9 Agustus 2020
.
Seri Mendesain Habit Menulis – 4
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
“But
as our lifestyles become ever more transient and reliant on digital tools,
these simple interactions are under threat. Nothing compares to living in real
communities and spending actual physical time with the people we love” –Katherine Diggory, 2018
.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan
semua waktu dalam hidup Anda adalah dengan menulis. Jika Anda telah menjadi
penulis produktif, maka di semua tempat dan di semua waktu, Anda bisa menulis
dan menghasilkan karya tulis yang menginspirasi orang lain. Tak ada waktu yang
terbuang, jika Anda telah menjadi penulis produktif.
Untuk menjadi penulis produktif, Anda
harus mendesain habit sebagai penulis produktif. Mulai hari ini, saya mengajak
Anda mendesain habit menulis, dengan melakukan berbagai aktivitas sederhana
berikut ini.
Pertama, Rutin
Menulis Setiap Hari
Kedua, Berhentilah Menunda-nunda
Ketiga, Banyak Membaca
Keempat, Banyak Bergaul di Dunia Nyata
Penulis sukses dan produktif bukanlah
orang yang mengasingkan diri dari keramaian. Bukan orang ‘aneh’ yang hidup
terasing dari realitas masyarakat. Hidup menyendiri, menyepi, mencari inspirasi
dalam pengasingan. Bukan seperti itu.
Penulis produktif justru karena mereka
hidup dalam denyut masyarakat. Mengerti, melihat dan mendengar berbagai
persoalan kehidupan yang aktual. Mereka bahkan bisa menyuarakan kepedihan serta
harapan masyarakat melalui berbagai bentuk tulisan. Tulisannya menjadi lebih
hidup dan bertenaga, justru karena mengerti secara langsung kondisi masyarakat
di sekitarnya.
Di dunia cyber saat ini, salah satu
tantangan kehidupan kita adalah tergantikannya ruang sosial nyata dengan ruang
sosial yang serba maya. Sebagaimana dinyatakan oleh Katherine Diggory (2018), “Nothing
compares to living in real communities and spending actual physical time with
the people we love”. Interaksi langsung tak akan tergantikan oleh apapun,
karena di situlah letak kemanusiaan kita yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, hendaknya memperluas
titik pergaulan langsung di dunia nyata, dan berbincang dengan mereka. Saat
hidup bermasyarakat, rajin menyapa tetangga. Mendengar suara mereka, mengerti
kondisi mereka. Ini adalah bahan tulisan yang nyata, dan tidak mengada-ada.
Saat berada di tempat kerja, sempatkan
menyapa teman-teman, berbincang dan mendengar suara mereka. Saat beribadah di
masjid, gereja, atau tempat-tempat ibadah lainnya, dengarkan kisah dari jemaat
untuk mengetahui kehidupan yang senyatanya. Saat berbelanja ke pasar,
berbicaralah, bertanyalah, bukan hanya soal tawar menawar harga.
Jika Anda rajin menyapa, bertanya, dan
mendengarkan, maka akan semakin luas cakrawala pemahaman Anda. Jika ditulis
dalam bentuk fiksi, maka menjadi fiksi yang hidup bernyawa. Karena lahir dari
proses dialog dan pergulatan dengan persoalan nyata.
Dialog-dialog yang Anda bangun dalam
novel atau cerpen, memiliki jiwa yang kokoh lantaran tidak sekedar berkhayal
dan berimajinasi. Untaian diksi jika dibentuk puisi, akan lebih menggugah
nurani, karena benar-benar berisi.
Jika ditulis dalam bentuk nonfiksi, akan
melahirkan kekuatan data dan argumen. Berita yang ditulis berdasar fakta yang
nyata. Artikel yang ditulis menjadi bernas dan mengena. Esai yang dimunculkan
menjadi lebih berkesan. Feature yang dihadirkan menjadi penuh nilai
kemanusiaan. Ini karena dilahirkan dari proses interaksi langsung dengan
kehidupan masyarakat.
Berbeda dengan penulis yang terasing
dari realitas kehidupan masyarakat. Mereka adalah penulis yang tidak mengerti
hakikat dan realitas. Terisolir dari denyut nadi persoalan kehidupan, sehingga
ketika muncul dalam bentuk tulisan, akan tampat aneh dan asing. Teori dan
analisa yang tidak membumi serta sulit dimengerti.
Manfaat Bergaul dengan Banyak Kalangan
Ketika penulis memiliki pergaulan nyata
yang luas, mereka akan memiliki cakrawala dan wawasan yang luas pula. Ada
sangat banyak kemanfaatan dari luasnya pergaulan dengan banyak kalangan
masyarakat.
1.
Mengerti kenyataan yang sesungguhnya
terjadi
Dalam situasi pandemi saat ini, banyak
masyarakat yang kesulitan akses pendidikan, disebabkan keterbatasan kemampuan
menyediakan sarana pembelajaran. Jika kita hanya membaca hal itu dari berita di
media massa, sangat berbeda dengan apabila kita melihat langsung dalam kehidupan
senyatanya. Berbagai realitas kesulitan, kedukaan, kesempitan dan kenelangsaan
yang dihadapi masyarakat, akan kita ketahui jika banyak berinteraksi langsung
dengan mereka.
·
Memahami harapan dan keinginan
Dari interaksi dengan berbagai kalangan
masyarakat, kita menjadi lebih bisa memahami harapan dan keinginan mereka. Ada
sangat banyak perspektif dari keinginan masyarakat, yang bisa jadi berbeda-beda
dan bahkan saling bertentangan satu dengan yang lainnya. Namun justru dari
itulah kita menjadi mengerti harapan dan keinginan yang sesungguhnya, sebelum
diolah menjadi sebuah berita media.
·
Mendapatkan inspirasi yang tiada henti
Pergaulan adalah inspirasi. Semakin
banyak Anda bergaul, semakin banyak pula hal yang bisa Anda tuliskan. Cobalah
duduk di warung kelas rakyat dan mendengar perbincangan mereka. Cobalah duduk
di tengah-tengah warga saat mereka tengah berkegiatan di pasar atau di
lahan-lahan pertanian. Tanyakan kondisi mereka, tanyakan rencana mereka, itu
akan menjadi inspirasi tiada henti.
·
Menguatkan argumen dan analisa
Kekuatan argumen tidak hanya dibangun
dengan teori dan logika semata-mata. Namun harus dibangun dengan kedekatan
terhadap realitas yang sesungguhnya. Bergaul, berinteraksi, bertanya,
mendengarkan, adalah cara untuk mendapatkan kekuatan argumen dan analisa dalam
tulisan. Bukan hanya menyajikan sejumpah teori-teori, bukan hanya pandai
berasumsi, namun mendasarkan diri pada kenyataan yang terjadi sehari-hari.
·
Memanusiawikan tulisan
Tulisan Anda, baik fiksi maupun
nonfiksi, akan terasa lebih manusiawi apabila Anda banyak berinteraksi dengan
masyarakat. Potret realitas yang Anda suguhkan melalui puisi, cerpen, novel,
esai, artikel, opini, feature, ataupun berbagai bentuk tulisan lainnya, akan
lebih nyata dan hidup. Terasa bernyawa, karena Anda mendapat inspirasi langsung
dari sumber pertama.
Itulah sebabnya Anda harus membuka diri
untuk melakukan interaksi positif dengan berbagai kalangan. Dengan cara ini,
tulisan Anda akan semakin berkesan, dan menyimpan kekuatan.
Bahan Bacaan
Katherine Diggory, The
Importance of Human Interaction and Relationships, Explore Life Web, www.explore-life.com, Desember
2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar