T u g a s 7
Ledwina Eti Wuryani / KMO Basic Bath 33 / Materi 9
_*Materi 9 ( Bag 1 . Membuat
Buku )*_
Proses Membuat Buku.
Kumpulan dari tulisan tulisan ( karya tulis ilmiah
populer) yang sudah kita buat bisa dibuat menjadi sebuah buku. Buku adalah artikel yang panjang. Pada jaman dulu perjuangan buat buku sangat susah, masih sangat sederhana. Pada
jaman dulu, tahun 1991 menulis masih dengan mesin ketik manual, belum ada
internet. Harus mengetik dengan mesin
ketik manual, dengan kertas, dengan tip ex. Kemudian mendokumentasi
lembar-lembar kertas. Jika ada kesalahan kita
tidak gampang untuk mengoreksinya. Ketika sudah terkumpul koreksi lagi, kita edit lagi, kemudian menghasilkan perubahan-perubahan
lagi dan seterusnya. Yang akhirnya terkumpul sejumlah bahan bawa ke penerbit. Jadi perjuangan sangat
susah.
Tapi sekarang
membuat buku semakin mudah dan sarananya
semakin canggih: ada komputerl, laptop
memudahkan kita membawanya kemana-mana, internet untuk mencari referensi ,dll.
Perkembangan teknologi berkembang begitu cepat. Jadi kalau saat
ini dalam pembuatan buku hampir tidak ada kesulitan, jenis penerbitan pun sudah semakin
berkembang . inilah yang menjadi salah
satu pengetahuan bagi kita. Tinggal niat dari kita penulis.
Langkah membuat buku terdiri dari
:
1.
Proses Pra Penulisan
2. Proses
penulisan Buku
3. Proses
Editing sebuah buku
4. Melakukan
penerbitan
5.
Pemasaran.
Bagian Pertama : Proses Pra Penulisan
1.
Sumber Inspirasi
-
Dari Al Qur’an
ada hadiz yang menginspirasi ,
dari salah satu ayat memberikan energi baru yang menarik akhirnya menjadi suatu
inspirasi untuk dituangkan dalam tulisan.
Contoh: 7 manajemen Hidup
-
Perenungan kehidupan sehari-hariContoh: Daun-daun
yang berserakan ( Cerita tentang perjalanan hidup pribadi)
-
Kegiatan sehari-hari (ibu-ibu yang biasa suka belanja)Contoh: Mr Jinjing
-
Pengalaman Mengajar ( Guru ) / profesiContoh:
Menjadi Guru yang baik
-
Kondisi Pengalaman Sendiri / pengalaman orang
lainContoh: bangkit dari Depresi
-
Keterbatasan Diri ( Difabel )Contoh: Cerita tentang khidupan seseorang/pribadi yang
hidup tanpa tangan dan kaki. Semoga bisa
menginspirasi pembaca.
-
Perjalanan
yang berkesan , catatan perjalananContoh: perjalanan haji, umroh untuk
pertama kali
-
Dari orang lain ( memberi catatan, membantah )
tentunya dengan bahasa kita sendiriContoh
: Perbaharui Hidupmu ( Muhammad Kutub)
-
Idealisme kita sendiriContoh : Mbangun kampung
-
Sedang sakit Contoh: Cerita saat sakit dari awal sampai akhir , transplantasi
hati (Dahlan Iksan)
2. Menetapkan
Motivasi
Luruskan Niat kita dalam
menulis. Menulis adalah sarana ibadah kepada Tuhan. Jadi kalau kita menulis
jangan merasa ada beban, tapi nikmati sebagai hobi, jadi merasa iklas nanti akan terasa ringan.
3. Tetapkan Tujuan
Kita mau menulis buku itu untuk Apa?
Nulis untuk siapa ? Gaya bahasa dan kosa kata untuk anak, Untuk remaja, untuk wanita dan untuk orang tua pastinya harus dibedakan.
4. Perjelas
segmen kita dalam menulis
Kita menulis untuk Siapa. Untuk
guru, untuk dokter mereka punya spesifikasi yang berbeda. Jadi hendaknya menentukan isi dan gaya bahasa dan kosa kata dibedakan.
5. Temanya
Banyak dan beragam , maka kita mempunyai tema yang jelas.
_*Materi 9 ( Bag 2 . Membuat
Buku )*_
Bagian 2 : Proses Penulisan Buku
Untuk menulis buku ini, pertama kali kita mulai dari pengumpulan bahan.
