Senin, 10 Agustus 2020

BANYAKLAH BERGAUL, UNTUK MEMANUSIAWIKAN TULISAN ANDA

 

9 Agustus 2020

.

Seri Mendesain Habit Menulis – 4

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

“But as our lifestyles become ever more transient and reliant on digital tools, these simple interactions are under threat. Nothing compares to living in real communities and spending actual physical time with the people we love” –Katherine Diggory, 2018

.

Salah satu cara untuk mengoptimalkan semua waktu dalam hidup Anda adalah dengan menulis. Jika Anda telah menjadi penulis produktif, maka di semua tempat dan di semua waktu, Anda bisa menulis dan menghasilkan karya tulis yang menginspirasi orang lain. Tak ada waktu yang terbuang, jika Anda telah menjadi penulis produktif.

Untuk menjadi penulis produktif, Anda harus mendesain habit sebagai penulis produktif. Mulai hari ini, saya mengajak Anda mendesain habit menulis, dengan melakukan berbagai aktivitas sederhana berikut ini.

PertamaRutin Menulis Setiap Hari

Kedua, Berhentilah Menunda-nunda

Ketiga, Banyak Membaca

Keempat, Banyak Bergaul di Dunia Nyata

Penulis sukses dan produktif bukanlah orang yang mengasingkan diri dari keramaian. Bukan orang ‘aneh’ yang hidup terasing dari realitas masyarakat. Hidup menyendiri, menyepi, mencari inspirasi dalam pengasingan. Bukan seperti itu.

Penulis produktif justru karena mereka hidup dalam denyut masyarakat. Mengerti, melihat dan mendengar berbagai persoalan kehidupan yang aktual. Mereka bahkan bisa menyuarakan kepedihan serta harapan masyarakat melalui berbagai bentuk tulisan. Tulisannya menjadi lebih hidup dan bertenaga, justru karena mengerti secara langsung kondisi masyarakat di sekitarnya.

Di dunia cyber saat ini, salah satu tantangan kehidupan kita adalah tergantikannya ruang sosial nyata dengan ruang sosial yang serba maya. Sebagaimana dinyatakan oleh Katherine Diggory (2018), “Nothing compares to living in real communities and spending actual physical time with the people we love”. Interaksi langsung tak akan tergantikan oleh apapun, karena di situlah letak kemanusiaan kita yang sesungguhnya.

Oleh karena itu, hendaknya memperluas titik pergaulan langsung di dunia nyata, dan berbincang dengan mereka. Saat hidup bermasyarakat, rajin menyapa tetangga. Mendengar suara mereka, mengerti kondisi mereka. Ini adalah bahan tulisan yang nyata, dan tidak mengada-ada.

Saat berada di tempat kerja, sempatkan menyapa teman-teman, berbincang dan mendengar suara mereka. Saat beribadah di masjid, gereja, atau tempat-tempat ibadah lainnya, dengarkan kisah dari jemaat untuk mengetahui kehidupan yang senyatanya. Saat berbelanja ke pasar, berbicaralah, bertanyalah, bukan hanya soal tawar menawar harga.

Jika Anda rajin menyapa, bertanya, dan mendengarkan, maka akan semakin luas cakrawala pemahaman Anda. Jika ditulis dalam bentuk fiksi, maka menjadi fiksi yang hidup bernyawa. Karena lahir dari proses dialog dan pergulatan dengan persoalan nyata.

Dialog-dialog yang Anda bangun dalam novel atau cerpen, memiliki jiwa yang kokoh lantaran tidak sekedar berkhayal dan berimajinasi. Untaian diksi jika dibentuk puisi, akan lebih menggugah nurani, karena benar-benar berisi.

Jika ditulis dalam bentuk nonfiksi, akan melahirkan kekuatan data dan argumen. Berita yang ditulis berdasar fakta yang nyata. Artikel yang ditulis menjadi bernas dan mengena. Esai yang dimunculkan menjadi lebih berkesan. Feature yang dihadirkan menjadi penuh nilai kemanusiaan. Ini karena dilahirkan dari proses interaksi langsung dengan kehidupan masyarakat.

Berbeda dengan penulis yang terasing dari realitas kehidupan masyarakat. Mereka adalah penulis yang tidak mengerti hakikat dan realitas. Terisolir dari denyut nadi persoalan kehidupan, sehingga ketika muncul dalam bentuk tulisan, akan tampat aneh dan asing. Teori dan analisa yang tidak membumi serta sulit dimengerti.

Manfaat Bergaul dengan Banyak Kalangan

Ketika penulis memiliki pergaulan nyata yang luas, mereka akan memiliki cakrawala dan wawasan yang luas pula. Ada sangat banyak kemanfaatan dari luasnya pergaulan dengan banyak kalangan masyarakat.

1.      Mengerti kenyataan yang sesungguhnya terjadi

Dalam situasi pandemi saat ini, banyak masyarakat yang kesulitan akses pendidikan, disebabkan keterbatasan kemampuan menyediakan sarana pembelajaran. Jika kita hanya membaca hal itu dari berita di media massa, sangat berbeda dengan apabila kita melihat langsung dalam kehidupan senyatanya. Berbagai realitas kesulitan, kedukaan, kesempitan dan kenelangsaan yang dihadapi masyarakat, akan kita ketahui jika banyak berinteraksi langsung dengan mereka.

·         Memahami harapan dan keinginan

Dari interaksi dengan berbagai kalangan masyarakat, kita menjadi lebih bisa memahami harapan dan keinginan mereka. Ada sangat banyak perspektif dari keinginan masyarakat, yang bisa jadi berbeda-beda dan bahkan saling bertentangan satu dengan yang lainnya. Namun justru dari itulah kita menjadi mengerti harapan dan keinginan yang sesungguhnya, sebelum diolah menjadi sebuah berita media.

·         Mendapatkan inspirasi yang tiada henti

Pergaulan adalah inspirasi. Semakin banyak Anda bergaul, semakin banyak pula hal yang bisa Anda tuliskan. Cobalah duduk di warung kelas rakyat dan mendengar perbincangan mereka. Cobalah duduk di tengah-tengah warga saat mereka tengah berkegiatan di pasar atau di lahan-lahan pertanian. Tanyakan kondisi mereka, tanyakan rencana mereka, itu akan menjadi inspirasi tiada henti.

·         Menguatkan argumen dan analisa

Kekuatan argumen tidak hanya dibangun dengan teori dan logika semata-mata. Namun harus dibangun dengan kedekatan terhadap realitas yang sesungguhnya. Bergaul, berinteraksi, bertanya, mendengarkan, adalah cara untuk mendapatkan kekuatan argumen dan analisa dalam tulisan. Bukan hanya menyajikan sejumpah teori-teori, bukan hanya pandai berasumsi, namun mendasarkan diri pada kenyataan yang terjadi sehari-hari.

·         Memanusiawikan tulisan

Tulisan Anda, baik fiksi maupun nonfiksi, akan terasa lebih manusiawi apabila Anda banyak berinteraksi dengan masyarakat. Potret realitas yang Anda suguhkan melalui puisi, cerpen, novel, esai, artikel, opini, feature, ataupun berbagai bentuk tulisan lainnya, akan lebih nyata dan hidup. Terasa bernyawa, karena Anda mendapat inspirasi langsung dari sumber pertama.

Itulah sebabnya Anda harus membuka diri untuk melakukan interaksi positif dengan berbagai kalangan. Dengan cara ini, tulisan Anda akan semakin berkesan, dan menyimpan kekuatan.

Bahan Bacaan

Katherine Diggory, The Importance of Human Interaction and Relationships, Explore Life Web, www.explore-life.com, Desember 2018

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...