampang menulis judul. 

Menentukan judul ada beberpa cara:
1.       Datang ke toko buku , lihat buku best seller, nanti kita akan terinspirasi
2.       Datang ke toko buku/perpustakaan. Fokuskan kepada buku yang ditulis oleh orang-orang yang populer. Karena  mereka sudah pengalaman.  Bukan untuk buat judul yang sama, tapi untuk mendapatkan inspirasi dari karya tulis orang lain.
3.       Bisa juga  dengan melakukan survey, cuma ada biaya. Yang melakukan survey biasanya  penerbit.

Dua hal yang dilihat oleh pembaca pertama kali . ketika datang ke toko buku atau pameran  buku. Dalam memutuskan membeli / tidak adalah:
1)      Judul buku
2)      Cover / tampilan.( perwajahan) font huruf, warna font, ukuran, hard cover/biasa. Semua adalah penampilan. Kita perlu pikirkan serius utk cari cover supaya menarik. Di desain dengan baik, supaya pembaca berminat mebacanya.

Contoh kang Abik  tidak peduli judul atau covernya, orang bisa sampai fanatik sama dia. Apapun model  cover dan bagaimanapun  judul yang penting penulisnya kang Abik yang fanatik pasti mereka beli.  Tentunya karena dia  adalah penulis juga terkenal.

Kita yang belum pernah  buat  buku satupun, untuk menentukan  pembaca  membeli/tidak buku kita, pertama kali adalah melihat judul dan Covernya. Maka kita sebagai pemula harus benar-benar berusaha untuk membuat judul dan cover yang menarik.
Kalau pak Cah biasanya Cover  dipercayakan atau dipesan  di  penerbit, tapi ada  penulis  lain biasa cover cari/buat sendiri. Membuat judul dan model cover bisa cari  di mesin pencari  atau google.

Semoga dengan pencerahan  ini  kita tetap semangat !!
tak  boleh kendor.

*Salam  KMO*
Waingapu  5 Juli 2020,











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...