Yang dimaksud dengan ‘pengumpulan’ bahan itu adalah ketika kita sudah memiliki tulisan-tulisan yang selama ini mungkin sudah dipublikasikan
lewat berbagai macam medsos, ada yang
pernah di muat di majalah, dimuat di koran, posting di Sosmed, Web, blog dst. Yang sesuai dengan tema yang
kita ingin tuliskan. Jadi berbagai macam bahan tadi, kumpulkan dulu menjadi satu file.
Sehingga kita akan mudah utk menjadikan
bahan-bahan ini sebagai
bagian untuk penulisan buku. Tapi dengan jalan dikumpulkan
dulu semuanya, nanti di lihat bagaimana yang
cocok untuk dimasukkan ke dalam buku itu, bagaimana pula yang tidak, jadi semua
bahan yang kita sudah terkumpul. Termasuk ketika kita ingin merujuk
kepada buku-buku tertentu, kumpulkan
dulu rujukannya.
Kalau kita ingin menulis buku tentang pendidikan anak dan kita sudah memiliki buku referensi yang kita inginkan , kita
sudah menunjuk buku tertentu sebagai
referensi. Kumpulkan buku-buku itu sehingga akan memudahkan kita untuk menulis buku.
Referensi siap, bahan sudah kita miliki siap. Sudah kita kumpulkan
sendiri, setelah itu barulah kita membuat Outline. Outline ini
penting kalau kita ingin membuat sebuah buku, walaupun dia tidak mutlak
atau keharusan. Out line penting karena
untuk tipe buku yang berupa pembahasan akan sangat memudahkan bagi kita .
Fungsi dari outline adalah :
1.
Memberikan pembatasan , bahwa menulis pada
tema-tema tertentu, maka begitu dengan
adanya outline tulisan kita tidak
melebar kemana-mana .
2.
Memudahkan
menulis, supaya tulisan jadi sistematis, mudah bagi kita untuk
menulisnya, sehingga kita tidak menjadi bingung, akan memulai dari mana. Contoh bukunya pak Cah wonderful love, buku
dibagi menjadi 10 bagian, masing-masing sudah kita berikan judul bagian. Bagian
1 judul apa, bagian 2 judulnya apa dan
seterusnya sampai dengan bagian
terakhir yaitu ke 10 judulnya apa.Pada
setiap bagian. Bagian boleh juga disebut
sebagai bab atau pasal . Pada setiap bab itu kemudian kita membagi lagi menjadi
Sub-sub. Kalau bab dibagi menjadi sub
bab. Kalau bagian dibagi menjadi sub bagian. Pada intinya pada setiap
bagian ada untuk memudahkankan dalam
membagi-bagi lagi menjadi sub-sub yang lebih kecil.
Kerangka out line tidak mutlak,
karena bisa jadi anda membuat buku itu isinya adalah kumpulan dari kisah-kisah
hikmah, contoh ada buku berjudul ‘ 30 kisah berhikmah’. Tidak perlu membuat kerangka tulisan tentang
30 itu. Tuliskan kisahnya satu per satu tuliskan sampai 30 itu. Setelah selesai
menulis baru kemudian dipilih nomor-nomornya. Karena buku itu adalah kumpulan
kisah hikmah. Contoh seperti ini maka ‘tidak’ penting untuk membuat sebuah
out line tulisan.
Out line tulisan kita perlukan
apabila tulisan berupa pembahasan. Karena dengan
pembahasan maka kemudian itu membutuhkan
kerangka untuk dibagi menjadi bagian dan sub bagian yang memudahkan kita untuk
mengawali menulis dan membatasi agar tulisan kita tidak melebar kemana-mana.
Bagian ini akan cerita apa, bagian ini cerita tentang apa. Sub-bag ini akan
cerita apa. Nah, kita mulai menulis.
Kalau kita sudah ada bahan kita tinggal memadukan. Kalau kita belum punya
bahan, kita mulai menulis bagian-bagian yang masih kosong.
Teori yang kami sampaikan adalah,
“mulailah dari bagian yang paling mudah”. Jangan mulai dari bagian yang
paling sulit. Kalau kita menulis yang
paling mudah, nanti akan lebih lancar. Kita akan gampang menyusun dan menyelesaikan
buku kita. Kemudian setelah selesai kita tulis, kemudian akan ada pemeriksaan akhir. Ini yang disebuit bagian ’
editing’. Kita sudah menulis semuanya sesuai dengan kerangka, sesuai dengan out
line.
