Tugas 8
Materi 10 Membuat Buku Bagian penerbitan
Ledwina Eti Wuryani / KMO
Proses Penerbitan Sebuah Buku
1.
Self- Publishing
Adalah penerbitan buku mandiri, yang semua kebutuhan primer dari buku dikerjakan sendiri oleh penulis tanpa keterlibatan penerbit Mayor.
Kita yang nulis, kita yang edit, kita yang
bikin ilustrasi cover dan kita juga yang bertindak sebagai penerbitnya. Kelebihan yang paling terlihat adalah tidak adanya
penolakan. Dalam sisten self
publishing untuk dapat menerbitkan
buku tentunya harus memiliki karya
sendiri . Karena buku yang kita tulis sendiri
tanpa ada seleksi, editor maupun peneliti isi buku, maka semua isi buku sepenuhnya menjadi tanggung jawab sendiri. Pemasannya juga
dipasarkan sendiri, jadi keuntungannya pun untuk sendiri.
2.
Penerbit Indie (Independen)
Atau penerbit mandiri adalah sebuah cara
alternatif untuk menerbitkan
buku atau media yang lain
yang dilakukan penulis naskah, bukan
penerbitnya.
Sesuai namanya penerbit Indi untuk
menerbitkan naskah di penerbit ini,
nggak perlu diseleksi semua orang bisa kasih naskah untuk diterbitkan. Penerbitan Indie juga
punya editor dan lay out. Naskah
yang masuk akan di edit ringan. Mereka
hanya memeriksa kesehatan TYPO atau
tanda bahasa yang standar tetapi tidak ikut mengubah isi.
Penulis juga memasarkan sendiri bukunya.
Dan keuntungan seluruhnya diperoleh
sendiri.
3.
Penerbit Mayor
Pada penerbit mayor punya modal besar untuk melakukan penerbitkan . Tim
yang bekerja didalamnya juga banyak. Terdiri
atas editor, lay outer,
ilustrator, bagian marketing dan distribusi. Naskah yang masuk akan diedit dengan ketat, baik isi, tata bahasa dan gaya penulisannya. Naskah
juga akan dibuat ilustrasinya. Setelah itu
baru masuk lay Out, cetak,
lalu didistribusikan ke jaringan toko buku yang bekerja sama dengan penerbit ini.
Buku yang diterbitkan di penerbit mayor sudah pasti ada ISBN-nya. ( ISBN: Intternasional Standard
Book Number). Kode ini terdiri dari 13
digit angka. Semua informasi
buku, seperti judul, nama penulis, nama penerbit, dan tahun terbit,
tercantum dalam ISBN. Jadi satu buku
hanya 1 ISBN dan ISBN buku yang satu
akan berbeda dengan buku yang lain.
Untuk menerbitkan satu judul buku ibaratnya penerbitnya sudah
mengeluarkan modal . Mereka menanggung
semua biaya sejak proses awal hingga
buku terpajang di toko. Menurut cerita, pada
tahun 2012 , untuk menerbitkan satu judul buku saja mereka harus
mengeluarkan modal hingga 30 jt,
sekarang sudah pasti lebih dari itu.
Berhubung harus mengeluarkan modal sebegitu besarnya, sebelum menerbitkan sebuah buku , penerbit
juga harus mempertimbangkan berbagai
aspek, editor akan menyeleksi tulisan. Tentu saja tulisan yang dipilih adalah yang ‘bagus’, ‘unik’,
dan ada nilai jual yang tinggi tentunya. Untuk itu editor akan bekerjasama dengan bagian marketing, desain, cover , warna,
gambar, yang dipilih benar -benar diperhatikan agar ‘menarik’ minat pembeli. Jadi nggak heran proses ‘seleksi’ di
penerbit mayor ‘sangat ketat’ untuk naskah
yg masuk. Para editor ini punya insting kuat. Naskah tersebut bagus atau tidak, ada
nilai jual atau tidak, hanya dengan membaca beberapa kalimat atau
beberapa halaman awal naskah. Kalau bagian
awal langsung dirasa kurang naskah itu pasti
sudah langsung ‘ditolak’.
Penerbit mayor menerima naskah puluhan
hingga ratusan judul dalam sehari. Tentu saja
mereka tidak bisa menerbitkan
semuanya. Penerbit punya jatah menerbitkan, misalnya satu bulan hanya beberapa
naskah. Bisa dibayangkan bagaimana
sulitnya penulis menembus seleksi penerbit mayor.
Di penerbit mayor, penulis hanya bertugas
menulis dan mengirimkan hasil tulisannya
ke penerbit. Penulis sama sekali tidak dibebankan biaya. Nanti , setelah bukunya
terbit penulis baru mendapat royalti. Biasanya 10% dari harga buku dan dipotong pajak 15%.
Penulis akan dapat bukti terbit.
Biasanya 5 hingga 10 eksemplasr gratis.
Nah...dengan penjelasan di atas kita sudah punya bayangan ,
seandainya kita jadi membuat buku nanti , kita
pilih yang mana dalam menerbitkan buku?
Materi 11 ( Bagian
Pemasaran )
Ledwina Eti Wuryani / KMO Basich Bath 33
1.
Of line.
Proses transaksi penjualan langsung dimana produsen dan konsumen bertemu dalam suatu tempat untuk mewujudkan terjadinya proses transaksi jual beli. .Langsung mendapatkan uang tunai.
Contoh pemasaran offline : di pameran, di pasar, di toko dll
2.
On line
Proses penjualan menggunakan jasa online
: Web, fb, Group Wa, IG dll
Contoh : Buka lapak, Toko Pedia dll. Biasanya uang ditransfer lewat ATM,
mobile banking dll
3.
Gabungan online dan ofline
Inspirasi:
Kumpulan
puisi pak Cah : Puisi dan Rumah kita. Untuk
kepentingan Intern, memberikan hadiah,
ingin berbagi dengan teman-teman. Diterbitkan
oleh Balai budaya gambiran untuk promosi dan untuk silaturohim dengan komunitas.
Kesimpulan :
*Jadi Proses menulis buku :*
1.
Pra penulisan
2.
Penulisan
3.
Editing
4.
Proses penerbitan
5.
Pemasaran
*Proses lahirnya Buku:*
1.
Inspirasi
2. Disiapkan
3. Dituliskan
4. Diedit
5. Diterbitkan
6.
Dipasarkan
Trimakasih Pak Cah , Mbak Naila, Mbak Indah, anda semua
sudah membukan wawasan saya dalam menulis. Semoga kami mampu berkarya dan teus menerus berkarya untuk kebaikan umat manusia.
Assalammualaikum Wr Wb.
_*Salam KMO Basic Bath 33*_
&$&$&$&$&$&$&$&$
Tidak ada komentar:
Posting Komentar