Rabu, 08 Juli 2020

Proses Penerbitan Sebuah Buku

                

Tugas  8

Materi  10  Membuat Buku Bagian penerbitan

Ledwina Eti Wuryani / KMO

Proses Penerbitan Sebuah Buku

1.       Self- Publishing

Adalah penerbitan buku mandiri, yang  semua kebutuhan primer  dari buku dikerjakan sendiri oleh penulis   tanpa keterlibatan  penerbit Mayor.

Kita yang nulis, kita yang edit, kita yang bikin ilustrasi cover dan kita juga yang bertindak sebagai penerbitnya. Kelebihan  yang paling terlihat adalah tidak adanya penolakan. Dalam  sisten self publishing  untuk dapat menerbitkan buku  tentunya harus memiliki karya sendiri . Karena buku yang kita tulis sendiri  tanpa ada seleksi, editor maupun peneliti isi buku, maka semua  isi buku sepenuhnya menjadi  tanggung jawab sendiri. Pemasannya juga dipasarkan sendiri, jadi keuntungannya pun untuk  sendiri.

 

2.       Penerbit Indie (Independen)

Atau penerbit mandiri adalah  sebuah cara  alternatif  untuk menerbitkan buku  atau media  yang lain  yang dilakukan  penulis naskah, bukan penerbitnya.

Sesuai namanya penerbit Indi untuk menerbitkan naskah di penerbit ini,  nggak perlu diseleksi semua orang bisa kasih naskah untuk  diterbitkan. Penerbitan Indie  juga  punya editor  dan lay out. Naskah yang masuk akan di edit  ringan. Mereka hanya memeriksa kesehatan  TYPO atau tanda  bahasa  yang standar tetapi tidak ikut mengubah isi. Penulis juga memasarkan sendiri  bukunya. Dan keuntungan seluruhnya  diperoleh sendiri.

 

3.       Penerbit Mayor

Pada penerbit mayor punya  modal besar untuk melakukan penerbitkan . Tim yang bekerja didalamnya juga banyak. Terdiri  atas  editor, lay outer, ilustrator, bagian marketing dan distribusi. Naskah yang masuk akan diedit  dengan ketat, baik isi,  tata bahasa dan gaya penulisannya. Naskah juga akan dibuat ilustrasinya. Setelah itu  baru  masuk lay Out, cetak, lalu  didistribusikan  ke jaringan toko  buku yang bekerja sama dengan penerbit ini. Buku yang diterbitkan di penerbit mayor sudah pasti  ada ISBN-nya. ( ISBN: Intternasional Standard Book Number). Kode ini terdiri dari 13  digit angka. Semua informasi   buku, seperti judul, nama penulis, nama penerbit, dan tahun terbit, tercantum  dalam ISBN. Jadi satu buku hanya 1 ISBN dan ISBN  buku yang satu akan berbeda  dengan buku yang lain.

 

Untuk menerbitkan  satu judul buku ibaratnya penerbitnya sudah mengeluarkan modal . Mereka  menanggung semua biaya sejak  proses awal hingga buku   terpajang di toko. Menurut  cerita,  pada  tahun 2012 ,  untuk  menerbitkan satu judul buku saja mereka harus mengeluarkan  modal hingga 30 jt, sekarang sudah pasti  lebih dari itu.

 

Berhubung harus mengeluarkan modal  sebegitu besarnya,  sebelum menerbitkan sebuah buku , penerbit juga harus  mempertimbangkan berbagai aspek, editor akan menyeleksi tulisan. Tentu saja  tulisan yang dipilih adalah yang ‘bagus’, ‘unik’, dan ada nilai jual yang tinggi tentunya.  Untuk itu editor akan bekerjasama dengan  bagian marketing, desain, cover , warna, gambar, yang dipilih benar -benar diperhatikan agar ‘menarik’  minat pembeli.  Jadi nggak heran proses ‘seleksi’   di penerbit mayor ‘sangat ketat’ untuk naskah   yg  masuk. Para editor ini punya  insting kuat. Naskah tersebut bagus atau tidak,  ada  nilai jual atau tidak, hanya dengan membaca beberapa kalimat atau beberapa halaman awal naskah.  Kalau bagian awal langsung dirasa  kurang naskah itu pasti sudah  langsung  ‘ditolak’.

 

Penerbit mayor menerima naskah puluhan hingga ratusan judul dalam sehari. Tentu saja  mereka tidak bisa  menerbitkan semuanya. Penerbit punya jatah menerbitkan, misalnya satu bulan hanya beberapa naskah. Bisa dibayangkan bagaimana  sulitnya penulis menembus seleksi penerbit mayor.

 

Di penerbit mayor, penulis hanya bertugas menulis dan  mengirimkan hasil tulisannya ke penerbit. Penulis sama sekali tidak dibebankan biaya. Nanti , setelah bukunya terbit  penulis baru mendapat  royalti. Biasanya  10%  dari harga buku dan dipotong pajak 15%. Penulis akan dapat bukti  terbit. Biasanya  5 hingga 10 eksemplasr gratis.

 

Nah...dengan  penjelasan di atas kita sudah punya bayangan , seandainya kita jadi membuat buku nanti , kita  pilih yang mana dalam menerbitkan buku?

 

 

 

 

Materi  11  (  Bagian Pemasaran )

Ledwina Eti Wuryani / KMO Basich Bath 33

1.       Of line

Dijual langsung .Langsung mendapatkan uang tunai.

Contoh pemasaran offline : di pameran, di pasar,  di toko dll

 

2.       On line

Pemasaran menggunakan  jasa online : Web, fb, Group Wa, IG dll

Contoh : Buka lapak, Toko Pedia dll. Biasanya uang ditransfer lewat ATM, mobile banking dll

3.       Gabungan online dan ofline

 

Inspirasi:

Kumpulan  puisi pak Cah : Puisi dan Rumah kita. Untuk kepentingan Intern,  memberikan hadiah, ingin  berbagi dengan teman-teman. Diterbitkan oleh Balai budaya gambiran untuk promosi dan untuk silaturohim dengan komunitas.

 

 

Kesimpulan :

*Jadi  Proses menulis  buku :*

1.       Pra penulisan

2.       Penulisan

3.       Editing

4.       Proses penerbitan

5.       Pemasaran

 

*Proses lahirnya Buku:*

1.       Inspirasi

2.       Disiapkan

3.       Dituliskan

4.       Diedit

5.       Diterbitkan

6.       Dipasarkan

 

Trimakasih Pak Cah , Mbak Naila, Mbak Indah,  anda semua  sudah membukan wawasan saya dalam menulis. Semoga  kami mampu berkarya  dan teus menerus  berkarya untuk kebaikan umat manusia.

Assalammualaikum Wr Wb.

 

_*Salam KMO Basic Bath 33*_

 

&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&$&

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...