Bagian 3 : Proses Edting sebuah
Buku
Yang paling penting bagi seorang
penulisan adalah editing isi, pesan atau muatan. Ada editing teknis dan editing esensi .
Editing esensi hanya penulis, seperti kita
mengedit isi setiap bagian, pesan setiap bagian bab 1, bab 2, bab
3, dst. Baca ulang semuanya. Perhatikan
‘ isi ‘ yang masih terdapat kesalahan. Karena isi inilah yang menjadi ‘jati diri’ buku kita. Misal kita ingin membuat buku yg
isinya adalah mengajak orang untuk
menjadi seorang ayah atau seorang ibu yang baik dalam mendidik anak-anak. Disini ada isi pesan menjadi
org tua yg pandai mendidik anak dengan baik, maka tentu muatannya, kontennya dari
isi ini itu adalah kita yang harus mempertanggungjawabkan itu.
Oleh Karena itu menjadi
pertanggungjawaban diri kita, maka kita harus sempurnya di dalam mengedit. Jangan
sampai ada pesan yang ‘isi’ dari tulisan
kita ternyata menyimpang . Misal yang sering dicontohkan misal penggunaan kata
‘tidak’. Ini berdampak serius, karena
bisa sangat mempengarui tulisan kita.
Kata ‘tidak’ yang tidak pada tempatnya mengakibatkan memunculkan melarang. Melarang ortu melakukan
kekerasan terhadap anak. Karena
‘tidak’nya lupa, maka pesan sangat berkebalikan.
Editing tenis, misal mengedit paragraf, mengedit
kosa kata, mengedit titik koma, mengedit tanda baca, gaya bahasa. Sebagai
penulis bisa kita lakukan sendiri, jika kita tak mampu boleh diurus oleh tim
yang lainnya, bagian penerbitan buku. Kesalahan
dalam menggunakan kota kata yang kurang tepat akan mengubah makna.
Setelah pemeriksaan akhir (editing) dari buku kemudian
kita berpikir utk membuat judul yang menarik. Judul boleh dibuat paling akhir, yang penting kita tahu
temanya. Karena kadang-kadang kita dapat inspirasi ditengah perjalanan menulis.
Tapi jangan sampai batal menulis karena belum mendapatkan judul. Nulis dulu,
judul boleh ditulis belakangan, karena
memang tidak gampang menulis judul.
Menentukan judul ada beberpa cara:
1. Datang
ke toko buku , lihat buku best seller, nanti kita akan terinspirasi
2. Datang
ke toko buku/perpustakaan. Fokuskan kepada buku yang ditulis oleh orang-orang yang
populer. Karena mereka sudah
pengalaman. Bukan untuk buat judul yang
sama, tapi untuk mendapatkan inspirasi dari karya tulis orang lain.
3. Bisa
juga dengan melakukan survey, cuma ada
biaya. Yang melakukan survey biasanya penerbit.
Dua hal yang
dilihat oleh pembaca pertama kali . ketika datang ke toko buku atau
pameran buku. Dalam memutuskan membeli /
tidak adalah:
1)
Judul buku
2)
Cover / tampilan.( perwajahan) font huruf, warna
font, ukuran, hard cover/biasa. Semua adalah penampilan. Kita perlu pikirkan
serius utk cari cover supaya menarik. Di desain dengan baik, supaya pembaca
berminat mebacanya.
Contoh
kang Abik tidak peduli judul atau covernya,
orang bisa sampai fanatik sama dia. Apapun model cover dan bagaimanapun judul yang penting penulisnya kang Abik yang
fanatik pasti mereka beli. Tentunya
karena dia adalah penulis juga terkenal.
Kita
yang belum pernah buat buku satupun, untuk menentukan pembaca membeli/tidak buku kita, pertama kali adalah
melihat judul dan Covernya. Maka kita sebagai pemula harus benar-benar berusaha
untuk membuat judul dan cover yang menarik.
Kalau
pak Cah biasanya Cover dipercayakan atau
dipesan di penerbit, tapi ada penulis lain biasa cover cari/buat sendiri. Membuat
judul dan model cover bisa cari di mesin
pencari atau google.
Semoga
dengan pencerahan ini kita tetap semangat !!
tak boleh kendor.
*Salam KMO*
Waingapu 5 Juli 2020,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar